
Aiden dan Long berniat menerima misi untuk membunuh serigala api di lembah Utara, saat Long sedang mengambil misi ternyata ada orang yang merampas token misi dari tangannya.
"Senior, kami lebih dulu mengambil misi itu." protes Long dengan nada tinggi.
Long yang sudah mendapatkan token misi membunuh serigala api di lembah Utara, token misi itu malah dirampas oleh seorang pria berumur 30 tahunan dari tangannya mana mungkin Long tidak marah.
"Bocah, misi ini tidaklah mudah untuk pemula seperti kalian." balas pria yang bernama Udin itu dengan nada meremehkan.
"Aku tidak peduli, tolong kembalikan Token misi itu." balas Long mencoba merebut Token misi memburu serigala api di lembah Utara dari Udin.
Udin tidak akan membiarkannya begitu saja dan melindungi token misi itu agar tidak direbut. "Bocah, jangan membuatku marah."
Long tidak peduli dengan peringatan Udin dan terus mencoba mengambil token misi.
Wuss!
wuss!
wuss!
Long terus mencoba merebut, namun Udin melindunginya dengan sepenuh hati.
Bang!
Long menyerang Udin dengan tendangan yang menyasar dada, namun ditahan oleh lengan tangan.
Bang!
Bang!
"Hentikan!" Pertikaian mereka berdua segera dihentikan oleh kepala menara misi dengan cara menahan tendangan Udin dan tinju Long.
"Jangan ikut campur, pak tua!" teriak Long protes dan menyerang Udin dan mengabaikan kepala menara misi.
Kepala menara misi itu segera menekan Long ketanah dengan beberapa gerakan sederhana.
"Lepaskan, sialan!" teriak Long.
"Aku akan menghukummu sesuai aturan menara misi karena kamu menggangu jalannya menara misi." ucap kepala menara misi dingin.
Sesuai aturan menara misi bahwa siapapun yang bertarung di area menara misi, maka orang itu akan dihukum dengan cara mematahkan salah satu lengannya, karena Long sudah melanggar maka kepala menara misi akan mematahkan lengan Long sesuai aturan yang berlaku.
Bush!
"Ini..," kepala menara misi tertegun, karena serangannya dihentikan oleh seseorang.
"Haha, master Leng jangan terlalu impulsif." ucap ketua Eki tertawa dan mendekati kepala menara misi dan Long.
"Master Eki, apa maksudmu?" tanya master Leng tidak senang, Ketua Eki menggunakan kekuatannya untuk melepaskan Long dari cengkraman master Leng.
"Dia adalah murid jenius dari divisi kami, jadi mohon maafkan kesalahannya kali ini demi divisi kesatria kami." ketua Eki meminta maaf dengan tulus.
"Ketua...," Long langsung terdiam ketika ketua Eki menatapnya dengan tatapan tajam, master Leng yang masih marah dengan sikap ketua Eki berpikir beberapa saat.
"Baiklah, kali ini kumaafkan demi dirimu ketua Eki." ucap Leng memaafkan. Leng tentu akan memaafkan kesalahan Long mengingat ketua Eki yang secara pribadi meminta maaf atas nama Long, apalagi Long disebut murid jenius dari master Eki.
"Terima kasih atas kemurahan hatimu, master Leng." ucap ketua Eki berterima kasih.
Long tidak puas dengan hasil akhir seperti ini karena dia merasa misi itu miliknya, ketua Eki segera memberi saran dengan cara Long dan Udin bertarung, dimana siapa yang menang akan mendapatkan misi tersebut.
"Aku siap, bagaimana menurutmu, pak tua?" tanya Long dengan nada menantang.
"Tidak masalah." ucap Udin menjawab tantangan Long dengan tenang.
Long tentu senang mendengar saran ketua Eki tersebut, Udin juga tidak keberatan. Kedua orang tersebut segera berdiri di halaman menara misi dan siap bertarung.
"Anak ini.., apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Aiden yang baru sampai di menara misi setelah kesal menunggu, namun baru saja mau masuk dia melihat Long menuju lapangan dan siap melawan Udin.
__ADS_1
"Hei Aiden tolong pinjamkan pedangmu." pinta Long kepada Aiden ketika melihatnya.
Aiden segera memberikan pedangnya setelah linglung beberapa saat untuk mencerna apa yang sedang terjadi.
Bum!
Bum!
Bum!
Udin yang sudah siap membenturkan palu besarnya kelantai beberapa kali dan tidak menganggap Long serius.
"Bocah! sudah...," Udin berniat memprovokasi Long dengan beberapa kata, namun siapa yang mengira Long sudah menyerang.
Bush! Tebasan angin tajam itu segera menguap akibat pukulan palu.
Classhhh!
"Ah.., sialan!" Udin tertebas serangan langsung Long, Udin segera mundur menjauhi Long.
"Mau kemana?" tanya Long.
Slash!!! Tebasan angin tajam segera melukai dada Udin hingga sedemikian rupa, bahkan lukanya lebih parah dari tebasan langsung Long sebelumnya.
"Kurang ajar.., uwek." Udin memuntahkan seteguk darah sambil memandang Long dengan kebencian.
"Kuambil ini." ucap Long setelah menangkap token misi membunuh serigala api di lembah Utara yang terlempar tinggi.
Ok..., skip.
Long duduk bersila disebuah batu besar untuk menyerap inti binatang ajaib langkah 7 yang dia beli dari Aiden dengan menukarkan pedang miliknya.
Bus, buss, busss! Terjadi ledakan energi dalam tubuh Long yang membuat daun atau batu kecil di area sekitar Long berada terhempas menjauh dari tubuh Long.
Long membuka matanya. "Haa...huuuh, akhirnya aku berada dipuncak ranah awan menengah." Mana Long saat ini berjumlah 1999 dari sebelumnya yang berjumlah 1900 setelah menyerap inti binatang ajaib langkah tujuh yang memberinya peningkatan mana sebanyak 120 mana.
Ujar Long menyesal karena inti binatang ajaib tidak bisa membantunya menerobos, oleh karena itu Long harus rugi peningkatan mana sebanyak 21 mana.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Aiden penasaran.
Aiden yang menjaga Long saat sedang menyerap kristal inti binatang ajaib juga merasakan bahwa kapasita mana Long semakin banyak setelah selesai menyerap.
"Ini sangat membantu, saat ini manaku meningkat lagi menjadi 1999 dan satu langkah lagi menerobos ranah awan akhir." jawab Long dengan senyum senang.
"Bagus, kuharap kamu menerobos keranah awan akhir sebelum seleksi pemburu iblis dimulai." ucap Aiden senang dengan peningkatan yang Long capai. Long hanya mengangguk sedikit dan berjanji bahwa dia akan menerobos sebelum seleksi pemburu iblis dimulai.
"Sistem cek status." batin Long. Tiba-tiba muncul berbagai informasi dalam kepala Long.
Nama: Long Shaoting
Umur: 18 tahun.
Poin stamina: 20 poin
Mana: 1999
Kekuatan tempur: 100
vitalitas tempur: 190
Semangat tempur: 100
kecerdasan: 10
Kecepatan: 100
Status: manusia super
__ADS_1
Keterampilan: Ahli pertarungan jarak dekat
Misi: belum ada
Long mengangguk kecil melihat informasi dalam sistem stamina. "Tingkatkan mana sebanyak 20 poin." batin Long memberi perintah.
"Baik, mulai peningkatan." ucap sistem dalam kepala Long. Seketika tubuh Long bergetar beberapa saat dan kepala Long seakan dipukul sebuah palu besar hingga membuat Long hampir pingsan.
"Ahh!!!" teriak Long sakit, lalu terjatuh meringkuk sambil memegang kepalanya.
"Long, apa yang terjadi kepadamu?" tanya Aiden cemas melihat Long yang sangat kesakitan di bagian kepalanya.
"Argh..., Sialan, sakit sekali!" rutuk Long sambil berguling kesana-kemari menahan rasa sakit di kepalanya.
Long yang merasa sakit di kepala kini dia merasa seluruh tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum dan lebih sakit dari peningkatan sebelum-sebelumnya.
"Peningkatan selesai, selamat tuan." suara sistem setelah beberapa saat meningkatkan mana Long yang menyakitkan tersebut. Long yang kesakitan itu seketika berhenti dengan tubuh yang sudah dibasahi keringat dan tatapan yang linglung.
"Long apakah kau baik-baik saja?" tanya Aiden setelah Long tidak sakit lagi dan diganti dengan tatapan linglung.
Long yang linglung seketika sadar ketika mendengar pertanyaan Aiden. "Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." jawab Long sambil berdiri dan memicit-micit kepalanya yang masih pusing.
"Yakin?" Aiden tidak percaya, Long hanya diam dan mengangguk sebagai tanda bahwa dia baik-baik saja.
Long merasakan bahwa dia semakin kuat dan semakin cepat dari sebelumnya, Long bahkan merasa dapat mengalahkan seseorang yang sudah ranah awan akhir yang masih pemula dalam ranah awan akhir.
"Sistem cek status" batin Long mengecek statusnya, seketika muncul berbagai informasi di otaknya.
Nama: Long Shaoting
Umur: 18 tahun.
Poin stamina: 0
Mana: 2019
Kekuatan tempur: 100
vitalitas tempur: 190
Semangat tempur: 100
kecerdasan: 10
Kecepatan: 100
Status: manusia super
Keterampilan: Ahli pertarungan jarak dekat
Misi: Membunuh serigala api ilusi dalam waktu 5 menit dimulai saat pertama kali bertemu.
Hadiah: 13 poin stamina.
"Baiklah, misi baru." Long sangat bersemangat karena mendapat misi baru.
Bum, bum, buuuum! Long menghempaskan area sekitar dengan energi mananya, karena terlalu bersemangat.
"Long seperti itu caramu menerobos?" tanya Aiden tidak percaya.
Aiden menyadari Long sudah menerobos ranah awan akhir bahkan lewat 19 mana akibat Long yang terlalu bersemangat dan mengeluarkan auranya.
Long tertegun mendengar pertanyaan Aiden yang konyol tersebut, namun dia segera paham dan mengerti.
"Mungkin." jawab Long singkat dengan senyum senang.
"Haha, kamu benar-benar sesuatu." Aiden tidak percaya, namun kenyataannya mengatakan bahwa dia mau tidak mau harus percaya.
__ADS_1