Reinkarnasi Empat Pejuang

Reinkarnasi Empat Pejuang
Seleksi pemburu iblis 1


__ADS_3

Pasif manipulasi murni memang membuat damage serangan lawan tak berefek, tapi bukan berarti kekuatan kinetik (dorongan) ikut tak berefek kepada Aiden.


"Sedikit lagi." lirih Aiden.


Aiden menahan sekuat tenaga naga petir itu bahkan menghabiskan mananya, hingga akhirnya naga itu menghilang dengan sendirinya karena sudah mencapai batas.


"Hosh, hosh..., aku..," Aiden terdiam karena iblis tiba-tiba berada di samping kiri dan siap memenggal kepalanya dari arah samping kiri tersebut disaat Aiden kelelahan.


Bang! Iblis itu terhempas jauh akibat tendangan seseorang yang tidak lain adalah jenderal Jaka yang kebetulan lewat area sana setelah dua hari di wilayah iblis untuk membunuh Desta.


"Kamu baik-baik saja, bocah!" tanya Jaka kepada Aiden. Aiden tidak menjawab dan malah pingsan karena nyawanya hampir lenyap beberapa saat lalu.


"Obati bocah ini, aku akan membunuh semua iblis ini untuk melampiaskan kekesalanku." ucap Jaka sambil melempar Aiden kepada skuad pemburu yang bersama Aiden sebelumnya.


Saat ini Jenderal Jaka sangat kesal, karena gagal membunuh Desta dan membuat Desta berhasil melakukan reinkarnasi, dan para iblis yang menyerang kelompok Aiden dan Long akan dijadikan tempat pelampiasannya.


Dua hari kemudian.


Aiden saat ini berada di hutan penjara iblis untuk mengikuti seleksi pemburu iblis yang dilaksanakan 5 tahun sekali.


"Long," Aiden menghela nafas karena Long tidak bisa mengikuti seleksi akibat luka parah yang di deritanya.


Dua hari yang lalu di rumah sakit.


Aiden yang pingsan akibat sergapan 13 pasukan penjaga diselamatkan oleh Jenderal Jaka yang kebetulan lewat di area pertempuran dan kini sedang dirawat di bangsal VIP.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Jaka yang secara khusus mengunjungi Aiden.


"Aku sudah baikan, seperti yang kamu lihat." jawab Aiden apa adanya.


"Saya rasa kedatangan anda tidak sekedar ingin menjenguk, kan?" tanya Aiden kemudian.


Aiden yang bukan siapa-siapa sudah cukup beruntung diselamatkan oleh salah satu dari tiga Jenderal besar aliansi, aneh rasanya jika dia dikunjungi secara khusus.


"Kakak...," Aiden menyapa orang di belakang Jaka, salah satu anggota skuad pemburu iblis yang terjebak bersamanya kemaren.


"Namaku Suhura, kamu bisa memanggilku Sura, aku berposisi penyembuh dalam skuad pemburu iblis Dendi dengan nomor kode 103." ucap Pria itu memperkenalkan diri.


Skuad Pemburu iblis memiliki nama dan kode skuad untuk membedakan setiap tim pemburu iblis dalam aliansi. Biasanya nama yang dipakai untuk skuad adalah nama kapten skuad tersebut, sementara kode adalah gabungan dari generasi dan peringkat saat tim dibentuk.


Dengan catatan kode generasi akan dirubah setelah 100 tahun, artinya kode skuad akan kembali ke generasi pertama ketika sudah seratus tahun berlalu. Contoh misalnya kamu adalah generasi ke 20, dimana 5 tahun dikali 20 maka hasilnya 100 tahun berlalu, maka generasi skuad pemburu iblis selanjutnya disebut generasi pertama, bukan generasi ke 21.


Skuad Dendi sendiri adalah skuad generasi ke 10 dengan peringkat tim saat dibentuk adalah posisi ketiga dari tim pemburu iblis yang terbentuk 5 tahun lalu, makanya tim Dendi berkode 103.

__ADS_1


Ok..., lanjut.


"Tim pemburu iblis Dendi? terdengar tidak asing." respon Aiden.


"Ahh, aku ingat sekarang, bukankah skuad pemburu iblis Dendi adalah skuad pemburu iblis terbaik milik aliansi saat ini." respon Aiden setelah berpikir sedikit.


"Haha, kami tidak sebaik itu, itu dilebih-lebihkan " respon Sura malu dan merendah.


"Bagaimana yang lain?" tanya Aiden mencari tahu kondisi skuad Dendi dan juga Long.


Sura menjelaskan bahwa Long dan kapten mereka saat ini sedang kritis, sementara yang lainnya masih dirawat inap sama seperti Aiden sendiri.


"Kritis?" Aiden sedih mendengar bahwa Long kritis. Aiden mencoba untuk menjenguk Long di ruang rawat IGD, namun jenderal Jaka yang dari tadi diam menghentikannya.


"Biarkan aku menemuinya." pinta Aiden kepada jenderal Jaka.


"Untuk apa? ada kamu atau tidak, temanmu akan tetap sama, kecuali kamu seorang dokter yang bisa sedikit membantu dalam perawatannya." tegur jenderal Jaka karena Aiden yang keras kepala.


"Aku tahu itu, tapi setidaknya aku ada untuk memberinya semangat." balas Aiden dengan keteguhan.


"Anak muda, yang terbaik kamu lakukan saat ini adalah mempercayakannya kepada dokter bukan menjadi keras kepala." tegur Jenderal Jaka dengan lembut, namun Aiden tidak mau mendengar teguran tersebut.


Aiden yang keras kepala pada akhirnya diizinkan untuk menemui Long yang kritis, setelah puas melihatnya Aiden kembali ke bangsalnya.


"Menurut penuturan dari temanmu ini, kamu mampu membunuh iblis langkah 10 yang secara otomatis ranah langit akhir..," jenderal Jaka menjelaskan.


"Ranah awan menengah, bukan ranah langit akhir, aku tidak percaya kalian ditipu dengan iblis yang mengaku langkah 10 itu." sela Aiden membenarkan.


Jenderal Jaka dan Sura terdiam mendengarnya, karena memang benar mereka tidak dapat melihat tingkatan mana musuh, kecuali musuh memberitahu mereka, yang secara otomatis musuh bisa saja menipu.


"Lagipula setahuku langkah 10 adalah orang-orang yang berada di ranah puncak dengan 4000 poin mana keatas, artinya dia sudah terlalu kuat bagiku yang masih di ranah bumi." tambah Aiden memberi pendapat.


"Lalu bagaimana caramu mengetahui tingkatan mana musuh?" tanya Jenderal Jaka kemudian.


"Selain itu, tetap saja kamu yang masih bumi akhir mampu membunuh musuh di ranah awan menengah dengan mudahnya itu masih terbilang cukup aneh." ujar dan tanya Jenderal Jaka kepada Aiden.


"Itu karena aku dapat merasakan tingkatan musuh dengan hanya menyentuhnya saja." ucap Aiden menjawab pertanyaan pertama apa adanya.


"Kenapa aku bisa mengalahkannya? itu karena dia sudahlah lemah, meremehkan lawan pula, sifat itulah yang membawa kematian kepadanya." jelas Aiden mengenai pertanyaan kenapa dia bisa membunuh iblis yang memiliki ranah lebih tinggi.


"Lalu bagaimana caramu menjelaskan energi gelap keunguan di tanganmu?" tanya jenderal Jaka dengan penuh arti.


"Itu teknik manipulasi murni, teknik ini membuat serangan lawan tidak berefek kepadaku, sangat cocok untuk orang yang memiliki ranah rendah." jawab Aiden dengan tenang, meskipun dia merasa dicurigai oleh jenderal Jaka.

__ADS_1


"Apa hubungannya?" tanya jenderal Jaka kemudian.


"Boleh aku bertanya?" Aiden malah bertanya balik, terlihat jelas Aiden cukup risi.


"Seandainya kamu bukan jenderal, aku sudah membunuhmu sejak awal." batin Aiden kesal karena dicerca berbagai pertanyaan, Aiden bahkan merasa diintrogasi.


"Silahkan." jenderal Jaka setuju.


"Apa saja peningkatan yang kamu miliki ketika menerobos ranah baru? apa fungsi mana? dan seberapa berefeknya ranah dalam sebuah pertarungan?" tanya Aiden dengan tenang dan langsung intinya.


"Aku akan menjawabnya jika kamu sudah membuktikan bahwa kekuatan kegelapan milikmu itu bukan sihir hitam." jawab Jenderal Jaka acuh, Aiden bingung dan heran karena jawaban jenderal Jaka yang terdengar aneh.


"Kalau begitu apa yang terjadi jika seseorang menggunakan mana lebih sedikit dari musuhnya?" tanya Aiden kemudian sebagai alternatif.


"Itu mudah, yang terjadi orang itu mungkin akan kalah diawal, tapi jika dia mampu bertahan dan memanfaatkan peluang untuk menyerang balik mungkin dia memiliki kesempatan besar untuk menang." jawab jenderal Jaka.


"Itulah yang terjadi kepadaku, manipulasi murni tidak memakan mana, jadi aku hanya menggunakan manaku untuk menambah kecepatan dan kekuatanku dalam menghindar dan bertahan."


"Dengan kata lain iblis bodoh itu menggunakan serangan energi, aku hanya perlu menahannya dengan sedikit usaha."


"Apakah kamu mengerti sekarang?" Ujar Aiden menjelaskan secara singkat kenapa dia bisa mengimbangi dan bahkan mengalahkan iblis yang memiliki ranah awan menengah padahal Aiden masih di ranah bumi akhir.


"Jadi begitu, aku mengerti sekarang." jenderal Jaka mengerti apa yang Aiden maksud.


Secara keseluruhan konsepnya seperti kamu menyerang dengan kekuatan penuh hingga menghabiskan semua mana, sementara orang yang kamu serang adalah orang yang tidak mudah diserang atau orang yang kebal terhadap serangan energi.


Manipulasi murni memiliki pasif kekosongan, apapun serangan energi tidak berefek selama manipulasi murni itu ada, itu bisa dikatakan kamu memiliki kekebalan terhadap serangan lawan.


Tang! Aiden mematahkan pedang yang mencoba memenggal kepalanya, Aiden menarik tangan jenderal Jaka dan mematahkannya.


"Apa maksudmu?" tanya Aiden dingin.


Aiden terdorong akibat hempasan aura jenderal Jaka hingga membuat Aiden melepas tangan Jaka. "Aku hanya mencoba mengetes kemampuan unikmu itu." ucap jenderal Jaka.


"Lagipula jika aku mau membunuhmu, itu sangat mudah." tambah jenderal Jaka dengan santai dan terkesan acuh tak acuh.


"Jadi begitu, energi itu mengabaikan pertahanan energiku, disaat yang sama kekuatan bocah ini lebih kuat berkali-kali lipat." batin jenderal Jaka dalam hati.


Aiden langsung bernafas lega dan rileks mendengar jenderal Jaka hanya mengetes kemampuan manipulasi murni miliknya, untuk menghilangkan rasa gugupnya Aiden meminum segelas air yang memang sudah disiapkan pihak rumah sakit.


"Anak muda, apakah teknik milikmu itu hanya bisa melapisi tangan atau kakimu saja? apakah bisa melapisi seluruh tubuh?" tanya jenderal Jaka memastikan.


"Tentu saja bisa, namun efeknya hanya memperkuat tubuh saja, karena teknik ini bersifat satu titik bukan penyebaran." jawab Aiden apa adanya.

__ADS_1


Kan ada tiga efek tu, yaitu kekosongan, mengabaikan armor defense lawan, dan memperkuat tubuh. jadi jika disebarkan ke seluruh tubuh efeknya hanya memperkuat tubuh saja, karena satu titik adalah teknik yang membutuhkan konsentrasi dan fokus yang sangat kuat untuk satu tempat saja, sementara penyebaran adalah konsentrasi yang terbagi-bagi ke berbagai arah, tidak bisa hanya fokus di satu titik saja.


__ADS_2