
Seleksi babak pertama divisi kesatria akhirnya berakhir dengan peserta yang lulus ke babak kedua sebanyak 100 orang kesatria dengan catatan Long dan Dragon resmi menjadi salah satu dari 25 kesatria yang tergabung dalam skuad pemburu iblis.
"Baiklah selanjutnya adalah babak kedua, dibabak kedua kalian semua diharuskan mengikuti lomba lari rintangan di tengah hutan penjara iblis pada keesokan harinya, untuk hari ini sudah cukup disini." ujar Arfera mengumumkan kepada semua peserta seleksi divisi kesatria.
Setiap hutan yang menjadi tempat untuk mengurung iblis sebagai bahan latihan para prajurit semuanya dinamakan hutan penjara iblis terlepas di kota mana.
Para kesatria akan mengikuti lari rintangan yang menjadi ujian babak kedua seleksi keesokan harinya, dimana para kesatria harus menjadi 46 orang tercepat agar dapat lanjut ke babak terakhir seleksi dan berkesempatan menjadi 25 orang kesatria pemburu iblis utama bersama dengan Long dan Dragon yang sudah lebih dulu lulus seleksi skuad pemburu iblis.
Di aula latihan divisi pembunuh.
Eror berhasil lolos dengan mudah setelah menumbangkan beberapa pembunuh yang menjadi lawannya dalam seleksi divisi pembunuh. Dimana sistem divisi pembunuh memakai sistem battle royal, dimana para pembunuh tergabung dalam arena yang berisi 100 pembunuh lebih, mereka bertarung untuk menjadi juara di arena yang mereka tempati.
"Kakak apakah kamu lolos seleksi kesatria?" tanya Eror pada dirinya sendiri sambil menarik kembali tujuh belati yang berserakan.
Belati-belati itu kembali ke tangan Eror, lalu diletakkan kembali keruang penyimpanan miliknya sambil pergi keluar arena dengan jalan santai.
Sementara kelima divisi lainnya telah menyelesaikan babak pertama mereka dan akan menyelenggarakan babak kedua sama seperti sistem yang di adopsi divisi kesatria.
Keesokan harinya.
Semua prajurit muda dari enam divisi yang menyelenggarakan babak kedua yaitu lari rintangan sudah berkumpul di arena titik kumpul yang sudah ditentukan dari generasi ke generasi, berbeda dengan divisi pembunuh yang selalu menyelesaikan seleksi mereka dengan sistem battle royal.
"Sayang." panggil Aiden dari belakang, Hara spontan menoleh dan tersenyum lembut ketika melihat wajah tampan Aiden dengan senyum yang menawan.
"Sayang." ucap Hara sambil menyambut pelukan Aiden dengan senang.
Long dan 7 kesatria perwakilan kota cadas yang lolos seleksi babak kedua merasa iri dengan Aiden yang begitu beruntung memiliki Hara yang sangat cantik dan menawan, sementara mereka masih menjomblo saja.
Alasan Long ikut seleksi babak kedua adalah sebagai anggota pengawas bukan sebagai peserta, itu juga berlaku untuk Dragon yang juga menjadi anggota pengawas.
"Baiklah semuanya, dibelakang adalah hutan penjara iblis yang berisi berbagai iblis yang berhasil ditangkap para pemburu iblis aliansi beberapa tahun lalu, iblis yang ditangkap mayoritas langkah 5 dan yang paling tinggi langkah 8, namun mereka mungkin lebih kuat dari diperkirakan, jadi kalian harus hati-hati nantinya." ujar Apira seorang prajurit langkah 8 dari divisi pembunuh yang menjadi ketua pengawas seleksi yang diselenggarakan oleh 6 divisi tersebut.
Semua peserta terdiam mendengar fakta bahwa iblis dalam hutan mayoritas langkah 5 yang artinya ranah awan menengah, sama dengan para peserta yang juga mayoritas ranah awan menengah.
"Kalian semua harus masuk dan mencari jalan agar dapat keluar hutan melalui sisi lainnya, kalian bisa melakukan apapun demi lulus seleksi, namun dilarang keras menyerang peserta lain, mengerti?" Apira memberi peringatan.
__ADS_1
"Jika ketahuan menyerang rekan sendiri, maka dia akan dibunuh oleh kami para assassin yang ditugaskan sebagai pengawas jalannya ujian seleksi babak kedua ini." ancam Apira dengan nada dingin.
Semua peserta dapat merasakan kengerian dari Apira hanya dengan mendengar ancamannya yang bersuara dingin menusuk tulang.
Setelah mengancam Apira menyingkir dari jalan hingga jalan masuk hutan terbuka lebar, karena pintu pagar hutan sudah dibuka sebelumnya.
Beberapa detik berlalu dalam diam ketika Apira menyingkir, namun tidak ada lagi yang memberi instruksi menggantikan Apira.
"Ayo." Aiden menarik tangan Hara untuk memasuki hutan karena menyadari ujian seleksi sudah dimulai saat Apira menyingkir dari jalan.
Whuush!
Saat memasuki hutan ternyata mereka langsung berpisah karena pintu pagar yang memagari hutan itu memiliki ruang teleportasi acak, oleh karena itu para peserta yang memasuki hutan akan langsung berpindah ke suatu tempat dalam hutan dan berpisah-pisah.
Aiden yang terpisah dari Hara terdampar disebuah tempat yang dipenuhi berbatuan yang terlihat seperti kristal yang berwarna-warni.
"Siapa yang mengira kami akan dipisahkan oleh pintu teleportasi ketika memasuki hutan penjara iblis ini, sungguh diluar dugaan." batin Aiden sambil berlari menuju keluar hutan di sisi lainnya hanya bermodalkan insting saja.
Aiden terus melompat dari satu pohon ke pohon lainnya untuk menghindari musuh yang akan ditemui jika melalui jalur darat.
Note: Mana hanya dapat memperkuat tubuh atau menggunakan kekuatan tertentu atau teknik, tidak bisa menutupi stamina yang rendah, jadi wajar jika seseorang akan lelah jika terus berlari walaupun mananya masih banyak.
Namun meskipun begitu Aiden sudah lari sejauh 100 km dari posisi awalnya, karena Aiden menggunakan mananya untuk mempercepat langkah dan pergerakannya.
Boom!
Aiden hampir saja terkena sebuah bola api yang tiba-tiba datang entah dari mana, beruntung Aiden dapat menghindar disaat-saat terakhir. Aiden yang menghindar terus digempur bola api yang berukuran kepala banteng dengan kecepatan dan arah yang berubah-ubah.
"Sialan!" umpat Aiden sambil bersembunyi dibalik pohon.
Aiden tidak dapat melihat dimana posisi musuhnya, oleh karena itu Aiden hanya bisa terus menghindar dan akhirnya bersembunyi dibalik pohon besar.
"Iblis? atau manusia?" tanya Aiden dalam hati sambil mengintip.
Booom!
__ADS_1
"Ah," Aiden terhempas akibat bola api yang menghantamnya dari sisi samping.
Aiden tidak pernah menyangka bahwa musuhnya dapat menyerangnya dari berbagai arah dan posisi, itu membuat Aiden bertanya-tanya siapa? dimana? dan apa kekuatan yang dimiliki musuhnya?
Aiden yang kebingungan memutuskan lari dari musuhnya itu, karena bagaimanapun untuk lulus seleksi adalah 46 kesatria yang paling cepat keluar hutan, bukan kesatria yang paling banyak membunuh iblis.
"Peserta no 53 sepertinya bertemu dengan musuh yang merepotkan." ujar pengawas seleksi ketika melihat Aiden diserang melalui monitor pengawas.
"Benarkah? coba kamu dekatkan kamera pengawasnya." tanya Apira penasaran dan memerintah.
Pengawas itu segera memerintahkan drone yang berbentuk nyamuk untuk lebih dekat dengan perintah suara.
Drone berbentuk nyamuk ini adalah salah satu dari teknologi tercanggih di era teknologi yang masih bertahan dan dipakai dengan sedikit perubahan, yaitu menambah sedikit sentuhan sihir agar terlihat seperti senjata ajaib yang menggunakan mana daripada kekuatan listrik atau mesin.
Byurrr!
"Apa itu?" tanya Apira kebingungan ketika monitor yang tiba-tiba kabur (seperti tv yang kehilangan sinyal).
"Drone kita diserang oleh iblis itu, sepertinya dia sudah lebih kuat dan peka dari sebelumnya." ujar pengawas itu dengan tenang sambil menulis.
"Sepertinya divisi penyegel harus lembur dalam beberapa hari setelah ujian seleksi ini berakhir." ucapnya dengan senyum melihat puluhan drone nyamuk yang hancur di gudang dan drone yang baru hancur tadi secara otomatis langsung terteleport ke gudang tersebut.
Note: Divisi penyegel selain berurusan dengan segel menyegel mereka juga harus berurusan dengan membuat senjata, meneliti senjata, mengembangkan senjata, dan menggabungkan senjata dengan sihir menggunakan segel unik yang diciptakan dewa penyegel ribuan tahun lalu, hal itulah awal mula begitu banyak senjata ajaib di era sihir dan kekuatan mana.
Salah satu karya divisi penyegel adalah mengembangkan teknologi tercanggih di era teknologi menjadi senjata ajaib yang lebih canggih dengan kekuatan sihir, salah satunya drone nyamuk yang digunakan dalam setiap ujian skuad pemburu iblis atau mengintai musuh mereka (ras iblis).
"Tolong kirim drone ke area S menggantikan drone sebelumnya." perintah pengawas itu sambil memegang headset di telinganya.
Headset ini juga salah satu benda di era teknologi yang masih digunakan, karena berguna dalam berkomunikasi.
"Siap!" jawab rekan pengawas dibalik headset dan segera drone nyamuk keluar dari markas pengawas menuju area S.
Sementara diarea S.
Aiden terus dihantam bola api dari berbagai arah hingga memaksa Aiden jatuh bangun akibat beberapa kali terkena bola api yang muncul menyerangnya entah dari mana.
__ADS_1
"Sial, siapa musuhku ini, sialan!" teriak Aiden marah sambil berlari kesebuah batu besar untuk berlindung.