Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Pertama Kali


__ADS_3

Laura dan Dirga akhirnya ke pantai pukul 04:30 sore untuk menyaksikan matahati tenggelam diufuk barat.


"Waw, masyaallah cantiknya, jauh lebih cantik daripada difoto, " komentar pertama Laura setelah menginjakan kakinya dipasir putih pantai ini.


"Kamu seneng? " tanya Dirga, padahal ia yakin istrinya itu sudah pasti senang, terlihat dari ekspresinya.


Laura pun segera mengangguk menanggapi pertanyaan suaminya itu. Dirga terkekeh melihat tingkah istrinya itu.


Laura takjub melihat keindahan laut, ini pertama kalinya bagi Laura ke pantai, pertama kali merasakan kesejukan anginnya, pertama kali menginjak pasir tanpa alas kaki.


Mereka memakai outfit senada, bernuansa putih dan biru muda, Dirga dengan kemeja birumuda dan celana pendek putih, sedangkan Laura memakai dress panjang berwarna putih dengan pasmina biru muda.


Laura pun berlari menuju bibir pantai, meninggalkan Dirga sendiri. Dirga tersenyum melihat rona bahagia yang terpancar diwajah cantik istrinya, Dirga tak menyangka ternyata hal sederhana seperti ini aja bisa membuatnya bahagia.


Padahal dulu ia ketika menjalin hubungan dengan sang mantan selalu memintanya jalan ke mall, belanja, salon, dan sebagainya ketika diajak mantai atau ke perkebunan pasti Juli menolaknya.


Tapi dengan Laura, Dirga merasa jika Laura sefrekuensi dengannya, menyukai alam, tidak neko-neko, dan yang pasti dia sholeha, Dirga merasa beruntung memiliki Laura.


"Mas Dirga, " panggil Laura dari kejauhan.


Dirga pun tersadar dari lamunannya, rupanya istrinya itu sudah jauh disana.

__ADS_1


"Tunggu aku, akan ku tangkap kamu, " ujar Dirga dan langsung berlari menuju istrinya berada.


Laura yang melihat Dirga berlari kearahnya ia mengembangkan senyumnya, namun saat Dirga semakin mendekati tempatnya berdiri Laura malah berlari kembali, hingga terjadilah aksi kejar-kejaran, pasmina biru yang dikenakan Laura berkibar layaknya bendera, hingga akhirnya Dirga berhasil menangkap Laura kedalam pelukannya, lalu mereka berputar bersama sambil tertawa.


Orang-orang disekitar ada yang menatap mereka penuh tanya, ada yang tersenyum, ada yang ikut baper (kaum jombloan 🤭) ada juga yang bodo amat dengan apa yang pengantin baru itu lalukan.


"Yey aku menang, benar kan aku bilang aku akan menangkapmu, " ujar Dirga, tersenyum bangga.


"Iya iya, kamu hebat mas bisa menangkapku, " Laura menangkup wajah suaminya itu dengan dua telapak tangannya, lalu tersenyum dan menatap mata elang itu dengan dalam.


"I Love You my husband, " bisik Laura ditelinga Dirga, membuat Dirga terpaku, belum hilang keterkejutan Dirga dari ulah Laura yang berani menyatakan cinta padanya lebih dulu, Laura kembali berulah.


Cup


"Kamu mulai nakal ya, I Love You to my wife, " balas Dirga, seraya mengecup kening Laura.


Tangan keduanya saling bertautan, Lauramenyandarkan kepalanya dibahu kokoh Dirga, mereka tersenyum memandang laut lepas, pakaian mereka sudah sedikit basah terkena air laut.


Keduanya menikmati kebersamaan ini rasanya enggan untuk berlalu.


Ok 8

__ADS_1


Waktu masih panjang jika hanya sekedar menunggu sunset tiba, mereka menghabiskan waktunya sambil bermain pasir, membuat rumah-rumahan layaknya anak kecil, niih . air dan saling menyipratkan ketubuh masing-masing hingga mereka semakin basah oleh air i>(, sepanjang itu berlngsung tawa dibibir k.i8ke8kduanya tak pernah pudar.


"Terimakasih, sudah membuat hariku berwarna, " Dirga mengungkapkan rasa terimakasihnya. Ipada sang istri, karena baru Laura yang bisa membuatnya selepas ini menikmati hari.


"Terimakasih kembali mas, karena kamulah aku akhirnya merasakan apa itu cinta yang sesungguhnya, dicintai oleh laki-laki, karena cinta yang selama ini aku rasakan hanyalah cinta sendirian, " ucap Laura sendu, namun akhirnya ia tersenyum, sebagai tanda jika kini ia bahagia menikah dengan Dirga.


Tak ada yang kebetulan didunia ini, semi8ua sudah sesuai skenario tuhan, jadi sebagai makhluk kita hanya bisa menjalaninya tetapi bukan berarti kita pasrah begitu saja denmgan keadaan.


Mereka menikmati waktu berdua dipinggir pantai, sambil meminum air kelapa dari buahnya langsung.


Banyak hal yang mereka bicarakan seraya mendekatkan diri karena bagi keduanya wakru sebulan tak cukup untuk mengenali pasangan mereka dengan baik.


Tak terasa menit demi menit berlalu hingga rona jingga mulai menyapa diufuk barat, terlihat seolah sang surya tenggelam diujung lautan.


Pasangan pengantin baru itu menikmati keindahan senja yang hanya hadir sesaat namun begitu indah. Senyum Laura semakin lebar akhirnya hal yang ia nantikan telah tiba.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2