
Rianti pun duduk di kasur dengan cemilan yang ada di tangannya .
Rianti selalu mengunyah makanan ringan dan itu membuat tubuh Rianti semakin gemoy dengan perut buncitnya .
Baru memasuki usia kandungan 3 bulan , tetapi perut Rianti sudah terlihat .
Nathan mencoba mendekat , dan mengelus perut Rianti .
" Sayank !! Coba luruskan kaki mu , biar Mas urut kaki mu itu ?? " Nathan menyuruh Rianti
" Jangan Mas , itu artinya Rianti tidak sopan dengan Mas !! " Rianti merasa tidak enak
" Sudah , luruskan saja . Mas kasian liat kamu , pasti kamu lelah kan bawah anak kita kesana kemari ?? " Nathan melihat Rianti yang bersusah payah berjalan
" Iya , sedikit Mas !! Gpp , Rianti kuat kok Mas bawah anak kita kemana - mana !! Doain saja Rianti , agar selalu sehat !! " Rianti gemes dengan ucapan Nathan
" Iya , Sayank !! Mas akan selalu doakan yang terbaik untuk mu . Lurus kan lah kaki mu , biar Mas urut !! Dengar kan suami mu ini ?? " Nathan sengaja memasang wajah arogannya
" Iya , iya Mas . Itu wajah jangan kaya gitu , Rianti jadi takut liatnya !! " Rianti juga masang wajah males
Setelah Rianti meluruskan kakinya , Nathan pun mengurut kaki Rianti .
Nathan emang tidak jago dalam urusan mengurut , akan tetapi melihat Rianti yang kesusahan berjalan , membuat Nathan tidak tegah melihat nya .
Namun urutan itu Mala makin naik ke atas , tangan Nathan menjadi Nakal .
Bukannya urut kaki nya , Mala yang di urut yang lain nya ..
" Mas !! Kenapa gini ?? tuh kan , tembakkan Rianti benar !! Mas ngga serius mau uruti Rianti !! " Rianti melihat wajah Nathan
" Ya , kan sekalian Sayank !! Emang kamu ngga rindu apa sama belaian dari , Mas ?? " Nathan seolah memasang wajah memelas
" Iya , Rianti juga rindu Mas !! Tapi apa kah sudah di perbolehkan oleh Dokter ?? "
" Boleh , kan usia kandungan juga sudah 3 bulan mau jalan 4 bulan beberapa hari lagi . Mas sebulan Uda ngga berkunjung , masa Mas harus berpuasa lagi ?? " Nathan menundukkan kepalanya meminta belas kasian dari Rianti
" Mas sangat pandai memainkan peran !! Jangan begitu lah Mas , ya Uda ayo !! " Rianti tau Nathan lagi berpura - pura
" Iya deh , jangan ajha . Mas tidur duluan ya !! " Nathan naik ke ranjang
" Mas !! " Rianti memanggil Nathan
Namun sudah tidak ada suara dari Nathan , Nathan mencueki Rianti .
Nathan benar - benar menginginkan itu semua , namun Rianti seolah tidak peka dengan dirinya .
__ADS_1
Nathan menyelimuti tubuhnya dengan selimut sampai ke kepalanya .
Tidak perduli lagi dengan sekitarnya .
Rianti yang melihat itu semua , merasa bersalah dengan Nathan .
Rianti pun membuka selimut lalu memeluk suaminya itu .
" Mas , maafin Rianti yang tidak paham apa maunya Mas !! Rianti adalah istri yang sangat buruk . Ya Uda Mas istirahat lah , Rianti juga mau istirahat !! " Rianti mematikan lampu meja
Ketika Rianti membelakangi Nathan , Nathan pun berbalik arah ke arah Rianti .
Namun yang ada Rianti Mala menangis , karena telah membuat Nathan jadi begitu kepada nya .
" Sayank !! Kamu kenapa menangis ?? " Nathan dapat merasakan Rianti menangis walau tanpa suara
" Tidak Mas , Rianti hanya merasa tidak enak dengan Mas !! " Rianti berkata dengan suara terbata - bata
" Tidak Sayank ! Mungkin Mood kamu lagi ngga baik , jadi Mas ngga mau maksa kamu , Sayank !! " Nathan berkata jujur
Rianti pun membalik badannya dengan susah payah .
Rianti melihat ke arah wajah Nathan cukup lama dan entah apa yang terjadi dengan Rianti .
Nathan yang mendapat serangan tiba - tiba , seakan terhanyut dalam permainan itu .
Rianti mulai menikmati permainan itu , semakin lama semakin asyik saja .
Jarum keramat milik Nathan sudah tegak di angkah 12 .
Nathan terbuai dengan semuanya , biasanya Rianti malu - malu untuk melakukan itu semua , kini dirinya yang sedang jadi Nakodanya ..
Mereka berdua berlayar di samudra dengan alunan lagu yang membuat jiwa berirama .
Keduanya sudah mencapai batas kesadaran , dan menginginkan hal yang lebih segera terjadi .
Keduanya sudah tidak memakai sehelai benang di tubuhnya .
Nathan menjatuhkan tubuh Rianti pelan - pelan , dan sekarang giliran Nathan yang menjadi Nakodahnya .
Nathan terus saja bermain di gundukan gunung kembar yang kini terasa lebih kenyal dan lebih besar dari ukuran sebelumnya .
Nathan meninggalkan jejak kepemilikannya di sana .
Sementara tangan Nathan tidak tinggal diam .
__ADS_1
Semua terus saja di jelajahi nya .
Membuat Rianti di lemah akan jemari Nathan ..
Kini Nathan pindah ke bagian Utamanya .
Lama sekali Nathan berada di situ .
Membuat suara - suara indah Rianti lolos begitu saja .
Permainan Nathan sungguh sangat luar biasa ..
Ini yang di rindukan oleh Rianti selama sebulan ini ..
Kini keduanya harus merasakan kepuasan bersama .
Kini Nathan sudah siap untuk memasukan jarum keramatnya .
Dan langsung terdengar suara indah menggema oleh keduanya .
Semakin lama semakin cepat saja gerakannya .
Membuat suara - suara indah itu semakin nyaring di telinga .
Pergulatan itu membuat keduanya harus mandi basah ..
Semakin cepat , semakin menuju puncak dan rasanya sangat luar biasa .
Pelan - pelan tapi pasti , karena Nathan tidak ingin terlalu ganas dengan Rianti .
Nathan sadar ada anak mereka di rahim Rianti .
Jadi Nathan melakukan itu semua dengan sepenuh hati .
Dan akhirnya Nathan ambruk di samping Rianti dengan keringat membasahi tubuhnya .
Dengan suara yang tersengal .
" Rasanya seperti malam pertama saja .
Kenapa rasa itu tetap sama , seperti malam pertama ?? " Nathan berbicara sambil menarik nafasnya yang tidak beraturan
Sementara Rianti hanya menyelimuti tubuh polosnya itu , lalu memeluk suaminya .
Rianti sangat malu dengan apa yang sudah terjadi , Nathan pun sudah lelah dengan permainan itu dan langsung menutup matanya lalu tertidur pulas ..
__ADS_1