Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 90 . Suara Indah Menggema


__ADS_3

Keesokan harinya , Nathan lebih dahulu bangun dari Rianti , Nathan membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk istrinya dari belakang .


Nathan tidak peduli , jika di sisi lain ada adiknya yang sedang tertidur .


Rianti yang mendadak mendapat perlakuan itu pun , pura - pura tertidur .


Rianti sudah memaafkan suaminya itu , semenjak Sofia menasehati diri nya .


Namun Rianti hanya ingin tau , sejauh mana suaminya peka terhadapnya .


Nathan memeluk Rianti cukup erat , membuat Rianti susah untuk bernafas ..


Rianti pun mencoba melepaskan pelukan suaminya itu .


Namun tangan Nathan sangat lah kuat untuk tangan Rianti yang lemah .


Akhirnya Rianti hanya bisa berkata .


" Mas , jika kamu seperti itu ! maka anak mu yabg berada di dalam sana , akan sulit untuk bernafas ! "


Seketika Nathan melonggarkan pelukannya .


Nathan pun kembali tertidur .


Sementara Rianti jadi sulit tertidur karena Nathan terus saja memeluknya .


Setelah itu Adzan subuh pun berkumandang di masjid .


Rianti tidak tidur lagi , karena Nathan mengacaukan tidurnya .


Akhirnya Rianti dapat melepaskan pelukan suaminya itu .


Dan memberi guling sebagai penganti dari Rianti .


Sofia yang terbangun ketika Rianti turun dari atas ranjang .


Sofia langsung duduk dan mengusap matanya .


Ternyata kakanya ada di kasur yang sama .


Rianti memberi kode kepada Sofia , agar jangan berisik .


Dan Sofia mengikuti perintah dari Rianti .


" Rianti !! Kenapa Kaka bisa tidur disini ?? " Sofia pun menguap


" Tidak , dia baru datang dari kamar kamu kayanya itu . Baru 1 menit dia tidur lagi . Sudah biarkan saja . Ayo kita sholat Subuh ?? " Rianti mengikat rambutnya yang berantakan


" Kamu duluan aja dehc , aku nanti !! Aku masih mengantuk !! Rasanya lelah hari ini , aku ngga semangat . Kaya mau sakit aku itu !! " Sofia merenggangkan otot - ototnya


" Yaudah kamu pindah ke kamar kamu , istirahat lah . Nanti setelah ini , aku akan buat kan bubur untuk kamu . Agar kamu sehat kembali !! " Rianti mendekat ke Sofia dan mengecek suhu badan Sofia


" Oh , iya Rianti . Aku ke kamar dulu ya . Doain aku ya , biar aku lekas sembuh dan Terima kasih kamu mau membuatkan ku bubur !! " Sofia tersenyum kepada Rianti


" Iya , istirahat lah !! Kamu itu mungkin demam , sebab kening kamu rada panas !! " Rianti dapat merasakan itu


" Iya mungkin , karena rasanya ngga enak bangget !! Sofia melangkah ke luar kamar Rianti


Sementara Rianti masuk kedalam kamar mandi .


Setelah selesai ritual mandi , lalu Rianti keluar dan menuju lemari pakaian .

__ADS_1


Nathan mencium aroma tubuh Rianti yang habis mandi .


Hasrat Nathan seolah tertantang di pagi buta itu .


Ketika Rianti sedang memilih - milih baju , Nathan pun langsung mencium Rianti tanpa henti .


Semua Nathan cium , hingga Rianti tidak berdaya .


Pergulatan itu sudah lama di inginkan keduanya .


Namun semua itu di tunda demi calon anak mereka .


Tapi kali ini Rianti juga tidak menolak di cium oleh suaminya itu .


Karena Rianti juga tidak munafik bahwa dirinya Rindu akan sentuhan suaminya .


Nathan terus saja melancarkan aksinya itu .


Lama mereka bercumbu , Hinga suara merdu itu terdengar jelas di telinga ..


Nathan mengunci pintu kamar , dan permainan terhenti sebentar .


Rianti yang belum sempat mengunakan baju , kini dalam keadaan polos dan langsung mengambil handuk dan melilitkan nya kembali .


Rianti masih sangat malu , jika tidak memakai apa pun di hadapan Nathan .


Namun hasrat Rianti juga sepertinya ingin kan hal itu .


Rianti mendekati Nathan dan mencium bagian belakang leher Nathan .


Nathan yang baru mengunci pintu terkejut dengan perlakuan dari Rianti .


Rianti sudah di buai oleh Api asmara , dan sudah tidak berpikir malu - malu lagi di hadapan suaminya .


Intinya Nathan sangat senang dengan permainan yang dilakukan oleh Rianti .


Kali ini Nathan hanya mengikuti permainan Rianti , sambil memperhatikan Rianti yang sedang kehausan akan hal itu .


Nathan dapat merasakan sensasi yang berbeda , jika biasanya dirinya yang ambisius dengan Rianti , kali ini berbeda justru Rianti yang terlalu ambisius dengan Nathan .


Nathan seolah tak kuasa untuk melepaskan ciuman itu .


Semakin lama , permainan itu semakin panas saja .


Ingin kan hal lebih , akan tetapi Nathan masih takut jika itu akan menyakiti Rianti nantinya .


Nathan melihat lama ke arah Rianti dan Rianti paham apa maksud dari suaminya itu .


Rianti pun menganggukkan kepalanya , tanda persetujuan itu boleh di lakukan oleh Nathan .


Rianti jadi malu dengan apa yang barusan dilakukan oleh dirinya .


Akibat dari itu semua , kini leher Nathan ada tanda ke biruan , akibat ula istrinya itu .


" Mas , leher kamu ?? " Rianti menutup matanya


" Kenapa , Sayank ?? " Nathan langsung melihat ke arah cermin


Setelah di lihat , ternyata ada tanda kepemilikan dari Rianti .


Nathan tersenyum penuh kemenangan .

__ADS_1


Bukan hanya dirinya yang bisa membuat tanda itu , ternyata istrinya juga bisa membuat tanda itu .


Wajah Rianti memerah , Nathan mencium kembali Rianti .


Agar Rianti jangan dulu sadar , Nathan sangat suka dengan permainan dari Rianti ..


Dalam hitungan detik , keduanya sudah terpanah oleh alunan lagu cinta ..


Akhirnya hasrat keduanya dapat di rasakan kembali setelah beberapa hari di tahan .


Walau pun dokter Rendra menganjurkan jangan dulu di kunjungi ??


Akan tetapi itu semua tidak mempengaruhi keduanya .


Hanya saja , Nathan bermain dengan sangat hati - hati .


Sesekali Nathan mengusap perut Rianti dan mencium nya ..


Pelan - pelan tapi terasa begitu dalam , semakin lama semakin menjadi - jadi ..


Kini alunan lagu terasa begitu nikmat didengar .


Suara - suara indah pun sudah bersuara kesana kemari .


Seakan menambah kenikmatan itu .


Yang awalnya pelan - pelan , kini sudah terasa ingin cepat keluar .


Nathan pun mempercepat permainan panas itu , agar kedua nya bisa merasakan puncak kenikmatan itu .


Akhirnya permainan panas itu terselesaikan .


Nafas keduanya tidak beraturan , seolah kehabisan oksigen .


Rianti berkeringat dan merasa permainan itu sungguh sangat luar biasa .


Yang biasanya Nathan selalu terburu - buru , tapi kali ini pelan - pelan menambah sensasi baru bagi Rianti .


Nathan tidak ingin melukai istrinya itu , walau pun dirinya ingin kan lagi .


Nathan pun turun dari atas Rianti dan rebahan di samping Rianti .


Nathan menarik nafasnya pelan - pelan dan mengeluarkan nya kembali .


Rianti yang melihat senjata itu masih berdiri tegak pun , tak kuasa melihatnya .


Rianti memeluk Nathan dari samping , Rianti malu melihat senjata milik Nathan .


Nathan pun menyelimuti tubuh polos mereka berdua , sambil berkata kepada Rianti .


" Sayank ! Maafkan Mas , jika Mas melukai diri mu !! Mas tidak kuasa menahan itu terlalu lama !! " Nathan mengecup kening Rianti


" Iya Mas , Rianti juga minta maaf , tadi Uda kaya gitu sama Mas dan membuat leher Mas jadi gitu ! " Rianti malu berkata seperti itu


" Iya gpp sayank , itu leher kamu juga ada tanda kepemilikan Mas . Ini adalah tanda kepemilikan dari mu , Sayank !! Nathan menunjuk arah dimana tanda itu di buat oleh Rianti


Rianti yang melihat dan mendengar hal itu langsung menutup wajah nya .


Nathan tau jika Rianti sedang malu terhadap apa yang dilakukannya barusan ..


Nathan hanya tersenyum dan memeluk istrinya itu .

__ADS_1


Ternyata istrinya sudah dapat menyeimbangi permainan dari Nathan .


__ADS_2