Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 103 . Benci Jadi Cinta


__ADS_3

Pagi hari Sofia mulai tersadar , Sofia merasa asing berada di kamar itu .


Sofia melihat sekitarannya , dan ini bukan lah kamar nya .


Tiba - tiba pintu kamar terbuka dan ternyata itu adalah Mahendra .


" Selamat pagi , bagaimana tidur mu ?? " Mahendra datang dengan senyuman manisnya


" Selamat pagi , aku merasa tidak sadar kan diri . Sepertinya tadi kita berada di dalam mobil , terus kamu berhentikan mobil mu di sebuah taman . Tapi kenapa aku sekarang berada di kamar ini ?? Ini kamar siapa ?? " Sofia bingung dengan semua itu sambil mengingat - ingat kejadian yang di alaminya


" Jangan Khawatir , Sofia !! Kamu berada di London , di Mansion ku !! " Mahendra menjelaskan itu semua


" Apa ?? London ?? Bagaimana bisa kita berada disini ?? Apa yang kamu inginkan , Mahendra ?? Sofia meremas selimut yang ada di tubuhnya


" Tenang , Sofia !! Kamu jangan seperti itu , aku tidak akan menyakiti mu , kamu tenang saja . Kita hanya liburan disini !! " Mahendra mendekati Sofia


" Berhenti Mahendra !! Jangan kamu dekati aku , kamu sangat tegah , kenapa kamu tidak bicarakan itu dahulu kepada ku ?? Apa salah ku terhadap mu ?? " Sofia mulai mengeluarkan air matanya dan merasa ketakutan


" Kamu tidak punya salah dengan ku , Sofia !! Hanya saja Ayah mu , yang punya masalah dengan Mami ku !! Kamu tau namaku kan ?? " Mahendra menatap Sofia


" Ya aku mengingat nama mu itu adalah Mahendra Luiz . Lalu di mana letak salah Ayah ku ?? " Sofia merasa aneh dengan semua


" Ayah mu adalah mantan pacar dari Mami ku dahulu , dan ayah mu sangat tegah dengan Mami ku . Dirinya rela meninggalkan Mamiku demi ibu mu Kirana . Dan mereka harus berpisah di karenakan ibu mu itu !! Paham kamu sekarang ?? " Mahendra memegang dagu Sofia dengan tangannya


" Sakit , Mahendra !! jika Mami mu adalah mantan pacar Ayah ku , lalu dimana letak kesalahannya ?? Bukan kah jika saling mencintai tidak harus menyakiti orang lain ?? " Sofia menangis karena Mahendra memegang dagunya cukup keras


" Mami ku tidak terimah dengan semua perlakuan dari Ayah mu itu . Susah payah Mami ku mendekati ayah mu , lalu tiba - tiba ibu mu datang menghancurkan segalanya !! Apakah kamu tidak berpikir , bagaimana sakitnya hati Mami ku ?? " Mahendra menatap Sofia dengan pandangan mematikan


" Lalu , bagaimana kelanjutan kisah dari Mami mu itu ?? Ibu ku tidak bersalah dalam hal itu , ayah ku juga tidak salah . Lalu Mami mu ingin membalaskan dendam nya itu kepada Ayah ku ?? Lalu kenapa kamu membawa ku ke sini ?? " Sofia terus saja bertanya dengan Mahendra dalam keadaan menangis


" Kamu adalah wanita yang sangat pintar !! Sebelum aku jelaskan semuanya , kamu sudah mengerti apa maksud ku itu . Aku membawah mu kesini agar ayah mu tau , bagaimana sakitnya kehilangan orang yang dia sayangi . Agar dia sadar , bagaimana dirinya mencampakkan Mami ku sesuka hatinya !! " Mahendra membelakangi Sofia


" Mahendra , sepertinya kamu bukan anak kecil lagi !! Kamu sadar apa yang kamu lakukan itu salah !! Kamu adalah temen terbaik ku Mahendra , lalu kenapa kamu menyakiti aku seperti ini ?? " Sofia terus saja menangis


" Aku tidak ingin menyakiti mu , Sofia !! Aku hanya ingin Ayah mu menyesal telah berbuat demikian dengan Mami ku . Aku adalah anak semata wayangnya , dan Papi ku sudah lama tiada , karena serangan jantung . Dan Mami ku hanya ingin kan aku membalas kan dendam nya kepada Ayah mu !! Salah kah aku sebagai anak , bila menuruti apa kata Mami ku ?? " Mahendra mendekati Sofia lagi


" Tidak , tidak . Kamu tidak bersalah jika menuruti semua permintaan Mami mu . Namun permintaan itu adalah keburukan bagi orang lain , dan itu salah , Mahendra !! Coba deh kamu pikiri , Mami mu juga sudah menikah dan memiliki anak seperti mu . Lalu apa gunanya Mami mu baru membalas kan dendamnya sekarang ?? Apa karena Papi mu sudah tidak ada ?? Itu yang membuat Mami mu , inginkan Ayah ku ?? " Sofia menatap Mahendra dengan air mata mengalir


" Kalau itu aku kurang tau , Sofia !! Aku hanya menjalankan Misi dari Mami ku saja !! Lalu dimana letak salah ku ?? " Mahendra menghapus air mata Sofia


" Sudah , jangan baik ke diri ku . Aku tidak pantas berdekatan dengan mu . Aku hanya lah anak dari musuh mu . Dan seharusnya kita tidak pernah mengenal satu sama lain . Dan seharusnya diri ini tidak membuka hati untuk pria seperti mu !! " Sofia tidak sengaja mengatakan isi hatinya kepada Mahendra


" Apa ?? Kamu sudah membuka hati mu untuk diri ku ?? Apa aku tidak salah dengar ini semua , Sofia ?? " Mahendra mendekati wajah Sofia


" Iya , kamu tidak salah mendengar . Apa yang ku katakan adalah dari hati ku . Namun rasa itu salah , sangat lah salah . Hiks .. Hiks ... Hiks .. !! " Sofia menghapus air matanya


" Sudah lah , jangan menangis . Maafkan perlakuan ku yang sudah menyakiti hati mu . Jangan menangis lagi !! " Mahendra tidak tegah dengan Sofia , hatinya merasa sakit jika Sofia menangis terus

__ADS_1


" Salah kah , jika aku membuka hatiku untuk pria seperti mu ?? Aku belum pernah buka hati untuk pria mana pun .. Hiks .. Hiks .. Hiks .. !! " Sofia berkata jujur


Mahendra yang mendengar itu semua , merasa bersalah dengan Sofia .


Dirinya tidak tau , jika kehadirannya membuat Sofia membuka hati untuk dirinya .


Padahal tujuan Mahendra hanya datang lalu hilang .


Tapi nyatanya wanita yang di hadapannya itu telah bersusah payah untuk membuka hati .


Mahendra mendekati Sofia , tidak sengaja Mahendra memeluk Sofia .


Walau Sofia memberontak saat di peluk Mahendra , tapi hati Sofia seakan tersentuh .


" Kamu jahat , Mahendra . Kenapa kamu lakuin ini sama aku !! Aku sudah bersusah payah membuka hati ku untuk mu . Tapi nyatanya rasa itu salah . Cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan !! Hiks .. Hiks .. Hiks .. !! " Sofia menangis di pelukan Mahendra


Namun tidak ada jawaban dari Mahendra , Mahendra hanya menutup matanya ketika memeluk Sofia .


Diri nya baru sadar , jika wanita itu sangat tulus mencintainya .


Walau pun diri nya sudah melukainya .


Hati tulus Sofia , membuat kerasnya Mahendra luluh begitu saja .


Mahendra menghapus air mata Sofia , namun hal yang tak terduga terjadi .


Harus meminum obatnya , setelah diperbolehkan pulang .


Tapi nyatanya Sofia , tidak meminum itu semua .


Mahendra mencium kening Sofia , seketika Sofia menutup matanya .


Sofia merasa aneh dengan dirinya , kenapa dirinya tetap menerima segala perlakuan dari Mahendra .


Mahendra yang melihat Sofia menutup matanya , semakin gemes melihat nya .


Mahendra tidak tau , apa yang membuat dirinya luluh kepada Sofia .


Hati Mahendra juga sakit , jika melihat Sofia menangis .


Mahendra tidak sengaja mengecup bibir Sofia .


Sofia yang mendapat perlakuan itu , merasa aneh .


Karena itu hal yang baru , yang pernah dia rasakan .


Mahendra , sadar jika itu ciuman pertama Sofia .

__ADS_1


Dan Mahendra tidak ingin membuat Sofia merasa terlalu aneh .


Akhirnya Mahendra memeluk Sofia kembali .


Dengan sangat erat Mahendra memeluk Sofia .


Ada rasa inginkan hal yang lebih , tapi Mahendra sadar , jika dirinya tidak boleh seperti itu .


Sudah ada yang bangun , namun harus terhenti karena sadar itu akan membuat Mahendra sulit untuk mengendalikannya .


Sementara jantung Sofia berdetak sangat kencang .


Mahendra juga mengalami itu , bahkan kini pikirannya entah sudah kemana - mana .


Pelukan itu semakin lama semakin meresahkan .


Mahendra sadar jika Sofia mulai mengikuti permainan Mahendra .


Namun Mahendra langsung menghentikan itu semua .


" Sofia , maafkan lah aku . Aku janji tidak akan menyakiti mu lagi . Tapi aku harus pergi dari sini , sebelum hal aneh terjadi di antara kita berdua . Kamu pasti ngerti apa yang aku maksud kan itu !! Tolong jangan mengikuti permainan ku dan Maaf atas kekhilafan ku pada mu .. !! " Mahendra melepaskan pelukan itu lalu meninggalkan Sofia tanpa kata - kata dari Sofia


Sofia yang melihat Mahendra keluar kamar pun mengerti apa yang di ucapkan oleh Mahendra .


Sofia terhanyut dengan semua itu .


Karena dirinya sudah jatuh hati dengan Mahendra .


Mungkin itu alasan kenapa Sofia diam saja di perlakukan seperti itu oleh Mahendra .


Sementara Mahendra selalu menarik nafas nya yang sudah tidak beraturan itu .


Mahendra masuk ke kamar tamu dan masuk kedalam kamar mandi .


Untuk menguyur tubuhnya , agar yang bangun segera Redah dengan sendiri nya ..


Dan akhirnya setelah lama di dalam kamar mandi , Mahendra merasa legah .


Walau pun merasa tidak enak dengan tubuhnya .


Karena tidak tersalurkan dengan baik .


Tapi itu adalah jalan terbaik , dari pada Mahendra lampiaskan itu kepada Sofia .


Dan akan membuat dirinya menyesal seumur hidup .


Karena telah merusak orang yang sangat mencintainya ..

__ADS_1


__ADS_2