Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Honeymoon


__ADS_3

Hari berganti, matahari sebentar lagi akan muncul kepermukaan menyinari bumi menggantikan sang rembulan.


Dering alarm menyadarkan Laura dari mimpi indahnya, jari lentiknya meraih handphone yang ada di nakas samping tempat tidurnya untuk mematikan alarm. Setelah mematikan alarm ia mengembalikan handphonenya pada posisinya lalu ia ingin bangkin meningglakan tempat tidur, namun sejenak ia menghentikan gerakannya ia tertegun memandang dirinya sendiri, ingatannya melayang kembali ke beberapa jam yang lalu seketika wajahnya berubah memerah karena sungguh ia malu mengingat kejadian dimana tadi malam ia telah menjadi istri seutuhnya.


Laura menoleh kesamping dimana suaminya masih terlelap, sebelum suaminya terbangun Laura segera melesat kekamar mandi karena ia sungguh malu kepada suaminya.


Namun ternyata Dirga sudah bangun namun ia sengaja tak membuka matanya karena tau jika istri pemalunya itu pasti akan lebih malu jika dia mendapati Dirga melihatnya saat ini. Dirga tersenyum membayangkan istrinya itu.


Tak lama Laura keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap, makssud hati ingin membangunkan suaminya agar segera mandi sebelum waktu subuh habis.


"Eh mas sudah bangun, baru aja mau aku bangunin, " ucap Laura. Dirga menanggapinya hanya dengan senyuman lalu ia pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara itu Laura menyiapkan peralatan sholat mereka.


****


Hari kedua mereka disini, besok sore mereka akan kembali kerumah jadi keduanya memanfaatkan waktu liburan mereka dengan baik.


Keduanya melewati sarapan dihotel setelah itu, mereka menjelajahi pantai Pasir Putih, tak lupa mereka mampir ke Pantjoran dan Urban Farm menghabiskan waktu seharian ini menikmati wisata yang ada di sini sebelum besok sore kembali kerumah.

__ADS_1


Rona bahagia terpancar diwajah keduanya kala berjalan kaki sambil bergandeng tangan menyusuri jalanan, saat ini mereka berada di hutan mangrove, memandang indahanya panorama alam.


"Indah banget ya mas, " ucap Laura.


"Iya, ini baru di PIK belum Raja Ampat, beuh disana lebih indah lagi, " saut Dirga.


"Mas pernah kesana? "


"Iya pernah sekali bareng beberapa karyawan kantor, nanti mas bawa kamu kesana kalau bisa ambil cuti panjang, karenarugi aja kalo kesana cuman sebentar gak berasa liburannya, " jelas Dirga yang diangguki oleh Laura.


Mereka terus melanjutkan perjalannya menelisik setiap sudut hutan mangrove ini.


Tapi ternyata hal yang tak disangka oleh Laura pun terjadi, Dirga malah membawa Laura ke penginapan yang ada disekitaran hutan mangrove ini.


"Kamu serius mas kita menginap disini? " Laura takut di prank suaminya yang kadang suka usil itu.


"Iya beneran, masa aku bohong sih, " ujar Dirga tulus.

__ADS_1


"Lalu hotel bagaimana? " Laura mengeritkan keningnya.


"Ya gak gimana-gimana, hotelnya masih disitu-situ aja gak nangis juga kita tinggalin, " ujar Dirga sambil berlalu masuk kedalam penginapan tanpa perduli wajah istrinya yang melongo mendengar ucapnnya.


Akhirnya Laura mengikuti langkah kaki Dirga masuk kedalam penginapan yang akan mereka huni satu malam ini.


Seperti biasa mereka melakukan mandi dan ibadah bersama, lalu makan malam.


Tapi malam ini mereka makan diluar, namun Dirga enggan jalan-jalan malam karena baginya cukup sudah siang aja jalan-jalannya menikmati panorama alam, kalau malam jalan-jalannya beda lagi lebih tepatnya jalan ditempat tetapi bisa mengarungi samudra cinta๐Ÿ˜œ. Sebagai seorang istri Laura mah manut aja apa kata suaminya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Hihihi makasih yang masih mau baca lanjutannya, maafkeun luuuaaamaaaaaa gak update ๐Ÿ™.


__ADS_2