
Eror mendekati Rein yang duduk sambil menonton pertandingan antar penyembuh dari tim 6 yang menantang tim 10, dengan senyum ramah Eror duduk disamping Rein yang direspon Rein dengan kerutan di keningnya.
"Apa yang diinginkan anak ini?" batin Rein tidak suka dengan keberadaan Eror yang duduk disampingnya.
Pertandingan antara penyembuh itu berjalan dengan sangat membosankan menambah rasa kesal yang Rein rasakan, terlebih Eror yang dari tadi diam membisu disampingnya.
"Rein, kah? nama yang bagus." Eror yang sedari tadi diam membisu akhirnya bersuara setelah Rein yang hendak pergi menjauh darinya.
"Terimakasih, Eror." balas Rein sambil berjalan menjauh, namun ucapan Eror selanjutnya membuatnya terhenti dan terpaku.
"Namamu sangat mirip dengan kakak pertamaku di masa lalu, sebelumnya kamu bernama Peri bukan? wajahmu juga mirip dengan penyihir pemanggil itu." ujar Eror sambil menatap tajam punggung Rein yang berdiri mematung, Eror menampakkan senyum bahagia setelahnya.
"Ternyata kamu memang Peri, haha." Eror tertawa bahagia dan menarik perhatian semua rekan-rekannya dan juga beberapa orang lainnya yang kebetulan duduk berdekatan dengan posisi Eror dan Rein.
"Kamu.... siapa?" tanya Rein setelah berbalik menatap Eror yang tertawa bahagia.
"Haha, kamu memang si penyihir bodoh itu, hahaha." ucap Eror sambil tertawa karena melihat ekspresi Rein yang lucu ketika menahan air mata agar tidak jatuh.
Ok... skip.
Pertandingan demi pertandingan terus berlanjut hingga penantang terakhir seorang pemanggil dari tim Dragon menantang seorang pemanggil dari tim Aiden yang tidak lain Rein.
Faktanya tercatat dari 6 tantangan yang tim Dragon lancarkan semuanya disapu bersih dengan kemenangan telak atas lawan-lawannya, dan tersisa satu kesempatan lagi yang mereka gunakan untuk menantang kembali karena tidak ada satu tim pun yang berani menantang mereka, jadi daripada menunggu tantangan mereka memutuskan kembali melancarkan tantangan dan kebetulan tim yang mereka tantang adalah tim Aiden.
Disisi tim Aiden hanya berhasil meraih 5 kemenangan dari 6 kesempatan yang mereka dapatkan dari tantangan atau menerima tantangan, sialnya kesempatan terakhir atau kesempatan ketujuh mereka malah ditantang oleh seorang pemanggil yang berasal dari tim Dragon yang mendapat julukan tim para dewa.
"Kami meminta maaf karena tidak bisa menerima tantangan itu, karena pemanggil tim kami sudah menerima tantangan sebelumnya." ucap Aiden mencoba menolak tantangan itu.
Perkataan Aiden itu memang benar adanya, karena Rein sebelumnya sudah menantang pemanggil tim 24 dan meraih kemenangan atasnya, satu-satunya orang yang belum menantang dan menerima tantangan di timnya adalah Heler sang penyembuh.
"Haha, itu tidak bisa, karena siapapun yang menantang berhak menentukan siapa yang ingin dia tantang walaupun orang yang dia tantang sudah menerima atau melancarkan tantangan sebelumnya." balas Icci dengan tertawa mengejek.
__ADS_1
"Apakah aku benar wasit?" tanyanya kepada wasit pertandingan dengan menutup mulutnya menggunakan punggung tangan.
"Itu benar, siapapun yang menantang berhak menentukan divisi mana yang harus bertanding demi mendapatkan poin untuk tim mereka, walaupun sebelumnya sudah menantang atau menerima tantangan dari tim lain." balas Wasit dengan enteng dan percaya diri dengan pengetahuannya tentang aturan babak penentuan peringkat tersebut.
Babak penentuan peringkat hanya memberi 7 kesempatan bagi para skuad pemburu iblis untuk menantang dan menerima tantangan, dimana yang menantang berhak menentukan siapa (divisi) perwakilan mereka dan yang menerima tantangan harus menyesuaikan diri.
Artinya jika tim penantang mengirim pemanggil, maka tim yang ditantang harus mengirim pemanggil mereka, walaupun sebelumnya pemanggil mereka sudah menantang atau menerima tantangan dari tim lain.
"Tapi....," Aiden ingin protes namun Icci menyelanya.
"Jika tidak mau mengikuti aturan, maka seharusnya kamu tidak menunggu orang menantang tim mu, kamu seharusnya melancarkan tantangan, dasar bodoh." ujar Icci sarkas kepada Aiden sambil menutup mulutnya dengan pose mengejek.
Mendengar hal itu tentunya Aiden menjadi bahan olok-olokan olokan para skuad pemburu iblis lain, mereka menertawakan dan mengejek Aiden secara terang-terangan.
"Kau...," Aiden sangat marah dan kesal, namun sebuah tangan menyentuh pundaknya untuk memberikan ketenangan.
"Kakak pertama aku akan menerima tantangan b4jingan ini, kamu tenang saja dan tunggu hasilnya." ucap Rein dengan sedikit kemarahan.
"Haha, sepertinya cucu kakek memiliki nyali menerima tantanganku." ucap Icci sarkas kepada Rein yang perlahan memasuki arena.
Icci yang sebelumnya sangat bangga dan sombong karena berstatus murid paling jenius dan berbakat sekaligus penerus dewa pemanggil dari divisi pemanggil merasa tidak senang dengan kehadiran Rein yang berstatus cucu ketua Taken.
Hal itu dikarenakan Icci pada dasarnya sangat membenci orang yang memiliki latar belakang bagus seperti Rein, sangat berbeda dengan dirinya yang berasal dari latar belakang rakyat biasa dan memiliki orang tua seorang petani.
"Teknik pemanggilan makhluk: laba-laba darah segel." ucap Rein tanpa basa-basi memanggil makhluk atau lebih tepatnya binatang ajaib yang menjalin kontrak dengannya.
Seketika muncul lingkaran sihir yang berbentuk jaring laba-laba dan berwarna merah darah, lalu keluar sesosok laba-laba besar setinggi 2 kaki di hadapan semua orang.
"Hoi, hoi, hoi, kenapa buru-buru sekali?" Icci protes, namun sebuah semburan jaring laba-laba membuatnya menghindar menjauh, namun sebuah bola api langsung menghantamnya di udara.
Bang!
__ADS_1
Icci yang tidak sempat menghindar langsung terhempas jauh akibat bola api itu dan langsung memuntahkan seteguk darah segar.
"Bukankah itu curang? kamu memakai sihir." Icci protes sebelum tubuhnya tidak dapat bergerak akibat jaring laba-laba yang menyegel semua kekuatan ditubuhnya termasuk otot-otot penggerak tubuh.
"Apanya yang curang? bukankah teknik pemanggilan juga termasuk sihir, jadi wajar jika aku memiliki sihir lainnya, bukan?" ucap Rein dengan menghina, semua orang berbisik-bisik dan membenarkan pernyataan Rein tersebut.
Saat Rein berbalik untuk pergi dari arena karena merasa sudah meraih kemenangan tiba-tiba muncul serigala berbulu emas yang langsung mencakar dan membelah jaring laba-laba yang mengurung dan menyegel Icci.
"Aung!!!" lolong serigala itu dengan ganas.
Sebagai penerus dewa pemanggil Icci mendapatkan keistimewaan untuk menjalin kontrak dengan binatang ajaib tingkat atas manapun tanpa harus bersusah payah, dimana Icci akan langsung diterima sebagai tuan binatang ajaib itu tanpa harus melalui pertarungan untuk menjinakkan binatang tersebut.
Contohnya serigala emas yang dia panggil tersebut, dimana Icci mendapatkan kontrak serigala emas itu secara sukarela tanpa melalui pertarungan yang berbahaya, hanya karena serigala itu tertarik dan merasa takut oleh aura yang Icci miliki sebagai penerus dewa pemanggil.
"Aku pernah mendengar seorang pemanggil diberi gelar dewa hanya karena dia mampu memanggil hingga lima binatang ajaib tingkat atas dan mampu merusak sistem sihir pemanggilan, dimana sihir pemanggilan hanya memiliki 10 level, namun pemanggil tersebut mampu mencapai 20 level." ujar Rein dengan santai sambil terus waspada dengan pergerakan serigala itu.
Binatang ajaib tingkat tinggi adalah binatang ajaib yang sudah berumur 100 ribu tahun dan sudah memasuki langkah 8 yang setara dengan ranah langit menengah di dunia para pendekar.
"Tapi bukan berarti pencapaian orang yang disebut dewa pemanggil itu, hanya bisa di dapatkan dengan menjadi penerusnya." ucap Rein sambil melakukan gerakan segel pemanggilan.
"Teknik pemanggil: harimau emas, keluarlah!" teriak Rein sambil memukul tanah sebagai tanda segel pemanggilannya sudah berakhir.
"Karena aku bisa melakukan hal yang sama walau bukan penerus dewa pemanggil." tukas Rein dengan senyum bangga.
Lingkaran berwarna emas di lantai arena itu memancarkan cahaya yang menyilaukan setelah berkedip beberapa kali, lalu keluarlah sesosok harimau yang beraura keemasan dengan tatapan tajam dan membunuh.
"Ini?" para ketua terkejut dengan kehebatan Rein yang diluar ekspektasi mereka.
"Apakah cucuku akan menjadi orang kedua setelah Leroy yang mampu menjadi dewa pemanggil di hati semua orang?" respon Taken bangga kepada cucunya.
Leroy adalah seorang pemanggil yang hidup 7000 tahun lalu yang sekarang dikenal sebagai dewa pemanggil oleh semua prajurit aliansi kebangkitan, Leroy disebut sebagai dewa karena dia menjadi pemanggil terkuat pada masanya, mampu memanggil lima binatang ajaib tingkat tinggi, dan mampu merusak aturan sihir pemanggilan, dimana sihir pemanggilan yang seharusnya memiliki 10 level dapat tembus menjadi 20 level oleh Leroy.
__ADS_1