
Binatang ajaib.
Tidak ada yang tahu darimana asal muasal binatang ajaib tersebut berasal atau pertama kali muncul di dunia manusia, namun menurut para pendekar binatang ajaib adalah binatang biasa yang terkontaminasi dengan aktivitas energi mana yang semakin banyak digunakan oleh para manusia, baik digunakan untuk memperkuat dirinya sendiri (para pendekar) atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Binatang ajaib memiliki memiliki kekuatan khusus yang disebut kekuatan atribut, dimana kekuatan atribut ini di dapatkan ketika binatang ajaib itu sudah berumur 100 tahun. Selain kekuatan atribut beberapa jenis binatang ajaib juga memiliki kekuatan bawaan yang memang kekuatan itu sudah dimiliki dari lahir, contohnya bunglon yang memiliki kekuatan bawaan yaitu bisa merubah warna untuk berkamuflase, atau binatang ajaib kodok beracun yang memiliki kekuatan bawaan yang berupa racun, dan lain sebagainya.
Binatang ajaib memiliki 10 langkah, setiap langkah melambangkan kekuatan yang dimiliki oleh bintang tersebut, semakin tinggi langkahnya semakin kuat binatang ajaib itu. Ketika binatang ajaib sudah melampaui langkah 10 maka binatang itu disebut sebagai binatang surgawi dan bisa hidup hingga ribuan tahun lamanya.
Ok..., lanjut.
Di hutan yang sangat rimbun dan lebat dengan pohon yang berukuran besar muncul dua sekelebat bayangan yang saling mengejar seperti menuju ke suatu tempat di arah Utara.
"Lembah Utara masih jauh, kah?" tanya Aiden kepada Long yang berada didepan sebagai pemandu misi mereka sambil memegang alat komunikasi (headset) di telinganya.
"2 km dari sini kita akan sampai..., menunduk!" jawab Long, lalu secara tiba-tiba meminta agar Aiden menunduk.
Aiden segera menunduk dan sembunyi di balik salah satu pohon, sementara Long menunduk tiarap di dahan pohon yang berada di depan Aiden. Aiden menyentuh alat komunikasi yang berada di daun telinganya "Ada apa Long?" tanya Aiden penasaran.
"Ada ular kobra langkah 9 di depan sana." jawab Long dengan suara rendah hampir berbisik setelah menerima sinyal suara dari alat komunikasi. Aiden seketika itu terkejut dan tak percaya. "Serius?" tanya Aiden memastikan.
Long tidak menjawab dan hanya diam sambil menahan nafasnya.
"Daftar." ucap Aiden lirih.
Setelah Aiden mengucapkan daftar, seketika muncul hologram yang berisi berbagai data dalam sebuah tulisan tepat di depannya, Hologram itu ternyata merupakan manifestasi dari daftar benda yang Aiden simpan di ruang penyimpanan dimensi miliknya.
Klik! Aiden menyentuh sebaris huruf yang berkalimat "Botol air minum" seketika itu muncul sebuah botol minum ditangan Aiden secara cepat tak sampai 2 detik menunggu.
Aiden mengambil botol minum karena haus dan tidak menganggap serius dengan kehadiran ular langkah 9. "Jangankan binatang ajaib, iblis ular langkah 9 sekalipun aku tidak takut." ucap Aiden sambil minum beberapa teguk air.
Binatang ajaib ular kobra langkah sembilan itu segera tidur setelah puas mengamati sekitarnya untuk memastikan tidak ada musuh yang mengganggu tidurnya.
"Ular langkah sembilan, apakah dia memiliki kristal inti binatang ajaib?" tanya Aiden yang tiba-tiba sudah berada disamping Long yang sedang tiarap.
"Sialan, menunduk!" Long langsung berdiri memegang kepala Aiden dan memaksanya menunduk. "Aduh.., sakit dasar bodoh!" Aiden marah karena kepalanya terbentur, namun suaranya seperti berbisik.
"Dia tidur, apakah kita harus membunuhnya?" tanya Long kepada Aiden setelah dirasa ular kobra itu sudah tertidur pulas setelah menunggu dan memperhatikan sang ular beberapa waktu lamanya.
__ADS_1
"Tentu, siapa tahu dia memiliki kristal inti." respon Aiden yakin langsung menyetujui usulan untuk membunuh ular kobra langkah 9 itu hanya demi kristal inti yang belum tentu ular itu miliki.
"Baiklah, kalau begitu...., daftar." balas Long dan segera membuka ruang penyimpanan dimensi miliknya untuk mengambil sesuatu.
Klik! Setelah mencari beberapa saat di daftar Long menemukan apa yang dia cari, yaitu senjata ajaib tipe segel yang berbentuk kurungan atau kandang.
"Kurungan segel ini adalah senjata ajaib peringkat 9 pemberian dari master Eki, dengan kurungan ini tidak ada apapun yang tidak bisa dia segel." jelas Long dengan bangga.
"Waw, kamu memiliki item yang bagus." puji Aiden senang. Long segera membuka kurungan yang berbentuk kubus itu dan seketika kubus itu menjadi 4 benda seperti tiang mini.
"Kamu pergi ke sana dan letak dua tiang segel ini di kedua sisi, ular itu harus ditengah-tengah." perintah Long.
Aiden segera melaksanakan perintah dan meletak dua tiang mini itu tepat disamping kanan-kiri ekor ular tersebut, Long sendiri melakukan hal yang sama di kanan kiri kepala ular kobra tersebut. Hasilnya ular kobra langkah 9 itu seperti dikelilingi 4 tiang mini yang siap menangkapnya.
"Segel!" teriak Long untuk mengaktifkan item sihir kurungan segel tersebut, karena item itu menggunakan suara untuk mengaktifkannya.
Seketika empat tiang itu langsung mengeluarkan tali energi mana yang langsung membentuk kubus atau kandang dan mengurung ular kobra itu dalam kurungan tak terlihat.
"Shisssh," ular itu mendesis marah ketika dia terbangun karena mendengar teriakan Long, tanpa basa-basi ular itu langsung menyerang Long yang mengganggu tidurnya.
Ular itu seperti menabrak dinding tak terlihat ketika mencoba menyerang Long yang telah membangunkannya.
Ular kobra itu terus mencoba keluar dari kurungan tak terlihat tersebut, Aiden yang melihat itu seketika mengeluarkan tombak berwarna emas dari ruangan penyimpanan dimensinya. Tombak itu merupakan senjata ajaib yang mampu menembus armor peringkat 10 sekalipun, namun hanya bisa digunakan sekali saja karena termasuk item sihir sekali pakai.
"Tombak emas penembus level 10, senjata ajaib (Item sihir) yang sangat kuat namun sekali pakai saja karena terbuat dari batu giok." gumam Long ketika Aiden mengeluarkan senjata ajaib tombak emas penembus tersebut.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Long kemudian kepada Aiden. "Aku hanya siap-siap saja." balas Aiden dengan enteng sambil mengulas senyum konyol.
"Kamu tenang saja kurungan segel...," Long terkejut ketika melihat retakan disekitar tubuh ular kobra itu, tidak perlu dijelaskan lagi, karena Long langsung tahu bahwa kurungan segelnya tidak dapat menahan hantaman ular kobra langka 9 tersebut.
Wuuus!!!
Cr0ttt!!!
"Argh...," Raung kobra itu kesakitan ketika lehernya tertembus tombak Aiden, lalu mati setelah mengamuk dan menggeliat kesakitan beberapa menit lamanya.
Tombak emas itu segera meredup seperti mati lampu karena energi yang mengelilinginya menghilang secara perlahan karena sudah digunakan. "Percaya diri boleh, namun jangan terlalu percaya diri sebelum hasilnya terlihat." ucap Aiden dengan nafas yang tersengal-sengal.
__ADS_1
Aiden terlihat sangat lelah, karena tombak itu mengkonsumsi sebagian besar staminanya, hal itu diakibatkan oleh beratnya tombak saat Aiden melempar. "Tanganku mati rasa." ucap Aiden sambil memegang tangan kanannya.
Ok..., skip.
Long tidak menemukan kristal inti binatang ajaib dari ular kobra itu setelah mencari secara seksama di tubuh ular tersebut, hal itu membuat mereka berdua cukup kecewa.
"Sangat disayangkan." ucap Aiden menggeleng kecewa karena tidak menemukan kristal inti dari tubuh ular kobra tersebut.
"Tidak apa-apa, lagipula ular ini akan membuat kita kaya jika melelangnya di pelelangan mengingat ular ini sudah langkah sembilan." hibur Long sambil menepuk pundak Aiden yang tidak bersemangat.
"Terlebih ular ini beratribut kegelapan, yang bisa dijadikan senjata elemen kegelapan yang sangat cocok untuk semua orang yang secara otomatis harganya akan melambung tinggi." ucap Long dengan begitu semangat dan menggebu-gebu.
Senjata elemen kegelapan, cahaya, dan juga angin adalah senjata ajaib yang sangat cocok untuk semua orang terlepas kekuatan apa yang dimilikinya. Berbeda dengan senjata elemen lainnya yang efeknya akan berkurang secara drastis jika digunakan oleh sembarang orang, contohnya senjata elemen api yang digunakan oleh orang yang memiliki kekuatan dominan petir, air, angin, tanah, dan sebagainya, hasilnya orang itu hanya mampu mengeluarkan kekuatan senjata ajaib itu tidak lebih dari setengah potensi senjata tersebut.
Ok... skip.
Aiden dan Long sampai disebuah tempat yang ternyata berupa lembah berbatu yang bersuhu sekita 50 derajat Celcius, sungai yang terlihat sangat panas, dan beberapa tumbuhan yang bersuhu tinggi sekitar 47 derajat Celcius.
"Panas sekali, ini lembah atau kawah gunung berapi?" ucap Aiden mengeluh. Long segera jalan menyelusuri lembah itu dan berharap menemukan serigala api ilusi yang mereka cari.
Teng!
Aiden menangkis cakar serigala yang berniat mencakar lehernya ketika dia dalam keadaan linglung. "Ternyata ilusi." ucap Aiden yang sadar dari ilusi.
"Tidak pernah terpikir olehku bahwa kami sudah terkena perangkap ilusi yang kamu buat, dasar binatang!" ucap Aiden sambil menunjuk menatap tajam serigala api di depannya.
Disisi lain Long ternyata masih terkena ilusi dari serigala itu, Aiden beruntung karena dia dapat merasakan ancaman bahaya yang mendekat hingga membuatnya secara reflek menangkis cakar serigala tersebut hingga membuatnya sadar seketika.
"Aung!!!" serigala itu melolong.
Lembah yang aslinya adalah tempat berbatu dan dipenuhi pepohonan dan rerumputan segar, serta diapit dua bukit itu seketika diselimuti kabut tebal akibat lolongan sang serigala.
"Ternyata binatang ajaib beratribut ganda." respon Aiden ketika tahu serigala itu memiliki atribut api dan kabut ilusi.
"Maaf Long, aku akan menyelamatkanmu dalam prioritas kedua, prioritas pertama adalah bertahan hidup." ucap Aiden menguatkan tekadnya untuk mengabaikan kondisi Long yang terkena ilusi, agar dia dapat fokus bertarung melawan serigala api ilusi tersebut.
Aiden saat ini memang sangat mengkhawatirkan kondisi Long yang terjebak dalam ilusi, namun dia lebih khawatir kepada dirinya sendiri.
__ADS_1