
Aiden dan Hara jalan-jalan sambil menikmati senja di sebuah pantai berpasir putih setelah menjenguk Long di rumah sakit, lebih tepatnya Long mengusir mereka karena tidak tahan dengan kedekatan dua orang tersebut.
"Kuharap kita bisa seperti ini nantinya disela-sela misi pemburu iblis." ujar Hara berharap sambil memandang senja di kejauhan.
"Tentu." jawab Aiden dengan cepat sambil mengelus-elus tangan Hara dengan lembut, mereka berdua akhirnya duduk sambil melihat senja yang akan tenggelam.
"Aiden apakah kamu tahu tentang tubuh spesial?" tanya Hara setelah hening beberapa saat.
"Maaf aku tidak mengerti apa itu tubuh spesial" Aiden menggeleng tidak tahu apa itu tubuh spesial,
"Sayang bisakah kamu memberitahuku?" pinta Aiden penasaran sambil melempar senyum kepada Hara.
"Tubuh spesial adalah tubuh yang diberkati oleh kekuatan ilahi, dimana setiap tubuh spesial memiliki keistimewaan tertentu yang sangat berguna bagi orang yang beruntung memiliki tubuh spesial tersebut, dikatakan orang yang memiliki tubuh spesial akan dapat dengan mudah mencapai ranah keberadaan dewa diusia muda." ujar Hara menjelaskan tentang tubuh spesial dan keistimewaan yang akan di dapat oleh pemiliknya .
"Contohnya tubuh tulang tertinggi yang memberi pemiliknya kekuatan tulang yang sangat keras sekeras baja, lalu ada tubuh naga yang memberi pemiliknya kekuatan fisik yang sekuat naga, tubuh mana yang memberi pemiliknya untuk mendiskon penggunaan mana sebesar 90%, dan masih banyak lagi tubuh spesial lainnya di dunia ini." ujar Hara memberitahu Aiden tentang beberapa contoh tubuh spesial.
Aiden kagum mendengar keistimewaan tubuh spesial tersebut, dia bahkan berharap memiliki tubuh spesial.
"Kamu tahu sayang? tubuh spesial adalah syarat terpenting untuk mendapatkan pengakuan senjata dewa." ujar Hara dengan nada berat bercampur tertekan, Aiden yang terkagum menyadari hal itu.
"Ada apa sayang? katakan saja jangan disembunyikan." ucap Aiden cepat tanggap dan pengertian.
"Apakah kamu memiliki tubuh spesial dan juga salah satu pewaris senjata dewa?" tanya Aiden menebak karena Hara yang bungkam dan tidak mau menceritakan masalahnya.
Hara pada akhirnya menceritakan bahwa divisi penyembuh memiliki senjata dewa yang bernama gelang cahaya keabadian, senjata ini adalah milik Aljaga seorang penyembuh 8 ribu tahun lalu yang menyandang gelar dewa penyembuh.
Diceritakan Aljaga memiliki skil penyembuh tingkat tinggi sampai-sampai Aljaga mampu meregenerasi tubuh yang sudah hancur tak bersisa sekalipun tanpa menemui kendala yang berarti. Selain skil penyembuh tingkat tinggi Aljaga juga memiliki sebuah senjata yang luar biasa dalam pertahanan yang sangat berguna bagi para penyembuh
Aljaga yang sangat terampil dalam penyembuhan dan memiliki senjata yang begitu kuat akhirnya menyandang gelar dewa penyembuh pada usia 69 tahun, gelar itu tanpa sengaja tersemat dalam diri Aljaga atas kontribusinya dalam kemajuan aliansi kebangkitan.
Dihari kematian Aljaga karena umurnya yang sudah habis, senjata miliknya mewarisi kekuatan penyembuh milik Aljaga dan menjelma menjadi senjata dewa dengan tiga kekuatan yaitu penyembuh, barier, dan empat belati dan diberi nama gelang cahaya keabadian, karena bentuknya memang sebuah gelang.
__ADS_1
"Enam ribu tahun lalu seseorang dari divisi penyembuh dan obat yang memiliki tubuh spesial yaitu tubuh abadi diakui oleh gelang cahaya abadi dan menjadi penerus dewa penyembuh Aljaga, namun dia tidak bisa mencapai ranah keberadaan dewa hingga akhir hayatnya." ujar Hara sambil mengurung Aiden dengan barier dari gelang cahaya keabadian.
"Enam ribu tahun kemudian, seseorang yang memiliki tubuh mana terlahir dan diakui senjata dewa gelang keabadian sebagai penerus dewa penyembuh di hari upacara pengakuan yang diadakan satu tahun lalu."
"Orang itu adalah aku, aku adalah penerus dewa penyembuh yang baru dan menjadi salah satu generasi yang diharapkan aliansi." ucap Hara dengan senang dan sedih disaat yang sama sambil menarik kembali gelang cahaya abadi.
Gelang cahaya abadi yang menjadi empat dan mengelilingi Aiden segera menyatu dan kembali ke pergelangan tangan Hara dan terlihat seperti aksesoris biasa saat di pergelangan tangan Hara.
"Iya, sayang aku adalah salah satu dari tujuh penerus dewa yang baru." ucap Hara dengan berat hati.
"Lalu apa, bukankah itu bagus?" tanya Aiden dengan heran kepada Hara yang terlihat tidak bahagia dan tertekan.
"Sayang, inti dari ini adalah aku tidak bisa menjadi satu skuad denganmu." ujar Hara kemudian.
Aiden tercengang mendengarnya, dia tidak pernah mengira Hara tidak mau satu skuad dengannya. "Aku tahu aku lemah, tapi tidak seharusnya kamu menceritakan keunggulanmu hanya karena tidak ingin satu skuad denganku." ujar Aiden dengan kecewa.
"Sayang kamu salah paham, aku mengatakan kita tidak akan satu skuad karena para ketua ingin agar kami para penerus menjadi satu tim untuk dilatih secara pribadi dan dalam pengawasan langsung para petinggi untuk menekan resiko kematian ketika menjalankan misi." jelas Hara dengan sabar.
"Begitukah? Maafkan aku karena salah paham kepadamu, sayangku." Aiden langsung meminta maaf.
Hara senang Aiden mengerti kesulitan yang dia pikul sebagai penerus dewa penyembuh dan tidak salah paham lagi, mereka berdua kembali menikmati waktu romantis mereka sambil ditemani ribuan bintang diatas langit serta diiringi beberapa candaan.
Tiga tahun kemudian setelah seleksi pemburu iblis dan waktu latihan panjang yang mereka dapatkan sebelum menuju ibukota untuk mengikuti seleksi pemburu iblis inti dan tergabung dalam skuad baru.
Ibukota Aliansi Kebangkitan.
Semua peserta perwakilan dari 40 kota aliansi berkumpul di ibukota aliansi untuk mengikuti seleksi pemburu iblis inti dan tergabung dalam 10 skuad pemburu iblis yang baru dibentuk Aliansi.
Ibukota aliansi berada ditengah-tengah wilayah aliansi kebangkitan, kota ini terlihat begitu maju dan modern dengan pemandangan kota yang dipenuhi berbagai gedung tinggi dan pencakar langit.
"Sejak era modern berakhir dan diganti era sihir kehidupan manusia sangat tergantung dengan kebutuhan akan energi mana dalam kehidupan sehari-hari hingga membuat mereka menjadi manusia yang manja karena terlalu bergantung dengan sihir." ujar kusir kuda mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
Aiden, Hara, dan Long dibuat terkagum-kagum dengan suasana ibukota yang begitu ramai dengan masyarakatnya yang berlalu lalang dengan menggunakan energi mana, mereka bertiga dibuat terkejut ketika mendengar suara berisik diatas.
"Wow." mereka bertiga dibuat takjub karena melihat sebuah kapal penyu yang melintas diatas mereka.
"Kenapa masih menggunakan binatang untuk menarik kereta, bukankah menggunakan sihir lebih baik." tanya Aiden dengan santai.
Kereta yang mereka tumpangi adalah sebuah kereta kuda yang ditarik kuda sihir yang merupakan binatang ajaib, sementara benda seperti penyu di langit adalah kapal sihir berbentuk penyu yang membutuhkan banyak energi sihir untuk menopangnya.
"Haha, alasan pertama karena tidak semua orang memiliki ranah yang tinggi sementara sihir menggerakkan benda butuh banyak mana, lagipula kalau ranahku tinggi aku tidak akan menjadi bapak-bapak yang menarik kereta untuk menafkahi keluarga, aku mungkin akan menjadi prajurit." jelas kusir kuda itu dengan santai menghembuskan asap rokok.
"Alasan kedua, batu sihir adalah batu yang menyimpan banyak energi mana, tidak cocok hanya digunakan untuk menarik kereta bukan?" ujar kusir kembali menjelaskan alasan kedua.
"Alasan ketiga, tidak semua hal yang mudah itu menyenangkan dan baik bagi manusia." tukasnya sambil menghembuskan asap rokok dengan sok keren.
"Maksud alasan ketiga apa ya pak kusir?" Long yang tadi diam menyimak sedikit tertarik dengan alasan ketiga.
Kusir itu menghirup rokok hingga habis, lalu membuang puntungnya ke luar kereta, dan menghembuskan asap rokok kembali. "Coba kamu bayangkan bahwa dunia ini semuanya serba mudah dan tidak perlu tenaga manusia atau binatang?" tanya kusir itu balik.
"Dalam bayanganku itu hal yang baik, setidaknya kita tidak perlu bersusah payah untuk mengerjakan berbagai hal." jawab Long santai dan apa adanya.
"Haha, Long jika dunia ini serba mudah, maka lapangan pekerjaan akan semakin berkurang dan itu akan menyebabkan banyak pengangguran." jawab Aiden sebelum kusir itu menanggapi.
"Itu benar, kemudahan dalam berbagai hal mungkin lebih efektif, tapi disisi lain kemudahan itu akan menghapus beberapa pekerjaan, contohnya pekerjaan mengangkut sampah yang sudah tidak ada lagi karena orang lebih suka membakar sampahnya dengan sihir api yang merupakan salah dari lima sihir elemen dasar." tanggap kusir itu menambah jawaban Aiden.
Mendengar ucapan sang kusir Aiden seketika merasa sedih, Aiden teringat kehidupan di reinkarnasi sebelumnya, dimana robot menggantikan manusia dan menyebabkan beberapa pekerjaan hilang karena sudah digantikan oleh robot yang tidak pernah lelah dalam bekerja.
Karena robot jugalah yang menyebabkan ayah, ibu, dan dua adiknya meninggal karena kelaparan, hal itu terjadi akibat dari sumber penghasilan sang ayah yang hilang digantikan oleh robot, beruntung Aiden saat itu masih selamat karena diadopsi oleh gurunya yang kemudian mengajarinya berbagai hal tentang bela diri dan tenaga dalam.
"Oh, begitu rupanya, wawasanku bertambah." respon Long mengangguk mengerti walaupun sebenarnya Long tidak mengerti sama sekali.
Mereka terus mengobrol dan menggali informasi kepada kusir untuk mengenal lebih dalam tentang ibukota aliansi kebangkitan hingga akhirnya mereka sampai di aula divisi kesatria yang berada dekat dengan 6 aula divisi lainnya.
__ADS_1