Reinkarnasi Empat Pejuang

Reinkarnasi Empat Pejuang
Dua tetua umum divisi


__ADS_3

Eror mengejar Lero yang kabur hingga mencapai perbatasan antara wilayah aliansi dan yang dikuasai iblis, namun sebelum melewati perbatasan Eror berhasil mengejar dan memukul Lero hingga jatuh.


"Yaampun, Yaampun, kamu menangkapku teman." ujar Lero sambil membersihkan dirinya dengan menepuk-nepuk pakaiannya.


Empat pengawas berdatangan dan mengepung Lero agar tidak ada cela untuk kabur lagi. Eror melancarkan tebasan keleher dengan belatinya, namun Lero menangkisnya dengan satu jari dan menendang perut Eror dengan tendangan lurus.


Bang! Eror menahan tendangan itu dengan dua belatinya, lalu 4 belatinya membentuk pedang dan langsung menebas Lero hingga memaksa Lero mundur.


"Bola api penghakiman!" Lero melancarkan bola api yang sangat besar, bola api itu membelah jadi tiga dan menyerang dua orang lainnya.


Bang!


Bang!


Bang!


Tiga pengawas termasuk Eror menahan bola api itu dengan perisai kegelapan (sebenarnya sama dengan perisai cahaya, hanya beda namanya saja). Salah satu pengawas menikam Lero dari belakang, namun dia harus tewas terkena panah.


"Yahaha, bantuanku sudah datang." Lero tertawa mengejek sambil menggendong kembali karung yang diduga berisi manusia itu dengan begitu santainya.


Sling! tebasan dari Eror memenggal kepala Lero dengan sekali serangan.


"Kamu memenggalku, haaa sakitnya." ujar kepala Lero yang bergelinding di tanah dengan darah merahnya.


Eror langsung mendekat untuk mengambil alih karung itu, namun sebuah tusukan pedang hampir membunuhnya jika tidak menghindar, namun tetap saja bahu Eror tertembus akibat tusukan itu.


"Ugh," Eror mundur dan termuntah darah.


Lero yang terpenggal kini kepalanya menguap menjadi darah dan kembali menyatu dengan tubuhnya, Lero tersenyum mengejek kepada Eror dan 3 pengawas lainnya plus satu pengawas yang terbunuh.


"Aku lupa dia setengah iblis..., tidak dia pengabdi iblis." ucap Eror sambil memegang bahunya yang tertusuk.


Pengabdi iblis akan mendapatkan kekuatan regenerasi yang sangat merepotkan bagi para manusia biasa atau para pendekar sekalipun, kekuatan regenerasi itu diberikan langsung oleh dewa iblis di masa lalu dan akan turun kepada keturunan para pengabdi iblis tersebut.


"Yahaha, kamu tahu teman? sebenarnya aku tidak berniat menjadi pengabdi iblis sama sekali, aku hanya manusia biasa sama seperti kalian yang kebetulan menjadi keturunan para pengabdi iblis tersebut, faktanya aku seperti ini karena kalian membenciku." ujar Lero dengan nada tidak puas akan sesuatu hal tentang para manusia.


Tim pengejar dari aliansi berdatangan, penyembuh langsung menyembuhkan Eror yang terluka parah itu dan mengevakuasi mayat pengawas yang terbunuh.


"Teman, suatu saat kita akan kembali bertemu, untuk saat ini kita akhiri pertikaian ini disini saja." ujar Lero sambil tersenyum dan membungkuk hormat, lalu pergi dengan para iblis yang datang membantunya.

__ADS_1


Beberapa orang ingin mengejar, namun dihalangi oleh kapten tim pengejar dengan alasan keamanan dan tidak boleh sembarang memasuki wilayah musuh, karena ditakutkan ada jebakan atau perangkap dari pihak iblis.


Sementara Apira berhasil mengalahkan Steven setelah melalui pertarungan yang sengit, Apira mengalahkan Steven dengan cara memenggal kepalanya setelah berulang kali menebas cangkang kura-kuranya hingga hancur.


"Sekeras apapun cangkang kura-kura tidak akan berguna jika diserang terus-menerus, dasar bodoh." ujar Apira emosi sambil menginjak-injak Steven yang terbunuh.


"Kalian bawa bangkai ini ke divisi penyegel." perintah Apira kepada tim pengejar dengan tegas dan berwibawa.


"Baik, kapten Apira." jawab empat orang itu serentak.


Keesokan harinya, Aiden yang sangat sedih atas kematian Long membantai semua kesatria yang ingin mengambil kursi kosong yang Long tinggalkan.


"Pemenangnya Aiden dari kota cadas." teriak wasit pertandingan untuk merebut kursi kosong yang Long tinggalkan.


Aiden duduk dengan santai di tumpukan kesatria-kesatria yang pingsan atau kesakitan akibat melawannya.


"Long kemenangan ini untukmu." gumam Aiden sambil melangkah keluar dari arena battle royal untuk merebut kursi kosong yang Long tinggalkan.


"Bukankah dia sudah melanggar aturan karena melukai lawan-lawannya hingga sangat parah?" tanya Gerd kepada Arfera dengan ragu-ragu.


"Dia tidak melanggar, karena bukan satu lawan satu, tapi sistem battle royal." jawab Arfera santai sambil melihat Aiden yang memasuki ruang tunggu para kesatria.


Ok..., skip.


Disebuah hutan di bagian Utara ibukota aliansi, sesosok manusia berjenis kelamin Pria berlari dengan sangat cepat seperti dikejar setan, manusia itu melepaskan bola api yang menyala-nyala dan menghantam sesosok makhluk yang mengejarnya.


"Sihir api angin: tornado api." teriak orang itu melancarkan tornado yang diselimuti api dan menghancurkan apapun yang dilalui.


Orang itu tersenyum meremehkan ketika ular yang mengejarnya itu dihantam tornado api miliknya, namun seekor serigala mencakarnya ketika lengah dan mengakibatkan wajah pria itu tergores cakar serigala tersebut.


Bang! belum sempat sadar pria itu malah dibuat terpelanting jauh akibat sabetan ekor ular yang tiba-tiba ada disamping kanannya.


"Uwek... uhuk, uhuk, kakek ingin membunuhku?" keluh pria itu protes kepada seseorang yang dia panggil kakek.


"Peri inilah perbedaan antara sihir dan juga jurus pemanggil, itulah kenapa kakek ingin kamu menjadi pemanggil seperti kakek." ujar kakek pria itu dengan serak.


Pria tua ini adalah kakek Peri dari pihak ibu yang merupakan tetua agung divisi pemanggil, pria tua itu memiliki jenggot, kumis, dan juga brewok yang sudah memutih karena faktor usianya yang sudah tua renta.


"No dua kamu bisa pergi." ucapnya kepada elang emas yang memiliki aura kegelapan samar-samar yang merupakan tunggangannya.

__ADS_1


Perlu diketahui sebagai pendekar ranah puncak dengan 4322 poin mana kakek Peri yang bernama tetua Taken ini mampu menguasai ilmu pemanggil hingga level sembilan dari sepuluh level yang ada, artinya tetua Taken mampu memanggil sembilan makhluk yang menjalin kontrak dengannya, dimana makhluk terkuat atau no 1 milik tetua Taken ini dirumorkan adalah iblis terkuat yang dia kalahkan saat masih menjadi anggota inti pemburu iblis.


Ok..., lanjut kecerita.


"Kamu tidak bisa memaksa cucuku untuk menjadi pemanggil, karena cucuku ini sangat berbakat dalam bidang sihir." ucap seseorang kakek tua yang merupakan kakek Peri dari pihak ayah, namanya tetua Jerew.


Kakek Peri dari pihak ayah ini juga merupakan kakek Seli yang ribut dengan Anyi saat di pelelangan, dia juga seorang penyihir yang mengutuk Eror menjadi anak kecil karena Eror membuntuti Peri.


"Tidak, dia harus menjadi pemanggil karena dia lebih berbakat di sihir pemanggilan daripada menguasai berbagai sihir konyol dari divisi kamu." protes tetua Taken dengan tenang.


"Tidak bisa begitu, cucuku ini lebih berbakat di bidang sihir, dia seharusnya....,"


Tetua Jerew kembali protes hingga membuat dua kakek tua itu aduh cekcok hingga hampir terjadi pertarungan yang sangat dahsyat untuk memutuskan Peri harus masuk divisi mana diantara dua divisi yaitu divisi penyihir atau divisi pemanggil.


"Hentikan!" teriak Peri menghentikan dua kakek tua yang hampir berkelahi tersebut.


Peri mengeluarkan laba-laba segel darah yang merupakan makhluk yang dia dapatkan setelah memasuki dunia para pemanggil karena memasuki level pertama dalam ilmu sihir pemanggilan, ini juga yang menjadi alasan kenapa tetua Taken sangat ingin agar Peri menjadi seorang pemanggil daripada penyihir.


"Kakek Taken aku akan bergabung ke divisi pemanggil dengan satu syarat." ucap Peri kepada tetua Taken yang saat ini masih adu tatap dengan tetua Jerew.


"Peri," tetua Jerew menatap Peri dengan tidak senang.


"Kakek Jerew, kakek Taken benar bahwa aku lebih baik jika menjadi pemanggil daripada penyihir, lagipula saat ini aku sudah mencapai level empat dalam sihir pemanggilan." sela Peri menghentikan tetua Jerew yang ingin protes.


"Haha, kamu dengar Jerew? cucuku yang baik ini sudah mengakui bahwa dia lebih baik di divisi pemanggil daripada divisi penyihir kalian." ujar tetua Taken dengan sombong kepada tetua Jerew.


"Kakek Taken salah, baik divisi penyihir maupun divisi pemanggil memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, hanya saja aku merasa lebih nyaman menjadi pemanggil daripada penyihir, itulah alasanku ingin menjadi pemanggil." ujar Peri menjelaskan alasannya memilih menjadi pemanggil daripada penyihir, hal itu dilakukan untuk mencegah ketidakharmonisan antara dia dan juga kakek Jerew dimasa depan.


Dua kakek tua yang berasal dari dua divisi berbeda itu terdiam mendengar penjelasan Peri, mereka kemudian tersenyum ramah dan puas dengan sikap yang Peri tunjukkan.


"Kalau itu sudah menjadi keputusanmu cucuku, kakek tidak bisa memaksa kamu untuk bertahan di divisi kami." ujar kakek Jerew lapang dada dengan keputusan Peri.


"Jadi apa syarat yang kamu ajukan?" tanya kakek Taken dengan tenang seakan yakin dia sanggup memenuhi syarat itu.


"Aku ingin mengubah namaku menjadi Rein, cuma itu yang kuinginkan kakek." jawab Peri dengan penuh harap.


Perlu diketahui Rein adalah nama Aiden dalam reinkarnasi sebelumnya, jadi sampai disini sudah cukup jelas bahwa Peri adalah saudara ketiga Aiden menggantikan Horus yang tidak mungkin bereinkarnasi bersama mereka.


"Baik, kakek berdua akan mengabulkan keinginanmu." balas Taken acuh tanpa meminta pendapat kakek Jerew terlebih dahulu.

__ADS_1


"Huh..., kamu ini benar-benar tidak menganggapku ada, Taken!" Kakek Jerew hanya senyum kecut karena tetua Taken langsung memutuskan mengabulkan syarat Peri tanpa dirundingkan dulu.


__ADS_2