
Ras iblis terbagi menjadi dua yaitu iblis sempurna dan iblis belum sempurna.
Iblis sempurna memiliki tubuh seperti manusia, jika dia berasal dari hewan maka dia bisa merubah seluruh atau sebagian tubuhnya menjadi hewan tersebut dan masih dapat berbicara ketika berbentuk hewannya. Iblis sempurna rata-rata berlevel di langkah 7 keatas, karena langkah 7 adalah langkah dimana iblis yang masih berbentuk hewan dapat meniru bentuk manusia sesuka hati. Faktanya jika iblis sempurna memiliki keturunan maka keturunannya juga akan sempurna walau terlahir di langkah 1, karena mengikuti gen orang tuanya yang sudah meniru bentuk manusia.
Iblis belum sempurna adalah iblis yang masih berbentuk setengah hewan dan bukan keturunan iblis sempurna, iblis ini tidak dapat berbicara ketika mengambil bentuk hewan seutuhnya, iblis ini berlevel pada langkah 6 kebawah.
Ok.., lanjut.
Di suatu tempat di sekitar area hutan kematian terdapat sebuah bangunan besar yang lebih mirip markas militer. Bangunan itu dijaga sekitar dua puluh orang prajurit yang memakai tombak dan juga tameng di kedua tangannya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya jenderal Jaka kepada tim pengawas seleksi kota cadas.
Jenderal Jaka saat ini sedang menemui tim pengawas seleksi kota Cadas untuk melihat sepak terjang Aiden dalam ujian, sekaligus menilai seberapa bergunanya teknik manipulasi murni yang Aiden ciptakan.
"Jenderal, kesatria muda yang bernama Aiden ini cukup mahir, bahkan lima iblis semut merah tidak dapat menahannya beberapa saat saja." jawab kapten tim pengawas sambil melihat monitor.
Monitor ini terbuat dari besi yang terhubung ke kamera pengintai yang di desain menyerupai capung, mereka menggunakan energi sihir sebagai energi penggerak dan juga energi penghubung antara kamera dan monitor.
Di dunia ini energi sihir (mana) di dapat dari tubuh manusia, binatang ajaib, dan juga dari batu yang mengandung energi mana, atau dengan alat khusus yang mampu menyerap energi alam (mana alam) secara terus menerus.
"Hm," jenderal Jaka berpikir sebentar sambil memandang Aiden yang terus masuk ke dalam hutan.
"Lepaskan raja semut merah dan juga raja belalang mantis." perintah jenderal Jaka setelah berpikir.
"Laksanakan." Kapten tim segera memerintahkan anak buahnya untuk membuka segel kurungan yang mengurung dua raja iblis tersebut.
"Sudah kapten, tahanan no 1 dan no 3 sudah di lepaskan." ucap bawahannya memberi laporan, kapten tim mengangguk puas.
"Aku akan melihat seberapa unggul teknikmu, Aiden." gumam jenderal Jaka dengan senyum licik ketika melihat dua makhluk yang berwujud manusia setengah binatang keluar dari gua.
Yang satu adalah raja semut merah, bentuknya seperti manusia namun wajah dan juga tubuh bagian kanannya berkulit seperti semut merah dan ada mahkota yang terbuat dari antena semut di kepalanya. Sementara yang satu adalah raja Mantis, bentuknya seperti manusia setengah belalang mantis dengan kedua tangan belalang mantis dan wajah yang setengah belalang mantis.
Slash!
Slash!
Cl3p!
Aiden sudah menebas dan menusuk iblis semut merah hingga tiga puluh ekor, namun tidak ada satupun yang langkah 3 dan hal itu membuat Aiden frustrasi.
"Sisa tiga slot lagi, padahal iblis langkah tiga adalah iblis yang lemah dan juga sedikit banyak, kenapa tidak ada satupun langkah tiga yang muncul di depanku?." gumam Aiden melihat sebuah gulungan yang menandakan bahwa slot kesatria sudah diisi 47 orang kesatria yang berarti sisa 3 slot lagi untuk menjadi pemburu iblis perwakilan kota Cadas.
"Jika aku ingin lulus, maka aku harus bergerak cepat untuk membunuh dua iblis langkah 3, jika tidak aku hanya akan menjadi prajurit biasa dari divisi kesatria sambil menunggu lima tahun lagi untuk ikut seleksi pemburu iblis kembali." Aiden berkata kepada dirinya sendiri untuk memberi semangat.
Whus!
whus!
whus!
Aiden melompat dari satu pohon ke pohon untuk mencari iblis langkah 3 dan menjadi salah satu dari 50 kesatria perwakilan kota Cadas yang tergabung dalam pasukan pemburu iblis.
"Ah!"
"Ah!"
"Ah!"
Aiden mendengar beberapa teriakan seseorang yang terluka di depannya, hal itu membuat Aiden semakin cepat.
__ADS_1
Cl3p!
Aiden sampai tepat ketika salah satu peserta ditusuk oleh tangan raja belalang mantis yang setengah manusia.
Bang! Aiden langsung menendang belalang itu dan menyelamatkan peserta itu. "Kamu baik-baik saja?" tanya Aiden kepada peserta tersebut.
"Kenapa ada raja Mantis disini.., Ah!" peserta yang diperkirakan berusia 40 tahun itu langsung lari ketakutan.
"Dia tidak pernah menyerah menjadi pemburu iblis, padahal ranahnya masih ranah bumi akhir." gumam Aiden kagum dengan semangat bapak-bapak itu untuk ikut seleksi pemburu iblis.
Raja Mantis sudah ada di depan bapak-bapak tersebut dan melancarkan tebasan dengan tangan tajamnya, namun tebasan energi melukainya.
"Lawanmu adalah aku." ucap Aiden yang melancarkan tebasan energi tersebut.
"Hei pak tua, aku memang kagum kepada semangatmu, tapi sudah seharusnya kamu menyerah menjadi pemburu iblis, mengingat usiamu sudah tidak mudah dan jika dilihat-lihat ranahmu masih bumi akhir." ujar Aiden memberi saran agar pria tua itu menyerah, karena melihat iblis kuat saja sudah ketakutan.
"Terimakasih anak muda, aku Desham akan mengingat kebaikanmu ini." balas bapak yang bernama Desham itu, lalu pergi menjauh dari raja iblis Mantis.
"Apakah dia mendengarkan saranku?" tanya Aiden dalam hati.
Raja Mantis menyerang Aiden tanpa aba-aba, Aiden menahan semuanya dengan santai.
Teng!
Teng!
Teng!
Sling! Tebasan energi raja mantis langsung menghantam pedang Aiden, hingga pedang Aiden patah (Aiden belum menggunakan manipulasi murni).
"Ah!" Aiden langsung tertebas oleh raja Mantis yang begitu cepat menyerangnya.
"Kekeke, manusia yang kuat, aku suka." ujar raja Mantis senang.
"Raja Mantis langkah 6, selera orang tua itu tidak buruk." batin Aiden yang menyadari bahwa keberadaan raja Mantis ada hubungannya dengan jenderal Jaka.
Sling!
Sling!
Sling!
Raja Mantis melancarkan tebasan angin, Aiden segera mengambil pedangnya di ruang penyimpanan.
Bush!
Bush!
"Hee, sepertinya kamu memiliki senjata yang bagus." respon Raja Mantis.
Aiden berlari mendekat dan melancarkan tebasan energi beberapa kali, namun raja Mantis dapat mengatasinya.
Slash! Tebasan Aiden ditangkis, namun Aiden berhasil menebas perut Raja Mantis hingga terluka.
"Senjata yang hebat dan mengerikan." tanggap raja Mantis sambil menjauh dari Aiden.
"Senjata ajaib? haha, ini hanya pedang biasa yang dilapisi manipulasi murni." ujar Aiden memberitahu bahwa pedang yang beraura kegelapan samar-samar yang dia pakai adalah pedang biasa yang dilapisi manipulasi murni.
"Pedang apa? apa itu? manipulasi murni?" raja Mantis bingung dengan ucapan Aiden tentang pedang yang Aiden pakai.
__ADS_1
"Pedang sunyi: langkah kesunyian." Aiden menghilang.
Raja Mantis terkejut Aiden malah menghilang dalam kesunyian hutan yang sangat mencekam, raja Mantis mencari Aiden kemana-mana, namun sebuah tebasan melukai tubuhnya.
Slash!
Slash!
Tang!
Slash!
Aiden terus menyerang secara diam-diam, namun raja Mantis mampu mengimbangi dan bahkan beberapa kali membalas tebasan Aiden.
"Ah!" Aiden terhempas akibat tendangan raja Mantis yang mengenai pipinya.
Sling! Raja Mantis melancarkan serangan energinya, Aiden langsung menangkis tebasan energi itu, raja Mantis langsung bergerak ketika Aiden menahan tebasan energinya.
Tang! Aiden menangkis tebasan raja Mantis itu dengan tangan kanannya.
Bang! Aiden terhempas akibat tinju raja semut yang tiba-tiba muncul entah darimana.
"Sialan!" keluh Aiden.
Tebasan energi menyilang dari raja mantis langsung menghantam Aiden, beruntung Aiden menciptakan perisai cahaya disaat-saat terakhir.
"Matilah manusia!" raja Mantis menyerang dari arah samping.
Jleb! Aiden menghindar sedikit dan langsung menusuk leher raja Mantis dengan belati kecil yang dia selip di pinggang.
"Dasar licik!" keluh raja Mantis.
Sling! Aiden melancarkan tebasan energi yang diperkuat manipulasi murni ke raja semut merah, namun dihindari dengan mudahnya.
"Pedang sunyi: kura-kura pedang." Aiden menciptakan perisai kura-kura.
Bang! raja semut merah menyerang dengan niat membunuh, namun Aiden menahannya dengan perisai kura-kura pedang.
Slash! Aiden langsung memenggal kepala raja Mantis yang mencoba menyerangnya dari belakang.
"Arg.., dasar manusia yang sangat licik!" teriak Raja Mantis sebelum mati.
"Kamu saja yang bernafsu membunuhku, hingga lupa untuk waspada ." respon Aiden yang sudah kelelahan dan kehabisan mana.
Aiden yang masih ranah bumi akhir mana mungkin mampu mengimbangi energi mana milik raja Mantis dan semut merah yang sudah langkah 6 atau ranah awan akhir.
"Manaku tinggal beberapa poin lagi, sementara iblis ini belum mati." batin Aiden melihat raja semut merah yang terus menghantam perisai kura-kura pedang dengan tinjunya.
Bang!
Bang!
Bang!
Iblis semut merah terus menghantam perisai kura-kura pedang yang melindungi Aiden hingga perisai kura-kura itu terlihat ada retakan dan hanya masalah waktu sebelum hancur.
Tish! Perisai itu hancur dengan sendirinya, karena Aiden tidak mau menyia-nyiakan mananya hanya untuk bertahan menunggu dihancurkan.
"Haha, matilah manusia!" teriak Raja semut merah psikopat sambil melancarkan pukulan yang terlihat sangat kuat kepada Aiden setelah perisai kura-kura Aiden dapat dia hancurkan.
__ADS_1