
Di markas pengawas seleksi.
Apira dan tim pengawas dibuat sibuk dengan beberapa kamera mereka yang hancur seperti diserang oleh beberapa orang misterius, itu terjadi beberapa kali hingga membuat orang merasa aneh. Secara kebetulan kamera pengawas itu adalah kamera yang menyorot Long dan Hara yang disergap 8 orang pembunuh.
"Monitor... monitor." kapten pengawas mulai menghubungi para pengawas yang terjun di lapangan.
"Tolong periksa area C." perintah kapten pengawas secara singkat kepada pengawas di lapangan.
Para pengawas dari divisi pembunuh segera pergi menuju area C tempat Long dan Hara disergap sesuai perintah sang kapten pengawas. Para pengawas itu secara kebetulan bertemu dengan Hara yang sedang mencari bantuan untuk menolong Long yang dikepung para pembunuh.
"Monitor... monitor." salah satu pengawas menghubungi markas.
"Iya, monitor." balas kapten pengawas secara cepat.
Setelah terhubung pengawas lapangan segera menceritakan situasi yang terjadi di area C sesuai dengan cerita Hara yang meminta tolong, mereka juga saat ini sedang menuju area C agar tidak terlambat menolong Long.
"Sepertinya ada beberapa orang yang tak diundang." dengus Apira geram.
Apira sebagai kapten pengawas lapangan sangat geram mendengar salah satu pengawasnya dari divisi kesatria disergap sekelompok pembunuh, terlebih pengawas itu adalah salah satu prajurit paling berbakat dari divisi Kesatria.
"Tenang dulu kapten Apira, kita tidak tahu siapa mereka." ujar kapten pengawas menenangkan kapten Apira yang marah besar.
Sementara disisi lain.
Aiden berhasil menjadi kesatria yang ke-46 setelah melalui berbagai rintangan di jalan ketika menuju garis finish, dia beruntung karena menjadi kesatria terakhir yang memastikan diri masuk ke babak akhir atau babak tiga.
Sementara Arya menjadi pengintai terakhir atau pengintai ke-50 yang memastikan diri melangkah ke babak ketiga atau terakhir untuk merebut 25 kursi kosong divisi pengintai dalam 25 skuad pemburu iblis yang baru dibentuk.
"Selamat Aiden kamu lolos menuju babak ketiga." ujar Eror memberi selamat kepada Aiden yang menunggu Long mencapai garis finish.
"Setelah babak ketiga kita akan menjadi tim dalam skuad pemburu iblis." ujar Eror yakin bahwa Aiden akan menjadi pemburu iblis inti dan masuk dalam skuad.
"Eror, kebetulan kamu ada disini." Aiden senang Eror ada dihadapannya, Aiden segera membawa Eror menemui Arya.
Di area C.
Hara dan para pengawas dibuat kaget dan tidak bisa berkata-kata ketika melihat area C tempat Long dan Hara disergap kini rata dengan tanah dan membentuk kawah akibat serangan energi yang besar.
"Apa... yang... terjadi?" tanya Hara terbata-bata dan tidak percaya sambil mencari Long diseluruh area kawah.
Para pengawas sudah menyebar untuk mencari Long atau para pembunuh sambil mengumpulkan informasi yang mungkin berguna.
"Long..., hiks."
"Kamu dimana, Long?"
__ADS_1
"Long..., hiks, hiks."
Teriak Hara mencari Long sambil menahan tangis dan air mata yang ingin jatuh, Hara akhirnya menangis setelah tidak mampu membendung air mata kesedihannya.
"Long!!!" Hara sangat terpukul kehilangan salah satu teman terbaiknya.
Hara semakin sedih dan terpukul ketika melihat mayat yang tidak dapat dikenali karena wajah dan tubuhnya hancur akibat ledakan, mayat itu berlutut sambil memegang pedang sebagai penopang dimana pedang itu adalah milik Long.
"Long, hiks, hiks, hiks." Hara sangat sedih melihat kondisi Long yang begitu tragis.
Para pengawas dan dokter yang mengidentifikasi jasad itu tidak menemukan informasi apapun, oleh karena itu mereka sepakat bahwa jasad itu memang jasad Long karena memegang pedang Long, terlebih tidak ada jasad dari pihak pembunuh yang berada di lokasi kejadian.
Kapten Apira sangat marah karena terlambat melindungi salah satu pengawasnya, terlebih pengawas itu adalah salah satu kesatria yang dipastikan lolos menjadi pasukan inti pemburu iblis dan merupakan seorang jenius sejati.
"Cari dan bunuh para b4jingan itu." ujar Apira dingin sambil mengeluarkan aura pembunuh yang begitu pekat dan mematikan.
"Baik!" jawab para pengawas dan segera menghilang ke segala arah.
Eror, Arya, dan Aiden merayakan pertemuan mereka dengan minum teh hijau yang dibawa oleh Aiden dan disimpan dalam dimensi penyimpanannya. Sebenarnya Aiden mambawa bir, namun karena takut mabuk mereka menggantikannya dengan teh hijau hangat.
"Apakah kalian berdua tahu? bahwa terjadi pertarungan besar di area C, melihat dari situasinya sepertinya prajurit ranah langit keatas sedang mengamuk dan menghancurkan apapun yang dia lihat." ujar Arya tenang sambil menyesap teh menceritakan informasi yang dia dapatkan baru-baru ini.
Arya yang berasal dari divisi pengintai tentunya memiliki berbagai jaringan informasi yang mencakup semua wilayah, baik wilayah manusia maupun wilayah iblis, tentunya Arya sudah mendapatkan informasi tentang area C yang rata dengan tanah dan menciptakan kawah akibat sebuah pertarungan dahsyat.
"Entahlah, tapi kudengar itu terjadi karena beberapa penyusup masuk hutan penjara iblis untuk membunuh salah satu pengawas dari divisi Kesatria yang kebetulan berada di area C." jawab Arya apa adanya.
"Dari divisi Kesatria?" tanya Aiden sedikit terkejut, namun kembali rileks karena dia yakin itu bukan Aiden.
Beberapa waktu berlalu dengan cepat, informasi tentang Long akhirnya tersebar diseluruh peserta yang ikut seleksi babak kedua.
"Itu tidak mungkin." Aiden terpukul mendengar informasi tersebut.
Aiden tidak percaya bahwa Long sudah mati akibat disergap pembunuh misterius yang menyusup ke hutan penjara iblis, begitu juga Anyi dan para kesatria muda yang berasal dari kota Cadas.
"Long..." panggil Aiden yang berjalan dengan langkah gontai dan mata berkaca-kaca menahan air mata kesedihan ketika melihat jasad Long yang dibawa oleh dua pengawas dengan tandu.
"Long!!!!" panggil Anyi berlari menuju jasad Long dengan tangis pilu.
Anyi langsung memeluk Long dengan tangis histeris dan tidak percaya bahwa adik tercintanya Long Shaoting sudah tiada, orang-orang yang melihat itu hanya bisa ikut bersedih, begitu juga Aiden yang paling terpukul dan tidak berniat mengganggu Anyi yang menangis histeris sambil memeluk Long yang mati dengan tragis.
"Sabar kak Aiden." Arya memukul pundak Aiden untuk memenangkannya.
Eror sendiri sudah bergabung dalam tim pengawas untuk mencari pelaku diseluruh area hutan penjara iblis, karena bagaimanapun Eror bagian dari divisi pembunuh yang ditugaskan mengawasi seleksi 6 divisi di hutan penjara iblis.
"Kita harus menemukan pelakunya, agar tidak mempermalukan divisi pembunuh lebih jauh lagi." ujar Apira dengan geram memberi instruksi kepada tim pengawas lainnya melalui headset.
__ADS_1
"Baik." balas para pengawas lainnya dengan tegas.
Sangking marahnya, Apira bahkan membunuh para iblis yang kebetulan menghalangi jalannya dalam sekali tebasan pedang dan tanpa menoleh sedikitpun.
Bahkan Apira, Eror dan beberapa pengawas lainnya mencari diperbatasan karena kebetulan lokasi penjara iblis yang menjadi tempat ujian adalah di kota 37 yang merupakan salah satu kota perbatasan antara wilayah aliansi dan wilayah iblis.
"Mereka...," Eror langsung berhenti ketika melihat dua orang yang menggendong sesuatu dalam karung yang diperkirakan manusia.
"Monitor... monitor, kami menemukan dua orang mencurigakan yang sedang membawa sesuatu yang diperkirakan manusia." Eror langsung membagi informasi tersebut.
"Dimana?" tanya Apira semangat dengan wajah bengis.
Apira saat ini terlihat seperti iblis haus darah daripada wanita tomboy dari divisi pembunuh. Apira langsung menuju ketempat Eror ketika mendapatkan informasi dimana lokasi dua orang tersebut.
"Kalian...," Apira langsung menebas dua orang tersebut.
Ting! salah satu dari dua orang itu menangkis tebasan Apira dengan tangan kura-kura.
"Iblis tipe sempurna." dengus Apira ketika melihat tangan orang tersebut.
"Yaampun, apa kamu yakin kami iblis hanya karena memiliki kekuatan kura-kura ditanganku ini?" tanya orang itu acuh dan terkesan meremehkan.
"Bagaimana jika ini salah satu teknik sihir?" tanyanya dengan nada tidak senang karena diserang oleh Apira.
"Itu tidak perlu ditanyakan lagi, karena iblis memang berasal dari hewan." ujar Apira mengejek.
Apira memang benar karena mayoritas klan iblis berasal dari hewan, baik hewan biasa maupun hewan dalam mitologi, hanya tiga klan iblis yang berasal dari manusia asli yang cukup dikenal, namun mereka jarang bergerak dan membuat onar di wilayah aliansi.
"Kamu kejam sekali, sifatmu itu tidak sesuai dengan wajah cantikmu." ujar iblis itu menggoda Apira.
"Perkenalkan namaku Steven dari klan iblis kura-kura dan dia Lero dari klan iblis bintang." Steven memperkenalkan dirinya dan temannya kepada Apira sambil membungkukkan badan tanda hormat.
"Iblis bintang?" Apira terkejut, begitu juga para pembunuh lainnya yang baru datang.
Mereka terkejut karena klan iblis bintang adalah salah satu dari tiga klan iblis teratas yang berasal dari manusia murni bersama dengan klan iblis matahari dan klan iblis Ryu.
Dimana dimasa lalu sekelompok manusia pengabdi iblis memberi nama kelompok mereka dengan nama klan iblis bintang sebagai identitas baru mereka, begitu juga dua klan lainnya yang juga berasal dari manusia pengabdi atau pemuja iblis.
"Halo, salam kenal saudara manusiaku." sapa Lero dengan senyum ramah.
"Kalian para pengabdi iblis bukan saudara kami, dan lepaskan orang yang kamu bawa itu." ujar Apira dengan penuh kebencian, karena kedatangan ras iblis ke dunia manusia masih ada hubungannya dengan para pemuja iblis tersebut.
"Haha." Lero tertawa.
Lero menatap Steven penuh arti setelah tertawa, Steven mengangguk mengerti dan segera menyerang Apira. Lero langsung kabur setelah Steven menyerang Apira, para pengawas dari divisi pembunuh segera membagi tugas, dimana sebagian membantu Apira dan sebagian lainnya mengejar Lero.
__ADS_1