Reinkarnasi Empat Pejuang

Reinkarnasi Empat Pejuang
Akhir babak penentuan peringkat


__ADS_3

Senjata dewa adalah sebuah senjata yang dipakai oleh seseorang prajurit aliansi kebangkitan yang hidup ribuan tahun lalu dan mendapatkan gelar dewa di hati semua orang atas kontribusi dan pencapaiannya bagi kemajuan ras manusia, senjata dewa sebenarnya hanyalah senjata biasa sama seperti senjata lainnya namun senjata dewa sangat istimewa karena menyimpan metode latihan pendahulunya yang sekarang dikenal sebagai dewa.


Dikatakan orang-orang yang beruntung menjadi penerus dewa akan mudah mencapai ranah keberadaan dewa dengan bantuan senjata dewa tersebut, selain itu mereka juga mendapatkan teknik rahasia yang sangat kuat yang dimiliki atau diciptakan oleh orang yang disebut dewa tersebut.


Maka tak heran orang-orang yang cemburu dengan para penerus dewa menyebut mereka dengan ejekan yang berbunyi. "Kuat karena warisan."


Ok..., lanjut.


Pertarungan antara harimau emas milik Rein melawan serigala emas milik Icci berlangsung sangat sengit, karena kedua binatang ajaib panggilan tersebut sama-sama kuat walaupun sebenarnya harimau emas lebih diuntungkan.


Alasan harimau emas sulit mengalahkan sang serigala dikarenakan ranah pemanggil sang serigala lebih tinggi daripada ranah pemanggil yang memanggilnya, dimana Rein saat ini diranah langit awal dengan 2610 poin mana sementara Icci di ranah langit akhir dengan 3690 poin mana.


Perbedaan ranah itu sangat berpengaruh karena binatang ajaib panggilan akan mendapatkan tambahan mana 15% dari mana pemanggilnya, artinya semakin tinggi ranah pemanggil yang memanggilnya maka semakin banyak tambahan mana yang di dapatkan binatang/makhluk panggilan tersebut.


Bang!


Bang!


Bang!


Disisi lain Rein dan Icci juga saling serang dengan seekor hewan pemanggil mereka karena mereka sama-sama menguasai sihir pemanggil level 2 yang artinya mereka hanya bisa menjalin kontrak dengan dua binatang ajaib atau makhluk.


Dor!


Icci secara tiba-tiba mengeluarkan pistol dan menembak lengan Rein yang lengah terhadap serangan tiba-tiba Icci tersebut.


Dor!


Dor!


Dor!

__ADS_1


Icci melancarkan beberapa kali tembakan susulan, namun semua tembakannya ditahan oleh jaring laba-laba segel darah yang merupakan hewan pemanggil milik Rein.


Bang!


Rein dibuat terhempas oleh pukulan tongkat yang digunakan oleh monyet api yang merupakan hewan pemanggil milik Icci, Rein yang terhempas tersenyum licik. "Teknik sihir jebakan: ledakan kembang api." gumam Rein dengan senyum kemenangan.


Boom!


Monyet api itu langsung terkena ledakan dahsyat dari sihir jebakan yang Rein ciptakan sebelum dia diserang. Rein yang terhempas ternyata sudah berada di belakang Icci sambil menodongkan belatinya, sementara dia yang terhempas itu ternyata salah satu bayangan yang dia ciptakan dengan teknik sihir: empat bayangan nyata.


"Menyerah atau mati?" tanya Rein dingin kepada Icci yang langsung menjatuhkan pistol setelah ditodong belati oleh Rein yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Sebenarnya seberapa banyak teknik sihir yang kamu kuasai?" tanya Icci sambil mengangkat tangan yang menjadi tanda bahwa dia sudah menyerah dan mengaku kalah.


"Kamu tidak perlu tahu." balas Rein santai sambil melepas todongan pisaunya di leher Icci. Heler langsung melakukan teknik penyembuhan untuk menyembuhkan luka tembakan di bahu Rein, sementara Icci hanya diberi sedikit energi mana oleh Hara sang penerus dewa penyembuh.


"Aku.... kalah." ucap Icci tak berdaya dihadapan semua rekan-rekannya sambil tertunduk malu dan tidak berani melihat semua rekannya tersebut.


"Tidak apa-apa teman, kekalahan hari ini bukan berarti kamu lemah." ujar Dragon memberi semangat kepada Icci yang terlihat begitu terpukul atas kekalahannya.


Babak penentuan peringkat skuad pemburu iblis itu berakhir dengan kemenangan Rein dan kekalahan memalukan yang dialami oleh Icci yang berstatus penerus dewa pemanggil.


Hasilnya tim Dragon tetap diurutan pertama unggul selisih dua poin dengan tim Aiden yang berada di peringkat kedua, lalu tim Beri (seorang assassin) yang menduduki peringkat ketiga, dan seterusnya.


Dua jam berlalu.


"Nama tim kita adalah skuad pemburu iblis Takdir dengan kode skuad 122 dan skuad kita dipanggil skuad Takdir 122." ujar Aiden menjelaskan kepada semua rekan skuad pemburu iblis yang dia pimpin tersebut.


Alasan kode skuad Aiden 122 adalah karena generasi Aiden adalah generasi pemburu iblis ke 12 dan skuad Aiden peringkat ke dua setelah melalui berbagai pertarungan di babak penentuan peringkat skuad.


"Dari semua nama yang kamu pikirkan, kamu memutuskan menamai tim kita skuad Takdir?" tanya Rudi dengan kesal karena nama skuad mereka yang terkesan jelek baginya.

__ADS_1


"Itu benar, apakah ada masalah?" respon Aiden dengan menunjukkan sorot mata kemarahan walaupun bibirnya tersenyum ramah kepada Rudi yang memprotes keputusan yang telah dia buat.


Rudi yang merasa diintimidasi tersebut tidak bisa membalas pertanyaan Aiden, atau lebih tepatnya Rudi memang merasa sangat terintimidasi oleh Aiden yang begitu menakutkan hanya dengan lirikan matanya saja.


"Ah..., sudahlah, lagipula nama Skuad takdir 122 tidak terlalu buruk juga." ujar Arya menengahi kedua orang tersebut yang sering ribut walaupun Rudi tahu dia takut kepada Aiden.


Rudi membuang muka, lalu berlalu pergi dari hadapan semua rekan-rekannya tersebut tanpa berbicara lagi. Aiden sendiri lebih memilih membiarkan Rudi yang dia nilai tipe bocah yang pemberontak.


Keesokan harinya.


Aiden mengajak semua rekannya untuk bertemu disebuah tempat makan untuk membahas dan saling mengenal satu sama lain demi mempererat hubungan mereka sebagai satu skuad pemburu iblis, mereka bertemu di rumah makan sederhana di pinggiran kota dekat dengan danau atau taman kota.


"Baik, perkenalkan namaku Aiden seorang kesatria dari kota cadas, saat ini aku berada di ranah langit awal dengan 2571 poin mana dan berusia 20 tahun dua hari lagi."


"Aku kesatria pengguna dua pedang." ujar Aiden memperkenalkan dirinya sendiri dengan diakhiri memamerkan dua pedang yang dia taruh di pinggang hingga Aiden terlihat seperti pendekar pedang yang siap berperang.


Alasan Aiden membawa pedang di pinggangnya daripada menyimpan pedang itu di ruang penyimpanan miliknya agar ketika mendapat serangan secara tiba-tiba Aiden tidak perlu repot mengucapkan daftar hanya untuk mengambil pedangnya tersebut, dapat dikatakan Aiden sedang mempermudah dirinya sendiri karena selama pedang itu ada dipinggang Aiden dengan sangat mudah mengaksesnya.


Enam orang rekannya tersebut merasa tidak nyaman ketika Aiden mencabut salah satu pedangnya yang merupakan pedang terkutuk yang Arya berikan, pedang itu Aiden beri nama Baqi yaitu sebuah nama yang dia pikirkan secara acak hanya karena gabut pada saat susah tidur beberapa hari lalu.


"Tekanan mengintimidasi pedang itu lebih besar dari sebelumnya, kak Aiden memang hebat." batin Arya kagum dengan Aiden.


Arya merasa pedang terkutuk itu semakin kuat dan mengerikan ditangan Aiden karena Arya merasa tekanan mengintimidasi pedang terkutuk itu lebih kuat dari sebelumnya ketika dia masih menyimpan pedang tersebut.


"Kapten, kalau boleh tahu kedua pedangmu itu berkekuatan apa dan terbuat dari binatang jenis apa?" tanya Heler penasaran dengan pedang Aiden, lebih tepatnya Heler merasa sangat penasaran dengan pedang terkutuk milik Aiden tersebut.


"Kedua pedang ini?" tanya Aiden memastikan, Heler mengangguk sambil membenarkan kacamatanya yang sebenarnya tidak perlu dibenarkan.


"Pedang ini memiliki kekuatan memotong sihir dengan mudah, sementara pedang ini memiliki kekuatan dobel yaitu kekuatan kegelapan dan kekuatan menyerap energi mana lawan." balas Aiden menjelaskan sambil menunjuk pedang no 3, lalu menunjuk pedang Baqi.


Aiden mengatakan hal itu karena energi gaib di pedang no 3 miliknya itu sudah sangat kuat dan pekat karena energi gaib sendiri memiliki sifat kekosongan, selain itu sejauh yang Aiden tahu pedang no 3 hanya mampu memotong sihir lawan. Sementara pedang Baqi memang memiliki kekuatan kegelapan dan juga mampu menyerap mana lawan hanya dengan satu sentuhan ketika Aiden beberapa kali menggunakannya dalam pertarungan.

__ADS_1


"Mengenai pedang ini terbuat dari apa? aku sendiri tidak tahu menahu karena pedang ini kudapatkan di pelelangan dan pedang ini pemberian saudara Arya." ujar Aiden kembali sambil menunjuk pedang no 3, lalu pedang Baqi dan diakhiri dengan menunjuk Arya dengan telapak tangannya.


Heler hanya mengangguk-angguk saja mendengarkan penjelasan Aiden tersebut, tidak ada yang tahu apakah anggukan Heler itu tanda dia mengerti dan paham atau hanya gerakan spontan ketika mendengarkan sebuah informasi.


__ADS_2