
Setahun kemudian.
Aiden yang berlatih keras di gunung untuk mengasah kemampuannya agar kembali seperti semula selama setahun penuh akhirnya menyelesaikan latihan tertutupnya. Aiden saat ini menguasai mata ambisi tahap pertama dari empat tahap dengan kemampuan mengintimidasi lawan dengan tatapannya, Aiden juga menguasai dua teknik dari teknik 11 langkah pedang ilusi.
"Akhirnya aku menguasai mata ambisi dan dua teknik 11 langkah pedang ilusi, menurut pengalamanku setidaknya butuh lima tahun untuk menguasai semuanya kembali." gumam Aiden sambil menghembuskan nafas keruhnya.
"Saatnya turun untuk seleksi pemburu iblis, sangat disayangkan aku belum menguasai manipulasi murni." Aiden menghela nafas panjang dengan kekecewaan.
Manipulasi murni adalah Mengolah energi gaib sebagai penambah daya serang atau bertahan penggunanya (Aiden), karena energi gaib memiliki pasif kekosongan yang artinya dapat mengosongkan kerusakan yang akan ditimbulkan oleh serangan musuh.
Sementara manipulasi tahap pertama membuat penggunanya mampu menyerang lawan dengan mengabaikan armor pertahanan apapun yang lawan pakai, sekaligus kekuatan penggunanya (Aiden) dua kali lebih kuat.
Oleh karena itu kekuatan manipulasi murni adalah kekuatan yang paling merepotkan milik Aiden dan yang paling Aiden inginkan, namun Aiden harus bersabar saat ini karena begitu sulitnya menguasai teknik tersebut.
"Yah, waktunya turun sekarang untuk ikut seleksi apa itu? entahlah." Aiden menghela nafas, lalu turun gunung.
Seorang pemuda berusia 17 tahun sedang menghadapi binatang ajaib langkah 4 kadal api dengan sangat sengit dan saling serang diantara keduanya, pemuda itu tidak lain adalah Long sang jenius nomor satu divisi kesatria cabang kota cadas.
Brak!
Bang!
Long terhempas oleh sabetan ekor binatang ajaib kadal itu dengan kekuatan hempasan yang kuat, sampai-sampai Long termuntah darah.
Slash!
Long yang terhempas membalas dengan tebasan energi, namun tebasan energi itu tidak memberi efek apapun kepada kadal api itu.
"Dasar bodoh!" teriak Long frustrasi.
Bang!
Long kembali terhempas oleh sabetan sang kadal hingga membuat Long terluka dipunggung akibat benturan dengan pohon, kadal itu berniat menusuk Long dengan cakarnya.
Teng, Slash!
Aiden datang sambil menangkis cakar kadal api itu lalu menebas balik, sang kadal marah dan menyemburkan nafas api.
"Apa kabar jenius?" tanya Aiden sambil menghindar dari semburan api.
"Aiden?" Long kaget dan juga menjauh dari semburan api kadal tersebut.
Kadal itu segera berlari menuju Long dan siap menerkamnya dengan cakaran yang begitu tajam.
"Hati-hati jenius!" teriak Aiden memperingati Long.
Long berhasil menangkis cakar kadal itu dengan sendirinya tanpa diingati oleh Aiden sekalipun, namun dia terdorong mundur karena serangan kadal yang begitu kuat.
Teng!
Aiden menangkis ekor kadal yang siap menusuk Long yang saat itu menahan cakar kadal dengan satu pedang.
"Aiden!" teriak Long.
Aiden sadar dan langsung mundur ketika kadal menyerangnya dengan semburan api yang begitu besar dan tak tentu arah.
"Kadal langkah 4 berkekuatan api, sangat mengerikan." gumam Aiden sambil waspada dengan pergerakan sang kadal.
"Hanya kadal langkah keempat membuat kami kesusahan." Long terlihat kesal.
Kadal api yang ada ditengah-tengah Aiden dan Long hanya bisa mengancam dengan wajahnya yang terlihat siap menerkam dengan semburan apinya.
__ADS_1
Sling!!!
Tebasan energi berbentuk sabit keluar dari ayunan Aiden dan Long disaat bersamaan, kadal itu tidak sempat menanggapi dan menghindari kedua serangan tersebut, namun dia tetap berusaha menghindar.
Bush!
Kadal itu berhasil menghindar dan menyemburkan bola api kepada Aiden dan Long secara bergantian.
Cl3p!
Aiden yang menghindar sambil mendekat berhasil menusuk perut kadal itu hingga tembus. Kadal itu langsung memukul Aiden dengan cakarnya, beruntung Aiden menangkis dengan tangan kirinya.
"Kamu cukup banyak berkembang selama setahun ini, Aiden!" teriak Long senang dengan perkembangan pesat yang Aiden tunjukkan kepadanya.
Kadal itu ingin menusuk Aiden dengan ekornya, Aiden dengan sigap menangkisnya dan menangkis serangan demi serangan susulan kadal itu, sementara Long menyaksikan dengan tenang sambil mengamati.
Cl3p!
Long yang mengamati menyerang saat kadal itu terlalu fokus kepada Aiden, hasilnya Long mampu menusuk leher kadal yang tidak terlalu keras dan mencoba memenggal dari posisi tusukan pedangnya itu.
"Graum...," Kadal meraung sakit dan menyemburkan bola api sembarangan arah.
"Tebasan cahaya!" Long menyerang dengan menyasar leher kadal, hasilnya tebasan cahaya Long dapat melukai sang kadal dengan luka tebas yang parah dilehernya.
"Serangan cepat dan mematikan." ucap Aiden memuji Long.
Aiden tidak dapat melihat gerakan tebasan Long yang begitu cepat, dalam pandangan Aiden kadal itu tiba-tiba tertebas oleh Long dan mati setelahnya.
"Tebasan cahaya adalah tebasan energi yang sangat tajam dan mematikan, tebasan ini lebih efektif jika dilakukan dalam jarak dekat." ucap Long menjelaskan.
Tebasan cahaya sama dengan tebasan energi biasa, namun tebasan ini lebih banyak menggunakan mana dan efeknya lebih kuat dari tebasan biasa dan sangat efektif jika menebas musuh dari jarak dekat.
"Long tidak disangka satu tahun berlalu kamu sudah sehebat ini." puji Aiden dengan senyum ramah.
"Apa kabarmu?" tanya Aiden membalas pelukan Long.
"Lupakan itu, jadi apakah kamu menguasai 3 teknik dasar kesatria?" tanya Long dan tidak menjawab pertanyaan Aiden yang umum tersebut.
Tiga teknik dasar kesatria adalah tiga teknik yang harus dikuasai oleh kesatria, yaitu teknik pertama tebasan cahaya, teknik kedua perisai cahaya, dan teknik ketiga langkah cahaya pembunuh.
"Aku sudah menguasai semuanya, meskipun tidak berguna untukku." jawab Aiden terkesan sombong.
Apa yang Aiden katakan memang benar, karena teknik dasar tidak sebanding dengan jurus 11 langkah pedang sunyi miliknya.
"Haha, kalau begitu tunjukkan kepadaku." pinta Long dengan tertawa.
"Baik." Aiden menyanggupi, sedetik kemudian mereka bertarung dengan penuh semangat dan gairah bertarung, bahkan ada niatan membunuh diantara keduanya.
Bang!
Treng!
Treng!
Bang!
"Tebasan cahaya!" teriak mereka bersamaan setelah puas beradu pukul dan tebasan.
Ting!!! Pedang mereka beradu dengan tebasan yang begitu cepat dan mengerikan, mereka langsung mundur menjaga jarak serangan.
"Tebasan cahaya!" teriak Long dengan dua kali ayunan pedang untuk melancarkan tebasan silang berbentuk X, serangan itu menuju Aiden dengan suara siulan yang menggetarkan jiwa.
__ADS_1
"Tebasan cahaya." gumam Aiden menebas tebasan cahaya Long dengan bilah pedangnya.
Hasilnya Aiden berhasil memotong tebasan silang (X) dari Long itu secara langsung, lalu melancarkan tebasan energi biasa kepada Long secara bertubi-tubi.
Sling!
Sling!
Sling!
Long menghindari semua tebasan energi dari Aiden dan sesekali membalas dengan serangan tebasan biasa miliknya.
"Tebasan cahaya!" teriak Aiden menyerang Long dengan tebasan cahaya berbentuk sabit energi.
"Tebasan cahaya!" Long juga menyerang sambil berlari mendekati Aiden, lalu melancarkan tebasan langsung.
Aiden langsung menggunakan perisai cahaya agar mampu menahan tebasan langsung Long.
Bush, Slash!
Tebasan pertama ditahan perisai cahaya, Long tidak menyerah dengan menebas beberapa kali membuat Aiden hanya bisa bertahan.
Teng!
Teng!
Teng! bang!
Long yang asik menyerang diantar terbang oleh tendangan Aiden. "Langkah cahaya pembunuh." ucap Aiden menyerang dengan langkah cahaya pembunuh.
Aiden menyerang dengan tebasan menyamping, lalu menusuk, dan diakhiri dengan tebasan cahaya, namun bagi Long apa yang Aiden lakukan seperti gerakan bodoh yang mudah ditebak, hasilnya Long mampu menangkis dan menghindari semua serangan Aiden tersebut.
"Sekarang giliranku, tiga langkah pembunuh!" Long menggunakan teknik yang sama.
Long menebas menyamping kebawah, lalu menebas ke kiri, menusuk, dan menendang Aiden hingga terhempas.
"Sialan! uhuk." Aiden termuntah darah.
Aiden tidak pernah menyangka Long menggunakan langkah cahaya pembunuh dengan gerakan yang tidak sesuai.
"Kamu ingin membunuhku, bajingan!" protes Aiden sambil memegang luka tusukan di bahu kirinya.
"Haha, siapa suruh monoton, perlu diketahui langkah cahaya pembunuh adalah teknik yang memperkuat dan mempercepat gerakan kita, walau langkahnya tidak sama, tapi bukan masalah jika tidak sesuai urutan atau ada beberapa serangan tambahan." balas Long dengan tertawa puas.
Luka tusukan Aiden langsung sembuh setelah diselimuti energi yang berwarna hijau muda.
"Ini.., Hara." Aiden mengenali aura keberadaan orang tersebut yang tidak lain Hara wanita yang sangat dia rindukan setahun lamanya.
"Jangan terlalu semangat bertanding sampai-sampai saling membunuh." ucap Hara menasehati mereka berdua, khusunya Aiden.
"Hehe, maaf Hara." Long malu dan canggung.
Hara tidak menanggapi dan hanya fokus menyembuhkan Aiden yang terluka parah akibat serangan Long.
"Hara.., bagaimana latihanmu dengan orang bodoh itu?" tanya Aiden.
Bukan jawaban yang Aiden dapat melainkan pukulan keras dari wanita cantik itu hingga lukanya bertambah satu lagi. "Dia guruku, bukan orang bodoh!" teriak Hara marah, lalu tidak lagi mau mengobati Aiden.
"Maaf." Aiden hanya bisa meminta maaf, Long hanya tersenyum kecil melihat mereka berdua memamerkan kemesraan walau terlihat kasar.
"Dasar orang-orang tanpa perasaan." dengus Long kesal.
__ADS_1
Long yang menyukai Hara sebenarnya sudah ikhlas Hara bersama Aiden, namun tetap saja dia merasa sakit hati melihat mereka pamer kemesraan dihadapannya.