
Sepasang pengantin baru itu nampak sibuk menyalami tamu undangan yang sejak tadi berdatangan seolah tak ada habisnya, padahal seingat Laura ia hanya mengundang sedikit orang.
"Capek, " keluhnya pada sang suami.
"Capek ya, bentar lagi ya sayang itu masih ada tamu yang mau salaman, " saut Dirga menatap kearah tamu yang sudah berjalan menuju pelaminan.
Blusshhh
Sedangkan Laura langsung terpesona akibat panggilan kata sayang dari suaminya yang baru pertama kali ia dengar itu.
"Hey kok diam, " tegur Dirga.
"Eh gak papa mas, iya aku masih kuat kok, " jawab Laura terkesiap.
"Pengantinnya lagi main bisik-bisikan, " ujar tamu yang naik kepanggung pelaminan.
"Iya, mungkin lagi ngerencanain buat acara entar malam, main kuda-kudaan ," timpal ibu lainnya sambil tertawa cekikikan.
Pasangan pengantin itu pura-pura gak denger padahal mereka denger, sehingga rona wajah Laura pun jadi merah karena malu.
Dasar ibu-ibu rempong yakali ngomongin hal begituan disini, gerutu Laura dalam hati.
Laura dan Dirga menyambut uluran tangan ibu-ibu rempong itu sambil tersenyum.
Eh tapi iya juga ya gimana kalau mas Dirga langsung minta jatah, apa aku pura-pura haid aja nya, gumamnya lagi.
__ADS_1
"Kok ngelamun lagi, capek banget ya, kita udahan aja deh kalau gitu istirahat aja ya, " ujar Dirga yang merasa kasihan melihat sang istri.
Dirga merangkul bahu Laura dan didudukannya di kursi pelaminan karena mereka sejak tadi berdiri.
Laura hanya tersenyum, " makasih mas, aku masih kuat kok bentar lagi kan juga kelar acaranya, "
"Ya udah kalo gitu aku pijitin aja kakinya ya, " tawar Dirga.
"Eh gak usah mas aku...., " namun ucapan Luara terpotong begitu saja saat sebelah kakinya sudah dibawa Dirga kepangkuannya sedangkan Dirga duduk lesehan dibawah.
Dirga hanya tersenyum menatap Laura dan dibalas oleh Laura.
Ia tak menyangka ternyata Dirga seromantis ini. Speacless banget bagi Laura yang notabanenya orang yang gak pernah pacaran diperlakukan semanis ini.
"Ih Bara kenapa sih hobi banget ngerecokin orang, sana pergi, " Laura mengusir Bara karena merasa malu.
"Yey ngusir, makanya kalau mau mesra-mesraan tuh dikamar bukan disini, " ujar Bara.
"Yey suka-suka aku dong ini kan acara aku, dia juga suami aku... wleee," balas Laura tak mau kalah.
"Kenapa Bar ?" tanya Dirga menatap adik iparnya itu, Dirga yang sadar akan ada sesuatu yang ingin disampaikan Bara akhirnya angkat suara setelah tadi membiarkan kakak beradik ini berdebat.
"Disuruh mama sama papa ke kamar aja kak, tamu-tamu juga tinggal sedikit biar mama dan papa yang nemuin katanya, " jelas Bara, Dirga pun mengangguk mengerti.
Setelah itu Bara turun dari pelaminan tak lupa ia memeletkan lidahnya tertuju untuk sang kakak.
__ADS_1
Laura hanya mencebik kesal melihat adiknya itu, sedangkan Dirga tertawa melihat tingkah keduanya.
"Kamu dengar sendirikan apa kata Bara tadi, yuk istirahat aja kamu sudah kecapean ini nanti sakit lagi, " bujuk Dirga.
"Kan gak lucu kalau nanti tersebar berita jika seorang pengantin wanita jatuh sakit setelah beberapa saat yang lalu jadi pengantin, dikira aku terlalu ganas entar, " ujar Dirga sambil terkekeh.
Blushhh
Merah lagi pipinya, berdebar kencang lagi hatinya, berdegup laju lagi jantungnya.
Maluuu aja yang dirasain Laura saat ini dan Dirga tau itu makanya ia ikut-ikutan menggoda istrinya.
.
.
.
.
.
Insyaallah lanjut lagi besok 🙏🙏
Maaf typonya 🙏🙏
__ADS_1