
Keesokan harinya , Nathan lebih dahulu bangun dari Rianti , Nathan membuka pintu kamarnya dan langsung memeluk istrinya dari belakang .
Nathan tidak peduli , jika di sisi lain ada adiknya yang sedang tertidur .
Rianti yang mendadak mendapat perlakuan itu pun , pura - pura tertidur .
Rianti sudah memaafkan suaminya itu , semenjak Sofia menasehati diri nya .
Namun Rianti hanya ingin tau , sejauh mana suaminya peka terhadapnya .
Nathan memeluk Rianti cukup erat , membuat Rianti susah untuk bernafas ..
Rianti pun mencoba melepaskan pelukan suaminya itu .
Namun tangan Nathan sangat lah kuat untuk tangan Rianti yang lemah .
Akhirnya Rianti hanya bisa berkata .
" Mas , jika kamu seperti itu ! maka anak mu yabg berada di dalam sana , akan sulit untuk bernafas ! "
Seketika Nathan melonggarkan pelukannya .
Nathan pun kembali tertidur .
Sementara Rianti jadi sulit tertidur karena Nathan terus saja memeluknya .
Setelah itu Adzan subuh pun berkumandang di masjid .
Rianti tidak tidur lagi , karena Nathan mengacaukan tidurnya .
Akhirnya Rianti dapat melepaskan pelukan suaminya itu .
Dan memberi guling sebagai penganti dari Rianti .
Sofia yang terbangun ketika Rianti turun dari atas ranjang .
Sofia langsung duduk dan mengusap matanya .
Ternyata kakanya ada di kasur yang sama .
Rianti memberi kode kepada Sofia , agar jangan berisik .
Dan Sofia mengikuti perintah dari Rianti .
" Rianti !! Kenapa Kaka bisa tidur disini ?? " Sofia pun menguap
" Tidak , dia baru datang dari kamar kamu kayanya itu . Baru 1 menit dia tidur lagi . Sudah biarkan saja . Ayo kita sholat Subuh ?? " Rianti mengikat rambutnya yang berantakan
" Kamu duluan aja dehc , aku nanti !! Aku masih mengantuk !! Rasanya lelah hari ini , aku ngga semangat . Kaya mau sakit aku itu !! " Sofia merenggangkan otot - ototnya
" Yaudah kamu pindah ke kamar kamu , istirahat lah . Nanti setelah ini , aku akan buat kan bubur untuk kamu . Agar kamu sehat kembali !! " Rianti mendekat ke Sofia dan mengecek suhu badan Sofia
" Oh , iya Rianti . Aku ke kamar dulu ya . Doain aku ya , biar aku lekas sembuh dan Terima kasih kamu mau membuatkan ku bubur !! " Sofia tersenyum kepada Rianti
" Iya , istirahat lah !! Kamu itu mungkin demam , sebab kening kamu rada panas !! " Rianti dapat merasakan itu
" Iya mungkin , karena rasanya ngga enak bangget !! Sofia melangkah ke luar kamar Rianti
Sementara Rianti masuk kedalam kamar mandi .
Setelah selesai ritual mandi , lalu Rianti keluar dan menuju lemari pakaian .
__ADS_1
Nathan mencium aroma tubuh Rianti yang habis mandi .
Hasrat Nathan seolah tertantang di pagi buta itu .
Ketika Rianti sedang memilih - milih baju , Nathan pun langsung mencium Rianti tanpa henti .
Semua Nathan cium , hingga Rianti tidak berdaya .
Pergulatan itu sudah lama di inginkan keduanya .
Namun semua itu di tunda demi calon anak mereka .
Tapi kali ini Rianti juga tidak menolak di cium oleh suaminya itu .
Karena Rianti juga tidak munafik bahwa dirinya Rindu akan sentuhan suaminya .
Nathan terus saja melancarkan aksinya itu .
Lama mereka bercumbu , Hinga suara merdu itu terdengar jelas di telinga ..
Nathan mengunci pintu kamar , dan permainan terhenti sebentar .
Rianti yang belum sempat mengunakan baju , kini dalam keadaan polos dan langsung mengambil handuk dan melilitkan nya kembali .
Rianti masih sangat malu , jika tidak memakai apa pun di hadapan Nathan .
Namun hasrat Rianti juga sepertinya ingin kan hal itu .
Rianti mendekati Nathan dan mencium bagian belakang leher Nathan .
Nathan yang baru mengunci pintu terkejut dengan perlakuan dari Rianti .
Rianti sudah di buai oleh Api asmara , dan sudah tidak berpikir malu - malu lagi di hadapan suaminya .
Intinya Nathan sangat senang dengan permainan yang dilakukan oleh Rianti .
Kali ini Nathan hanya mengikuti permainan Rianti , sambil memperhatikan Rianti yang sedang kehausan akan hal itu .
Nathan dapat merasakan sensasi yang berbeda , jika biasanya dirinya yang ambisius dengan Rianti , kali ini berbeda justru Rianti yang terlalu ambisius dengan Nathan .
Nathan seolah tak kuasa untuk melepaskan ciuman itu .
Semakin lama , permainan itu semakin panas saja .
Ingin kan hal lebih , akan tetapi Nathan masih takut jika itu akan menyakiti Rianti nantinya .
Nathan melihat lama ke arah Rianti dan Rianti paham apa maksud dari suaminya itu .
Rianti pun menganggukkan kepalanya , tanda persetujuan itu boleh di lakukan oleh Nathan .
Rianti jadi malu dengan apa yang barusan dilakukan oleh dirinya .
Akibat dari itu semua , kini leher Nathan ada tanda ke biruan , akibat ula istrinya itu .
" Mas , leher kamu ?? " Rianti menutup matanya
" Kenapa , Sayank ?? " Nathan langsung melihat ke arah cermin
Setelah di lihat , ternyata ada tanda kepemilikan dari Rianti .
Nathan tersenyum penuh kemenangan .
__ADS_1
Bukan hanya dirinya yang bisa membuat tanda itu , ternyata istrinya juga bisa membuat tanda itu .
Wajah Rianti memerah , Nathan mencium kembali Rianti .
Agar Rianti jangan dulu sadar , Nathan sangat suka dengan permainan dari Rianti ..
Dalam hitungan detik , keduanya sudah terpanah oleh alunan lagu cinta ..
Akhirnya hasrat keduanya dapat di rasakan kembali setelah beberapa hari di tahan .
Walau pun dokter Rendra menganjurkan jangan dulu di kunjungi ??
Akan tetapi itu semua tidak mempengaruhi keduanya .
Hanya saja , Nathan bermain dengan sangat hati - hati .
Sesekali Nathan mengusap perut Rianti dan mencium nya ..
Pelan - pelan tapi terasa begitu dalam , semakin lama semakin menjadi - jadi ..
Kini alunan lagu terasa begitu nikmat didengar .
Suara - suara indah pun sudah bersuara kesana kemari .
Seakan menambah kenikmatan itu .
Yang awalnya pelan - pelan , kini sudah terasa ingin cepat keluar .
Nathan pun mempercepat permainan panas itu , agar kedua nya bisa merasakan puncak kenikmatan itu .
Akhirnya permainan panas itu terselesaikan .
Nafas keduanya tidak beraturan , seolah kehabisan oksigen .
Rianti berkeringat dan merasa permainan itu sungguh sangat luar biasa .
Yang biasanya Nathan selalu terburu - buru , tapi kali ini pelan - pelan menambah sensasi baru bagi Rianti .
Nathan tidak ingin melukai istrinya itu , walau pun dirinya ingin kan lagi .
Nathan pun turun dari atas Rianti dan rebahan di samping Rianti .
Nathan menarik nafasnya pelan - pelan dan mengeluarkan nya kembali .
Rianti yang melihat senjata itu masih berdiri tegak pun , tak kuasa melihatnya .
Rianti memeluk Nathan dari samping , Rianti malu melihat senjata milik Nathan .
Nathan pun menyelimuti tubuh polos mereka berdua , sambil berkata kepada Rianti .
" Sayank ! Maafkan Mas , jika Mas melukai diri mu !! Mas tidak kuasa menahan itu terlalu lama !! " Nathan mengecup kening Rianti
" Iya Mas , Rianti juga minta maaf , tadi Uda kaya gitu sama Mas dan membuat leher Mas jadi gitu ! " Rianti malu berkata seperti itu
" Iya gpp sayank , itu leher kamu juga ada tanda kepemilikan Mas . Ini adalah tanda kepemilikan dari mu , Sayank !! Nathan menunjuk arah dimana tanda itu di buat oleh Rianti
Rianti yang melihat dan mendengar hal itu langsung menutup wajah nya .
Nathan tau jika Rianti sedang malu terhadap apa yang dilakukannya barusan ..
Nathan hanya tersenyum dan memeluk istrinya itu .
__ADS_1
Ternyata istrinya sudah dapat menyeimbangi permainan dari Nathan .