
Skuad pemburu iblis adalah pasukan yang dibentuk dari gabungan 7 divisi militer aliansi kebangkitan, dimana skuad ini terdiri dari tujuh orang yang berasal dari 7 divisi yang berbeda. Tugas skuad pemburu iblis adalah menyelesaikan misi yang berkaitan dengan iblis, memburu iblis di wilayah para iblis atau iblis yang menyusup ke wilayah aliansi, dan membantu militer ketika perang pecah, tugas yang paling utama para pemburu iblis adalah mendidik generasi mereka melalui berbagai rintangan dan pengalaman tempur melawan iblis yang didapat melalui misi.
Ok..., lanjut ke cerita.
Setelah acara formal Aiden dan semua peserta seleksi dari 7 divisi masuk ke dalam hutan penjara iblis untuk mendapatkan 50 slot kosong pemburu iblis divisi masing-masing.
"Aku akan menjadi salah satu dari 49 kesatria yang lulus seleksi ini, demi kamu Long." tekad Aiden setelah masuk.
Ketika Aiden masuk ke hutan dia langsung dibuat bingung karena semua orang terlihat terburu-buru dan berlari ke berbagai penjuru hutan untuk memburu iblis.
"Baik, mulai dari mana? aku butuh 10 iblis yang dibunuh." ucap Aiden pada dirinya sendiri dan tidak memperdulikan semua orang sudah lari ke berbagai arah untuk memburu iblis.
Sebenarnya Aiden dan Long termasuk peserta yang lulus tanpa seleksi, karena sudah mampu bertahan dan bahkan membunuh iblis ketika mereka disergap 13 pasukan penjaga iblis, namun karena beberapa hal kelulusan salah satu dari mereka dicabut dan Aiden disini untuk menggantikan Long yang masih kritis dan tidak memungkinkan untuk mengambil ujian seleksi.
Dua hari lalu.
"Kamu akan ikut seleksi tahun ini?" tanya Sura kepada Aiden setelah jenderal Jaka pergi untuk melapor.
"Iya aku ikut." jawab Aiden.
"Dengan lukamu ini?" tanya Sura kembali dengan prihatin.
"Begitulah, karena aku tidak ingin menunggu lima tahun lagi untuk menjadi pasukan pemburu iblis." tambah Aiden dengan santai sambil memandang keluar.
Tok, tok, tok. Setelah tiga ketukan pintu dibuka oleh master Eki yang datang menjenguk.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya master Eki setelah masuk dan melihat Aiden yang sudah siuman.
"Seperti yang master lihat, aku baik-baik saja." jawab Aiden dengan senyum ramah.
"Baguslah, haha." Master Eki senang mendengarnya.
Setelah basa-basi master Eki segera memberitahu Aiden tentang tujuannya menjenguk, yaitu selain menjenguk Aiden dan Long master Eki juga memberi kabar bahwa mereka berdua lulus seleksi dan sudah resmi menjadi pasukan pemburu iblis, serta berkesempatan menjadi salah satu dari 10 kesatria yang tergabung dalam pemburu iblis inti atau skuad pemburu iblis, bukan hanya pemburu iblis biasa (cadangan untuk skuad pemburu iblis).
"Benarkah? tanpa ikut seleksi di hutan penjara iblis?" tanya Aiden senang.
Master Eki mengangguk sedikit. "Itu benar, markas pusat puas dengan kinerja kalian, ketika mereka mendengar kalian terluka dan dirawat mereka memutuskan untuk meluluskan kalian menjadi pemburu iblis tanpa ikut seleksi." jelas master Eki dengan bangga.
"Selamat, kalian resmi menjadi pemburu iblis, aku harap kalian akan menjadi salah satu dari sepuluh kesatria kita yang menjadi anggota skuad baru." master Eki mengucapkan selamat kepada Aiden dengan senyum mengembang.
"Terimakasih master, aku yakin kelulusan kami ada hubungannya dengan master." Aiden berterimakasih.
"Haha, tidak ada yang bisa disembunyikan dari orang jenius sepertimu." respon master Eki tertawa.
__ADS_1
"Selamat atas kelulusan kalian, kuharap kalian akan menjadi skuad baru, meski begitu jadi cadangan juga tidak buruk." ujar Sura memberi selamat sambil bercanda.
"Haha, aku tidak ingin menjadi cadangan, itu sama saja aku menunggu lima tahun lagi." ucap Aiden menanggapi Sura.
Tok, tok, tok. Setelah pintu diketuk, sekretaris Long datang bersama dengan jenderal Jaka yang mengekor dari belakang.
"Salam kesatria jenderal."
"Salam kesatria jenderal."
"Salam kesatria jenderal."
Master Eki, Sura, dan Aiden langsung memberi hormat kesatria kepada jenderal Jaka dan ditanggapi dengan lambaian tangan oleh jenderal Jaka. Sekretaris Long segera berbisik kepada master Eki tentang sesuatu hal, master Eki terkejut mendengarnya.
"Ada apa? apakah ada sesuatu yang salah?" tanya Aiden dalam hati melihat keterkejutan master Eki.
"Aiden." master Eki memandang Aiden dengan tatapan tak berdaya.
"Maaf, karena suatu hal pusat tiba-tiba mengatakan hanya salah satu dari kalian yang berhak lulus tanpa seleksi, sementara yang lainnya harus ikut seleksi di hutan penjara iblis." ucap master Eki memberitahu dengan nada tak berdaya.
"Oh, begitu." respon Aiden datar dan melirik jenderal Jaka.
"Aku hanya memberi beberapa informasi tentang dirimu, mereka ingin memastikan kekuatan kegelapanmu itu sihir hitam atau sihir beratribut kegelapan saja." ucap jenderal Jaka yang dilirik itu.
"Buktikan saja dalam seleksi nanti." balas Jenderal Jaka dengan acuh dan terkesan tidak peduli.
"Apa kamu kira aku bodoh? aku tahu kalian ingin agar aku ikut seleksi untuk melihat kemampuanku, bukan ingin mengetahui teknik ini sihir hitam atau bukan." batin Aiden dalam hati.
Aiden yang sudah hidup di reinkarnasi sebelumnya langsung paham apa yang diinginkan para petinggi setelah menerima laporan dari Jenderal Jaka, karena mana mungkin orang yang berkepentingan akan membuang sesuatu yang berpotensi seperti teknik manipulasi murni ciptaannya.
"Kalau begitu, biarkan aku yang lulus, sementara Long harus ikut seleksi, mudah kan?" ucap Aiden kepada master Eki setelah baru kepikiran.
Semua orang terkejut, terutama master Eki yang selain terkejut ada butiran keringat dingin di dahinya, terlebih dia merasakan tatapan pembunuh dari jenderal Jaka yang kini menatapnya tajam.
"Ini rasanya aura penindasan seseorang yang berada di ranah keberadaan dewa?" batin master Eki.
"Aiden itu bukan keputusanmu, tapi keputusan kami." ujar master Eki tegas setelah diam berpikir keras untuk menanggapi masalah tersebut.
"Kami memutuskan bahwa Long yang mendapatkan hak istimewa itu, karena kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk ikut seleksi, sementara dirimu masih memungkinkan ikut seleksi tersebut." jelas master Eki memberitahu Aiden.
"Haha, aku tahu itu." Aiden tertawa dan semakin kuat dengan dugaannya.
"Kalau begitu, kuharap kalian bisa melihatnya dengan puas hati saat seleksi pemburu iblis besok lagi." dengus Aiden dan pergi dari ruang rawat.
__ADS_1
Semua orang melongo melihat tingkah Aiden yang pergi dari bangsal tanpa pamit sama sekali. "Bukankah dia pasien?" tanya Sura memecah keheningan.
"Kamu benar." respon master Eki yang mendapat kesadarannya kembali dan segera menyusul Aiden yang keluar dari bangsal rawat inap dengan langkah tergesa-gesa.
Flash back off!!!
Ok.., lanjut.
Aiden saat ini terus melompat kesana-kemari dari pohon ke pohon untuk mencari iblis. "Aku dengar bahwa hutan ini memenjara ratusan iblis dari klan iblis semut merah, belalang, dan mantis." ucap Aiden pada dirinya sendiri sambil berhenti untuk mengamati keadaan sekitar.
"Tapi kenapa tidak ada satupun yang terlihat?" Aiden bertanya-tanya.
Aiden segera mendarat di tanah dan mulai mencari jejak sambil jalan-jalan santai siapa tahu ada iblis lewat di depannya, tiba-tiba tanah bergetar seperti ada yang mau keluar dari tanah tersebut.
Tang! Aiden menangkis cakar iblis semut yang tiba-tiba muncul dari tanah yang bergetar tersebut.
"Sudah kuduga, mereka sembunyi dan menyergap." ucap Aiden dalam hati, Aiden segera menghindari 4 iblis lainnya yang juga menyerangnya secara diam-diam.
Bang!
Slash!
Cl3p!
Aiden menendang dua iblis dan menebas satu iblis, lalu menusuk iblis yang keempat, lalu Aiden mempererat pegangan tangannya di pedang untuk menyambut iblis yang berlari menyerangnya.
"Tebasan cahaya." ucap Aiden menebas iblis semut yang menyerangnya diawal.
Slash! Iblis itu tertebas di dadanya, dan mati setelah meraung kesakitan beberapa saat.
"Iblis rendahan mencoba melawan seorang raja?" tanya Aiden meremehkan.
Empat iblis lainnya berlari menuju Aiden dengan tangannya yang siap mencakar dan menusuk Aiden. "Jangan mimpi." ucap Aiden menebas empat iblis yang tersisa.
Aiden menebas dua iblis dalam dua gerakan, lalu menendang iblis yang lainnya, dan melancarkan serangan energi tebasan cahaya untuk menangani iblis yang tersisa. Iblis yang ditendang mencoba menyerang Aiden, namun dia berakhir ditebas oleh Aiden secara langsung.
"Tebasan cahaya!" teriak Aiden menebas iblis itu dari jarak dekat dengan diperkuat oleh teknik dasar kesatria.
"Baru lima, tinggal lima ekor lagi, tidak seperti yang kubayangkan ini begitu mudah." ucap Aiden kepada dirinya sendiri sambil melihat daftar misi setelah mengatasi lima iblis yang menyergapnya.
"Ini?" Aiden terkejut melihat bahwa dari daftar misi seleksi, ternyata semua peserta harus membunuh setidaknya dua iblis di langkah tiga atau ranah bumi akhir.
"Sialan!" rutuk Aiden kesal dan marah, dia merasa dicurangi oleh para petinggi aliansi.
__ADS_1