Reborn ( Open PO)

Reborn ( Open PO)
Welcome To Hell Sasa


__ADS_3

“Sasa!” Emely mengirim pesan pada Sasa.


“Siapa?” begitu cepat wanita itu merespon. Wanita 21 tahun itu adalah salah satu dari orang-orang yang menyakiti Emely dulu. Dia saudari sepupu Jesika, anak dari Frederick, adik dari Ayah Marvin.


“Orang yang sudah kau bunuh!”


“Apa? aku tidak pernah membunuh orang ...” suaranya gemetar.


“Kau berbohong!”


“Hei, jangan pikir aku akan mudah percaya pada kebohongan murahan begini!” keberanian makin melemah.


“Kau tidak percaya?”


“Tentu saja! Akan aku laporkan nomormu ke polisi dan melacaknya. Kau akan tertanggkap!” Mendadak ia berani.


“Apa? melaporkanku, apa yang akan kau laporkan pembunuh!”

__ADS_1


Cukup lama Emely menatap layar komputer menunggu balasan dari Sasa yang mereka kirimi pesan. Nampaknya gadis itu baru menyadari tidak ada nomor pengirim di layar hpnya.


“Pembohong! Akan aku laporkan ke polisi sekarang. Tidak ada hantu. Bullshit!”


“Sekarang!” Jason menggerakan tangannya meminta Emely berpindah pada komputer lain di dalam mobil Van. Permainan dimulai.


Kamera pengintai yang mereka pasang pada boneka dinyalakan. Emely tidak bisa melupakan betapa bahagianya Sasa menerima boneka kiriman mereka. Sasa si gadis manja, mengoleksi boneka sedari kecil, dia tidak akan menolak boneka beruang semahal kadonya itu.


Kebetulan sekali Sasa meletakan benda itu di tempat yang membuat semua aktifitasnya di kamar dapat dilihat. Kamarnya lumayan besar lengkap dengan nuansa warna biru toska.


Terlihat Sasa sedang bolak-balik di dalam kamar sembari mengigit jari kawatir.


Sasa melemparkan Hpnya ke lantai, tubuhnya terpental ketakutan. Lampu di dalam kamarnya tiba meredup sebelum akhirnya padam.


Sasa berteriak kencang, Emely sampai harus melepaskan earpon yang dia pakai. Gumpalan cahaya putih tiba-tiba menerangi ruangan. Perlahan berubah menjadi sosok Emely.


Harus dia akui, seumur hidupnya baru pertama kali Emely di dandani menjadi hantu, pakaian yang dia kenakan di hari kejadian, rambut beratakan dan tidak lupa wajah pucat efek make up. Pada akhirnya idenya untuk menakuti para eksekutornya diterima dengan lapang dada oleh dua manusia yang bukan manusia.

__ADS_1


“You Kill Me!” Jerit Emely.


“Tidak... tidak.... tidak, aku bukan pemunuh!” Sasa menjerit, dia meraih barang-barang di sekitarnya dan melemparkanya ke sosok hantu di hadapannya. Semua barang-barang itu membentur dinding.


“Kau pembunuh Sasa! Kau membunuhku! Kau harus menebusnya!”


“Tidak, Emely aku mohon maafkan aku, maafkan aku! Aku salah! Aku mengakuinya!”


Bayangan di depan Sasa bergerak dengan cepat menerkam wanita yang ada merikuk di lantai, setelah teriakan panjang dia kehilangan kesadaran. Lampu kembali menyala dan beberapa orang masuk ke dalam kamar. Emly menyamar menjadi salah satu dari mereka, dia menjatuhkan boneka di atas lemari ke dalam tempat pakaian yang dia bawa, lalu menukar boneka beruang pink yang berisi kamera dengan boneka yang sama persis.


Kembali semua Ccctv di rumah besar itu di sabotase, menghapus semua hal yang mencurigakan, agar pekerjaan mereka tidak meninggalkan bekas.


Emely menarik napas panjang begitu dia masuk kembali ke dalam mobil. Tubuhnya bergetar hebat, kali pertama dia melakukan ini, rasanya benar-benar jauh dari menyenangkan. Sedikit bagian dari dirinya tertawa, merayakan kemenangan atas kejadian ini.


Jason meliriknya sekilas, lalu menaikan sudut bibirnya .


“I know, You can do it!” Bisiknya lembut.

__ADS_1


Suara itu terlebut yang pernah mendarat dalam pendengaran Emely setelah sekian lama bersama. Kaca mata hitam sialan masih bertengger di hidung ramping nan tinggi milik pria itu.


“Andai benda itu bisa dia singkirkan, barang kali aku bisa melihat wajah vampir itu sepenuhnya,” Batin Emely. Tubuhnya bergidik, menyadari dia sedang berhadapan dengan siapa. Ini sudah malam dan bulan menampakan diri sepenuhnya. Setelah ini dia yang akan pingsan.


__ADS_2