Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Ternyata Ini Maksudnya


__ADS_3

Usai makan malam bersama keluarga Dirga, Laura pamit pulang pada kedua orang tua Dirga dengan diantar oleh Dirga, ia tak ingin pulangin Laura kemalaman takut entar gak dikasih pinjam lagi sama papa mamanya.


Iya pinjam dulu malam ini tapi malam malam nanti nah milik dia seutuhnya, Dirga seyakin itu.


"Laura, " panggil Dirga saat mereka tengah berdua didalam mobil.Namun Dirga masih fokus dengan kemudinya.


"Iya, " jawab Laura seraya menoleh kearah Dirga.


"Kamu senang gak ketemu orang tua aku ? " tanya Dirga.


"Senang dong, makasih sudah diajak kenalan sama orang tua kamu, " ujar Laura, nampak kebahagiaan diwajahnya.


"Itu tandanya aku serius sama kamu, "


Sontak saja perkataan Dirga membuat hati Laura berbunga-bunga. Mungkin perasaan itu mulai bersemi dengan baik di hatinya.


"Ternyata orang tua kamu baik ya, gak seperti yang aku bayangkan sebelumnya, " Laura mengatakan yang sebenarnya karena selama ini ia sudah overtinking terhadap orang tua Dirga. " Maafin aku ya yang sudah overtinking terhadap orang tua kamu, " Laura merasa bersalah pada Dirga.


"Lah ngapain minta maaf, aku ngerti kok kamu pasti was-was mau ketemu calon mertua karena kebanyakan nonton sinetron, " dan ucapan Dirga itu benar seratus persen.


"Tapi benarkan yang aku bilang orang tuaku itu baik, gak galak, lain kali jangan gitu lagi ya sama siapapun itu gak boleh overtinking ataupun suudzon, " lanjut Dirga seraya menasehati Laura.


Laura mengangguk paham.


" Laura, " sekali lagi Dirga memanggilnya, setelah beberapa saat hening.


"Iya kenapa ? " tanyaa balik Laura.


"Kamu sudah siap kalau dilamar ? " tanya Dirga.


Deg....


Jantung Laura berdetak kencang mendengar pertanyaan dari Dirga yang menurutnya sangat mengejutkan tapi juga membahagiakan.


"Insyaallah, " jawabnya diiringi senyum malu-malu.


Tak ada perkacapan lagi diantara keduanya dan sebentar lagi tjba dikediaman Laura.


Setelah tiba didepan rumah Laura, ia berterimakasih dan menyuruh Dirga pulang namun pemuda itu mengindahkan suruhan Laura.


Dirga malah lebih dulu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk pujaan hatinya itu, Laura pun tersenyum diperlakukan Dirga seperti itu.

__ADS_1


Tak sampai disitu Dirga ikut masuk kedalam rumah, menurutnya tak etis jika tadi ia berpamitan mengajak Laura kerumahnya masa ia pulangnya tak bilang-bilang.


Laura salut dengan tanggung jawab pemuda dihadapannya ini.


*****


Beberapa hari berlalu setelah acara makan malam dirumah Dirga kedua buah keluarga hari ini akan melakukan pertemuan secara resmi untuk membahas rencana pernikahan putra putri mereka.


Laura sibuk bekerja karena hari ini hari kerja bahkan ia pun tak tau jika hari ini Dirga beserta keluarga akan bertandang kerumahnya.


"Eh Laura gimana hubungan lo sama sahabatnya si bos? " tanya Lidya yang kini tengah sibuk meng aduk-aduk pop mie kesukaannya.


"Alhamdulillah baik, " jawabnya, hanya menatap sekilas sahabat dihadapannya ia kembali sibuk dengan kwetiaunya.


"Alhamdulillah, semoga aja memang dia yang dikirimkan tuhan buat lo, biar temen gue yang satu ini gak galau lagi kalau liat orang mesra-mesraan, " ujar Lidya sambil mengejek.


"Amiin, tapi tunggu dulu deh, harusnya lo juga ngaca toh lo juga ngenes kan kalo liat Sofia sama si bos, " balas Laura tak terima.


"Hehehe, tapi tetap aja beda gue kan sudah ada pawangnya, " Lidya tak mau kalah.


"Pawang pawang lo kira ular cobra, " bahas Laura, keduanya pun tertawa bersamaan hingga mengundang orang yang berada di kantin itu menatap keduanya.


Sedangkan sejak tadi di ujung kantin Sofia memperhatikan keduanya, ia datang ke kantor suaminya sengaja biar bisa bertemu kedua sahabatnya itu, akhirnya Sofia menghampiri dan ikut bergabung membuat meja yang mereka duduki semakin jadi pusat perhatian, bukan marena Sofia istri si bos melainkan karena mereka bertiga nampak magin gaduh, entah apa yang mereka bahas pengunjung lain pun tak tau, tau-tau mereka bertiga tertawa saja.


Getar HP menghentikan pembicaraan mereka, Laura memeriksa HP nya yang ternyata itu pesa dari sang mamah yang memintanya untuk pulang cepat hari ini.


Ra, pulang cepat hari ini ya minta izin sama Agung ini penting soalnya, kamu juga mampir kesalon langganan mama ya nanti, see u sayang jangan sampai telat jam empat sore kamu harus sudah dirumah, _ Mama.


Laura mengernyit heran setelah membaca lesan dari sang mamah, bahkan ia yang tadinya mengunyah makanan terhenti seketika.


Kedua sahabatnya bingung melihat gelagat Laura yang nampak ketara sekali kebingungan diwajahnya.


"Kenapa? " tanya Sofia.


"Mama minta aku pulang cepat, suami kamu kira-kira ngizinin gak ya ? "


" Kenapa ada yang terajdikah ? " tanya Sofia dan Laura hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya tanda ia pun tak ta, "kalau mas Agung sih pasti izinin lah, " lanjutnya lagi.


"Tali aku gak enak deh rasanya akhir-akhir ini kan sering minta pulang cepat, " ujar Laura.


Bukan tak enak hati pada Agung tapi tak enak hati dengan teman satu kantornya, bukan ia tak tau banyak dari mereka yang membicarakannya dibakang. Mentang-mentang sahabat dari istri bos mereka menganggap Laura jadi seenaknya sendiri.

__ADS_1


****


Tepat pukul empat sore Laura sudah tiba dirumah dengan pakaian yang rapi menggunakan abaya yang tadi sudah disiapkan orang tuanya dan berdandan natural namun tetap cantik, Laura terlihat elegant dengan abaya peachnya.


Sesampainya dirumah ia bingung ingin memberondo g sang mamah dengan berbagai pertanyaan yang sejak tadi bersarang diotaknya, namun bu Ambar malah sibuk sendiri dan meminta Laura untuk nunggu dikamar dulu.


"Kita mau kemana memangnya mah? atau mau ngapain gitu ? " tanya Laura pada akhirnya sebelum ia naik kekamarnya.


"Ada acara spesial, udah nanti kamu juga tau, sana tunggu diatas, " bu Ambar tak mau memberi tau perihal acara yang akan berlangsung sore ini pasalnyaDirga sendiri yang meminta agar ini menjadi kejutan untuk Laura.


Dengan kebingungan dan rasa penasarannya Laura tetap menurut untuk menunggu dikamar, sesampainya di depan kamar ia berpapasan dengan Bara sang adik yang terlihat juga sudah rapi ia pun bertanya pada adik satu-satunya itu namun nihil Bara pun hanya mengangkat kedua bahunya seperti yang ia lakukan dikantin kantor tadi.


Dalam kebingungannya tiba-tiba bu Ambar mengetuk pintu hingga membuat Laura terlonjak kaget.


** Ambar membawa Laura kelantai dasar dan betapa terkejutnya ia melihat tiga orang berpakaian rapi diruang tamu membawa serta seserahan.


"Mas Dirga, " gumamnya pelan namun masih bisa didengar semua orang yang ada disana. Disini ia mulai menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


"Mantu ibu sini sayang, " panggil bu Rahma dengan senyum lebarnya, Laura hanya mengangguk dan membalas senyumannya.


Laura duduk diapit kedua orang tuanya, " Assalamualaikum, langsung saja pak, bu, maksud saya kesini ingin melamar putri bapak dan ibu Laura Anaya menjadi menantu dikeluarga kami yaitu istri dari Dirga putra semata wayang kami, " ucap pak Arman.


"Waalaikumsalam, terimakasih sebelumnya pak sudah memilih puteri kami untuk dijadikan menantu, sebagaiorang tua kami menerima saja jika nak Dirga ingin memperistri putri kami tapi kembali lagi kepada yang bersangkutan apakal Laura mau menerima pinangan nak Dirga atau tidak, " ujar pak Wahyu.


"Bagaimana nak apa kamu menerima pinangan Dirga ? " tanya pak Wahyu pada puterinya.


Semua mata menatap dan telinga siap mendengarkan jawaban Laura termasuk Dirga yang sejak tadi harap-harap cemas menanti jawaban Laura.


"Insyaallah aku terima mas Dirga, " akhirnya jawaban yang dinantikan semua orang pun keluar dari mulut Laura Anaya.


"Alhamdulillah, " ucap semua orang yang ada disana secara bersaman termasuk Agung dan Sofia juga ikut menyaksikan acara lamaran ini pasalnya mereka terlibat dalam terjalinnya hubungan diantara Laura dan Dirga sejak awal.


Laura tak menyangka jika Dirga secepat ini akan melamarnya bahkan waktu perkenalan satu bulan yang diberikan ayahnya pun belum berakhir , ternyata ini adalah maksud dari pertanyaan Dirga kala dimobil saat ia mengantar Laura pulang.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa like dan komennya 🤗.


Maafkan typonya... 🙏🙏


__ADS_2