Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Bertemu Kembali


__ADS_3

Gadis itu hanya mengangguk, dan kini ia berani mengangkat kepalanya hingga wajahnya terlihat dengan jelas.


"Kamuu.... "


Kali kedua Dirga bertemu dengan gadis yang di tolongnya saat dipuncak.


"Kamu tidak papa? " tanya Dirga


"Gak papa kok pak, " ujarnya.


Merasa tak enak hati Dirga pun mengantarkan Laura pulang dan ternyata rumahnya tak jauh dari tempat kejadian tadia dekat juga dengan kantor pusat yang menaungi Dirga.


"Rumah kamu dekat dengan kantor pusat tempat saya bekerja, " ujar Dirga kala mereka sudah tiba dirumah Laura.


"Oh ya, yang didepan tadi kan? "


"Iya, eh tapi ngomong-ngomong kok kamu kerjanya malah ditempat Agung kan lumayan jauh dari sini, "


"Karena Sofia ngajakin kerja disana, "


"Istrinya Agung? "


"Iya, dia itu sahabat saya sejak SMA, dulu tuh masih pengen main bareng terus jadi nyari tempat kerja yang sama deh, sebenarnya saya juga ajuin lamaran di kantor didepan sana dan keterima sebenarnya, tapi karena lebih dulu keterima di tempatnya pak Agung sama Sofia jadi mending kesana aja, " Dirga hanya manggut-manggut mendengarkan cerita Laura.


"Oh iya lupa keasyikan ngobrol, yuk pak turun, mampir dulu, " Laura mengajak Dirga mampir dulu kerumahnya, Dirga pun setuju.


Dirga ikut masuk kedalam rumah dengan niat hanya ingin mengantar Laura dan meminta maaf pada orang tuanya karena hampir saja Laura celaka karenanya.


Kebetulan orang tua Laura ada di rumah, karena hari juga sudah sore dan kebetulan ayah Laura pekerjaannya sedikit sehingga bisa pulang cepat.


Dirga meminta maaf dan menjelaskan kenapa dia bisa hampir mencelakakan Laura, karena ia tidak fokus dalam berkendara.


"Sekali lagi saya minta maaaf pak, saya permisi pamit pulang dulu, terimakasih juga sudah di jamu, " ujar Dirga pamit undur diri setelah berbincang sebentar tadi, karena orang tua Laura tak mengizinkan tamu pulang sebelum diberi jamuan, karena tamu adalah raja maka mereka melayaninya dengan baik.


"Gak apa-apa pak toh baru hampir, malah kami yang banyak-banyak berterimakasih pada bapak karena kemarin sudah menolong putri kami,"Keluarga Laura juga mengucapkan terimakasih pada Dirga karena menolong Laura tempo hari dan menyarankan untuk langsung diurut jika tidak mungkin saja sampai hari ini kaki Laura belum membaik.

__ADS_1


*****


Laura yang sudah terpesona sejak pandangan pertama pada Dirga merasa bahagia karena bisa berjumpa Dirga kembali hari ini karena hampir menabraknya.


Laura tak tau apa yang membuat Dirga lalai berkendara mungkin mengantuk fikirnya, ia sangat berterimakasih untuk hari ini pada Allah karena berkat ia kehabisan keperluan wanitanya ia jadi pergi ke minimarket untuk membeli barang yang ia butuhkan jika tidak mungkin ia takkan bertemu dengan Dirga hari ini.


Namun senyum diwajah Laura meredup seketika, karena teringat janjinya pada dirinya sendiri yang takkan jatuh cinta lebih dulu.


"Oh hati, ingatlah jangan jatuh cinta padanya, " gumamnya.


Tapi bagaimanapun Laura menampik perasaannya tetap Allah lah sang Maha cinta, yang memberikan rasa cinta di hati manusia. Jika Allah menghendaki maka ia pun tak mampu menolak karena cinta tak pernah salah.


Laura berharap ia bisa mengkondisikan perasaannya pada Dirga.


Laura memutuskan untuk tidur karena jam dinding sudah menunjukan waktu pukul sepuluh malam dan besok ia sudah masuk kerja membali setelah isirahat dirumah beberapa waktu akibat kejadian dipuncak tempo hari.


Sedangkan disisi lain, orang tua Laura memikirkan masa depan putri mereka, pak Wahyu dan bu Ambar berharap putri mereka mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab namun sampai hari ini belum pernah sekalipun Laura mengenalkan atau membawa lelaki kerumah dan diakui sebagai pacarnya.


"Sofia sudah menikah ya pah, sepertinya Laura kesepian karena Sofia sekarang jarang bertemu dengannya, " ujar bu Ambar memulai pembahasan tentang putrinya.


"Nah justru itu maksud mama pah, kapan anak kita tu nikah juga kasian mama liatnya, mana selama ini gak pernah bawa cowok kerumah, sekalinya bawa cowok eh ternyata bukan pacar, padahal mama sudah senang pah, "


"Sudahlah mah, kita doakan saja yang terbaik buat Laura, insyaallah jika saatnya sudah tiba nanti ia akan dapat lelaki terbaik walaupun gak pake pacar-pacaran, lagian juga kan jaman sekarang banyak yang nikah tanpa pacaran, ada yang kenal seminggu, sebulan, bahkan baru kenal sehari aja langsung nikah, jodoh gak ada yang tau mah, siapa tau aja Laura langsung ketemu jodohnya besok,"


"Amiin, "


Pembahasan orang tua Laura tentang masa depan Laura berakhir karena hari sudah larut.


Namun itu tak berlaku bagi Laura, entah kenapa malam ini matanya enggan terpejam padahal waktu sudah menunjukan angka sebelas.


Entah kenapa difikiran Laura saat ini hanya ada Dirga, Dirga dan Dirga meski laura sudah berusaha menepis akan wajah Dirga dari otaknya namun tetap saja tak mau pergi.


Berbagai cara Laura lakukan agar ia bisa tertidur karena besok pagi ia harus kembali bekerja ia tak ingin mengantuk saat jam kerja nanti.


****

__ADS_1


Sedangakan disisi lain, Dirga menunda kepulangannya ke Bogor pasalnya Agung mengajaknya berkumpul bersama teman-teman akrab kala di bangku kuliah dulu.


"Tumben nih pengantin ngajakin kita ngumpul bareng, gak ngelonin istri lo dirumah? " Tama, salah satu temannya mengejek Agung yang menurutnya harusnya menikmati momen bersama istri tercinta.


"Gak papa lah, istri gue juga pengertian, udah izin gue sama dia, tadinya sih gue ajak tapi katanya gak mau ikut malu cewek sendiri, " terang Agung yang memang benar ia sudah meminta Sofia ikut namun Sofia menolak ajakannya tapi tetap mengizinkan suaminya itu pergi bertemu teman-temannya.


"Kalian sih lama, gue duluan yang nikah jadinya istri gue gak punya teman kalo gue ajak nongkrong bareng kita, " lanjutnya lagi.


"Gue yakin nih ada sesuatu yang pengen lo bahas kan, karena gak mungkin banget lo bela-belain ngumpul bareng kita dan ninggalin istri lo, " Sapta kini yang berbicara. Teman-teman Agung dulu ada banyak tapi yang paling akrab berempat yaitu Agung sendiri, Tama, Sapta, dan Dirga. Tapi batnag hidung si Dirga belum juga nongol.


"Tau aja lo Sap, " ujar Agung.


"Yoi bro, "


"Jadi gini bro, nih kalian lihat, " Agung menyodorkan HP nya di tengah-tengah meja, dimana dilayar HP Agung nampak seorang wanita dengan seorang pria tengah tersenyum bahagia memakai baju pengantin.


"Juli, " ucap kedua sahabatnya berbarengan.


" Bukankah ini kekasih Dirga, apa mereka sudah putus? " tanya Sapta.


"Terus Dirga tau gak ya? " timpal Tama.


"Nah justru itu malam ini gue mau introgasi tu anak, " ujar Agung.


"Mending jangan deh bro, takutnya Dirga gak kuat denger .... " Tama takut Dirga akan syok.


"Gak kuat kenapa gue? " tiba-tiba orang yang diomongin nongol gak tau muncul dari mana.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2