
Dua bulan kemudian....
Tok Tok Tok
Dirga mengetuk pintu kamar mandi ketika membuka mata namun mendapati istrinya tidak berada disampingnya, "Sayang, kamu didalam ya? " tanya Dirga, namun tak ada sahutan dari dalam.
Tok tok tok
Sekali lagi Dirga mengetuk pintu kamar mandi namun nihil tak ada sahutan dari dalam.
Ceklek
Dirga membuka knop pintu kamar mandi yang ternyata tidak dikunci.
"Lah malah tidur, " gumamnya setelah mendengar dengkuran halus Laura yang saat ini tengah bersandar di bak mandi yang tak berair.
"Hei sayang bangun, " Dirga berusaha membangungkan sang istri, ia tak. Habis fikir dengan istrinya malah tidur di bak mandi.
"Hmmm apa mas ? " tanya Laura yang tak sadar ia tengah berada dimana.
"Kamu ngapain sih tidur kok dikamar mandi, kalau masih ngantuk tidur aja lagi tapi dikasur gak dikamar mandi gini, " Dirga geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya.
"Hah memang aku tidur dimana? " tanya Laura lagi dengan muka polosnya.
"Liat aja sendiri," timpal Dirga.
Laura memindai setiap sudut kamar mandi dengan mata bulatnya seketika ia pun tersadar jika ia tengah berada di kamar mandi.
"Hehe kok bisa ya aku ketiduran disini, " gumam Laura.
Biasanya setelah sholat subuh Laura tak akan tidur lagi ia langsung berkutat dengan alat-alat dapur, nah kalau suaminya memang suka tidur lagi.
Tapi hari ini malah Laura ikutan ketiduran mana di bak mandi lagi, ada-ada aja memang.
***
Tok Tok Tok
Pintu kamar mereka diketuk, membuat Laura yang sedang berhias dihadapan cermin pun menoleh ke arah pintu.
"Mas bukain dong pintunya, " ujar Laura.
"Iya sebentar, " saut Dirga lalu membukakan pintu.
"Iya bi, "
"Sarapan sudah siap den, " ujarnya.
" Baik bi, " jawab Dirga.
"Kalian pulang sore ini? " tanya bu Ambar saat sarapan berlangsung.
"Iya mah, " jawab Laura.
"Gak mau nginap lagi, kami masih pingin kalian disini, iya kan pah? " kata bu Ambar, menatap suaminya. Dan pak Wahyu hanya mengangguk seraya tersenyum tanda ia setuju dengan perkataan istrinya.
"Pengen sih mah, tapi nanti ya minggu depan kita akan nginap lagi dan akan lebih lama, " itu jawaban yang diberikan Laura agar orang tuanya mengizinkankan pulang kerumah hari ini, entah kenapa laura sangat merindukan kasurnya padahal baru semalam ia bermalam dirumah orang tuanya.
__ADS_1
Mau tak mau kedua orang tua Laura mengizinkan anak dan menantunya pulang kerumah mereka sendiri. Laura yang anak tunggal membuat orang tuanya merasa kesepian dirumah meskipun mereka juga sibuk dengan pekerjaan namun ada kalanya mereka juga diam dirumah dan sepi itu akan terasa.
Orang tua Laura berharap Laura dan Dirga lekas dikaruniai momongan dan kalau bisa banyak jangan cuman satu biar rame rumah.
****
Sore hari pun tiba Laura dan Dirga pamit pulang pada kedua orang tua Laura, keduaparu baya itu mengantar anak dan menantu mereka hingga diteras rumah.
"Kami pamit mah pah assalamualaikum, " pamit Laura.
"Assalamualaikum mah pah, " pamit Dirga.
"Waalaikumsalam, " jawab bu Ambar dan pak Wahyu beriringan.
Laura dan Dirga mencium tangan kedua orang tua Laura kemudian berlalu masuk kedalam mobil.
Lambaian tangan pak Wahyu dan bu Ambar mengiringi kepergian anak dan menantunya tersebut.
"Kita akan makan malam diluar kan sekalian ? " tanya Dirga.
"Boleh, " saut Laura.
"Mau makan dimana ? "
"Mau makan sate bang Mamat enak kayanya mas, " baru mengucapkannya saja Laura sudah mau ngeces.
"Hah, jauh banget Yang ke bang Mamat segala, itu kan yang mangkal di depan kampus, "
"Iya memangnya kenapa, mas keberatan ya nurutin permintaan aku, padahal kan tadi mas yang nanya aku mau makan dimana, " Laura langsung nyerocos aja, dengan air mata yang hampir menetes disudut matanya.
"Eh eh bukannya gitu, kok nangis sih sayang jangan nangis dong, " Dirga membujuk istrinya yang entah kenapa menjadi cengeng hanya karena sate bang mamat.
"Gini ya sayang bukannya mas gak mau menuruti keinginan kamu tapi masalahnya ini sudah sore, bang Mamat kan dikampus cuman sampai jam 2 siang, " ujar Dirga menjelaskan panjang lebar agar istrinya mengerti.
"Ya tinggal kerumahnya bang Mamat aja, " jawab Laura sekenanya.
"Kamu emang tau dimana rumah bang Mamat?, " tanya Dirga.
"Hehehe enggak, " ujar Laura dengan muka polosnya.
Dirga hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang menurutnya aneh itu.
"Kalau gitu kita cari sate deket-deket sini aja ya, " ujar Dirga, namun kembali Laura menggelengkan kepalanya tanda tak mau.
"Terus maunya gimana ? " tanya Dirga yang mulai frustasi.
"Tunggu, " lalu Laura mengotak atik HP nya entah apa yang dicarinya, namun Laura sangat fokus pada benda pipih persegi panjang itu.
Sementara itu Dirga hanya diam menunggu istrinya yang sibuk dengan HP nya.
Hingga lima menit kemudian...
"Nah ketemu, " ucap Laura kegirangan.
"Apanya ? " tanya Dirga bingung.
"Nih ketemu alamat rumah bang Mamat, kita kesana sekarang pasti masih ada karena bang Mamat juga jualan dirumahnya, " ujar Laura dengan full senyum sambil memperlihatkan layar HP yabg menunjukan maps alamat rumah bang Mamat pada Dirga.
__ADS_1
Dirga menghela nafsnya, lalu kemudian melajukan kendaraan roda empatnya menuju rumah bang Mamat.
Setelah melewati perjalanan yang panjang dan padat sekitar 1 jam kemudian pasutri baru itu tiba dikediaman bang Mamat, dan Alhamdulillah warung bang Mamat masih buka.
"Loh neng Laura dan den Dirga bisa sampai disini ?" tanya bang Mamat heran.
"Iya nih bang istri saya kangen satenya abang katanya, " kata Dirga.
"Oh iya, udah lama ya gak makan di tempat abang, tapi kok tumben kerumah kan jauh masih deketan ke kampusnya eneng, besok abang jualan kok ditempat biasa," lanjut bang Mamat sambil membakar sate-satenya.
"Enggak bisa nahan bang pengennya sekarang makan satenya, " ujar Laura.
"Iya bang kalo gak diturutin nangis, tadi aja sudah nangis, ngambek,marah beruntung alamat abang ada di maps, ya daripada dia ngambek mending turutin aja deh, " timpal Dirga.
Bang Mamat dan istrinya tersenyum, melihat pasutri baru itu, sedangkan Laura dan Dirga merasa bingung dengan bang Mamat dan istrinya yang tersenyum penuh maksud.
"Duduk dulu den neng yuk mari, kasian dari tadi berdiri aja," ujar istri bang Mamat.
Cukup sepuluh menit meninggu akhirnya dua porsi sate tersaji dihadapan mereka.
Laura mulai memakan sate miliknya namun keanehan terjadi lagi, Laura hanya makan lontongnya beserta kuah kacang sedangkan satenya tak ia sentuh sedikitpun.
Awalnya Dirga biasa aja, mungkin nanti dimakannya fikir Dirga. Namun hingga habis lontong dipiring Laura satenya belum juga disentuh.
"Yang kok satenya gak dimakan ? " tanya Dirga.
"Enggak mas, bau ayam, buat mas aja kalau suka, " ujarnya Laura.
Dirga semakin bingung dan merasa tak enak hati dengan bang Mamat dan istrinya. Namun respon yang diberikan bang Mamat dan istrinya malah senyum-senyum saja.
"Maafkan istri saya ya bang, sate buatan abang enak kok gak amis, " ujar Dirga merasa bersalah atas ucapan istrinya.
"Gak papa den, biasa itu mah bagi wanita hamil, " ujar istri bang Mamat.
"Hamil? " ucap Dirga dan Laura bersamaan.
****
Rasa tak percaya dengan apa yang dikatakan istri bang Mamat, namun juga penasaran jika itu benar adanya maka ia sangat bahagia. Sepanjang jalan Dirga menggenggam jemari Laura dan terus berdo'a agara apa yang mereka duga benar adanya.
Dirga menepikan mobilnya disebuah rumah sakit yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Beruntung dokter kandungan disana belum pulang dan hanya tinggal menunggu satu pasien lagi maka Laura bisa masuk untuk melakukan pemeriksaan.
"Selamat pak istri bapak tengah mengandung usia 6 minggu, ini bisa dilihat ada kantung janinnya, " ujar dokter wanita bernama Ayu itu, seraya menunjukan monitor dimana terlihat calon bayi Laura dan Dirga bergerak-gerak didalam rahim Laura.
Bahagia hingga membuat keduanya terharu, setelah selesai pemeriksaaan keduanya kembali kerumah mereka dan Dirga langsung memberi kabar kepada orang tuanya, begitu pula pada kedua orang tua Laura.
Kedua keluarga menyambut bahagia calon cucu pertama mereka, yang mungkin akan jadi rebutan kakek dan neneknya nanti ketika sudah lahir kedunia.
.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih sudah mau membaca karya aku yang tak seberapa ini,maafkan masih banyak typo, sampai disini kisah Laura dan Dirga, aku pamit sampai jumpa dilain kesempatan.
Assalamualaikum 🙏