Reinkarnasi Empat Pejuang

Reinkarnasi Empat Pejuang
ROH SENJATA


__ADS_3

Mengenal tujuh senjata dewa.


Senjata dewa perang: Senjata dewa perang adalah sebuah pedang besar yang memiliki berat 100 kg dengan bentuk dua bilah pedang (tengah bilah bolong) dengan satu sisi bergerigi dan satu sisi yang lain sangat tajam, kekuatan pedang ini adalah mengendalikan dan menciptakan akar pohon.


Senjata dewa pembunuh: Senjata dewa pembunuh adalah sebuah pedang pendek yang sangat ringan dan memiliki aura darah dengan warna aura merah kehitaman, aura itu memberi perasaan ancaman, jika terluka oleh pedang ini maka kamu akan merasakan sakit yang berkali-kali lipat dan selalu bertambah setiap menitnya.


Senjata dewa pengintai: senjata dewa pengintai adalah sebuah pistol yang berpeluru energi, keistimewaan pistol ini adalah bisa mengubah-ubah bentuknya menjadi senjata lain sesuka hati sesuai dengan keinginan sang pengguna.


Senjata dewa penyihir: senjata dewa penyihir berupa sebuah tongkat sihir yang sangat identik dengan penyihir, tongkat ini memberikan penggunanya energi mana yang sangat berlimpah, dirumorkan tongkat sihir ini bisa memberi penggunanya energi mana hingga 5000-7000 poin mana tambahan.


Senjata dewa penyegel: senjata dewa penyegel adalah berupa 4 tongkat kecil yang memiliki ukuran 25 cm yang dapat menyegel energi mana jika tertusuk tongkat tersebut, keistimewaan tongkat ini dapat mengganda hingga 16 tongkat untuk satu tongkat saja.


Senjata dewa pemanggil: senjata dewa pemanggil berupa sarung tangan yang mampu menahan serangan apapun baik serangan energi maupun serangan nyata (senjata asli atau bagian tubuh asli).


Senjata dewa penyembuh: senjata dewa penyembuh adalah sebuah gelang yang mampu memecah menjadi empat, setiap bagian bisa membentuk belati energi (pecahan gelang itu sebagai pegangan dan energi mana sebagai bilah belati). Gelang ini memiliki keistimewaan menciptakan barier atau pelindung dan melakukan regenerasi secara instan dan cepat.


Ok... lanjut kecerita.


Setelah Aiden memperkenalkan dirinya sendiri kepada semua rekan-rekannya, sekarang giliran Eror yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang assassin.


"Namaku Eror Khayalki, seorang assassin dengan senjata belati, ada pertanyaan?" ujar Eror memperkenalkan dirinya secara singkat, jelas, dan padat ditambah dengan raut wajah dingin dan tatapan mata yang tajam dan menusuk.


Semua rekannya tidak mau bertanya kepada Eror, dimana dua wanita dalam skuad (Lyra dan Heler) sangat takut dengan Eror yang berasal dari divisi assassin yang terkenal kejam dan berdarah dingin, bahkan menurut pandangan mereka Eror sedang mengintimidasi daripada memperkenalkan dirinya.


Sementara Aiden, Rein, dan Arya yang merupakan sahabat Eror dari reinkarnasi sebelumnya tidak bertanya karena sudah saling mengenal dekat, sementara Rudi sendiri memang malas bertanya bahkan dia terkesan tidak tertarik dengan acara perkenalan tersebut.


"Hei paman, semua orang takut kepadamu bukan ingin bertanya." ujar Rudi acuh memecahkan keheningan.


"Rudi...," Lyra dan Heler langsung menutup mulut Rudi dengan spontan, lalu tersenyum canggung kepada Eror yang menunjukkan raut kebingungan.


"Hmm, lepaskan." protes Rudi sambil mencoba melepas bekapan dua wanita tersebut.


"Hehe, Rudi lain kali jangan terlalu jujur." ujar Lyra memberi peringatan kepada Rudi yang langsung membuat Rudi terdiam ngeri karena ekspresi Lyra yang menakutkan, Rudi masih tidak dapat melupakan tamparan penuh emosi Lyra tempo hari.

__ADS_1


"Baik." ucap Rudi dengan pelan dan ketakutan.


"Haha, bro kamu bisa duduk kembali, sekarang biarkan aku memperkenalkan diri." ujar Arya sambil merangkul Eror dan tertawa renyah untuk mencairkan suasana.


Ok..., skip.


Kelompok Aiden atau skuad Takdir sedang memasuki gudang senjata sebagai hadiah karena finis di posisi kedua dalam penentuan peringkat. Ketika mereka masuk kedalam gudang mereka semua dikejutkan dengan gudang yang ternyata berupa area luas dengan 4 bukit yang diisi berbagai jenis senjata yang berserakan dalam 4 bukit tersebut.


Mereka juga langsung terpisah ketika memasuki gudang senjata aliansi tersebut, ketika masuk dan melihat isi gudang, mereka berpikiran sama yaitu gudang senjata aliansi ternyata berupa dimensi kecil yang sangat nyata dan mirip dengan area dengan 4 bukit.


"Sebenarnya aku tidak perlu senjata lagi, karena dua pedang saja sudah cukup." ucap Aiden kepada dirinya sendiri.


Aiden saat ini berada disebuah area terbuka yang dikelilingi berbagai pedang yang menancap di tanah, area itu bernama taman pedang Utara distrik tujuh karena berada di utara gudang senjata aliansi.


"Yoyo...," Aiden yang jalan santai menyelusuri taman itu merasa sangat tertarik dengan sebuah yoyo yang melayang tepat diatas puluhan pedang.


Yoyo itu dalam posisi melayang dan berputar searah jarum jam, mengeluarkan aura kegelapan dan haus darah. Aiden merasa terpanggil untuk menyentuh Yoyo tersebut, namun karena takut Aiden lebih memilih mengamati dari jauh.


Cling!!!


Ketika menyentuhnya Aiden langsung dikirim ke sebuah area luas yang berupa lapangan kosong, namun lantainya bukan rumput atau tanah yang subur melainkan sebuah lembah yang gersang dan kering, Aiden merasa terbakar dan kepanasan di dimensi tersebut.


"Aku dimana? ah panas sekali." keluh Aiden sambil membuka bajunya dan menjadikan baju tersebut sebagai pengganti kipas.


Aiden berjalan kesana-kemari sambil mencari jalan keluar dimensi tersebut, namun sudah hampir dua jam berjalan Aiden belum juga menemukan jalan keluar, malah Aiden merasa sangat lelah.


"Ini dimana sialan!" teriak Aiden frustrasi sambil berbaring.


Teriakan Aiden itu langsung membawanya ke suatu tempat yang luas dan datar dengan tanah yang berapi, di depannya terlihat sebuah Yoyo yang terus berputar dan mengeluarkan aura merah darah.


"Selamat datang pewaris di dunia dimensi roh Yoyo...," terdengar suara dari yoyo itu memperkenalkan dirinya kepada Aiden, namun perkenalan itu terhenti karena Aiden meminta minum karena haus.


"Hm, bukankah tuan memiliki sepuluh botol di dimensi penyimpanan milik tuan?" balas yoyo itu balik bertanya kepada Aiden.

__ADS_1


"Eh..., ehhhh!" Aiden tercengang karena apa yang diucapkan Yoyo dihadapannya itu memang benar, hanya saja dia yang melupakannya.


"Ah, aku melupakannya..., hmz, daftar." ucap Aiden lemas sambil membuka antarmuka yang menampilkan daftar benda yang dia simpan, lalu mengklik botol mineral.


Glek, glek, glekkk.


Aiden tanpa basa-basi langsung meminum sebotol air mineral itu dengan rakus hingga perutnya kembung karena penuh dengan air mineral.


"Jadi kamu sebuah roh senjata?" tanya Aiden sambil mengelap bibirnya yang basah akibat beberapa tetes air minum.


"Iya aku adalah roh senjata Yoyo ini....," jawab senjata itu, namun Aiden kembali menyela dengan mengatakan bahwa Yoyo bukan senjata tapi mainan tradisional suatu negeri.


"Aku tahu itu dasar bodoh, tapi tuanku sebelumnya menggunakanku sebagai senjata untuk membunuh lawan-lawannya ribuan tahun lalu." ucap Yoyo itu marah karena Aiden terus menyela pembicaraan.


Aiden hanya tertawa renyah menanggapi kemarahan senjata aneh di depannya karena senjata itu bisa berbicara dan menamai dirinya sebagai roh Yoyo. "Haha, silahkan lanjutkan." ujar Aiden mempersilahkan yoyo itu melanjutkan perkenalannya.


"Hm, aku adalah sebuah senjata yang digunakan oleh pendekar....," Yoyo itu mulai memperkenalkan dirinya sendiri kepada Aiden dengan diawali sebuah kisah.


Secara singkat Yoyo itu mengatakan bahwa dia adalah senjata biasa yang dipakai oleh seorang pendekar yang hidup ribuan tahun lalu, dimana tuannya itu menggunakannya untuk membunuh dan menghancurkan apapun yang tuannya inginkan hingga tuannya tersebut mendapat gelar sebagai dewa penghancur.


Tuannya yang semakin hari semakin kuat membuatnya memiliki jiwa karena sering terpapar energi mana yang melimpah dari sang tuan dan ditambah jiwa-jiwa ribuan manusia yang terbunuh olehnya (Mainan Yoyo tersebut), hingga akhirnya dia menjadi roh Yoyo (senjata) karena manifestasi dari ratapan kebencian dan kesedihan ribuan orang yang terbunuh oleh tuannya, ditambah mana tuannya yang begitu melimpah.


Setelah menjadi roh, Yoyo itu mulai menyimpan semua informasi teknik yang tuannya miliki beserta cerita dibalik teknik tersebut, roh itu juga mengatakan bahwa senjata dewa yang dimiliki tujuh aliansi juga sama sepertinya yaitu sebuah roh yang tercipta dari energi mana tuannya yang begitu melimpah dan jiwa-jiwa ribuan orang yang terbunuh oleh tuan mereka.


"Jadi secara artian kamu sebenarnya juga senjata dewa?" tanya Aiden sambil nyemil kripik pisang yang dia beli dipinggir pasar ibukota.


"Tidak kami sebenarnya hanyalah roh senjata yang tak sengaja tercipta akibat terus dikasih mana yang berlimpah dan jiwa orang-orang yang terbunuh oleh tuan kami."


"Gelar senjata dewa hanyalah sebuah gelar kosong yang tercipta karena rasa kagum, takut, dan juga terlalu memuja yang manusia miliki." ujar roh Yoyo itu menjawab pertanyaan Aiden tersebut.


Note: Roh senjata ini hanya hidup di senjata yang menciptakannya, roh ini bisa keluar dari senjata itu dalam bentuk senjata itu sendiri asalkan tuan barunya bersedia membiarkan keluar.


Gambaran bentuknya (roh Yoyo) itu adalah sebuah yoyo yang memiliki mata, mulut, kaki, tangan, dan juga tali yoyo itu menjadi rambut yang melingkar ditubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2