Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Liburan Bersama 2


__ADS_3

"Jangan terlalu sering menyendiri, entar kesambet, " celetukan itu seketika menerbitkan senyum tipis diwajah ayu Laura.


"Apa yang kamu fikirkan? " tanyanya lagi.


"Tidak ada, hanya sedang menikmati keindahan ciptaan Allah, " memang benar kata Laura ia hanya sedang menikmati keindahan alam.


Sunyi....


Tak ada lagi percakapan diantara dua orang yang berbeda gander itu, mereka larut hanyut dalam kesunyian.


Dari jarak kurang dari dua meter Dirga memperhatikan Laura, seminggu ini ia memang sering diam-diam memperhatikan Laura. Bukan tanpa alasan hanya saja ia mendengar cerita dari Agung jika Laura itu anaknya rame, tapi seminggu disini nampak Laura seperti seseorang yang pendiam dan kalem meskipun masih ada senyum diwajahnya.


"Kenapa menatapku seperti itu? " tanya Laura.


"Hanya sedang bingung saja, kata Agung kamu itu anaknya rame, tapi hingga hari terakhir liburan aku perhatikan kamu biasa aja tak sesuai dengan ekspektasiku tentang (rame) nya kamu, bahkan kamu sering menyendiri seperti ini, " Laura tersenyum mendengar penuturan yang terlalu jujur dari Dirga.


Laura memilih berlalu pergi tanpa memberikan komentar apapun pada penuturan Dirga.


Sedang Dirga hanya diam ditempatnya, memperhatikan langkah Laura yang semakin menjauh, hanya menyisakan jejak telapak pada pasir akibat terinjak oleh kaki telanjang Laura.


****


Ting


Sebuah pesan masuk ke hp Laura saat ia sedang mengemas baju-bajunya ke koper.


📲 Lidya : " Enak banget yang liburan, gue ditinggal huhu 😭, kapan balik udah seminggu makan dikantin sendirian, "


Laura tersenyum membaca pesan dari teman makannya itu, eh sekarang sudah jadi sahabat kok bukan lagi sekedar teman saat makan dikantin kantor.


📱Laura : "Hari ini aku balik, ini lagi beres-beres, see you senin ya, "

__ADS_1


📲 Lidya : "Jangan lupa oleh-olehnya, "


📱Laura : "Minta oleh-oleh sama bu bos sana jangan sama aku 😜, "


📲 Lidya : "Gue tunggu pokoknya oleh-oleh dari lo, "


Laura geleng kepala membaca pesan terakhir yang dikirimkan Lidya, sebenarnya Laura sudah menyiapkan oleh-oleh khusus untuk sahabat satunya itu.


Laura seminggu ini liburan di Jawa Tengah ke pantai yang terkenal dengan Nyi Roro Kidul. Keindahan panorama alam yangdisuguhkan disini membuatnya yang anak pantai enggan meninggalkan tempat ini.


Laura menghabiskan hari ini dengan berjalan menyusuri pantai bersama Dirga, Agung dan Sofia.


Mereka nampak seperti dua pasangan yang sedang berkencan padahal nyatanya tidaklah seperti itu, yang berkencan hanyalah suami istri itu sedangkan dua orang lainnya, sibuk dengan pemikirannya masing-masing walaupun berjalan berdampingan.


"Tak terasa berakhir sudah liburan kita, nanti sore kita harus sudah balik lagi kerumah, " Dirga memulai percakapan ditengah kesunyian ia dan Laura, sedangkan pasangan suami istri yang tak lain sahabat mereka itu sudah berjalan duluan didepan.


"Iya akupun rasanya enggan meninggalkan tempat ini, " ujar Laura tersenyum namun tatapannya memandang ke samudra luas yang membentang didepan mata.


"Ya, sangat suka, "


Birunya laut dan tiupan angin pantai yang menyejukan belum lagi panorama alamnya membut Laura jatuh cinta pada laut, bahkan Laura sering diving jika ada kesempatan pergi kepantai, namun tidak untuk kali ini karena hatinya sedang tidak baik-baik saja.


"Sepertinya harimu hari ini jauh lebih baik daripada beberapa waktu lalu, " Dirga merasa jika ada perubahan didiri Laura seperti Laura yang ia temui saat mereka reoni kepuncak kemarin.


"Hmmmm, mungkin, " Laura tak memberikan kejelasan pada jawabannya.


"Kok mungkin ? " Dirga menautkan alisnya mendengar jawaban Laura.


"Udah yuk susul pasangan bucin nanti kita ketinggalan, " Laura mengalihkan pembicaraan, Luara nampak nya sudah bisa menyesuaikan dirinya di sisi Dirga, sehingga ia bisa sesantai ini dalam bicara. Berbeda dengan kemarin ia lebih banyak menghindar dari Dirga.


Bukan tanpa alasan, melainkan karena ia takut jatuh cinta lagi, takut patah hati lagi maka dari itulah ia memilih menghindar dari Dirga, namun setelah difikirkan dengan matang untuk apa ia menghindar itu malah akan semakin membuatnya memikirkan Dirga.

__ADS_1


Laura pun memilih menerima keadaan dan membiarkannya mengalir seperti air, hanya saja ia tak pasrah begitu saja pada perasaannya seperti yang sudah-sudah, menurutnya benteng hatinya sudah cukup kokoh, ia hanya mensugesti otaknya agar jangan memikirkan tentang cinta dulu fokuslah dalam berkarier, karena kalau sudah jodohnya nanti pasti akan selalu ada jalannya.


Kita tak pernah tau pada siapa cinta akan memilih pelabuhannya, namun kita bisa mengontrol diri kita agar tak menggantungkan harapan pada sesuatu yang semu, karena kata orang cinta yang sesungguhnya ialah setelah ijab kabul.


Mereka menghabiskan waktu sehari ini untuk menjelajahi sudut pantai yang belum terjamah oleh mereka selama disini, tak lupa mereka memanjakan lidah dengan makanan-makanan yang menggugah selera, seperti sate klathak, mangut lele, olahan seafood tentu saja tak mau ketinggalan, pokoknya hari ini mereka berwisata kuliner.


Tempat terakhir yang mereka kunjungi adalah, pusat oleh-oleh di kota Bantul, mereka membeli beberapa jajanan dan camilan, tak ketinggalan yang paling utama dan jangan sampai terlewatkan ialah batik khas Yogya.


"Capek Sof, " keluh Laura pada sahabtanya itu.


"Sama aku juga, tapi seru, " rasa lelah Sofia tergantikan dengan banyaknya belanjaan yang ia borong disana, "Ini kali kedua aku ke Yogya, tapi ini yang laling berkesan, " ujarnya lagi.


"Yaiyalah berkesan orang sekarang kesininya bareng suami, " Laura mendengus kesal, sahabatnya ini sejak tadi mesra-mesraan berdua membuat jiwa kejombloan Laura meronta-ronta.


Ingin digandeng, dielus kepalanya, dipeluk, dikecup keningnya, kalo makan belepotan dilapin pakai tisu ditatap dengan penuh cinta ah pokoknya banyak lagi deh hal romantis yang ingin juga Laura lakukan tapi sayangnya ia tak bisa melakukannya sekarang, mau lakuin sama siapa, tembok ? Ya kali.


Sekalipun ada cowok nih disampingnya ya gak bisa juga ngelakuin seperti apa yang Sofia dan Agung lakukan, toh ia sama Dirga gak punya hubungan apapun, boro-boro suami pacar aja bukan.


Gak bisa juga nyaingin Sofia sama Agung, mereka sudah nikah, bebasmau ngapain aja, ngelakuin hal yang lebih dari yang sekarang mereka lakukan pun sah sah aja.


"Kenapa sayang aku, iri ya? " Sofia memeletkan lidahnya, sengaja mengejek sahabatnya itu, " makanya cari pacar atau cari suami sekalian biar bisa kaya kita gini, " lanjutnya lagi sambil terkekeh diikuti Agung.


"Lagian ada cowok nganggur tuh, langsung cus bawa ke penghulu aja, biar kita jadi saksinya" kini giliran Agung yang bersuara, bibirnya sengaja dimonyongkan menubjuk pada Dirga.


"Apaan sih kalian, kasian tuh mukanya Laura sudah merah kek kepiting rebus, " Dirga ikut-ikutan memojokan Laura.


"Eh, " Laura langsung membelalakan matanya.


"Benarkan wajahku merah? " batin Laura.


"Apaan sih kalian, udah belum nih belanjanya, aku sudah cape? " keluh Laura.

__ADS_1


Karena bukan hanya Laura yang cape tapi mereka semua juga, akhirnya keempatnya memilih pulang untuk mengambil barang-barang dipenginapan, langsung ke bandara menunggu jadwal keberangkatan.


__ADS_2