Reborn ( Open PO)

Reborn ( Open PO)
Kabut


__ADS_3

Emely tiba di rumah sakit bersamaan dengan ambulan. Dia hanya mengintai dari jauh ketika tandu diturunkan melihat para perawat dan dokter sibuk di sana. Aneh, sama sekali tidak ada orang lain yang mengikuti. Ia mengintai dari kejauhan menunggu ada yang akan menanti di depan pintu IGD, tapi sampai 30 menit dia berdiri dengan sepatu boat hitamnya, tidak ada orang yang mendekati pintu.


Emely akhirnya memberanikan diri untuk menedekati pintu ruangan IGD perlahan. Ia sudah begitu dengan pintu saat sebuah tepukkan menghantam bahunya. Emely berbalik, dia sudah terbiasa dan berlatih menyembunyikan keterkejutan.


“Apa yang kamu lakukan di sini?” Calum berdiri di hadapan Emely.


Sekilas dia dapat melihat wajahnya jauh lebih pucat dari pertama kali mereka bertemu. Emely terpaku beberapa saat.


“Nothing,” jawabnya kaku.


“Kamu mengintai sedari tadi, apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Calum memburu.


“Aku tidak menginginkan apa-apa!” suara Emely tetap tenang.


Calum meneliti wajah Emely, keningnya berkerut dia ingin mengatakan sesuatu namun tak jadi. Dia tidak menggenali Emely. Eyeliner gaya khas Avril Lavinge pada tahun 200an itu melekat, hidung yang dia shading sedemikian rupa menjadikan wajahnya jauh berbeda.


“Wanita aneh!” Calum mendesis.


“Aku mendengar apa yang kamu katakan.”


“Terserah. Sekali lagi aku bertanya kenapa kamu ada di sini?”


“Temanku ada di dalam, tapi aku tidak berani untuk mendekat. Aku takut.” Karangan bebas meluncur begitu saja.

__ADS_1


“Oh.”


“Dan kau?”


“Saudara sepupuku ada di dalam...”


“Hei, ada darah di keningmu.” Emely menggerakan jarinya menunjuk ke arah kening bernoda darah. Kulit putih nan pucat milik pria itu menunjukkan darah itu dengan normal.


Calum membersihkan darah di keningnya dengan tangan.


“Aku pergi...” Emely berjalan perlahan menjauh, pergi secara baik-baik.


“Emely kamu ingin kemana?” Cegat Calum.


“Aku bukan Emely...”


“Kamu tidak bisa membohongi orang yang sekian lama bersamamu. Aku mengenalmu Emely, bagaimana pun caramu mengubah dirimu. Kamu tetap Emely yang sama orang yang aku kenal.”


Emely berbalik tersenyum sinis, ini diluar dugaanya tapi dia berusaha untuk tetap tenang. “Jadi, kamu akan menangkap ku sekarang Calum, membunuhku seperti tujuan kalian dari awal?”


“Emely dengarkan dulu!” Calum menahan.


“Apa lagi yang perlu aku dengarkan? sandiwara dan narasi palsu kalian. Aku sudah lelah mendengar semua bualan kalian kau dan Jason. Kenapa tidak dari awal mengatakan padaku jika keinginan kalian adalah menyerahkan aku kembali pada keluarga Marvin. Aku pikirtujuan awal kalian benar-benar menolongku dan aku terlalu bodoh untuk percaya!”

__ADS_1


“Emely aku benar-benar tidak bermakud untuk...”


“Lalu kenapa kamu ke apartemenku mengacak-acak isinya. Memberitahukan identitasku pada mereka? Pantas saja kamu di sana ketika hari interview ia kan?”


“Bu...”


“Aku tidak pernah berniat menghinati kalian. Tapi kenapa kalian tidak mengatakan padaku apa tujuan kalian dari awal. Calum dengarkan aku, aku akan rela membunuh jika itu yang kalian inginkan dari awal. Agar aku tidak menjalani kehidupan serumit ini.”


“Emely, beri aku untuk menjelaskan. Memang tujuan awal dari Jason adalah membalaskan dendamnya pada keluarga Marvin melalui kamu dan bahkan otak dari semua kemalangan yang menimpa kamu, semuanya...”


“Semua? Termasuk kejadian itu, jadi...” Emely kehabisan kata.


“Tapi kamu harus tahu alasan Jason melakukan itu,” tahan Calum.


“Alasan? Alasan apa? dia membuatku kehilangan semuanya. Untuk alasan apa dia melakukan itu?”


“Jika itu terjadi... kamu akan kehilangan lebih banyak Emely. Jason berusaha mencarimu dan mengajakmu untuk kembali ke kastil ketika kamu pindah. Tapi dalam sekejap, dia kehilangan jejakmu dan medapati kamu di jalan, tepat di saat dia bertemu kamu.”


“Lantas kamu pikir aku percaya? Untuk apa dia mengajak ku pulang ke kastil sedang dia lebih mementingkan isi ruangan menjahit ketimbang aku! Aku ini sampah di matanya.”


“Aku tahu itu sulit. Aku ke apartemenmu hari itu untuk mengajakmu pulang. Jason sakit Emy, setiap malam dia tidak dapat tidur, ketika dia berhasil memejamkan mata dia akan kembali terbangun dia selalu menyebut namamu, setiap malam...”


“Bohong! Pria itu sudah menamparku!”

__ADS_1


“Emely, aku mohon tetap lah di sini. Jason di dalam, percaya padaku ada hal yang kamu lewatkan....”


__ADS_2