Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Keputusan Dirga


__ADS_3

"Gak kuat kenapa gue? " tiba-tiba orang yang diomongin nongol gak tau muncul dari mana.


"Lah orangnya datang, " Sapta tersenyum masam.


"Kenapa sih kalian, ada apa sama gue, emangnya apa yang gak kuat gue dengar ? "


"Cerewet lo banyak nanya kek cewek aja, buruan duduk, " Agung sudah tak sabar ingin memberi tau berita paling menyakitkan untuk Dirga, namun ia juga mikir gak bisa asal ceplos gitu aja takutnya malah tambah menyakiti hati Dirga.


Agung pun memulai obrolan mereka dengan bertanya hubungan Dirga sama Juli bagaimana. Agung ingin tau apakah memang Dirga sudah putus dari Juli atau belum.


"Kalo lo nanya hubungan gue sama Juli, gue tau lo pada pasti sudah tau jawabannya, "


"Maksud lo? " tanya Tama.


"Gue di khianati, Juli sudah menikah dengan orang lain tepat ketika gue nyiapin kejutan buat dia karena kila sudah lama gak ketemu, "


"Gue datang sebagai tamu tak diundang diacara pernikahan Juli dan suaminya, "


Semua penuturan Dirga membuat teman-temannya terkejut, ternyata Dirga menyaksikan sendiri pernikahan mantan kekasihnya yang telah berkhianat itu, pasti itu lebih sakit daripada yang mereka bayangkan.


"Ternyata yang hanya modal chat dan telepon itu gak bisa dipercaya, " tiba-tiba Sapta nyeletuk gitu aja.


"Ya gak gitu juga sih, tergantung dari kepribadian orang itu sendiri, " timpal Tama.


"Sudah gak usah dibahas lagi, ntar ada yang mewek, gie gak bawa tisu atau sapu tangan jadi lebih baik kita have fun aja, " kelakar Agung mampu membuat tawa dibibir Dirga.


"Move on bro, masih banyak cewek dimuka bumi ini, " Sapta menepuk bahu Dirga, sebagai bentuk dukungan.

__ADS_1


"Iya bro cewek kek gitu memang gak pantes dipertahanin, entar gue kenalin sama temen gue yang cewek, " kini giliran Tama yang bersuara.


"Eh ogeb lo aja gak punya cewek mau so so an nawarin cewek sama Dirga, mending lo dulu cari cewek baru deh lo tawarin orang lain cewek, " Agung menggeplak kepala Tama yang asal bicara itu, karena memang benar adanya.


Dirga tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu, dan yang mereka katakan itu benar, jika ia harus move on meskipun gak semudah mengucapkan kata move on tapi Dirga bertekat untuk belajar melupakan Juli sang mantan kekasih yang sudah menggoreskan luka terlalu dalam.


Pasalnya Juli ternyata tak sebaik yang ia fikirkan selama ini, Juli wanita yang bebas bahkan pernikahan ini terjadi pun akibat dari kecerobohannya yang tak bisa menjaga dirinya sebagai seorang wanita.


Dirga tau akan hal ini dari pak Sapto si satpam komplek, ketika di perjalanan pulang dari rumah Juli pak Sapto sempat bercerita, keski ia tak tau kebenarannya namun entah mengapa ia lebih percaya perkataan pak Sapto dan jika disambungkan dengan pernikahan Juli yang mendadak menurutnya ada benarnya apa yang sudah dijelaskan pak Sapto.


Keempat pria itu terus melanjutkan ngobrol mereka di sebuah cafe tempat biasa mereka nongkrong kalau lagi ngumpul, hingga pukul 11 malam mereka meninggalkan cafe untuk pulang kerumah masing-masing kecuali Dirga yang dipaksa Agung untuk ikut kerumah orang tuanya karena takut Dirga akan berbuat hal yang aneh-aneh akibat patah hati, kebetulan Agung masih tinggal dengan orang tuanya.


Sesampainya dirumah orang tua Agung, Dirga disuguhi pemandangan yang tak mengenakan apalagi disaat sedang patah hati begini.


Bagaimana tidak, kepulangan Agung disambut pelukan mesra istrinya, mana pakai acara salim dann cium kening segala lagi tu si Agung yang sepertinya sengaja memanasi Dirga, sontak saja jiwa kejombloan seorang Dirga yang baru banget patah hati makin dibuat menciut.


"Bro gue langsung kekamar ya, ngantuk, " Dirga beralasan ngantuk padahal matanya masih enggan terpejam namun rasanya sudah tak kuat melihat adegan romantis dihadapannya yang akan membuat matanya sakit.


"Ih kasian tau Yang, " ujar Sofia menepuk lengan suaminya itu.


"Gak papa Yang, biarin aja biar dia kelabakan dan ma nikah juga, "


"Nikah sama siapa Yang, kata kamu kan dia baru putus dari kekasihnya, " Sofia mengernyit heran melihat suaminya ini, orang baru putus di suruh nikah.


"Bukankah obat patah hati adalah cinta yang baru? " Sofia hanya mengangguk setuju akan perkataan suaminya


"Nah maka dari itu, aku berniat jodohin Dirga sama Laura biar mereka saling melengkapi kaya kita, " Agung berniat menjodohkan Dirga dan Laura.

__ADS_1


"Memangnya mereka mau...? Gak gampang loh Yang ngedeketin dua orang yang asing, apalagi mereka baru aja kenal, baru sekali ketemu pula, " Sofia ragu dengan niat suaminya akan berhasil.


"Kamu tenang aja Yang percaya sama aku, kita main cantik, kamu harus bantuin aku nanti, ok sekarang kita masuk, " Agung menarik tangan istrinya masuk kedalam rumah, karena sejak tadi mereka masih diteras.


"Aku kangen, " bisik Agung lirih ditelinga istrinya. Wajah Sofia berubah merah bak kepiting rebus karena ia sudah tau apa maksud suaminya.


Sementara itu Dirga dalam kesunyian malam merenungi nasibnya yang ditinggal kekasihnya menikah, juga berselingkuh bahkan sekarang Juli dinyatakan hamil atas perselingkuhan itu.


Dirga hanya tak habis fikir ia yang selama ini berjuang mengumpulkan rupiah untuk menghalalkan kekasihnya malah yang didapat pengkhianatan.


Ia bingung mengatakan pada orang tuanya akan hal ini, pasalnya orang tuanya ingin sekali bertemu dengan Juli, mereka sudah menerima Juli dengan baik meskipun tak pernah bertemu muka tetapi mereka sering vidio call bersama Juli. Orang tua Dirga sudah tau Juli itu kekasihnya bahkan berniat akan datang ke Jakarta untuk menemui langsung kekasih putra mereka sekaligus melamarkannya untuk Dirga, karena mereka ingin sekali memiliki cucu dari Dirga, pasalnya Dirga anak bontot dan hanya ia yang belum menikah sedangkan orang tuanya sudah semakin tua dan sakit-sakitan takut jika tak bisa melihat Dirga menikah apalagi sampai punya anak nantinya.


"Bagaimana cara mengatakan ini pada ayah dan ibu, " gumam Dirga frustasi.


Akhirnya Dirga memutuskan untuk melakukan ibadah dengan sholat sunah agar hatinya tenang. Dalam doanya Dirga memohon ampun karena telah terlalu banyak melakukan kesalahan juga dosa dan berterimakasih pada Allah karena telah membuka mata hati Dirga dengan menunjukan perangai seorang Juli. Ia juga meminta dipertemukan dengan wanita baik-baik lagi shaleha.


Sakit yang teramat dalam dirasakan seorang


Dirga membuatnya memutuskan untuk tak lagi menjalin hubungan yang sudah jelas-jelas dilarang oleh Allah, jikapun nanti ia dipertemukan dengan wanita baik itu maka ia ingin menjalani perkenalan singkat saja tak perlu lama-lama bahkan kalau perlu taaruf saja lalu menikah.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih sudah mampir 🙏


__ADS_2