
Teknik sihir adalah sebuah serangan atau pertahanan yang sangat mengandalkan kekuatan mana dalam jumlah besar. Sementara teknik bertarung sangat mengandalkan kekuatan fisik dan gerakan tubuh, teknik bertarung hanya sedikit menggunakan mana dan cenderung menggunakan kekuatan dan ketangkasan fisik/tubuh.
Lalu ada teknik sihir semi petarung, teknik ini adalah gabungan dari kedua teknik tersebut, contohnya teknik pedang sunyi milik Aiden atau teknik dasar kesatria yaitu perisai cahaya, tebasan cahaya, dan lain sebagainya.
Teknik sihir terbagi menjadi tiga tingkatan tingkatan pertama atau tingkat dasar membutuhkan pelaparan mantra ketika ingin menggunakannya, tingkat kedua atau menengah adalah pelaparan mantra bisa disingkat atau diubah sesuka hati (tidak mengikuti mantra dasar yang diajarkan gurunya) dan tingkat ketiga atau tingkat atas tidak perlu melaparkan mantra, orang menyebutnya sihir tanpa laparan.
Catatan: Setiap guru sihir memiliki mantra dasar yang berbeda-beda, jadi sihir bisa sama tapi mantra dasarnya mungkin berbeda karena berasal dari guru yang berbeda pula.
Ok..., lanjut ke cerita.
Aiden mengcounter serangan Dragon itu dengan teknik pedang sunyi yaitu teknik pedang sunyi: kura-kura pedang, lalu menyerang Dragon dengan pukulan di pipi kiri menggunakan tongkat yang terbuat dari energi gaib, lalu melempar tongkat itu ke perut Dragon.
Bang! Dragon terlempar membentur penghalang arena pertarungan, lalu memuntahkan seteguk darah segar akibat hantaman lemparan tongkat tersebut.
"Apa itu? manipulasi murni?" tanya Dragon sambil memegang pipi dan perutnya yang dihantam tongkat Aiden.
Aiden sudah ada di depan Dragon dan siap menghantam Dragon dengan tongkat energi gaib yang baru dia ciptakan kembali, Dragon dibuat kaget dengan kecepatan Aiden yang sudah ada di depannya.
"Benar ini manipulasi murni, namun ini sudah tingkat dua." balas Aiden sambil menciptakan tongkat baru dari energi gaib ditangan kirinya.
Bang!
Bang!
Aiden menghantam kepala Dragon dengan tongkat ditangan kanannya, lalu menusuk perut Dragon dengan tongkat ditangan kirinya.
"Manipulasi murni memiliki empat tingkat, tingkat pertama mengalirkan energi gaib ke tubuh dan mengendalikannya, tingkat kedua memadatkan energi gaib hingga sekeras baja, dua tingkat lagi kamu cari sendiri saja." jelas Aiden acuh sambil menodong Dragon dengan tongkatnya.
Dragon yang terluka parah dan dapat dipastikan kalah itu hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Aiden, dia meringis kesakitan karena beberapa kali dihantam tongkat energi gaib yang Aiden ciptakan dengan teknik manipulasi murni tahap duanya.
"Begitu rupanya, terimakasih penjelasannya." balas Dragon dengan senyum ramah sambil menggertakan gigi karena menahan sakit disekujur tubuhnya yang Aiden hantam dengan tongkat.
Beberapa detik kemudian Aiden yang lengah langsung terperangkap akar tanaman yang tiba-tiba muncul dan berasal dari pedang Dragon, lalu mengikat Aiden hingga menyerupai mumi berwarna hijau akar tanaman.
"Kamu sungguh naif teman, lain kali kamu harus lebih hati-hati dan jangan mudah percaya kepada musuhmu walaupun hanya lawan tanding." ujar Dragon sambil menepuk-nepuk pundak Aiden yang secara otomatis akan kalah jika sudah terikat 10 menit lamanya.
__ADS_1
"Pedang dewa perang, ternyata berkekuatan akar? itu terdengar aneh." tanya Aiden sambil mencoba melepaskan diri.
"Ini hanyalah sebuah senjata, bukan teknik yang dewa pernah miliki." balas Dragon acuh sambil duduk bersila.
"Teknik dewa perang tersegel dalam pedang ini, kita akan mendapatkan semuanya ketika pedang ini sudah mengakuiku 100% sebagai tuan barunya."
"Tentunya hanya orang yang diakui yang bisa memahami dan mempelajari teknik dewa perang tersebut." jelas Dragon sambil memain-mainkan pedangnya layaknya seorang raja.
"Sekarang aku akan menyiksamu untuk membalas perlakuanmu kepadaku." ujar Dragon berbisik ditelinga Aiden, Dragon seperti tidak berniat menunggu 10 menit hingga Aiden resmi kalah.
Dragon siap menyiksa Aiden dengan diawali sebuah tinju kearah pipi, namun Aiden langsung mengaku kalah dan membuat tinju Dragon otomatis ditahan oleh wasit pertandingan.
"Haha, kamu lupa kita boleh mengaku kalah ketika tidak memiliki kesempatan untuk melawan balik." ujar Aiden dengan mencemooh Dragon yang berniat menyiksanya untuk membalas dendam atas perlakuan yang dia lakukan sebelumnya.
"Cih, dasar lemah." dengus Dragon kesal dan pergi dari arena sambil menatap tajam Aiden yang menunjukkan senyum mengejek.
Disisi lain para ketua 7 aliansi membicarakan sesuatu hal yang berkaitan dengan manipulasi murni yang secara resmi menjadi salah satu teknik dasar atas saran jenderal Jaka beberapa waktu lalu, walaupun masih dalam uji coba.
"Sejauh ini hanya 7 orang dari 2000 orang kelinci percobaan yang dapat menguasai manipulasi murni, dimana 7 orang itu berasal dari tiga divisi saja, yaitu kesatria, assassin, dan juga pengintai." ujar Dominik kepada Taken melaporkan hasil tentang 2000 orang yang menjadi kelinci percobaan untuk menguasai teknik manipulasi murni.
"Itu benar ketua, menariknya 7 orang itu semuanya adalah jenius muda." balas Dominik santai sambil membalikkan dokumen dan tidak terpengaruh oleh keterkejutan yang ketua Taken tunjukkan.
"Seperti yang diduga, teknik manipulasi murni ini hanya dapat dikuasai oleh orang-orang tertentu saja, huh." Taken mengambil kesimpulan, lalu menghela nafas berat sambil melihat arena.
"Sepertinya proyek teknik manipulasi murni akan gagal, karena teknik ini tergolong teknik tingkat tinggi." gumam Taken sambil memandang para pemburu iblis.
"Itu benar, aku heran kenapa jenderal Jaka mengatakan teknik ini sangat mudah dikuasai dan disarankan menjadi teknik dasar yang harus dikuasai semua prajurit aliansi." ujar ketua Jerew merasa heran dengan jenderal Jaka yang merekomendasikan teknik manipulasi murni menjadi teknik dasar para prajurit aliansi.
"Entahlah, mungkin dia mengira bahwa semua orang sama seperti dirinya yang begitu hebat dan berbakat." respon ketua Taken menanggapi pertanyaan ketua Jerew yang tidak lain besannya.
Tetua Taken pada akhirnya memutuskan bahwa teknik manipulasi murni tidak bisa menjadi teknik dasar, melainkan menjadi teknik tingkat tinggi yang hanya bisa dikuasai oleh orang-orang tertentu.
Kembali ke arena pertarungan.
Aiden sebagai kapten tim tujuh harus keluar dari tim tujuh karena kalah, sementara Dragon tanpa basa-basi dan bertele-tele langsung menunjuk Hara sebagai rekan satu timnya, sebagai gantinya Arya yang kebetulan satu tim dengan Aiden dikeluarkan dari tim oleh Dragon.
__ADS_1
Arya keluar dan langsung duduk disebelah Aiden dengan tenang sambil menunggu ada tim yang menawarkan mereka untuk bergabung.
"Permisi, Oi wasit, aku ingin merekrut mereka berdua, apakah bisa?" tanya Eror yang merupakan kapten tim sementara 3.
"Tentu saja, asalkan mereka berdua bersedia bergabung dengan timmu, dan tentunya dua orang dari timmu harus dikeluarkan." balas wasit kalem.
Eror tanpa basa-basi langsung mengeluarkan dua orang rekan tim sementaranya (salah satu dari mereka berdua adalah penerus dewa penyegel) agar Aiden dan Arya bisa bergabung, salah satu dari mereka langsung direkrut tim 7 yang kini sudah memiliki kapten baru menggantikan Aiden yang otomatis dikeluarkan karena kalah dan Dragon merekrut Dewi yang merupakan penerus dewa penyegel tersebut.
Setelah itu Dragon terus memenangkan pertarungan hingga membuat semua orang terkejut dengan keberingasan dan kebrutalan Dragon yang masih bertahan walau menghadapi 6 orang berbeda.
"Dia cukup brutal, dan menariknya 6 orang yang dia rekrut adalah pewaris senjata dewa atau pewaris dewa." gumam Eror melihat susunan tim sementara yang Dragon dapatkan.
Eror sebagai assassin yang sebelumnya juga calon penerus dewa pembunuh tentu mengetahui lebih banyak calon penerus dewa dari divisi lainnya, jadi dia cukup mengenal tujuh orang penerus dewa tersebut yang sekarang semuanya tergabung di tim Dragon.
"Jadi itu alasanmu mendepak wanita cantik itu, strategi yang bagus." respon Aiden sambil menunjuk Dewi yang sebelumnya satu tim dengan Eror.
Eror hanya tersenyum penuh arti kepada Aiden dan tidak menyangkalnya sama sekali, karena memang dia mendepak Dewi agar tidak tidak berurusan dengan Dragon.
"Eror, mereka semua penerus dewa apa, jika kamu tahu tolong beritahu kami." ujar Arya dengan penasaran.
"Dragon sang penerus dewa perang, Icci sang penerus dewa pemanggil, Dewi sang penerus dewa penyegel, Gerrard sang penerus dewa penyihir, Hara sang penerus dewa penyembuh, Seli sang penerus dewa pembunuh, dan Shenxin sang penerus dewa senjata yang berasal dari divisi pengintai." jelas Eror dengan tenang kepada Arya yang bertanya dan Aiden yang menyimak saja.
"Tidak diduga 3 diantaranya ternyata seorang wanita, sepertinya dimasa depan orang akan memanggil Dewi bukan dewa lagi ketika tiga wanita itu resmi menjadi penerus." ujar Arya sambil menatap cabul tiga wanita penerus dewa, dimana ketiganya terlihat sangat cantik terutama Dewi sang penerus dewa segel.
"Kamu tidak pernah berubah Petrus, masih saja bersifat cabul." ujar Aiden sambil berdiri dan memukul kepala Arya hingga tersungkur.
"Jangan pernah menatap pacarku seperti itu lagi." ucap Aiden dengan marah, Arya bingung dengan pernyataan Aiden tersebut.
"Hara sang penerus dewa penyembuh adalah pacar dari kakak pertama." ujar Eror memberitahu ketika Arya menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan.
Ok...., skip.
"Baiklah babak pemilihan rekan tim sudah berakhir, sekarang tim sementara kalian resmi menjadi tim permanen, dengan kata lain kalian tidak bisa mengubah rekan tim kalian lagi." ujar Taken mengakhiri sesi pemilihan rekan setelah satu jam lebih tidak ada penantang baru yang ingin mengganti rekan mereka.
"Selanjutnya babak kedua, menentukan peringkat tim...." Taken mulai membuka pembicaraan menuju babak kedua, yaitu babak penentuan peringkat tim.
__ADS_1