Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 107 . Mahendra luluh dengan Sofia


__ADS_3

Sementara Nathan dan anak buahnya sudah sampai di Kota London .


Semua berpencar mencari Sofia , namun belum menemui titik terang .


" Gerakkan semua anak buah , hari ini juga Sofia harus di temui !! Harus dalam keadaan selamat !! " Nathan berkata kepada anak buahnya


" Baik , Tuan . Misi di jalan kan . Kami akan segera menemui Nyonya , Sofia !! " Anak buah Nathan langsung bergerak


Sementara Niken hanya mengikuti langkah Nathan .


Nathan tidak banyak bicara , kali ini Nathan dapat melihat jika Niken benar - benar tulus ingin membantu diri nya .


Informasi yang di dapatkan oleh Niken sangat lah akurat .


Dan Nathan juga sudah mendengar percakapan Adipati dengan Deana .


Semua sudah jelas , saat nya Nathan bertindak .


Kali ini Nathan tidak ingin bersabar lagi , kesabarannya sudah habis .


Sementara di kediaman Mahendra , masih dalam keadaan aman - aman saja .


Di karenakan Nathan belum menuju ke tempat itu .


Mahendra benar - benar tidak tau , jika anak buah Nathan sudah menyebar di Kota London .

__ADS_1


Hanya perlu satu sinyal , maka semua akan sangat jelas .


" Sofia , kamu makan lah . Semua makanan sudah tersedia di meja makan !! " Mahendra berbicara didepan pintu Sofia


" Kenapa tidak masuk ?? " Sofia merasa aneh dengan Mahendra


" Tidak , segera lah jemu keluar !! Saya menunggu di meja makan !! " Mahendra langsung pergi dari kamar Sofia


" Baik lah ! " Sofia pun keluar dari kamar nya dengan pakaian yang sama


Mahendra masih bingung dengan dirinya , apa yang di lakukan ya adalah salah .


Jika memang Maminya tidak berjodoh dengan Tuan Adipati , maka sampai ke ujung dunia pun tidak akan pernah berjodoh .


Dan mustahil jika bisa di miliki .


" Bagaimana bisa orang yang tidak saling cinta , dapat bersatu ??


Jika pun bisa , pasti hidupnya tidak akan pernah bahagia !! " Mahendra mengerutuh didalam hatinya


" Hay , kenapa kamu melamun ?? " Sofia mendudukkan bokongnya di kursi


" Hay juga , ngga siapa yang melamun . Makan lah dulu , kamu kan sedang sakit !! " Mahendra berbicara tanpa menatap Sofia


" Kamu kenapa sihc , aneh dari tadi ?? Kadang kamu bisa jadi orang romantis , kadang bisa jadi cuek dan kadang bisa jadi orang yang sangat dingin ?? Apakah aslinya kamu seperti ini ?? " Sofia mencoba menenangkan Mahendra

__ADS_1


" Tidak . Hanya saja aku merasa bersalah pada mu , Sofia !! Seharusnya aku tidak begini kepada mu !! Namun semua sudah terlambat , engkau pasti akan membenci ku !! " Mahendra menundukkan kepalanya


" Sudah lah , jangan di bahas itu lagi . Terkadang manusia itu bisa khilaf , jangan di ambil pusing . Yang berlalu biar lah berlalu . Aku sudah memaafkan itu semua !! " Sofia menyentuh tangan Mahendra membuat Mahendra kaget


" Sofia , begitu mudanya kamu memaafkan orang yang telah berbuat jahat kepada mu !! Sesungguhnya hati kamu terbuat dari apa ?? Kenapa ada manusia sebaik kamu di dunia ini ?? " Mahendra menggenggam tangan Sofia


" Mahendra !! Aku hanya lah wanita biasa , sama dengan yang lain . Hanya saja kedua orang tua ku banyak mengajari aku artinya kehidupan ini . Bagaimana cara menghargai orang , bagaimana cara berbicara yang sopan , dan bagaimana cara menghargai orang lain !! Semua itu aku pelajari dari Ayah serta Ibu ku . Mereka adalah Madrasah ku dari aku kecil hingga Aku besar !! " Sofia tersenyum manis


" Kamu beruntung , Sofia !! Memiliki keluarga yang utuh dan di limpahi kasih sayang . Sementara aku bertolak jauh dengan mu . Aku adalah anak semata wayang , namun Papi dan Mami ku selalu sibuk mencari uang . Mereka bahkan selalu lupa kapan aku bertambah usia . Yang di pikiran mereka selalu uang dan uang !! " Mahendra meniti kan air matanya


" Mahendra !! Jangan berkata begitu , semua orang tua menginginkan anak - anak nya sukses dimasa depan . Kemungkinan Papi dan Mami mu inginkan kamu hidup selayaknya . Dan berkecukupan . Jadi mereka bekerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan mu !! " Sofia terus menasehati Mahendra


" Ya , mungkin itu benar adanya . Aku tidak pernah kekurangan dalam hal apa pun . Namun satu yang kurang aku dapatkan , yaitu kasih sayang . Papi meninggalkan ku di usia yang masih remaja . Dan semenjak itu banyak belajar tentang hidup seorang diri . Mami ku selalu kerja dan kerja . Tidak punya waktu berdua dengan ku . Kelihatan nya saja aku bergelimpangan harta , tapi nyatanya itu semua tidak berguna . Semua hanya terlihat mewah , namun belum tentu bahagia !! " Mahendra jadi terbuka dengan Sofia


" Sudah lah , jangan di ingat - ingat kejadian itu . Lihat lah kamu sekarang adalah Presdir di perusahan mu sendiri . Seharusnya kamu bangga , karena kamu telah berhasil mendirikan sebuah perusahaan besar seperti itu . Ini semua karena didikan orang tua mu , kamu jadi pria yang kuat mental serta bisa melakukan semua sendiri !! " Lagi - lagi Sofia membuat Mahendra tenang


" Ya , masa lalu tidak bisa di ubah . Itu akan menjadi sejarah dalam hidup . Baik itu yang baik atau pun yang buruk . Keduanya akan di rasakan oleh semua manusia yang hidup di bumi !! " Mahendra berkata bijak menyentuh hati Sofia


" Ya , manusia hidup tidak bisa merubah takdir . Namun manusia bisa merubah pola pikir nya . Yang tadinya minus akan segala hal , mungkin bisa jadi plus . Siapa yang akan tau , seseorang yang terlihat biasa saja akan menjadi seorang yang hebat di masa depan ?? Ya kan ?? " Sofia sangat lah bijak


" Ya benar !! Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini . Jika manusia nya mau berubah , pasti akan bisa berubah . Asal ada niat di dalam hatinya . Makasih ya kamu Uda mau dengerin cerita ku , padahal aku sudah jahat kepada mu !! Sekali lagi Maafkan aku ya ?? " Mahendra menyesali perbuatannya itu


" Sudah lah , Allah saja maha pemaaf . Masa orang seperti ku tidak mau memaafkan !! Hehehehe .. Sudah jangan kaku gitu , santuy ajha !! Ayo lanjuti makannya , jangan kaya gitu . Entar allah marah lagi sama kita , karena makanan tidak bersalah , jadi jangan pernah marah dengan makanan !! " Sofia tersenyum tipis


" Eh , iya . Dari tadi aku kaku bangget ya !! jadi ngga enak dehc !! " Mahendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal

__ADS_1


Sofia hanya tersenyum melihat tingkah Mahendra yang terlihat sangat manis , jika sedang begitu .


__ADS_2