Reborn ( Open PO)

Reborn ( Open PO)
Fake Friend


__ADS_3

Suara tawa meledak, Calum bahkan memegangi perut melihat gadis di hadapannya yang jatuh pada tumpukkan daun lembab berwarna coklat di halaman. Respon yang sanggat mengugah amarah. Entah di mana hatinya. Emely terjatuh ketika berusaha berjalan dengan satu kruk. Dan pria yang mengaku dektektif itu menganggapnya sebagai lelucon. Di sudut lain, Nari berdiri sembari mengigit jarinya ketakutan jika terjadi sesuatu. Jason berdiri menyadarkan tubuhnya di tiang penyangga berukiran naga tanpa ekspresi.


Emely menyembunyikan rasa sakitnya, jika jelas tampak di wajahnya pun tidak ada belas kasihan yang akan menghampiri. Dua iblis bertopeng kulit wajah mulus itu tidak akan berubah menjadi malaikat. Bangkit kembali, dia mengulurkan tangan menggapai tongkat yang letaknya cukup jauh. Embun membekas pada celana biru, tanganya dipoles oleh kotoran dari daun-daun busuk.


“Baik lah cukup!” Calum melangkah ke arahnya.


Jason terlebih dahulu meggerakan langkahnya dan menahan tubuh pria itu membiarkan Emely melakukannya sendiri. Saat gadis di hadapannya bisa bangkit kembali, dia langsung menggerakan jari, memberi kode pada Nari memdorong troli makanan yang sedari tadi bersamanya.


“Mau aku temani?” Calum menawarkan bantuan menghabiskan sup bayam di meja makan.


“Hentikan!” lagi-lagi Jason menahan. “Tubuhmu lebih gemuk dibandingkan kemarin.”


Kedua alis Emely terangkat dengan sempurna. Seharusnya dua orang ini menjadi koleksi museum bukannya berkeliaran dan mengacaukan dunia dengan perdebatan aneh mereka.


“Tidak saudara, ini sayuran tanpa bahan tambahan, kecuali jika gadis boneka Prancis itu memasukan garam secara diam-diam ke dalamnya. Emely berasal dari lautan, jiwa air asinnya menolak jika makanan terlalu hambar tanpa garam. Kapan kamu mengasah perasaanmu untuk bisa iba pada orang lain?”


“Tepat setelah kau mati!” tidak ada tekanan pada suara Jason, tapi dia sukses membuat tubuh Emely bergidik ngeri.


“Jangan pedulikan dia!" seru Calum cepat “kamu tahu, hatinya sudah mati. Hanya raganya saja yang kokoh.”

__ADS_1


“Calum, lebih baik kamu melanjutkan penelitian pada Yak.”


“Tidak, aku sudah cukup lelah berhadapan dengan hewan itu ... aku butuh spesies baru untuk di teliti.”


“Kamu mengingatkanku pada...” Emely berusaha mengingat satu nama.


“Sherlock Holmes,” sambung Calum cepat.


Jason mendesis, “spesies yang sama.”


Calum tertawa meledek Jason. Emely melupakan sup hangat di hadapannya dan melihat dua makluk asing itu.


“Tentu t ....” Nari ingin mengatakan sesuatu, tapi mulutnya tiba-tiba terkunci. Dia pergi setelah berpamitan pada Emely.


“Jadi begini...” Calum menuangkan teh Merygold pada cangkirnya dengan perlahan. “Melihat kondisimu sedikit lebih baik, ada hal yang perlu kamu ketahui. Selama ini aku kawatir jika kamu mendengar hal ini, kondisimu akan bertambah buruk.”


“Aku siap!” Emely meyakinkan.


Calum menyodorkan sepotong koran pada Emely. Isinya tentang dirinya yang dikabarkan menghilang. Dan ceritanya tidak sampai di situ. Tulisannya berbeda dengan kejadian sebenarnya. Isinya tentang penyandraan, Jesika, Mei dan yang lainnya berhasil selamat sedangkan Emely bersengkokol dengan para penyandra.

__ADS_1


Mata Emely memanas, tubuhnya tiba-tiba melemah, dia melihat nama penulis berita Rosela Mariam. Itu adalah nama lengkap dari Pinkan. Dia tahu karena gadis itu merangkap sebagai jurnalis dari koran yang ada dalam gengamannya. Menyusun beberapa koran lain yang memuat artikel yang sama. Ada pula tambahan , Jesica berhasil menyelamatkan diri dan secara tak sengaja melumpuhkan Emely dan membuatnya ikut terbakar bersama lumbung tua.


Jari tangan Emely terkepal, dia tidak memahami etikad dari semua perbuatan dan isi artikel ini. Dia tidak akan membiarkan mereka menghancurkan nama baikknya.


“Apa yang sebernya terjadi?” Jason menatap Emely, masih dengan kaca matanya.


Emely tidak bisa mengatakan apa-apa sekarang. Calum menepuk bahunya perlahan, menenangkannya.


“Wajah wanita ini tidak dapat di percaya.” Tunjuk Calum pada foto Jesica dengan segala aksesoris perban palsunya.


“Aku menawarkan bantuan,”sahut Jason “kamu bisa membalas apa yang mereka lakukan padamu."


“Tidak!” tegas Emely, “hubungan antara aku dan Marvin. Aku percaya Marvin akan lebih mempercayai aku dibandingkan dengan mereka. Aku percaya ungkapan cintanya adalah kesungguhan. Jadi biarkan aku bertemu dengannya terlebih dahulu. Aku mohon!”


“Tentu saja. Kamu berhak atas hidupmu, apa yang kamu pilih dan menjalankannya sebagaimana kamu mau.” Jason berdiri dan pergi.


“Aku akan menemani kamu, tentu setelah kamu tidak butuh dua kruk” bisik Calum.


Jantung Emely berdebar kencang, entah seperti apa pertemuan itu akan terjadi.

__ADS_1


Komen lah biar tak sepi-sepi amet 😂😂


__ADS_2