Reoni Pembawa Jodoh

Reoni Pembawa Jodoh
Rumah Sakit


__ADS_3

"Auhh, kepalaku sakit sekali, " ujar Laura kala merasakan sakit dikepalanya yang terbentur di selokan, dan tak lama ia pun pingsan.


Kini Laura dan supir ojol sudah dilarikan kerumah sakit dengan ambulance.


Sementara itu perasaan Dirga sebenarnya tidak enak jika membiarkan istrinya pulang sendirian namun apa boleh buat meeting belum selesai.


Lima belas menit kemudian meeting selesai, Dirga pun bergegas pulang begitu meeting selesai.


Melihat Dirga yang terburu-buru meninggalakan ruang rapat membuat Agung bertanya-tanya, ia pun lantas menyusul Dirga dengan berlari.


"Dirga, " teriak Agung memanggil bawahan sekaligus sahabatnya itu. Dirga nampak ingin masuk kedalam lift, Agung pun mengikutinya.


"Oy pak bos sory lupa pamit buru-buru nih, tadi Laura pulang sendiri dan perasaanku sekarang tidak enak, " terang Dirga.


"Oh pantasan buru-buru ya udah hati-hati, " ujar Agung.


"Sip, "


Mereka menunggu lift yang membawa mereka tiba di lantai dasar.


Namun belum Dirga beranjak dari loby tempatnya berdiri tadi, HP nya sudah berdering menandakan adanya panggilan masuk.


"Laura, " gumam Dirga dengan senyum mengembang diwajahnya kala tau siapa yang menelpon.


Agung yang masih berada disana hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Dirga yang menurutnya tak jauh beda dengannya. Ia jadi merindukan Sofi dan calon anak mereka.


Ya Sofi sahabatnya Laura kini sedang mengandung usia lima bulan.


****


Sepanjang jalan perasaan Dirga begitu gusar, entah mengapa ia pun tak tau tetapi yang jelas perasaan ini tertuju pada istrinya.

__ADS_1


Beberapa kali juga ia menghubungi nomor ponsel istrinya itu namun tak kunjung ada jawaban, ingin rasanya Dirga cepat sampai dirumah namun bagaimana caranya sedangkan ia berada ditengah kemacetan, masa ia mau terbang ya kali punya sayap atau minjam baling-baling bambunya doraemon.


Drrrtt Drrttt


My Wife💗


Dirga langsung mengangkat panggilan masuk dari orang yang dicemaskannya sejak tadi.


"Hallo Yang, alhamdulillah kamu telpon juga kamu sudah sampai rumah? " cerocos Dirga disambungan telepon.


".......... "


"Apa? Astaghfirullah, iya pak saya segera sampai, " jawab Dirga, langsung mematikan sambungan teleponnya.


Nampak sekali keceemasan djraut wajah Dirga, kemudian ia langsung tancap gas meninggalkan jalanan beruntung, kemacetan sudah mengurai, Dirga juga mencari jalan lain agar lebih cepat sampai.


****


"Bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Dirga begitu tiba diruang UGD Rumah sakit.


"Laura dok, korban kecelakaan, " terang Dirga.


"Oh, iya pak keadaannya tidak terlalu parah tetapi tetap harus rawat inap dulu, istri bapak juga syok jadi masih pingsan, "


"Alhamdillah, boleh saya lihat istri saya? "


"Boleh pak nanti diruang rawat, sebentar lagi juga dipindahkan,"


"Baik, terimakasih dok, "


Dokter itupun kembali kedalam.

__ADS_1


****


"Sayang, maafin mas ya yang gak bisa jemput kamu, " ucap Dirga penuh sesal, ia menunduk mencium jari-jari lentik istrinya yang tak terpasang jarum infus.


"Gak papa mas, aku juga gak kenapa-kenapa ini, " ujar Laura tersenyum simpul berusaha menenangkan suaminya, karena ia tau jika saat ini suaminya tengah cemas dan merasa bersalah.


"Sudahlah mas ini semua musibah, jangan merasa bersalah seperti ini, " lanjut Laura masih dengan senyum manisnya.


Dirga membalas tersenyum lalu mengecup kening istrinya yang diperban.


Ceklek...


Suara pintu terbuka menyadarkan mereka, keduanya langsung menatap kearah pintu.


"Sayang kamu tidak papa kan? " ujar sang mama yang langsung ke rumah sakit setelah mendapat telpon dari Dirga.


Respon yang diberikan Laura pada orang tuanya sama dengan yang ia berikan pada sang suami tadi, yaitu senyum tulus yang berusaha untuk terlhat baik-baik saja agar orang-orang yang ia sayangi tidak terlalu menghawatirkan keadaannya.


.


.


.


.


.


.


🍇🍇🍇🍇🍇

__ADS_1


Maaf ya akunya gak update laaaamaaaaaaaaaaaaa banget banget banget 🙏


Terus kalau aku lanjutin masih ada yang mau baca gak?


__ADS_2