Reinkarnasi Empat Pejuang

Reinkarnasi Empat Pejuang
Pedang misterius


__ADS_3

Keesokan harinya Anyi mengajak Long dan Aiden untuk mengikuti pelelangan terbesar di ibukota yang berada tidak jauh dari tengah kota hanya untuk bersenang-senang dan mendapatkan barang-barang unik dan menarik di pelelangan.


"Kalian berdua tawar saja jika ada yang menarik perhatian kalian, kakak yang akan membayarnya." ujar Anyi kepada Long dan Aiden sesaat setelah mereka duduk.


"Baik, kak." jawab dua orang itu dengan cepat.


Tidak diduga mereka ketemu kelompok Dragon yang berada tepat di depan ruang VIP mereka. "Bukankah mereka kelompok yang kemaren?" tanya Long.


Long masih ingat dengan jelas bahwa Dragon dan kelompoknya adalah orang yang ribut dengan mereka kemaren saat makan. "Iya, mereka adalah kelompok kemaren, dunia begitu sempit." tanggap Anyi dengan acuh dan tidak peduli.


Mereka bertiga kembali fokus untuk mengikuti pelelangan, namun hingga lelang ketujuh tidak ada satupun benda yang membuat mereka tertarik.


"Baiklah para hadirin sekalian," ujar pembawa acara lelang bernama Seli dengan senyum mengembang.


"Selanjutnya lelang kedelapan, benda yang dilelang kali ini kembali sebuah pedang yang tidak dikenal." Seli memperkenalkan pedang yang dibawa oleh staff ke tengah panggung.


"Pedang ini memiliki panjang sekitar 70 cm, tebal 6,5 mm, lebar 3 cm dengan ekor bilah 30 cm (Full stack dan 2 pasak), terbuat dari logam yang tersusun dari karbon dan biji baja, dengan sarung yang terbuat dari bilah bambu." jelas Seli sambil menunjukkan bagian-bagian pedang yang masih di kurungan kaca.


"Pedang ini memiliki aura kegelapan yang samar dan membuat siapapun merasa kehabisan stamina jika menyentuhnya, dikabarkan jika kaca itu dibuka orang yang paling dekat akan kehabisan nafas jika berdekatan dengan pedang tersebut dalam waktu yang lama." tambahnya menjelaskan.


Para peserta lelang dapat merasakan aura mengintimidasi dari pedang putih dengan gagang pedang hitam serta beraura kegelapan tersebut walau mereka tidak terlalu dekat dari pedang tersebut. Para peserta lelang juga menyadari ketakutan Seli terhadap pedang tersebut, itu dapat dilihat dari Seli yang sedikit demi sedikit menjauh dan menjaga jarak dari posisi pedang, begitu juga staff yang lainnya.


"Itu perasaanku saja atau memang mereka semakin menjauh dari pedang tersebut?" tanya Long ketika melihat Seli beserta staff lelang yang semakin jauh dari posisi awal mereka berdiri.


Anyi juga menyadari hal itu, namun dia tidak peduli karena baginya itu adalah hal yang wajar jika seseorang takut kepada suatu benda keramat atau misterius.


"Sejauh ini para ahli kami tidak ada satupun yang mampu menaklukkan pedang ini, mereka semua berakhir dengan kehabisan daya hidup dan berakhir kritis dirumah sakit..., jadi siapapun yang berminat memiliki pedang ini harus berpikir ulang." jelas Seli mengakhiri keterangan pedang misterius tersebut.


"Baiklah, harga awal adalah 1 juta rubik, setiap kenaikan tidak kurang dari 500 ribu rubik." ujar Seli membuka harga lelang.


Setelah harga dibuka banyak peserta lelang yang menaikan harga untuk mendapatkan pedang tersebut, hal itu membuat Seli kaget, pasalnya dia yakin bahwa tidak ada orang yang cukup bodoh untuk masuk rumah sakit akibat membeli sebuah pedang.


"Ternyata pedang itu...," Aiden sangat senang dan bersemangat setelah berpikir agak lama sejak dia melihat pedang misterius itu pertama kali ketika kain penutupnya dibuka.

__ADS_1


"Aiden apakah kamu tertarik mengambil pedang misterius itu?" tanya Long kepada Aiden dengan penasaran.


Sebenarnya Long juga tertarik dengan pedang tersebut, namun dia tidak yakin mampu menaklukkan pedang misterius itu. Long cukup penasaran kenapa Aiden yang dari awal lelang hanya diam dan sesekali berbicara itu tiba-tiba bersemangat.


"Jika kamu tertarik aku akan menawarnya untukmu adik kecil." ucap Anyi dengan senyum senang. Aiden mengangguk sedikit, dia tidak menolak jika ada orang yang ingin menghabiskan uang untuk dirinya.


"10 juta rubik," teriak Anyi menawar harga lelang setelah tersenyum kecil kepada Aiden.


"Tampaknya jiwa sombong kak Anyi kumat." rutuk Long dalam hati.


Rutukan Long itu bukan tanpa alasan, itu karena harga lelang sebelum dinaikkan Anyi adalah 5 juta 500 ribu rubik, artinya Anyi menembak harga sangat tinggi dan diluar nalar para peserta lelang.


"Siapa gadis itu?"


"Dia langsung menawar harga setinggi itu, aku tidak tahu dia bodoh atau sombong?"


"Gadis itu sepertinya berasal dari divisi kesatria."


"Kak Anyi sangat kaya, aku terkejut." ujar Aiden dengan sedikit canggung ketika mereka menjadi pusat perhatian.


"Jumlah uang itu bukan seberapa bagiku, bagaimanapun aku adalah salah satu jenderal muda yang menjanjikan dari divisi kesatria kami." ujar Anyi terkesan sombong.


Semua orang kaget mendengar pengakuan Anyi tersebut, karena pasalnya posisi yang Anyi sebutkan sangatlah tinggi di militer divisi kesatria. Jenderal divisi kesatria adalah kesatria yang menjanjikan dari divisi kesatria yang diisi 5 orang kesatria unggul terlepas dari umurnya, jenderal divisi kesatria ini bertanggung jawab terhadap semua kesatria yang dimiliki divisi kesatria dari 40 kota aliansi.


Yang membuat semua orang kaget karena Anyi sendiri terlalu muda untuk menjadi salah satu dari 5 jenderal divisi dari divisi kesatria, padahal umumnya seorang jenderal sudah pasti berumur atau minimal berumur 30 tahun keatas dan itupun sangat jarang terjadi.


"Jika kamu salah satu dari jenderal divisi kesatria, maka aku adalah salah satu Ashura dari divisi pembunuh." balas seorang wanita dari ruang VIP no 3 yang berada tepat disamping kanan ruang VIP no 4 tempat kelompok Aiden berada.


Wanita ini sangat mencolok karena penampilannya yang memakai pakaian yang didominasi warna hijau dengan wajah yang bersahabat, sangat jauh dari kata pembunuh yang memiliki setelan serba hitam dan tertutup lengkap dengan wajah suram yang dingin dan terkesan mengintimidasi.


"Haha, nona Seli apakah aku tidak salah dengar? setahuku kamu hanya penerus dewa pembunuh yang masih memiliki jalan panjang agar secara resmi diakui sebagai dewa pembunuh yang baru dari divisi pembunuh." ujar Anyi bertanya dengan nada yang sarkas dan meremehkan.


"Kamu...," Seli ingin membela diri, namun kalah cepat dari Anyi.

__ADS_1


"Lagipula kamu belum tentu menjadi salah satu pembunuh yang mendapatkan skuad tahun ini sama seperti para juniorku ini." sela Anyi sambil menunjuk Long dan Aiden yang saat itu hanya bisa senyum canggung.


"Kamu...," Seli ingin marah, namu kembali kalah cepat dari Anyi yang menyela.


"Apa? apakah kamu ingin meminta kakekmu untuk mengubahku menjadi anak kecil selama satu tahun seperti yang kamu lakukan terhadap Eror dalam perebutan pedang dewa pembunuh?" tanya Anyi dengan sarkas dan tidak memberi Seli kesempatan untuk membela dirinya.


"Kamu..., aku..., aku akan mengingat penghinaan ini." ucap Seli dengan marah dan duduk kembali dengan perasaan kesal.


Semua orang terdiam beberapa lama dan tidak ada satupun yang berani berbicara untuk mencairkan suasana.


"Baiklah, 10 juta untuk kali pertama." ucap Seli si pembawa acara lelang.


Seli yang ikut diam akibat efek pertengkaran antara Anyi dan Seli sang pembunuh mau tidak mau buka suara setelah di desak manajer pelelangan dengan beberapa kode agar melanjutkan pelelangan kembali.


"10 juta untuk kali kedua." ucap Seli dengan terbata-bata, karena semua orang melihatnya dengan tatapan aneh.


"10 juta untuk...," Seli berniat mengakhiri lelang itu sebelum sebuah teriakan menghentikannya.


"11 juta rubik!" teriak seseorang dari kursi umum menaikan harga.


"Apa? aku hanya menawar, tidak ada yang salah mengenai itu, bukan?" tanya pria muda itu ketika menyadari bahwa dia menjadi pusat perhatian.


"Seorang dari divisi penyegel?" gumam Anyi tertarik dengan pria yang diduga berasal dari divisi penyegel tersebut jika dilihat dari pakaiannya.


"Apakah kamu ingin meneliti pedang ini?" tanya Anyi penasaran.


Pertanyaan Anyi itu tentu memiliki dasar, karena senjata ajaib mayoritas berasal dari divisi penyegel, karena divisi penyegel berkerjasama dengan pandai besi untuk membuat dan mengembangkan senjata ajaib melalui teknik penyegelan yang terbilang unik. Dimana pandai besi membuat senjata, sementara divisi penyegel menjadikan senjata itu sebagai senjata ajaib melalui teknik penyegelanunik yang hanya diketahui orang-orang divisi penyegel yang cukup berpengalaman.


Faktanya teknik penyegelan yang unik itu diciptakan oleh dewa penyegel yang merupakan pencipta senjata ajaib pertama di benua Adrasia, selain itu dewa penyegel juga seorang pandai besi yang terampil.


"Tidak, aku hanya ingin menjadikan pedang itu koleksiku saja." jawab pria yang bernama Arya tersebut dengan datar dan acuh.


"Kalau begitu aku akan bersaing denganmu." ucap Anyi kemudian. "14 juta rubik." Anyi kembali menawar harga pedang misterius tersebut.

__ADS_1


__ADS_2