Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Sahhhh


__ADS_3

Hari ini hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Laura dan Dirga. Hari ini hari dimana Dirga dan Laura mengikat janji sehidup semati di hadapan penghulu, para saksi, orang tua dan tentunya dihadapan yang maha kuasa Allah SWT beserta para malaikatnya.


Ruang tamu rumah Laura sudah disulap bak istana yang terdapat singgasana didalamnya dengan nuansa putih gold seperti gaun akad yang akan Laura kenakan yaitu berwarna putih dan resepsinya berwarna putih gold persis seperti dekorasinya.


Banyaknya bunga dan lampu-lampu yang menghiasi membuat dekorasinya nampak indah sekali.


Jam menunjukan pukul delapan pagi nampak banyaknya orang yang membantu terselenggaranya acara ini wara wiri didalam rumah, sedangkan si pengantin saat ini sedang dirias dikamarnya karena akad akan berlangsung pukul sepuluh nanti.


Riasan natural nan flawles requestnya pada Nina meskipun memakai adat sunda, karena Laura ada keturunan sunda.


Nina teman sekelasnya ketika SMP dulu kini menjadi perias kenamaan padahal dulu Laura sangat ingat sekali jika Nina kerap dibully oleh teman-teman seangkatan mereka maupun adik dan kakak kelas karena Nina dulu dapat dikatakan buluk,hitam, dekil, banyak kunatnya akibat keterlaluan menggaruk saat gatal digigit nyamuk sedangkan kulitnya sensitif hingga menimbulkan bekas, maklum anak desa masih ingusan pula tak mengerti yang namanya permake up an dan perawatan tubuh lainnya.


Dulu taunya hanya belajar dan bermain.


Setelah ia mengenal dunia make up dan skincare serta seiring bertambahnya usia Nina sudah tak buluk lagi bahkan sangat berbeda seratus delapan puluh derajat.


"Nina kamu hebat ya sekarang sudah sukses, beuh pasti mereka yang dulu membully kamu nyesel deh, " mereka bermake up sambil bersenda gurau mengingat masa sekolah keduanya. Laura tak menyangka melihat perubahan Nina yang drastis.


*****


Sementara itu Dirga sudah mulai meninggalkan kediaman orang tuanya menuju kediaman mempelai wanita.


Dirga membawa serta beberapa sanak saudara dari kedua orang tuanya, meski hanya beberapa karena tidak bisa ia memboyong seluruh keluarga dari ayahnya yang ada di Kalimantan, bisa-bisa jebol kantong Dirga.


Kalau keluarga sang ibu tidak jauh dari sini, masih disekitaran pulau jawa, karena ibunya ini keturunan jawa meski lahir juga di Kalimantan.


Dirga ditemani ketiga sahabatnya sebagai groomsmen yang sejak tadi berisik menggoda Dirga.


"Gak nyangka gue, dalam waktu sebulan lo beneran nikah sama Laura, gue kira cuman main-main aja, " ujar Sapta.


"Iya loh gue kira si Laura bakal jadi pelarian lo doang, tapi nyatanya dinikahi, " timpal Tama.


"Lo pada gak nyangka kan, sama gue juga sangat amat tidak menyangka si bucinnya Juli nikah sama orang lain yang bahkan baru kurang dari dua bulan sejak pertemuan pertama mereka dikebun teh, " ujar Agung mengingat bagaimana pertemuan Laura dan Dirga , dulu.


"Berisik banget sih kalian, namanya juga jodoh mau sebulan, dua bulan, bahkan sehari pun bisa aja menikah, karena jodoh tau kemana ia harus berlabuh, " ujar Dirga jumawa.


"Lagak lo, ijab kabul sudah hafal belum, entar salah sebut nama lagi, " ujar Tama yang diiringi tawa kedua sahabatnya.


"Husstt makanya kalian diam jangan berisik gue harus konsentrasi buat hafalin ijab kabul, " wajah Dirga sudah ditekuk seperti baju belum disetrika, kucel.


"Dan ingat jangan kalian sebut-sebut lagi mantan gue, fokus gue sekarang hanya Laura, gue gak mau dia sakit hati, " Dirga berharap sahabatnya mau berhenti meledeknya dan apa yang dikatakan Dirga itu benar jika mantannya terus disebut-sebut sedangkan ia sudah menikah itu akan menyakiti hati Laura.

__ADS_1


"Ok ok sory, kita gak akan ungkit mantan lo lagi, " ujar Sapta diangguki oleh kedua temannya.


****


Waktu terus bergulir namun rasanya begitu cepat berlalu sudah pukul sepuluh kurang sepuluh menit aja, itu berarti sepuluh menit lagi ijab kabul akan diikrarkan Dirga.


Dirga sudah tiba di rumah Laura sejak pukul setengah sepuluh tadi.


Sedangkan Laura nampak sangat gugup dan gelisah menanti selesainya akad dan ia akan bertemu dengan Dirga dengan status sebagai suami istri.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Andika Dirgantara dengan putri kandung saya Laura Anaya binti Wahyu Aji dengan mahar seperangkat alat sholat beserta satu set perhiasan emas di bayar tunai, " ucap pak Wahyu yang langsung menikahkan putrinya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Laura Anaya binti Wahyu Aji dengan mahar tersebut tunai, " jawab Dirga lantang.


Ya jawaban ini yang sejak tadi dinantikan oleh Laura kini sudah menggema diruangan itu diucapkan dengan lantang oleh Dirga.


"Bagaimana para saksi? " tanya pak penghulu.


"Saaaahhhhh, " saut semua yang hadir disana.


Laura yang duduk dengan gelisah dikamarnya bisa bernafas lega setelah mendengar kata sah dari semua orang, itu berarti ia sudah berstatus sebagai istri Dirga.


Tak terasa Laura menitikan air matanya karena merasa terharu akan pernikahannya.


"Hus ngomong apa sih, yaiyalah ada, buktinya kamu sekarang sudah jadi istri orang, ini hari bahagia kamu hapus air mata ini, " ujar Sofia, ia menyapu air mata yang meleleh dikedua pipi Laura.


"Aku hanya belum percaya aja, " ujar Laura.


Tak lama ada yang mengetuk pintu.


Tok tok tok


Laura masih setia duduk diranjangnya. Sofia bergegas membukakan pintu.


"Assalamualaikum, " salamnya.


Deg


Jantung Laura berdetak dengan kencang kala mendengar suara itu, ia belum melihat wajah orang itu karena terhalang pintu namun ia sudah bisa mengenali siapa pemiliknya.


"Waalaikumsalam, " sahut Laura dan Sofia beriringan.

__ADS_1


Ternyata yang datang itu Dirga yang langsung menjemput sang istri dikamar pengantin mereka. Bukan hanya Dirga seorang ia diiringi oleh kedua orang tua mereka.


Pintu dibuka dengan lebar hingga nampaklah Laura yang tengah duduk ditepi ranjang sedang menunduk karena malu.


"Assalamualaikum istriku Laura Anaya, " ucap Dirga lembut tepat disamping telinga Laura.


Blusshhhh


Laura semakin tersipu mendengar ucapan salam yang begitu indah dari suaminya.


"Waalaikumsalam, " jawab Laura malu-malu mendongakkan kepalanya memberanikan diri menatap suaminya.


"Yang benar jawab salamnya, " ujar Dirga menggoda istrinya yang sudah bersemu merah semakin merah pipinya.


"Heh, " Laura bingung perasaan ia sudah menjawab salam dengan baik.


"Ah elah pake malu-malu segala, gemesshh gue, " celetuk Lidya ditengah keromantisan pengantin baru tersebut.


Sontak saja suara cempreng Lidya menyita perhatian keluarga yang ada didalam sana.


"Lidya, " tegur Sofia.


"Ups sory kelepasan, " cicit Lidya seraya menutup mulutnya dengan tanganm


Fokus semua orang kembali pada pasangan pengantin baru itu.


"Assalamualaikum istriku Laura Anaya, " ulang Dirga sekali lagi.


Barulah Laura mengerti, maksud jawaban salam yang diinginkan Dirga.


"Waalaikumsalam, suamiku mas Andika Dirgantara, " balas Laura akhirnya membuat senyum diwajah Dirga semakin mengembang saja.


Dirga menyodorkan tangannya pada Laura, dan Laurapun menyambutnya lalu mengecup punggung tangan suaminya itu dengan takzim dibalas kecupan manis di kening oleh Dirga.


Setelah itu mereka turun dan kembali ke meja akad untuk menandatangani surat-surat dan melakukan prosesi adat.


.


.


.

__ADS_1


.


Hayyyy aku datang lagi nih,, gimana cukup manis gak bab ini? Maaf ya klo aku gak bisa eh belum bisa bikin yang romantis-romantisan.


__ADS_2