
Aiden menangkis sebuah anak panah yang tiba-tiba muncul menyerangnya tepat dileher secara reflek, Arya yang sedikit kaget langsung melancarkan sebuah panah balasan kearah datangnya panah penyerang.
"Siapa disana?" tanya Arya sambil menarik busur.
Tarikan busur Arya segera dibarengi oleh anak panah yang terbuat dari energi mana dan berwarna merah keemasan. Tidak ada jawaban dari pihak musuh, namun sebuah anak panah yang menyasar ke Arya sudah menjadi jawaban dari musuh tersebut.
Slush!
Slush!
Ting!
Ting!
Arya dan musuh beradu panah dan saling kejar-kejaran, dimana Arya berusaha keluar dari hutan dan musuh berusaha membunuh Arya dan Aiden yang berlari menjauhinya.
"Ah!" teriak musuh tertebas.
Aiden ternyata memanfaatkan situasi persaingan yang ketat antara Arya dan musuh untuk menyelinap dan menyerang musuh secara tiba-tiba.
Slash!
Aiden langsung membunuh iblis belalang tersebut, lalu segera berlari kembali menuju Utara hutan untuk menyelesaikan ujian kesatria babak kedua tersebut, Arya mengekor dibelakangnya.
Sementara disisi lain.
Hara berhasil menyelamatkan nyawa Long yang hampir hilang akibat terluka parah yang dia dapatkan dari iblis serigala langkah tujuh.
"Iblis berusaha meniru bentuk tubuh fisik manusia untuk menipu kita, terutama langkah 7 keatas, aku heran kamu bisa seceroboh itu?" tanya Hara heran setelah mendengar kisah dan penyebab Long hampir mati oleh segerombolan iblis serigala, yang bukan klan iblis terkuat.
"Maaf, aku terlalu ceroboh." balas Long sambil meringis kesakitan memegangi perutnya yang ditusuk oleh iblis serigala betina yang masih sakit walau sudah sembuh total tanpa bekas.
"Hadeh, apakah kamu bisa bergerak?" tanya Hara kemudian sambil mengamati situasi diluar semak-semak tempat mereka bersembunyi.
"Hara kita seperti habis melakukan hal mesum, jika kamu seperti itu." ucap Long dengan pipi memerah, karena Hara seperti seorang gadis yang takut diciduk warga.
"Jangan pikir yang aneh-aneh atau kamu akan kehilangan masa depan." balas Hara dengan malu sambil memainkan belati kecilnya yang terlihat sangat tajam.
"Jadi, apakah kamu masih bisa bergerak pak pengawas?" tanya Hara kemudian dengan nada mengejek.
"Aku baik-baik saja berkat dirimu, terimakasih karena sudah khawatir." balas Long sambil tersenyum kecil.
"Kalau begitu ayo kita pergi dari sini." ajak Hara sambil berdiri dan siap berlari menuju garis akhir.
"Hara kamu pergi saja, tinggalkan aku disini." ujar Long mengagetkan Hara.
"Kenapa?"
Long melancarkan tebasan energi ke sebuah pohon disisi barat tempat mereka bersembunyi sebagai jawaban pertanyaan Hara tersebut, lalu seseorang keluar dari balik pohon tersebut dan melancarkan serangan balik.
"Mereka...," Hara menggunakan barrier dari senjata dewa untuk melindunginya beserta Long yang masih belum stabil akibat luka yang dia terima dari iblis serigala.
__ADS_1
Tujuh orang keluar menyusul, dilihat dari pakaian yang mereka kenakan seperti pakaian rakyat biasa, namun aura mereka seperti aura pembunuh yang kejam dan berdarah dingin.
"Siapa kalian?" tanya Hara dengan waspada terhadap pergerakan delapan orang misterius tersebut.
"Kamu tidak perlu tahu, kalian berdua harus mati disini." jawab salah satu dari mereka sambil mengeluarkan belati.
Pemimpin mereka yang memakai belati bernama Vangaaal itu berlari sambil melempar belatinya, sementara tujuh orang sisanya menghilang dalam rimbunnya hutan.
Ting!
Hara membelah gelang cahaya abadi menjadi empat belati dan memakai salah satunya untuk menangkis serangan Vangaaal, tiga belati lainnya menangkis serangan diam-diam tujuh pembunuh dengan sendirinya.
Hara tertebas di bagian punggung oleh salah satu pembunuh, Vangaaal berlari melewati Hara dan melancarkan tusukan ke Long. Hara dikepung lima pembunuh, sementara Long dikepung tiga pembunuh.
Hara yang terus diserang tidak tinggal diam dengan menusuk salah satu pembunuh walaupun tidak berhasil, namun dengan cepat Hara menebas salah satu pembunuh yang menyerangnya dari belakang.
Sling!
Hara melancarkan serangan energi berukuran besar dan pembunuh itu menciptakan perisai untuk menahannya.
Ting!
Ting!
Ting!
Hara menyerang dengan membabi buta, namun lima pembunuh berhasil menahan semua serangannya dengan begitu santai dan terkesan tidak serius.
"Mereka tidak serius?" batin Hara heran, namun dia langsung menoleh melihat Long yang berhadapan dengan Vangaaal beserta dua pembunuh lainnya.
Tiga orang pembunuh itu begitu serius menghadapi Long walaupun Long sudah kelelahan akibat pertarungan melawan segerombolan iblis serigala, Hara langsung mengintervensi pertarungan Long tersebut.
"Siapa kalian, kenapa kalian mengincar Long?" tanya Hara sambil menciptakan barier pelindung untuk melindungi Long dan dirinya sendiri.
"Sebagai pewaris dewa penyembuh, kamu cukup mahir menggunakan gelang cahaya abadi." bukan menjawab Vangaaal malah memuji Hara.
"Pergilah bocah! atau kami juga akan membunuhmu disini." ucap Vangaaal kemudian dengan dingin, aura pembunuh Vangaaal terasa mengerikan dan membuat tulang-tulang Hara dan Long merasa disayat.
"Ugh..., Hosh, hosh...., Hara pergilah, mereka bukan lawan kita." ucap Long sambil menahan sakit akibat tekanan aura pembunuh Vangaaal, Hara juga merasakan hal yang sama.
"Tapi...," Hara ingin protes, namun Vangaaal berhasil menghancurkan barier gelang cahaya abadi dengan sekali lemparan belati.
"Meskipun senjata dewa penyembuh disebut sebagai barier terkuat sekaligus senjata penyembuh terbaik, itu tidak cukup untuk menghentikanku selama penggunanya masih anak-anak sepertimu." ujar Vangaaal dengan sinis dan melambaikan tangannya, tujuh orang itu menyerang secara serentak.
Hara kembali menciptakan barier, namun kini barier itu mampu mementalkan tujuh pembunuh yang menyerang, namun lemparan belati Vangaaal menancap di bahu Hara.
"Hara!" Long khawatir, Hara memberitahu kepada Long bahwa dia baik-baik saja dengan kode tangan.
"Aku sengaja tidak menyerang bagian vital, karena kamu bukan target kami." ujar Vangaaal dengan dingin sambil mendekat.
Setiap langkah Vangaaal mengandung kekuatan mana yang kuat, tujuh pembunuh yang terpental dan terkena serangan balik kembali berdiri dan memandang Hara dengan tatapan kebencian.
__ADS_1
"Bos, kenapa kita tidak bunuh saja wanita bodoh ini." protes salah satu pembunuh sambil menahan sakit di dadanya akibat benturan dengan barier gelang cahaya abadi.
"Iya, bos kita bunuh saja wanita jhalang itu." tanggap yang lainnya.
Lima pembunuh sisanya sudah siap menyerang Hara kapan saja selama Vangaaal mengizinkan mereka membunuh Hara, itu terlihat dari belati dan pedang mereka sudah terhunus siap meminum darah Hara dan Long.
"Diam!" teriak Vangaaal geram.
"Tugas kita membunuh bocah kurang ajar itu, tidak lebih dari itu." ujar Vangaaal kemudian sambil menunjuk Long.
Disisi lain Hara yang berdebat dengan Long sambil memulihkan luka-luka mereka yang ditimbulkan para pembunuh dengan gelang cahaya abadi, kini terlihat sehat kembali tanpa luka sedikitpun.
"Gelang cahaya abadi memang senjata dewa, luka-luka mereka langsung sembuh dengan sekali pengobatan saja." batin Vangaaal melihat kemampuan gelang cahaya abadi.
Perdebatan Hara dan Long sedikit demi sedikit mereda dan tidak tegang lagi, Vangaaal tidak berencana menyerang saat ini, karena dia masih tidak ingin melukai Hara.
"Hara pergilah dan cari bantuan, selama kamu mendapatkan bantuan, mereka tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi setelahnya." ujar Long meminta agar Hara pergi mencari bantuan.
"Jangan keras kepala di situasi semacam ini, Hara." ucap Long tegas sebelum Hara melontarkan protes.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik dan tunggu kami datang membantumu." Hara akhirnya mengalah, karena dia juga merasa itu jalan yang terbaik.
Slash! Sebelum pergi Hara melancarkan serangan energi berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, energi itu memakai setengah mana yang dia miliki.
"Serangan yang hebat, hehe." puji Vangaaal dengan sedikit berkeringat dingin.
"Perisai energi!" ketujuh pembunuh lainnya segera menciptakan perisai energi gabungan untuk menahan serangan tersebut, ketika menyadari ketua mereka mati langkah.
Booom!
Terjadi ledakan yang dahsyat setelah tebasan energi Hara dan perisai gabungan para pembunuh berbenturan.
"Pemilik tubuh mana memang mengerikan, uhug." ujar Vangaaal dengan terbatuk darah sambil memegang dadanya.
Kalau bukan karena Hara memiliki tubuh mana serangan energi itu tidak sebesar dan sekuat yang dia lancarkan tersebut, sekalipun Hara menggunakan seluruh mana yang dia punya tetap saja tidak dapat sebesar dan sekuat yang dia lancarkan tadi jika tanpa bantuan tubuh mana.
"Kamu mau lari kemana?" Vangaaal sudah berada di hadapan Long yang berniat kabur bersama Hara.
Hara kaget dan menyerang balik dengan tusukan ke jantung, sementara Long menebas, namun serangan dua orang itu tidak berarti karena ditahan oleh Vangaaal.
Buk!
Vangaaal menendang Long hingga terhempas, lalu memukul Hara hingga tersungkur dalam dua kali gerakan.
"Aku akan membunuh kalian berdua kali ini." ujar Vangaaal sambil melancarkan tusukan ke leher Hara, beruntung Long menarik Hara mundur dan hasilnya Vangaaal menusuk tanah saja.
"Pergilah, Hara!" teriak Long mendorong Hara agar pergi menjauh.
Long menangkis tebasan Vangaaal dan melancarkan serangan balik, sementara Hara tidak punya pilihan selain pergi ketika melihat tujuh pembunuh sudah mengepung mereka.
"Jangan dikejar! fokus saja untuk menyelesaikan misi." Vangaaal melarang anak buahnya mengejar Hara yang kabur dan fokus membunuh Long.
__ADS_1
"Tunggu aku Long." batin Hara sambil mengusap air mata dengan pergelangan tangannya.
Hara tidak pernah menyangka serangan terbaiknya tidak mampu menumbangkan para pembunuh, dan Long yang memiliki kesempatan untuk kabur bersamanya kini harus terhenti untuk menahan para pembunuh.