
Dua hari berlalu dalam sekejap, setiap divisi akhirnya melakukan seleksi untuk menetapkan 10 orang yang dipilih sebagai perwakilan mereka dalam skuad pemburu iblis yang baru.
Aula latihan utama kesatria.
Para kesatria perwakilan setiap kota yang berjumlah 2000 orang itu masuk ke dalam aula latihan untuk mengikuti seleksi, Anyi sebagai pemandu para kesatria kota cadas membawa 50 kesatria perwakilan kota cadas untuk mengkonfirmasi identitas sekaligus mengambil nomor ujian.
Ok..., skip.
Tiga orang tetua datang dan naik mimbar para tetua sambil ditatap ratusan pasang mata para kesatria muda, ketua samping kiri bernama tetua Gerd yang menjabat sebagai wakil ketua divisi kesatria ibukota, samping kanan bernama tetua Dominik sebagai ketua divisi kesatria ibukota, dan tetua ditengah bernama tetua Arfera salah satu petinggi divisi kesatria.
Dominik dan Gerd langsung duduk di kursi para tetua, sementara Arfera maju sedikit memandang seluruh kesatria muda di aula latihan utama kesatria.
"Hm..., perkenalkan namaku Arfera Legewu seorang kesatria ranah puncak dengan 4400 poin mana, aku akan mengawasi seleksi kesatria yang akan kalian ikuti." ucap Arfera dengan datar, namun bangga sambil melihat semua sudut ruangan tanpa terkecuali.
Para kesatria muda di aula latihan itu langsung berbisik-bisik menanggapi kedatangan salah satu petinggi divisi kesatria untuk mengawasi jalannya seleksi.
"Kabar baiknya, tahun ini aliansi kebangkitan secara resmi menambah skuad pemburu iblis baru, dari awalnya 10 skuad baru setiap lima tahun, berubah menjadi 25 skuad baru setiap 2 tahun." ucap Arfera dengan datar memberi pengumuman.
Arfera selain bertugas mengawasi jalannya seleksi, dia juga bertugas memberitahu aturan baru aliansi kepada seluruh kesatria muda yang secara resmi adalah pemburu iblis cadangan, dimana menurut aturan baru 25 orang diantara mereka nantinya akan menjadi pemburu iblis inti yang tergabung dalam skuad pemburu iblis bentukan aliansi kebangkitan.
"Haaaaa?" semua peserta kaget dan bersemangat disaat yang sama.
Setiap divisi juga mengumumkan hal yang sama dan juga langsung disampaikan oleh salah satu petinggi divisi mereka, hingga akhirnya berita itu sontak menjadi berita yang paling banyak disorot dan membuat semua orang langsung bersemangat.
Aula latihan kesatria.
"Baiklah, sekarang seleksi resmi dimulai." teriak Arfera dengan lantang setelah puas menyampaikan pidato sambutan.
Sebenarnya masih banyak yang ingin ketua Arfera sampaikan, namun karena para kesatria muda tidak memperdulikan pidatonya lagi dan sibuk dengan diri mereka sendiri membuat Arfera menyelesaikan pidatonya tersebut lebih cepat.
"Pertandingan pertama antara kesatria no 3 melawan kesatria no 200." ujar wasit setelah melihat angka atau nomor antrian yang terpampang jelas di papan pemberitahuan.
Dua kesatria itu bertemu di arena dan langsung saling serang setelah wasit memulai pertandingan, hasilnya no 200 keluar sebagai pemenang.
"Pertandingan selanjutnya kesatria no 53 melawan kesatria no 96." teriak wasit pertandingan mengumumkan pertandingan selanjutnya.
"Akhirnya aku dipanggil setelah sekian lama menunggu." Aiden bersemangat, karena akhirnya dia bertanding juga setelah 17 pertandingan dilalui.
Aiden langsung melompat ke arena dan melempar pedangnya hingga menembus lantai, Aiden menggunakan pedang biasa bukan pedang no 3 atau pedang kutukan pemberian Arya.
"Perkenalkan namaku Aiden, aku akan menjadi pemburu iblis yang terkuat." ucap Aiden bersemangat.
Setelah bertemu dengan dua saudara sumpahnya (Eror dan Arya) Aiden kembali bersemangat menjalani hidup, Aiden juga lebih berhasrat mengakhiri dominasi ras iblis di dunia manusia karena sudah menjadi tugasnya.
"Apakah dia Aiden?" tanya Long heran dengan tingkah Aiden yang tidak biasanya, dimana kini Aiden lebih bersemangat dan berenergi dari sebelum-sebelumnya.
__ADS_1
"Apakah dia salah minum obat?" tanya Anyi yang juga menyadari perubahan sifat Aiden.
Di arena muncul sesosok tinggi besar dan kekar sambil membawa gada di bahunya, pria itu memukul lantai dengan gadanya hingga tejadi gempa lokal akibat pukulan tersebut.
"Bocah! saranku kamu harus menyerah diawal, jika tidak aku tidak menjamin beberapa tulangmu tetap baik-baik saja." ucapnya dengan percaya diri setelah membenturkan gada nya di lantai.
Aiden hampir jatuh akibat hempasan angin yang tercipta dari benturan gada terakhir dengan lantai yang dilakukan pria kekar tersebut, namun Aiden malah semakin bersemangat.
"Haha, kamu begitu yakin paman?" Aiden tertawa mengejek.
Pria kekar itu diam sambil melirik wasit pertandingan.
"Mulai!" teriak wasit memulai.
Dalam sekejap pria kekar itu menghilang dan muncul di belakang Aiden sambil mengayunkan gada.
Bum! Pukulan keras gada itu menghancurkan lantai dan membuat aula bergetar, pria itu langsung mengayunkan gada nya ke samping kanan.
Bang! Aiden langsung terhempas akibat menangkis gada itu setelah berusaha menyerang dari arah samping kanan.
"Trik lama tidak mempan kepadaku, bocah!" ucap pria kekar itu sambil mengayunkan gada ke depan dada Aiden.
Bush! Gelombang kejut yang berasal dari gada itu langsung menghantam Aiden, beruntung Aiden dapat menahan nya dan juga menghindari gelombang kejut susulan.
Bum! Pria itu kembali memukul lantai setelah Aiden berhasil menghindar gelombang kejutnya disaat-saat terakhir, lalu membiarkan semua tebasan energi Aiden mengenainya.
Aiden terkejut tebasan energinya seperti menghantam besi yang kokoh dan kuat padahal Aiden sudah mampu menggabungkan mana dengan energi gaib (manipulasi murni).
Bang!
Bang!
Bang!
Pria itu menyerang kembali dengan brutal dan ganas, Aiden menanggapinya dengan teknik berpedangnya.
"Aku mengerti..., ternyata kulitnya sudah sekeras baja akibat latihan olah tubuh yang dia lakukan." Aiden mengerti kenapa tebasan energinya tidak dapat melukai pria kekar itu.
"Tapi itu bukan apa-apa." Aiden langsung menyerang balik.
Pria kekar itu juga menyerang balik dengan gada nya, pertarungan mereka begitu dahsyat dan penuh dengan kontak fisik.
Crash! Aiden berhasil menebas punggung pria kekar itu hingga terluka parah setelah berulang-ulang menebasnya.
"Sesuatu yang kokoh dan kuat tidak akan bertahan jika terus diserang." ujar Aiden dengan semangat dan melancarkan tebasan dileher lawannya.
__ADS_1
"Teknik pedang sunyi: langkah kesunyian." Aiden menggunakan teknik pedang sunyi kembali.
Pria kekar itu melepas gada nya dan menangkis semua tebasan Aiden yang menyerangnya dari berbagai arah.
Bang! Aiden menendang dada pria itu dan melancarkan tebasan energi membentuk silang.
"Argh...," pria kekar itu terhempas dan terluka parah akibat tebasan Aiden.
Pria itu tidak menyerah dengan melancarkan serangan pamungkasnya yang berupa harimau energi yaitu serangan sihir kelas atas.
Bush! Aiden menahan harimau energi itu dengan posisi pedang di depan dadanya hingga harimau energi itu menghilang dengan sendirinya.
"Ternyata itu manipulasi murni? benar-benar kekuatan yang cukup mengerikan." gumam Arfera melihat Aiden.
"Namun sayang manipulasi murni tidak mampu mengosongkan energi kinetik, tapi itu sudah lebih dari cukup." komentar Arfera ketika melihat Aiden dipaksa mundur beberapa meter akibat menahan harimau energi lawannya tersebut.
"Hush..., hush...," Aiden kelelahan dan bahkan menumpahkan seteguk darah.
Aiden beberapa kali menangkis serangan gada pria kekar tersebut, meskipun gada itu tidak dapat melukainya karena tangan dan pedangnya dilapisi manipulasi murni, tapi tetap saja energi kinetik dari benturan gada dan pedangnya mampu membuat Aiden terluka dalam.
"Pemenangnya peserta no 53." wasit mengumumkan hasil pertandingan setelah melihat pria kekar itu tidak dapat melanjutkan pertandingan kembali karena kehabisan stamina dan sangat kelelahan.
"Aku masih sanggup...," ucap pria itu mengayunkan gadanya kedepan menyerang Aiden.
Gelombang energi dari ayunan itu sangat kuat dan mengerikan karena dilapisi mana, namun sayang Aiden sudah ada dibelakang pria kekar dan besar tersebut.
"Kamu kalah!" ucap Aiden dingin sambil menusuk leher pria tersebut hingga terluka dan mengeluarkan darah.
Pria itu ingin menyerang balik namun staminanya sudah habis, hal itu membuatnya sulit bergerak bahkan hanya berbalik badan pun sulit dia lakukan, meskipun energi mana miliknya masih banyak.
"Aku... menyerah." pria itu mengaku kalah sambil mengeluarkan aura energi mananya hingga Aiden harus melakukan hal yang sama untuk bertahan agar tidak terhempas.
"Kekuatan fisikmu memang besar dan sangat luar biasa, namun hanya mengandalkan kekuatan fisik akan membuatmu cepat kelelahan, seharusnya kamu memanfaatkan energi mana untuk mengimbangi kecepatan lawan bukan hanya mengandalkan kecepatan fisik saja.
"Aku mengerti anak muda, terimakasih sarannya." pria kekar itu berterimakasih dengan tulus dan segera pergi meninggalkan arena pertarungan.
"Selamat Aiden, kamu benar-benar membuatku terkejut." ujar Long memberi selamat kepada Aiden saat sampai diruang tunggu.
"Seandainya aku yang melawan pria besar itu, mungkin saja aku berakhir di rumah sakit." tambah Long merendah.
"Long, kamu benar, dia terlalu kuat untuk orang lemah sepertimu." balas Aiden dengan senang hati.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Anyi dengan penuh perhatian.
"Aku baik kak Anyi, terimakasih karena mengkhawatirkan ku." balas Aiden dengan senyum menggoda.
__ADS_1
Aiden seketika merasa bahwa manipulasi murni miliknya memasuki tingkat dua yaitu pemadatan. "Bagus akhirnya manipulasi murniku sudah tingkat dua, yaitu pemadatan." batin Aiden senang.