Reinkarnasi Empat Pejuang

Reinkarnasi Empat Pejuang
Seleksi perburuan iblis


__ADS_3

Hara melambaikan tangannya seketika tercipta lingkaran yang mengurung mereka beserta kadal itu, mereka seperti berada di ruang operasi, bedanya tidak ada alat medis atau benda apapun yang sering digunakan para dokter dan ruang yang berbentuk lingkaran itu transparan.


"Apa ini?" tanya Long takjub.


"Ruang operasi, teknik spesial yang guru Ken ajarkan kepadaku." jawab Hara sambil mendekati kadal yang sudah mati tersebut.


"Teknik ini memungkinkan kami melakukan operasi kepada pasien tanpa menyakiti dan melukai pasien." jelas Hara dengan santai memotong kadal.


Hara memotong-motong kadal itu beberapa bagian, namun tidak ada setetes darah pun yang keluar dari sayatan Hara.


"Selama di dalam ruang ini kami bisa memotong dan menyatukan kembali pasien yang kami bedah dengan mudah tanpa meninggalkan bekas." ujar Hara setelah mendapatkan inti kadal itu.


Hara dengan mudah menyatukan kembali tubuh kadal yang terpotong-potong itu, Hara sedikit bercanda dengan meletakkan kepala di kaki dan kaki di kepala, sebelum Hara menyatukan kadal itu dalam bentuk semula.


"Teknik Hara ini seperti kekuatan buah iblis Law di anime one piece, aku penasaran apakah Hara bisa menjadikanku abadi?" gumam Aiden dalam hati.


Aiden cukup kaget bahwa Hara bisa memiliki teknik yang mirip dengan kekuatan tokoh di salah satu anime yang dia tonton di kehidupan sebelumnya, namun Aiden memaklumi, karena bagaimanapun banyak orang jenius yang mampu menciptakan teknik. Baik menciptakan teknik seperti dalam mimpinya, teknik yang dia lihat, teknik yang sudah diciptakan oleh orang lain, atau teknik yang benar-benar baru (teknik yang belum ada).


Seperti Aiden yang menciptakan 11 langkah pedang sunyi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa jenius dibelahan bumi lain menciptakan teknik yang sama meskipun beda nama atau ada beberapa perbedaan kecil. Manipulasi murni bahkan terinsipirasi dari kekuatan Haki yang salah satu kekuatan utama di anime One Piece yang sering dia nonton.


"Hara, apalah kamu akan ikut seleksi perburuan iblis tahun ini?" tanya Long.


"Tentu, orang bodoh mana yang akan menunggu lima tahun jika dia bisa berpartisipasi di tahun ini?" jawab Hara dengan nada lembut.


"Hara karena kamu disini, bagaimana kalau kita..," Aiden ingin mengajak Hara jalan-jalan untuk melepas kerinduan.


"Guru menungguku." sela Hara cepat dan melangkah pergi.


Hara tahu bahwa Aiden ingin mengajaknya jalan-jalan, namun dia tidak ingin terlalu dekat dengan Aiden karena hubungan yang terlalu dekat akan membuat bosan.


"Jangan pedulikan orang tua itu." Aiden kesal kepada Hara yang mementingkan Ken.


"Itu tidak mungkin bodoh, dia guruku." ujar Hara lalu pergi dengan langkah anggunnya tanpa menoleh kepada Aiden sedikitpun.

__ADS_1


"Hara..," Aiden lemas melihat Hara yang semakin menjauh.


Long hanya menghela nafas melihat tingkah Aiden yang begitu menyedihkan hanya karena Hara mengabaikannya. "Dasar bucin bodoh!" dengus Long sambil menggeleng tak berdaya.


"Long, kamu tidak mengerti aku." ucap Aiden dengan nada lemah.


Wush!


Long menendang Aiden secara tiba-tiba, beruntung Aiden masih dapat menghindar hingga membuat Long menendang angin.


"Kamu..," Aiden marah, Long tidak peduli dan terus melancarkan beberapa serangan, Aiden meladeni Long dengan senang hati. Mereka berdua kali ini bertarung dengan mengandalkan tenaga fisik tanpa serangan energi sama sekali.


Kantor aula kesatria cabang kota cadas.


Aiden dan Long berencana menemui kepala kesatria untuk test mana sekaligus mendapatkan lencana kesatria. "Kesatria bumi tingkat akhir, Long sang jenius." ujar penjaga pintu aula kesatria memberi hormat kepada Long.


"Katakan kepada master Eki, bahwa aku ingin bertemu dengannya." perintah Long kepada dua penjaga pintu tersebut.


"Baik kesatria Long, mohon tunggu sebentar." jawab penjaga itu dengan hormat. Salah satu penjaga pintu segera mencari master Eki atau Eki setiawan yang merupakan kepala divisi kesatria cabang kota cadas, Aiden dan Long mengangguk sedikit dan menunggu dengan sabar.


"Sekretaris Long umumkan seleksi 50 perwakilan kesatria akan diadakan 10 hari lagi bersamaan dengan seleksi divisi lain, agar kesatria kita dapat mencari rekan dari divisi lain agar lolos seleksi bersama." perintah Eki setiawan setelah membaca semua berkas.


"Baik," jawab sekretaris Long, disaat Long hendak pergi tiba-tiba pintu diketuk oleh seseorang.


"Masuk." ucap Eki tegas.


Kesatria penjaga pintu segera masuk setelah mendapatkan konfirmasi dari Eki, lalu melaporkan kedatangan Long dan Aiden.


"Kesatria jenius kita ada disini, kebetulan sekali." kepala divisi kesatria Eki senang mendengar kedatangan Long dan segera menemuinya tanpa penundaan.


"Salam kesatria, ketua Eki." ucap Long dan Aiden memberi salam.


Aiden dan Long segera memberikan hormat kesatria ketika bertemu dengan kepala divisi kesatria Eki setiawan.

__ADS_1


"Haha, tidak perlu terlalu sopan." respons ketua Eki tertawa ketika melihat Long.


Eki membawa mereka duduk agar lebih mudah dalam mengobrol, Long yang sering berkunjung ke aula kesatria langsung duduk dan tidak canggung sama sekali, begitu juga Aiden yang terlihat santai tanpa kegugupan diwajahnya.


"Kebetulan kamu ada disini, seleksi pemburu iblis akan dilaksanakan 10 hari lagi, setiap divisi sudah membuka pendaftaran untuk siapa saja yang ingin berpartisipasi." ujar Eki dengan serius.


"Kuharap kamu juga berpartisipasi dalam seleksi kali ini walaupun umurmu masih 18 tahun." ujarnya kepada Long dengan penuh harap.


Long mengangguk mengerti dengan permintaan kepala divisi kesatria Eki, Long juga berniat berpartisipasi tanpa diminta sekalipun. "Aku mengerti ketua," jawab Long dengan sopan.


"Baguslah." ketua Eki senang mendengarnya.


Ketua Eki sangat berharap kepada Long, akan baik jika Long lulus seleksi atau bahkan tembus sebagai salah satu anggota skuad pemburu iblis termuda, karena dengan itu cabang mereka setidaknya melahirkan pahlawan muda.


"Seleksi kali ini menerapkan aturan yang sama, yaitu membunuh 10 iblis di hutan penjara iblis." ujar ketua Eki selanjutnya memberitahu Long tentang sistem seleksi yang akan dipakai divisi kesatria.


"Kamu harus menjadi 50 kesatria yang tercepat agar lulus seleksi, kamu bisa sendirian, atau membentuk kelompok dengan murid divisi lain dalam seleksi nanti." jelas Eki.


"Artinya jika kami berkelompok dengan anggota tiga orang, maka kami harus membunuh 30 iblis?" tanya Aiden.


Aiden yang memang penasaran dengan seleksi perburuan iblis mau tidak mau bertanya kepada ketua Eki. Ketua Eki sebagai kepala divisi kesatria cabang kota cadas itu akhirnya melihat Aiden setelah hanya fokus kepada Long.


"Kalau dia tidak berbicara, aku mungkin lupa bahwa dia datang bersama Long." pikir ketua Eki dalam hati dan sedikit bersalah karenanya.


"Tidak itu tergantung anggota tim kalian." ucap ketua Eki dengan senyum.


Aiden bingung mendengarnya, Aiden bertanya-tanya kenapa itu tergantung tim, Long secara alami menyadari kebingungan Aiden.


"Aiden perlu diketahui bahwa divisi penyembuh dan divisi penyegel menetapkan 4 iblis yang harus dibunuh jika ingin lolos seleksi, divisi pemanggil dan divisi pembunuh menetapkan 7 iblis agar lolos seleksi, divisi penyihir dan divisi pengintai menetapkan 5 iblis yang harus dibunuh jika ingin lolos seleksi, hanya divisi kesatria yang meminta 10 iblis." jelas Long kepada Aiden.


Long yang sering berkunjung ke aula kesatria selama satu tahun belakangan secara alami mengetahui aturan-aturan setiap divisi dalam seleksi perburuan iblis, Long dengan senang hati memberitahu Aiden.


"Artinya jika kamu, aku dan Hara membentuk tim, maka kita harus membunuh 24 iblis agar lolos seleksi." tukas Long dengan tegas kepada Aiden, ketua Eki dan sekretaris Long mengangguk membenarkan.

__ADS_1


Setelah membahas sedikit tentang perburuan iblis, Long memberitahu tujuan mereka datang ke aula divisi kesatria yaitu ingin test mana. Ketua Eki secara pribadi mengajak Aiden dan Long menuju ruang latihan dimana test mana sering diadakan.


__ADS_2