Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Pulang


__ADS_3

Dua hari honeymoon rasanya kurang, apalagi masih banyak tempat wisata yang belum Laura dan Dirga datangi, terutama Laura yang memang baru pertama kali berlibur di daerah pantai.


Tapi tak apa bagi keduanya masih ada waktu nanti untuk berlibur lagi, saat ini mereka harus kembali kedunia pekerjaan yang sudah menanti.


"Sudah siap? " tanya Dirga setelah mereka sudah berada di dalam mobil, Laura hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Dirga langsung tancap gas meninggalkan hotel tempat mereka menginap.


Sepanjang perjalanan Dirga menggandeng tangan Laura, Laura pun sangat bahagia diperlakukan Dirga seperti itu, ia pun membalasnya dengan menyandarkan kepalanya di bahu Dirga.


"Apa kau mau membeli sesuatu? " tanya Dirga disaat mereka sedang diperjalanan.


"Hmm apa ya, kita cari makan diangkringan aja, aku lagi mau makan sosis bakar dan teman-temannya, " ujar Laura, " tapi setelah kita sholat maghrib aja, " lanjutnya lagi, Dirga pun mengangguk setuju.


Mereka memang pulang sudah disenja hari sehingga menemui waktu sholat kala dijalan.


***


Sementara itu disisi lain...


"Jadi mereka sudah keluar dari hotel? " ucap seseorang dengan telpon genggam yang ditempelkan ditelinga kanannya.


"Lakukan tugasmu, ingat jangan sampai gagal, " perintahnya pada orang dibalik telpon.


***


Balik lagi..


Laura dan Dirga baru saja keluar dari masjid dan melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari makan. Sebenarnya jarak rumah mereka tak jauh dari pantai yang mereka datangi tapi karena mereka mampir-mampir dulu jadinya lama dijalan.


Berselang lima menit dari masjid Dirga menghentikan mobilnya di depan angkrinan yang tampak ramai anak muda yang sedang menikmati malam.

__ADS_1


Laura dan Dirga turun dari mobil dan langsung memilih makanan yang tersedia disana, agar lebih kenyang ia menambahkan nasi kucing. Pasangan ini memang bukan orang yang pilih-pilih tempat makan dan memang mereka menyukai makanan dipinggir jalan karena memang rasanya enak juga murah tentunya.


Mereka makan sambil mendengarkan lagu dari para pengamen yang datang silih berganti menyumbangkan suaranya. Terkadang mereka saling menyuapi membuat orang yang melihatnya menjadi iri apalagi kaum jomblo, sedangkan mereka berdua tak peduli dengan yang lain karena merasa dunia milik berdua.


"Kenyang? " tanya Dirga pada Laura setelah mereka menyelesaikan makannya.


"Huum, " jawab Laura disaat mulutnya penuh dengan makanan.


Dirga yang gemas melihat tingkah Laura langsung mengusak rambut Laura dengan gemas.


"Aku bayar dulu, " Dirga berlalu meninggalkan mejanya menghampiri abang penjualnya untuk membayar makanan mereka.


Keduanya langsung pulang kerumah orang tua Dirga.


Sepanjang perjalanan mereka mengobrol, hingga tiba dirumah.


Hari sudah malam jadi rumah nampak terlihat sepi, padahal baru pukul delapan membuat Dirga mengerutkan keningnya saat ia dan Laura membuka pintu utama karena tidak biasanya jam segini lampu-lampu sudah dimatikan.


"Iya ini baru pukul delapan malam kenapa hanya lampu kamar yang menyala, " ujar Laura menimpali.


"Dan kok bisa orang tuamu ceroboh sekali, kalau sudah tidur kok pintu tidak dikunci, " lanjut Laura mengutarakan kebingungannya.


"Iya juga ya, bagaimana kalau ada maling, untung kita yang masuk, " ujar Dirga, menggandeng tangan istrinya membawanya masuk menuju kamar namun baru melewati ruang tamu tiba-tiba suara benda jatuh menghentikan langkah mereka.


"Traangg.. " bunyi benda itu.


"Maling, " ucap Dirga dan Laura bersamaan sambil saling menatap. Keduanya langsung menuju arah suara itu tmyang berasal dari dapur dengan terus bergandeng tangan.


"Untuk apa maling itu didapur, apa yang mau dia ambil didapur, bukankah seharusnya maling itu kedalam kamar, " gumam Laura dalam hatinya memikirkan maling.


Ternyata lampu dapur menyala menandakan ada orang disana, pasutri itu pun mendatangi dapur sambil mengendap-ngendap.

__ADS_1


"Dalam hitungan ketiga kita tangkap maling itu, " bisik Dirga pada sang istri dan dijawab anggukan saja oleh Laura.


Dan benar saja mereka melihat seseorang berada didapur sedang membelakangi mereka entah apa yang orang itu lakukan.


Pasutri itu kembali saling menatap seolah memberi kode satu sama lain, "satu, dua, tiga," ucap mereka bersamaan dengan suara yang pelan, lalu ingin menangkap maling tersebut.


"Pluk, " belum sempat Laura dan Dirga menangkap orang tersebut, orang itu sudah lebih dulu berbalik badan dan menancapkan sesuatu dikepala Dirga.


Laura dan Dirga terdiam saat tau maling yang mereka maksud. Sementara orang itu tersenyum bahagia.


"SELAMAT ULANG TAHUN, " suara riuh dari beberapa orang tiba-tiba mengagetkan Dirga dan Laura dan membuat mereka tersadar dari lamunan.


Lampu yang tadinya padam kini menyala semua, orang yang dianggap maling oleh Laura dan Dirga adalah kakeknya Dirga yaitu kakek Darma sedangkan yang menancap dikepala Dirga adalah telur.


Dan orang lainnya ialah orang tuanya sendiri, ternyata bekerjasama dengan kakek untuk memberi kejutan ulang tahun pada Dirga, namun salah banget.


"Makasih kejutannya ibu, abah, terutama kakekku yang sudah jauh-jauh datang dari kampung untuk kejutan ini, " ujar Dirga, sementara itu Laura mengerutkan keningnya karena ia merasa ada yang salah disini.


"Tapi... " Dirga menjeda ucapannya hingga membuat kedua orang tuanya dan juga kakeknya menatap kearahnya, tak ketinggalan Laura pun melakukan hal yang sama sebab ia penasaran dengan apa yang akan diucapkan oleh suaminya itu.


"Abah, ibu dan kakek benar hari ini tanggal 17 tanggal kelahiranku tetapi aku lahir di bulan April sedangkan ini baru 17 Maret, jadi ulang tahunku itu bulan depan, " jelas Dirga.


"Ah masa sih? " tanya kakek tak percaya, "seingatku kau lahir 17 Maret, " lanjut kakek lagi.


"Abah sama ibu lupa juga? " tanya Dirga pada irang tuanya.


"Abah sama ibu mah ikut aja apa kata kakek kamu, " jawab bu Rahma sekenanya dan diangguki oleh sang suami.


Sedangkan Dirga dan Laura hanya menghela nafas melihat kelakuan orang tua dirumah ini. Berhubung ada kue ulang tahun kan mubazir jika tidak dimakan, akhirnya mereka memakan bersama kue ulang tahun yang sengaja dibeli oleh kakek tadi sore, namun sebelumnya Dirga lebih dulu membersihkan dirinya yang berbau amis akibat telur yang dipecahkan sang kakek tepat dikepalanya.


Pasutri baru itu tidak menyangka jika pulang honeymoon disabut kejutan ulang tahun yang dimajukan satu bulan lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2