Reinkarnasi Diana

Reinkarnasi Diana
12


__ADS_3

Tiba-tiba Athanasia mengeluarkan darah dari mulutnya. Kami semua terkejut melihat itu.


"Athy? Athy kenapa?" tanya Zenith khawatir.


Ledakan mana pertama Athanasia. Apa yang harus aku lakukan? Aku kira hal ini tidak akan terjadi karena setelah Athanasia lahir, cerita di novel mulai berbeda. Bagaimana ini? Lucas tidak ada di sini. Pikirku.


Athanasia pingsan.


Claude menangkap Athanasia. "Athanasia, bangun."


"Tuan putri?! Bangunlah tuan putri."


"Aku akan memanggil dokter," ucap kak Anas. Kak Anas pun pergi.


Zenith mulai menangis. Penelope memeluk Zenith dan menenangkannya.


"Ibu, Athy kenapa? Dia mengeluarkan darah dari mulutnya, ibu. Apakah Athy sakit?"


"Tenang Zenith. Athanasia akan segera ditangani, ayah sedang memanggil dokter."


Claude meletakkan Athanasia di tempat tidur. "Bertahanlah Athanasia, dokter akan segera datang."


Tak lama, kak Anas datang sambil membawa dokter. Dokter itu mengecek keadaan Athanasia tapi dia tidak mengetahui penyebab Athanasia muntah darah. "Maaf tuan, saya tidak tau penyebab nona Athanasia muntah darah. Tidak ada hal aneh dengan tubuhnya."


Claude menarik kerah dokter itu. "Apa maksudmu?! Putriku mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan kau bilang tidak ada yang aneh?! Dasar dokter tidak berguna!"


Claude menghempaskan dokter itu dengan keras sehingga dokter tersebut jatuh. Felix membantu dokter itu bangun.


"Saran saya panggil penyihir, kemungkinan ada masalah dengan mana putri anda. Saya permisi." Dokter itu pergi.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang yang mulia?" tanya Felix panik.


"Ki-kita harus memanggil tuan Lucas ke sini. Hanya tuan Lucas yang mengerti tentang ini karena beliau adalah penyihir hebat," ucap Lily.


"Tapi itu tidak mungkin. Jarak dari Obelia ke sini membutuhkan waktu beberapa hari," jawab kak Anas.


"Tuan Lucas bisa menggunakan sihir teleportasi, kan? Dengan itu bukankah dia bisa ke sini dalam waktu singkat?"


"Benar tapi tuan Lucas tidak tau keberadaan kita sekarang. Sulit untuknya ke sini secepat mungkin."


Claude teringat sesuatu. "Diana, bagaimana cara Lucas bisa menemukanmu waktu kejadian penyusup itu?"


"Lucas memberiku sebuah permata. Kalau permata itu dihancurkan, Lucas bisa datang ke tempat aku berada secepatnya," jawabku.


"Apakah kau mempunyai permata itu?"


Aku menggeleng. "Tidak. Permata itu hanya ada satu dan hanya bisa digunakan sekali saja."

__ADS_1


Zenith semakin menangis dan semua orang semakin panik.


Tiba-tiba aku mempunya sebuah ide. "Aku tau. Aku akan membawa Athanasia kembali ke Obelia menggunakan sihir teleportasiku."


"Itu tidak mungkin, yang mulia permaisuri. Anda sudah terlalu banyak menggunakan sihir hari ini dan sihir teleportasi membutuhkan mana yang besar," tolak Felix.


"Benar, yang mulia permaisuri. Kemarin anda juga telah menggunakan sihir teleportasi," timpal Lily.


"Kapan bibi menggunakan sihir hari ini?" tanya Zenith.


"Bibi Diana menggunakan sihirnya untukmu tadi," jawab Penelope.


"Untuk aku?"


"Iya. Ada sihir yang tidak diketahui masuk dan mengambil alih tubuhmu. Bibi Diana menggunakan sihir pemurnian untuk melepaskan sihir tidak diketahui itu dari tubuhmu," jelas Penelope. Penelope tidak memberitahu kalau itu adalah sihir hitam.


"Tapi ini satu-satunya cara untuk membawa Athanasia ke Lucas," tuturku.


"Itu benar, tapi itu bisa membahayakanmu," balas kak Anas.


"Membahayakan aku? Tidak. Aku hanya akan kehilangan tenaga selama beberapa hari saja. Kalian tenanglah, aku akan baik-baik saja."


"Tidak, Diana. Mana yang kau miliki tidak besar. Kau bukanlah darah keturunan Obelia yang mempunyai mana berlimpah. Kalau kau terus memaksa, tubuhmu tidak akan kuat bertahan dan kau akan mati," jelas kak Anas.


"Tapi itu satu-satunya cara yang bisa aku pikirkan," ujarku pelan.


"Kita akan memikirkan caranya bersama-sama Diana," ucap Penelope.


"Ledakan mana?" tanya Claude.


"Iya, Claude. Apa yang Athanasia alami saat ini adalah ledakan mana. Mana di dalam tubuhnya bergejolak dan tubuh Athanasia tidak bisa menahannya. Kau ingat kalau putri kita mempunyai mana yang besar?"


"Tapi bagaimana kau bisa tau kalau ini adalah ledakan mana?" tanya Claude bingung.


"Aku mempelajarinya dari Lucas. Selama ini aku belajar sihir dengannya, itulah mengapa aku bisa menggunakan sihir," jawabku.


Claude tampak kecewa. "Kamu tidak pernah bilang padaku soal itu."


"Iya, karena aku tau kalau kamu akan melarangnya. Jadi aku belajar secara diam-diam. Maaf."


"Apakah tidak bisa kalian memberi mana kepada Diana?" tanya Penelope.


"Tentu tidak sayang. Mana bukanlah sesuatu yang bisa dikirim atau diterima oleh seseorang," jawab kak Anas.


Bagaimana ini? Waktu kita terbatas. Athanasia bisa mati kalau kita terus berdebat seperti ini. Pikirku.


Akhirnya aku menggendong Athanasia dan melakukan sihir teleportasi.

__ADS_1


"DIANA." teriak Claude.


"Bibi Dianaaa."


"Sial. Felix carikan kuda untukku! Aku akan menunggang kuda ke Obelia. Itu akan lebih cepat daripada naik kereta kuda," perintah Claude.


"Baik, yang mulia." Felix bergegas pergi.


"SIALAN!" teriak Claude frustasi.


"Tenanglah Claude," kata Anastasius.


"Bagaimana aku bisa tenang?! Istriku bertindak nekat seperti itu!" bentak Claude.


"Diana melakukan itu karena dia mengkhawatirkan Athanasia. Aku yakin dia pasti bisa bertahan. Dia adalah wanita kuat, Claude," jawab Anastasius.


"Bagaimana kalau dia tidak bisa bertahan? Kau dan aku tau resikonya, kan?!"


"Kau seorang kaisar, Claude! Jangan sampai perasaanmu itu mempengaruhi pikiranmu!"


"Ibu," panggil Zenith.


"Iya Zenith?"


"Zenith mau mengakui sesuatu."


"Apa itu sayang?"


"Sebenarnya Zenith bisa sihir. Tadi sihir Zenith sempat keluar. Sihir itu bilang kalau paman Claude mengambil tahta yang seharusnya milik ayah. Zenith tau kalau itu tidak benar karena ibu sudah pernah menceritakannya tapi sihir itu menyentuh tangan Zenith dan setelah itu Zenith tidak tau apa yang terjadi setelahnya. Apa mungkin saat itulah sihir mengambil alih tubuhku, ibu? Dan bibi Diana yang menyelamatkanku?"


Penelope mengangguk.


"Jadi Zenith membuat bibi Diana kehilangan banyak mana?" tanyanya.


"Tidak sayang. Itu tidak benar."


"Tapi kalau Zenith tidak mengalami itu, bibi Diana tidak akan menggunakan sihirnya dan kehilangan banyak mana. Bibi Diana bisa membawa Athy kembali ke Obelia tanpa menanggung resiko apapun."


Penelope memeluk Zenith dan menangis. "Kamu mengerti terlalu banyak Zenith."


"Ibu ini semua terjadi karena aku."


"Tidak Zenith. Kamu tidak salah. Kita tidak tau kalau sihir itu akan mengambil alih tubuhmu."


"Sempat keluar? Apa maksudnya itu?" tanya Claude.


"Walaupun Zenith bisa sihir tapi Zenith tidak bisa mengontrolnya semau Zenith. Sihir itu bisa melakukan hal lain yang dia mau tapi tidak pernah membahayakan Zenith," jelasnya.

__ADS_1


Felix datang dan memberitahu kalau kudanya sudah siap.


"Kita akan membicarakan ini lagi nanti. Aku dan Felix akan pergi duluan ke Obelia dan kalian semua naiklah kereta kuda. Zenith harus dibawa ke Obelia, di sana ada penyihir hebat yang akan menangani sihir Zenith." Claude dan Felix pun pergi.


__ADS_2