Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Pertanyaan Mengejutkan


__ADS_3

Sepulang dari mengantar Sofia, Laura merasa sudah lega karena kesalahfahaman ia dan Sofia sudah berakhir.


Salah satu alasan Laura untuk merahasiakan perasaannya dari siapapun terutama dari sahabatnya, ya karena ia takut menyakiti perasaan orang lain, biarlah ia yang memendam daripada berkata jujur tetapi malah membuat hati yang lain terluka, sekalipun ia berkata jujur belum tentu juga orang yang ia sukai memiliki perasaan yang sama, itu akan terasa lebih menyakitkan daripada cinta sendiri.


Tak ada yang perlu Laura khawatirkan lagi saat ini, ia hanya ingin fokus meniti hidupnya, membiarkan semuanya mengalir seperti air.


Laksana dermaga, ia hanya perlu menunggu kapal yang tengah berlayar dilaut lepas datang menghampirinya, tetapi inginnya bukan sekedar persinggahan melainkan menjadikannya pelabuhan terakhir.


"Eh anak mama sepertinya sudah happy lagi nih," sapa bu Ambar saat melihat anaknya lewat menuju kamarnya.


"Eh mama iya dong harus happy, " senyum merekah dibibir Laura sebagai bukti jika ia tengah bahagia.


"Kenapa? Kamu ditembak sama Dirga? "


"Ih mama apaan sih, bukan itu, aku seneng aja masalahku sama Sofia sudah selesai, "


"Hah,, memangnya kamu punya masalah apa sama Sofia? "


"Biasalah mah kesalahfahaman aja dikit, "


"Oh jadi yang kamu lari masuk kekamar itu kemarin karena masalah dengan Sofia, bukan berantem sama Dirga, "


"Hahahaha bukanlah, "


"Kirain, abisnya dia ikuti ngejar kamu kedalam, "


"Ah masa mah, emang ngapain aku dikejar segala kan sudah sampai dirumah juga, "


"Dasar gak pekaan, ya berarti dia khawatir sama kamu, takut kamu bunuh diri kali, "


"Jangan nutup mata dan hati mulu, emanng gak bosan apa sendirian terus, perhatikan orang disekitar jangan menanti sesuatu yang tak pasti, "


Bu Ambar berlalu meninggalkan putrinya yang melongo dianak tangga akibat mendengarkan ocehan sang mama.


"Jangan kelamaan mangap kak entar lalat masuk perangkap, " Laura seketika menutup mulut dengan tangannya, setelah mendengar teguran sang adik, sedangkan Bara sudah berlari takut diamuk kakaknya yang galak menurutnya.


"Eh ngatain aku kamu ya, awas kamu gak aku izinin pacaran sama Susi, " teriak Laura.


Nah itulah sebabnya Bara mengatakan jika kakaknya itu galak, iya galaknya cuman sama Bara, entah kenapa kakak beradik ini sering sekali berantem, saling ejek dengan hal sepele, tetapi disitulah indahnya persaudaraan.


*****

__ADS_1


Hari ini Laura bagun pagi sekali katanya mau bikin sarapan, berhubung hari ini minggu. Entah sedang kerasukan apa ia jadi nampak bersemangat sekali untuk bikin sarapan.


Jangan salah Laura itu pinter masak loh hanya saja ia jarang sekali kedapur karena sibuk bekerja, dan kalau weekend bawaannya pengen liburrr aja gak ngapa-ngapain.


Nasi goreng udang, salah satu menu favorit satu keluarga ini apalagi jika yang masak Laura semua jadi pada nambah, memang menu ini adalah menua ndalan Laura meskipun masih banyak lagi menu-menu yang ia bisa dan rasanya tentu saja enak.


Laura belajar masak saat kelas dua SMA, keinginan itu bukan begitu saja muncul tetapi oleh sebab cowok. Ya, lelaki yang ia idam-idamkan dulu itu sang kakak kelas hobi masak dan bercita-cita menjadi seorang chef dan jika kelak punya istri juga harus yang pinter masak meski profesinya bukan chef.


Tangan cekatannya begitu cepat menyiapkan bumbu-bumbu, hingga tak lama nasi goreng udang special ala Laura pun jadi.


"Wahh wangi sekali, akhirnya nasi goreng udang ala anak kesayangan papa ini tersaji lagi dimeja makan, " ujar pak Wahyu begitu tiba dimeja makan.


"Iya nih lagi pengen aja bikin nasi goreng, kangen juga sudah lama gak makan, " saut Laura yang sibuk menata nasi goreng dimeja makan.


Bu Ambar dan Bara pun bergabung dimeja makan, bu Ambar mengambilkan nasi goreng untuk pak Wahyu sedangkan Bara dan Laura ngambil sendiri.


"Laura kapan-kapan ajak Dirga makan bareng kita ya, " ucap pak Wahyu disela-sela acara sarapan mereka. Sontak saja Laua yang tengah mengunyak makanan itu tersedak.


Segera Laura meraih gelas dihadapannya guna meredakan tersedaknya.


"Cie salting," Bara yang us sengaja menggodai sang kakak. Namun Laura tak menanggapi ocehan adiknya, ia lebih fokus pada papanya.


"Dalam rangka apa papa ngajak Dirga makan bareng kita ? " Laura masih bingung kenapa tiba-tiba papanya ingin mengajak Dirga makan bersama.


" Ya gak ada acara apa-apa, hanya ingin menjalin silaturahmi aja, "


"Ohh, ya sudah nanti aku bilangin ke Dirga, "


Mereka pun melanjutkan acara sarapan mereka dengan percakapan seperti biasanya. Bu Ambar tersenyum memperhatikan tingkah putrinya yang nampak masih bingung dengan permintaan papanya.


Silaturahmi adalah alasan yang tepat menurut pak Wahyu dan bu Ambar, padahal dibalik itu maksud mereka mengundang Dirga adalah untuk mengenal pemuda itu lebih dalam lagi, dan ingin tau apakah tebakan mereka selama ini benar jika sebenarnya mereka itu memiliki perasaan lebih dari sekedar teman.


Dari gelagat Dirga selama ini dan dari tatapan mata Dirga selayaknya orang yang sedang jatuh cinta, namun nampak masih ada keraguan disana. Rupanya selama ini pak Wahyu memperhatikan Dirga.


Sedangkan putrinya Laura seolah tak pernah tersentuh cinta, tetapi pak Wahyu tau jika putrinya itu pun memiliki cinta juga namun ia takut menjatuhkan pilihan.


Pak Wahyu dan Bu Ambar merasa Dirga cocok mendampingi putri mereka, bahkan awalnya pak Wahyu mengira jika Laura dan Dirga memang berpacaran tapi nyatanya tidak, mereka hanya berteman, namun seiring berjalannya waktu sepertinya cinta hadir diantara keduanya.


Setelah selesai sarapan Laura langsung menghubungi Dirga perihal pak Wahyu yang mengajaknya makan bersama dan tak disangka oleh Laura ternyata Dirga menyetujuinya.


πŸ“² Dirga : " Ok nanti malam jam 8 aku datang, "

__ADS_1


πŸ“±Laura : " Hahh, beneran malam ini banget ? "


πŸ“² Dirga : " Lah iya, mumpung free kan daripada makan diluar, kalo ada yang mau ngasih gratisan kenapa enggak, "


πŸ“±Laura : " πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈ"


πŸ“² Dirga : " Hahahaha.... sekalian nanti ada yang mau aku omongin sama kamu, "


πŸ“±Laura : " Ngomongin apa memangnya ? "


πŸ“² Dirga : " Nanti aja keponya 😜, sampai jumpa nanti malam, "


Percakapan mereka yang melalui aplikasi hijau itu pun terhenti sampai disitu, meski sebenarnya Laura sangat penasaran dengan apa yang 8ngin Dirga bicarakan dengannya nanti.


"Mah, pah kata mas Dirga nanti malam dia mau kesini, " Laura langsung mengabarkan jika ajakan papanya untuk makan beresama Dirga sudah di acc sama orangnya.


"Gercep amat, perasaan tadi papa bilang kapan-kapan, " pak Wahyu memicingkan matanya layaknya sedang menelisik sesuatu.


"Beneran kalian berdua hanya teman? " lanjut pak Wahyu lagi menggoda putrinya.


"Beneran pah, ih papa ini ngomongnya kok kesana kejauhan pah, udah ya Laura mau lanjut mau semedi dulu, " Laura meninggalkan kedua orang tuanya di ruang tengah.


Baru saja Laura menginjakan kakinya di anak tangga papanya kembali memanggilnya.


"Kenapa pah? "


"Kalau papa minta Dirga nikahin kamu, gimana ? "


Duarrrr


Jantung Laura berdetak kencang mendengar pertanyaan mengejutkan dari papanya itu.


.


.


.


.


Terimakasih masih setia membaca karyaku πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2