Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Celaka


__ADS_3

Tak terasa tiga bulan sudah usia pernikahan yang dijalani Dirga dan Laura dan selama itu mereka jalani dengan lebih saling mengenal lagi satu sama lain.


Laura dan Dirga hidup berdua dirumah Dirga namun seminggu sekali mereka akan menginap dirumah orang tua Laura.


Sedangkan orang tua Dirga dan kakeknya sudah balik ke Kalimantan setelah satu minggu kepulangan Dirga dan Laura dari bulan madu, mereka janji akan berkunjung ke Kalimantan kalau ada libur nanti.


Masih terkenang dibenak Dirga dan Laura saat sang kakek salah mengingat tanggal lahirnya.


Seperti biasa pagi hari ini Laura berada di dapur membuat sarapan untuk mereka berdua sebelum pergi bekerja.


"Kamu masak apa hari ini sayang? " tanya Dirga yang muncul tiba-tiba dan langsung memeluk Laura dari belakang saat Laura tengah sibuk dengan wajan dan sutil ditangannya.


"Lagi masak ayam bumbu merah, " jawabnya masih sibuk dengan sutilnya, " mas sekarang siap-siap sebentar lagi matang nanti kita sarapan, " lanjut Laura agar suaminya tak mengganggunya lagi didapur.


"Oke deh, "


Cup


Satu hal yang sekarang menjadi kebiasaan Dirga dipagi hari adalah mencium pipi gembul istrinya yang dimatanya sangat menggemaskan.


Lauara hanya tersenyum mendapati perlakuan suaminya itu, sementara Dirga bersiap-siap ke kantor Laura melanjutkan memasaknya yang tinggal sedikit lagi baru ia juga bersiap-siap pergi bekerja.


Keduanya memang masih bekerja karena Dirga tak membatasi istrinya untuk bekerja kecuali nanti setelah Laura hamil mungkin ia akan berhenti bekerja.


Hari ini hari jum'at berarti malam ini mereka akan menginap dirumah orang tua Laura, jadi laura sengaja masak lebih banyak untuk dibawa kerumah orang tuanya nanti.


Selesai semuanya dan makanan pun sudah disajikan dimeja makan, kini saatnya Laura bersiap-siap.


"Wah enak nih, nasi kuning kamu bisa bikin nasi kuning yang? " tanya Dirga saat melihat nasi kuning ada dimeja makan, ia tak percaya istrinya bisa bikin makanan favoritnya.


"Bisa dong kan belajar, tapi gak tau rasanya gimana, udah bener apa belum ? " ujar Laura, ia yang belum pernah memakan nasi kuning khas kalimantan makanan favorit suaminya sejak kecil itu, jadi ia tidak yakin jika rasanya akan sama enaknya.


"Tapi aku yakin enak kok, biasanya kan enak masakan kamu, " ucap Dirga tersenyum penuh keyakinan, ia yang tak sabar mencicipin masakan istrinya langsung mengambil banyak nasi kedalam piring dan memasukan lauknya juga ada sayuran dan ayam bumbu merah.


Hap


Satu suapan mendarat dilidah seorang Dirga, dan ia menghentikan gerakan mulutnya seolah ada sesuatu yang salah dimakanan itu, dan hal tersebut membuat Laura sedikit was-was menantikan komentar suaminya, kalau ditebak dari ekspresi Dirga yang tiba-tiba berhenti mengunyah pasti rasanya tidak enak.

__ADS_1


"Apa rasanya tidak enak? "


Dirga hanya menggeleng, dan langsung melanjutkan kunyahannya.


"Kalau tidak enak jangan dipaksa mas, lepehin aja, biar sisanya aku buang, " ujar Laura yang tak tega melihat suaminya jika memaksakan makan makanan yang tak enak.


Dirga yang masih meneruskan kunyahannya hanya diam saja mendengar istrinya mengoceh.


"Ini enak yang, gak kalah sama ibu-ibu yang biasa jualan nasi ini dipinggir jalan, "


"Kamu jangan bohong jika hanya ingin menyenangkan hatiku mas, "


"Mas gak bohong, ini beneran enak kamu belajar darimana? "


"Beneran enak mas? "


"Huum," kata Dirga sambil mengunyah makanannya kembali.


"Kamu belajar dimana? internet ya? "


"Aku belajar langsung dari masternya mas, " ujar Laura tersenyum bahagia ternyata masakannya tak sia-sia, padahal tadinya ia takut akan gagal lagi, soalnya selama beberapa hari belajar gak bisa-bisa, kuang inilah, kebanyakan itulah pokoknya banyaklah.


"Bukan mas, tapi sama ibu kamu,"


"Oh iya ya, ibuku kan pinter masak, hebat juga kamu yang baru belajar bisa seenak ini, bakat kamu didunia kuliner, "


Mereka terus mengobrol sambil menghabiskan sarapan nasi kuning dengan lauk ayam sambal merah, setelah itu mereka berangkat kerja bersama.


****


Laura nampak mondar mandir di loby perusahaan tempatnya bekerja menunggu sang pujaan hati datang menjemput, tetapi sudah pukul lima lebih lima belas menit tanda-tanda kedatangan Dirga tak juga terlihat. Sedangkan biasanya pukul lima Dirga sudah datang menjemputnya, Laura pun berniat menelpon suaminya tersebut.


Drrrrtttt Drrrrttt


Tiba-tiba HP Laura bergetar, " assalamualaikum mas, " ternyata itu Dirga.


",....... "

__ADS_1


"Oh gitu ya sudah aku pulang naik taksi ata ojol aja deh mas, assalamualaikum," Laura menutup HP nya.


Mendapati kabar jika suaminya tak bisa menjemputnya akhirnya Laura memutuskan untuk memesan ojek online.


Tak lama menunggu ojek yang Laura pesanpun datang, Laura langsung memberitahukan alamat rumahnya karena Laura tak sabar ingin pulang cepat kerumah, ingin paking pakaiannya dengan sang suami.


Rencananya keluarga Laura mengajak mereka berdua untuk liburan bersama akhir pekan ini kebetulan senin hingga rabu ada tanggal merah jadi mereka memanfaatkan waktu libur untuk berlibur pula.


Senyuman Laura tak pudar disepanjang perjalanan pulang ia membayangkan keseruan hari esok berkumpul bersama keluarga dan suaminya, rasanya Laura sudah tak sabar lagi ingin cepat-cepat esok hari.


"Pak lebih cepat lagi ya, " pintanya pada kang ojol.


"Gak bisa mba jalanannya kan macet, " jawab kang ojol.


Laura menepuk jidadnya sendiri karena tidak menyadari jika kininia tengah berada di kemacetan, beruntung hal itu tidak lama jadi Laura bisa bernafas lega.


Pas di pertigaan, "Awas pak, " teriak Laura di jok belakang karena melihat mobil yang melaju kencang kearah mereka dari arah yang berlawanan.


Kang ojol pun kaget lalu membantingbstirnya kekiri mencoba menghindari mobil tersebut.


Brukk


Laura dan kang ojol terjatuh keselokan, sedangkan mobil yang hampir menabrak mereka melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi lagi.


Beruntung warga sekitar sigap membantu Laura dan tukang ojek itu dan segera melarikannya kerumah sakit.


Sedangkan tak jauh dari sana, terlihat seorang perempuan sedang menatap Laura dengan seringai jahatnya.


"Ini baru permulaan, " ucapnya.


Perempuan itu memasang kacamata hitamnya dan berlalu dari tempatnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2