
Setelah menyaksikan sunset keduanya kembali ke hotel guna membersihkan diri karena baju mereka sudah basah dan kotor, juga sejak tadi adzan sudah berkumandang mereka bergegas agar tak terlewatkan waktu magrib.
Setelah Laura selesai membersihkan diri, kini giliran Dirga yang menghuni kamar mandi, sementara itu Laura menyiapkan perlengkapan sholat mereka, tak lama Dirga keluar dari kamar mandi dan ia tersenyum mendapati istrinya sudah rapi dengan mukenanya siap menjadi makmum sholatnya kali ini.
Mereka pun melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim secara berjamaah, begitu damai rasanya hati Laura impiannya selama ini perlahan-lahan terwujud hal kecilnya iya seperti yang mereka lakukan saat ini yaitu sholat berjamaah. Bukan hanya Laura tetapi Dirga pun juga merasakan hal yang sama betapa beruntungnya ia mendapati istri seperti Laura.
Selesai sholat Dirga berdo'a dan Laura mengamini setiap do'a yang dipanjatkan suaminya, tak lupa selesai menunaikan kewajibannya Laura mencium punggung tangan suaminya dibalas kecupan dikeningnya oleh Dirga.
Keduanya berharap Allah menjaga cinta kasih mereka, membersamai mereka dalam menjalani biduk rumah tangga.
"Kita makan malam sekarang apa nanti aja? " tanya Dirga yang sudah melepaskan pecinya.
"Nanti aja kali ya mas setelah isya, " ujar Laura.
"Ok aku setuju, "
Pasangan pengantin baru itu menikmati waktu mereka dengan memandang keindahan laut dimalam hari dari atas gedung.
"Kita makan malam dimana mas? " tanya Laura.
"Kamu maunya makan apa? " tanya balik Dirga.
"Aku nanya kok balik nanya sih mas, hehehe, " Laura terkekeh, Laura memang orangnya receh suka tertawa, hal sekecil apapun jika menurutnya itu lucu maka ia akan tertawa.
"Ya gak papa, kali aja kamu mau makan sesuatu gitu, " kata Dirga. Sedangkan Laura nampak berfikir menu apa yang kiranya enak dan sedang ia inginkan.
"Inikan gak jauh dari pantai, emmm aku maunya seafood deh sama ikan bakar, enak kayanya, " ujar Laura.
"Ok siap nyonya, " kata Dirga, tak lupa mengangkat tangannya dengan gaya layaknya orang yang hormat pada bendera. Laura kembali terkekeh melihat tingkah suaminya itu.
Tak lama menunggu akhirnya adzan isya pun berkumandang, keduanya mengambil wudhu lalu melaksanakan kewajiban mereka, setelah itu langsung bersiap-siap untuk pergi makan malam. Dirga meminta Laura memakai pakaian yang sudah ia siapkan, sebuah dres panjang berwarna pink lengkap dengan pasmina berwarna senada, sedangkan Dirga sendiri memakai pakaian berwarna hitam.
__ADS_1
"Wah cantik sekali mas, kapan mas beli ini, kok aku gak tau? " tanya Laura mengernyit heran tiba-tiba ada dres pink warna favoritnya.
"Kalau kamu sudah tau, bukan kejutan dong namanya, " balas Dirga seraya mengusak kepala istri kesayangannya itu dengan gemas.
Tak ada lagi pembicaraan karena mereka sibuk mempersiapkan diri. Setelah selesai Dirga lalu menggandeng tangan Laura meninggalkan kamar mereka. Laura tak perotes apapun ia manut aja dituntun suaminya hingga tiba ditempat makan mereka. Padahal nyatanya sejak tadi Laura bingung suaminya ini akan membawanya kemana.
"Indah sekali, " dua kata itu yang keluar dari mulut Laura saat ia menginjakan kakinya ditempat makan malam romantis yang sengaja disiapkan Dirga.
Dirga sengaja meminta pada pihak hotel untuk mengadakan makan malam romantis untuk mereka berdua, ya hanya berdua tanpa ada yang mengganggu selain pelayan dan pihak yang terlibat lainnya.
Dan disinilah tempatnya, dirooftof gedung dengan disuguhi pemandangan indah laut dimalam hari, terdapat satu meja persegi dengan dua kursi yang saling berhadapan, dibingkai hiasan berbentuk persegi juga seolah seperti mereka makan didalam kotak transparan yang tiangnya dibalut kain berwarna putih serta bunga-bunga kecil menghiasi setiap sudutnya, tak lupa dengan hiasan lampu-lampu tumbler yang berwarna warni berkerlap-kerlip di bagian atas dan diatas mejanya dihias lilin-lilin putih yang apinya seakan melambai tertiup angin.
Laura terpana melihat keindahan yang sebelumnya tak pernah ia alami, hanya sering ia lihat didalam ftv ataupun film layar lebar dan ternyata rasanya sespeacles ini diberi kejutan oleh orang yang mencintai kita hingga ia tak bisa lagi berkata-kata hanya menatap Dirga dengan raut wajah terkejutnya namun tak bisa dipungkiri hatinya sangat berbunga-bunga dan Dirga yang mengerti maksud tatapan istrinya itupun mengangguk disertai senyuman lalu menuntunnya mendekati meja yang cantik itu.
"Silahkan duduk my wife my queen, " Dirga menarik kursi dan meminta Laura duduk lalu Dirga pun mendudukan dirinya dikursi sebrang Laura.
Prok prok prok
"Mas, jadi ini alasan kamu menanyakan makanan apa yang aku inginkan tadi? " tanya Laura karena tak ingin kegeeran makanya ia bertanya, kan mana tau itu hanya sebuah kebetulan semata.
"Iya, aku hanya ingin mewujudkan apa yang kamu inginkan, kan kamu katanya lagi ingin makanan ini mumpungbdengan suasana pantai," kata Dirga.
"Aku kira tadi mas hanya bercanda, " balas Laura yang masih dalam mode terkejut.
"selagi aku bisa kenapa enggak, " jawab Dirga disertai senyuman khasnya yang menawan hingga membuat Laura selalu tertawan.
"Terimakasih mas, hari ini banyak sekali kejutan yang aku dapatkan dari kamu, " Laura memegang erat tangan Dirga, begitu pun Dirga membalas genggaman tangan istrinya.
"Sebelum kita makan tutup mata sebentar boleh? " pinta Dirga.
"Hah, apalagi yang ingin kamu berikan mas? " tanya Laura tak habis fikir pada suaminya yang sepertinya menyimpan banyak kejutan.
__ADS_1
"Udah tutup aja, ini yang terakhir setelah itu kita makan, "
Laura tak menjawab lagi akan tetapi ia menurut saja permintaan Dirga agar menutup matanya, karena perutnya sudah mulai keroncongan jika mereka masih aja bicara bisa-bisa ia pingsan karena kehabisan tenaga.
Hingga beberapa detik berlalu, " buka matanya, " pinta Dirga.
Laura pun membuka matanya namun ia bingung kala matanya terbuka suaminya tidak ada dihadapannya, kemana suaminya fikir Laura.
"Sayang, " panggil Dirga, barulah Laura menyadari keberadaan Dirga dari arah suara itu.
Laura menutup mulutnya dengan kedua tangannya tak menyangka Dirga ada disamping kursinya sebelah kanan tengah berlutut menyodorkan sebuket bunga mawar merah.
"Bunga yang cantik untuk istriku yang lebih cantik, i love you, " kata Dirga, Laura pun menyambut bunga pemberian suaminya itu, ini bunga pertama yang suaminya berikan sejak ia pertama kali mengenal Dirga hingga masa pendekatan selama satu bulan kebelakang.
"Terimakasih banyak suami tampanku nan romantis dan penuh kejutan, i love you more, " balas Laura diiringin senyuman yang juga selalu membuat Dirga dimabuk kepayang.
Laura tak menyangka lelaki yang nampak biasa-biasa aja ketika selama satu bulan ini mereka dekat tetapi nyatanya sangat romantis.
Akhirnya keduanya menikmati hidangan yang ada didepan mata mereka saat ini. Sungguh ini momen yang sangat indah dan berkesan bagi keduanya apalagi bagi Laura, momen bersejarah yang takkan terlupakan bagi mereka.
.
.
.
.
Yang seperti ini aja tidak akan terlupakan apalagi kejutan yang akan diberikan Dirga selanjutnya nanti.
Kejutan apa ya kira-kira yang akan diberikan Dirga pada istri cantiknya itu.?
__ADS_1
Ikuti terus kisah Laura dan Ditga, meskigak tiap hari up, karenaothor masih abal-abal. 😁