
Aiden yang terjebak dalam dunia dimensi milik roh senjata Yoyo mendapatkan fakta yang mengejutkan tentang senjata dewa yang selalu dipuja-puja para pendekar aliansi, Aiden tidak pernah mengira bahwa senjata yang terus dialiri mana dan juga membunuh ribuan nyawa akan melahirkan sebuah makhluk yang menamai diri mereka sebagai roh senjata.
Aiden juga akhirnya mendapatkan jawaban tentang pertanyaan yang selalu mengganggunya, yaitu siapa tujuh dewa yang meninggalkan 7 senjata yang dikenal senjata dewa beserta rumornya, dimana rumor itu menyebutkan siapapun yang mampu mendapatkan pengakuan senjata dewa itu akan menjadi penerus dewa pemilik senjata tersebut.
"Setidaknya aku tahu tujuh dewa itu hanyalah seseorang yang dikagumi semua orang karena kekuatan dan dedikasinya, bukan dewa-dewa yang ada di dalam mitologi Mesir kuno atau Yunani kuno." batin Aiden sambil memutar gelas wine yang ada ditangannya, gelas itu tentunya Aiden dapatkan dari dimensi penyimpanan miliknya.
"Yaah seharusnya aku menyadarinya sejak awal karena tujuh dewa yang sering diagung-agungkan orang zaman ini tidak ada satupun yang memiliki kesamaan pada dewa di dalam mitologi tersebut." batin Aiden kembali sambil menyesap wine.
Aiden yang terus membatin itu tidak mendengar bahwa roh Yoyo sudah memanggilnya beberapa kali, hingga roh itu mengeluarkan auranya dan membuat Aiden tertekan oleh aura tersebut.
"Apa yang kau ingin lakukan roh sialan!" umpat Aiden sambil menahan tekanan itu dan mencoba melawan balik, namun apa daya Aiden bukan tandingan roh tersebut.
"Ugh... sialan!" umpat Aiden.
Aiden memuntahkan seteguk darah karena tekanan aura roh itu terlalu kuat ditambah dirinya sendiri kalah adu tekanan aura, bahkan Aiden hampir saja pingsan.
"Makanya ketika dipanggil nyaut, dasar manusia bodoh." dengus roh itu sambil menarik kembali auranya.
Aiden yang tertekan itu merasa terselamatkan ketika roh itu menarik kembali aura yang dia lepaskan.
"Lagipula kamu melakukan hal yang bodoh, karena melawan aura pembunuh dengan aura tenaga dalam, apalagi aura pembunuh itu sudah tingkat aura penghancur." ujar roh itu kembali dengan menyinggung aura pembunuh dan aura tenaga dalam.
Aura pembunuh adalah aura yang dimiliki oleh seseorang yang sangat banyak membunuh orang, atau orang yang memiliki bakat dalam membunuh.
Sementara aura tenaga dalam adalah aura yang di dapatkan oleh seseorang yang memiliki tenaga dalam baik tenaga dalam terlatih atau tenaga dalam yang biasa saja (tidak dilatih).
"Apa bedanya?" tanya Aiden sambil duduk bersila dan mulai memulihkan tenaga dalamnya.
"Lagipula kenapa kau mengetahui tentang tenaga dalam?" tanya Aiden heran, karena setahunya orang-orang zaman ini menyebut tenaga dalam sebagai mana.
"Haha, tentu saja aku tahu, karena aku sudah lahir 4000 tahun sebelum manusia membedakan tenaga dalam, dimana mereka menyebut energi tenaga dalam dengan sebutan MANA, lalu tenaga dalam untuk menyebut tingkatan mana atau energi tenaga dalam tersebut." balas roh tersebut dengan bangga pada dirinya sendiri.
"Setahuku orang-orang menyebut tingkatan mana itu dengan sebutan ranah, bukan tenaga dalam." sergah Aiden dengan tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Itu kamu saja yang keliru, ranah digunakan untuk menyebut tingkatan seberapa banyak mana seseorang, bukan untuk menyebut seberapa kuat mana atau tenaga dalam seseorang." balas roh itu menyangkal Aiden padahal dia yang salah menjelaskan.
Aiden terdiam mendengarnya ucapan roh Senjata tersebut, dia merasa menjadi orang yang paling bodoh karena kalah dalam adu argumen dengan sebuah roh senjata.
Penjelasan secara singkat.
Mana adalah sebuah energi, ranah adalah tingkatan mana, lalu tenaga dalam adalah seberapa kuat mana tersebut.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu tahu tentang tenaga dalam, bukankah kamu manusia yang berasal dari masyarakat bawah dan terbelakang di aliansi kebangkitan ini?" tanya roh itu setelah mengingat bahwa Aiden bukan berasal dari keluarga berkuasa atau klan atas.
"Kenapa kamu mengetahui berbagai hal di dunia ini padahal kamu berada di dimensi gudang senjata aliansi?" alih-alih menjawab Aiden malah balik bertanya.
"Itu karena kami memiliki kemampuan spesial sebagai roh, yaitu dapat mencari informasi dengan melihat masa lalu seseorang dalam hitungan detik." balas roh itu apa adanya.
Roh itu kembali bertanya kepada Aiden kenapa dia tahu tentang tenaga dalam padahal istilah tenaga dalam sudah menghilang dari peredaran masyarakat biasa atau orang-orang dari kalangan bawah, dimana istilah itu diganti dengan sebutan Mana bukan tenaga dalam seperti zaman tuannya dulu.
"Itu tidak penting, sekarang katakan apa niatmu memanggilku kesini dan mengatakan aku sebagai pewaris?" tanya Aiden mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Apakah kamu manusia ribuan tahun lalu yang bereinkarnasi ke masa sekarang dan terlahir sebagai Aiden." celetuk roh itu membuat Aiden terkesiap.
"Tuanku dulu pernah mengungkit teknik reinkarnasi dan mencoba mempelajarinya demi hidup abadi, tapi pada akhirnya dia mati dan tidak bereinkarnasi meskipun dia mengatakan bahwa dia sudah menyempurnakan teknik reinkarnasi yang dia ciptakan sendiri." ujar roh Yoyo setelah diam beberapa saat untuk mengingat sesuatu.
"Apakah kamu yakin tuanmu gagal berinkarnasi, padahal dia sendiri mengatakan bahwa teknik reinkarnasi yang dia ciptakan hampir sempurna?" ujar Aiden bertanya dengan menaikkan satu alisnya.
"Tentu saja, karena jika tuanku itu berhasil maka teknik reinkarnasi yang dia ciptakan akan terekam dalam diriku dan menjadi bagian kekuatan yang akan dimiliki penerusnya." ujar roh itu dengan keyakinan penuh akan pendapatnya.
Aiden hanya berucap "Oh" dengan bibir yang membentuk 'O' menanggapi pernyataan sang roh senjata Yoyo tersebut, beberapa saat kemudian Aiden kembali bertanya kenapa dia disebut pewaris dan masuk ke dimensi roh Yoyo tersebut.
"Itu karena aku memilihmu sebagai penerus tuanku dan men...." belum selesai ucapan sang roh Aiden menyela dengan mengatakan.
"Aku menolak." ucap Aiden tegas menyela ucapan sang roh.
"Kenapa?" tanya roh itu.
__ADS_1
"Karena aku tidak ingin menjadi pembantai, apalagi penghancur." balas Aiden apa yang ada dalam pikirannya.
"Haha, itu tidak akan mungkin karena kamu hanya mewarisi kekuatan tuanku saja, itu akan mungkin terjadi jika kamu sejak awal memang berdarah dingin, kejam, dan psikopat sama dengan sifat tuanku itu." ujar roh itu sambil tertawa pelan.
Sementara Aiden dan roh Yoyo terus berdebat di dimensi roh senjata, kita beralih di suatu tempat yang berbukit dan sedikit tandus dengan puluhan busur yang berserakan di tempat tersebut.
Terlihat sosok Eror dan juga Arya yang memandang ke kejauhan di bukit tersebut, lalu Arya turun dan menuju ke sebuah busur yang terlihat memiliki aura kuning keemasan dengan bentuk busur yang seperti setengah lingkaran cakram.
Creet!!!
Ketika Arya mencoba menyentuh busur itu tangannya merasa seperti disengat listrik hingga membuat Arya terhempas beberapa langkah jauhnya.
"Busur itu menolakku?" batin Arya sambil meringis kesakitan, Arya masih merasakan tangannya yang tersengat listrik.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Eror sambil membantu Arya berdiri, Arya mengangguk kecil menanggapi pertanyaan tersebut.
"Busur itu menolakku." ujar Arya sambil menatap busur kuning keemasan tersebut dengan lekat-lekat.
"Sepertinya busur itu adalah senjata tingkat legendaris yang hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang mampu menaklukkannya." ucap Eror menanggapi.
Arya mengelilingi busur itu dan kembali mencoba menyentuh busur tersebut, namun tangan Arya seakan di dorong menjauhi busur tersebut.
Saat Arya berhasil menaklukkan penolakan busur itu dan sedikit lagi memegang busur tiba-tiba muncul barrier dari angin yang melindungi busur tersebut, lalu barier itu mengeluarkan percikan petir yang menyambar-yambar tangan Arya yang berhasil menerobos barier tersebut.
Jedar!
Tanpa angin dan hujan tiba-tiba Arya disambar petir yang mengerikan dan menghancurkan apapun hingga membentuk kawah, namun beruntungnya Arya dan Eror terlihat baik-baik saja karena dilindungi kubah tanah.
"Kamu berhutang budi kepadaku." ujar Eror dengan tersenyum kecil.
"Terimakasih atas bantuanmu, Eror." balas Arya yang terus mencoba menerobos penghalang antara dirinya dan busur tersebut.
Note:
__ADS_1
Senjata terbagi menjadi dua tipe, tipe pertama senjata biasa dan tipe kedua senjata ajaib. Dimana senjata ajaib memiliki tiga tingkat, yaitu tingkat biasa yang berumur kurang dari 1000 tahun, tingkat legendaris yang berumur lebih dari 1000 tahun, dan tingkat dewa yang penggunanya diakui sebagai dewa oleh semua orang.