Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 116 . Olahraga Malam Nathan Dan Rianti


__ADS_3

Rianti pun duduk di kasur dengan cemilan yang ada di tangannya .


Rianti selalu mengunyah makanan ringan dan itu membuat tubuh Rianti semakin gemoy dengan perut buncitnya .


Baru memasuki usia kandungan 3 bulan , tetapi perut Rianti sudah terlihat .


Nathan mencoba mendekat , dan mengelus perut Rianti .


" Sayank !! Coba luruskan kaki mu , biar Mas urut kaki mu itu ?? " Nathan menyuruh Rianti


" Jangan Mas , itu artinya Rianti tidak sopan dengan Mas !! " Rianti merasa tidak enak


" Sudah , luruskan saja . Mas kasian liat kamu , pasti kamu lelah kan bawah anak kita kesana kemari ?? " Nathan melihat Rianti yang bersusah payah berjalan


" Iya , sedikit Mas !! Gpp , Rianti kuat kok Mas bawah anak kita kemana - mana !! Doain saja Rianti , agar selalu sehat !! " Rianti gemes dengan ucapan Nathan


" Iya , Sayank !! Mas akan selalu doakan yang terbaik untuk mu . Lurus kan lah kaki mu , biar Mas urut !! Dengar kan suami mu ini ?? " Nathan sengaja memasang wajah arogannya


" Iya , iya Mas . Itu wajah jangan kaya gitu , Rianti jadi takut liatnya !! " Rianti juga masang wajah males


Setelah Rianti meluruskan kakinya , Nathan pun mengurut kaki Rianti .


Nathan emang tidak jago dalam urusan mengurut , akan tetapi melihat Rianti yang kesusahan berjalan , membuat Nathan tidak tegah melihat nya .


Namun urutan itu Mala makin naik ke atas , tangan Nathan menjadi Nakal .


Bukannya urut kaki nya , Mala yang di urut yang lain nya ..


" Mas !! Kenapa gini ?? tuh kan , tembakkan Rianti benar !! Mas ngga serius mau uruti Rianti !! " Rianti melihat wajah Nathan


" Ya , kan sekalian Sayank !! Emang kamu ngga rindu apa sama belaian dari , Mas ?? " Nathan seolah memasang wajah memelas


" Iya , Rianti juga rindu Mas !! Tapi apa kah sudah di perbolehkan oleh Dokter ?? "


" Boleh , kan usia kandungan juga sudah 3 bulan mau jalan 4 bulan beberapa hari lagi . Mas sebulan Uda ngga berkunjung , masa Mas harus berpuasa lagi ?? " Nathan menundukkan kepalanya meminta belas kasian dari Rianti


" Mas sangat pandai memainkan peran !! Jangan begitu lah Mas , ya Uda ayo !! " Rianti tau Nathan lagi berpura - pura


" Iya deh , jangan ajha . Mas tidur duluan ya !! " Nathan naik ke ranjang


" Mas !! " Rianti memanggil Nathan


Namun sudah tidak ada suara dari Nathan , Nathan mencueki Rianti .


Nathan benar - benar menginginkan itu semua , namun Rianti seolah tidak peka dengan dirinya .

__ADS_1


Nathan menyelimuti tubuhnya dengan selimut sampai ke kepalanya .


Tidak perduli lagi dengan sekitarnya .


Rianti yang melihat itu semua , merasa bersalah dengan Nathan .


Rianti pun membuka selimut lalu memeluk suaminya itu .


" Mas , maafin Rianti yang tidak paham apa maunya Mas !! Rianti adalah istri yang sangat buruk . Ya Uda Mas istirahat lah , Rianti juga mau istirahat !! " Rianti mematikan lampu meja


Ketika Rianti membelakangi Nathan , Nathan pun berbalik arah ke arah Rianti .


Namun yang ada Rianti Mala menangis , karena telah membuat Nathan jadi begitu kepada nya .


" Sayank !! Kamu kenapa menangis ?? " Nathan dapat merasakan Rianti menangis walau tanpa suara


" Tidak Mas , Rianti hanya merasa tidak enak dengan Mas !! " Rianti berkata dengan suara terbata - bata


" Tidak Sayank ! Mungkin Mood kamu lagi ngga baik , jadi Mas ngga mau maksa kamu , Sayank !! " Nathan berkata jujur


Rianti pun membalik badannya dengan susah payah .


Rianti melihat ke arah wajah Nathan cukup lama dan entah apa yang terjadi dengan Rianti .


Nathan yang mendapat serangan tiba - tiba , seakan terhanyut dalam permainan itu .


Rianti mulai menikmati permainan itu , semakin lama semakin asyik saja .


Jarum keramat milik Nathan sudah tegak di angkah 12 .


Nathan terbuai dengan semuanya , biasanya Rianti malu - malu untuk melakukan itu semua , kini dirinya yang sedang jadi Nakodanya ..


Mereka berdua berlayar di samudra dengan alunan lagu yang membuat jiwa berirama .


Keduanya sudah mencapai batas kesadaran , dan menginginkan hal yang lebih segera terjadi .


Keduanya sudah tidak memakai sehelai benang di tubuhnya .


Nathan menjatuhkan tubuh Rianti pelan - pelan , dan sekarang giliran Nathan yang menjadi Nakodahnya .


Nathan terus saja bermain di gundukan gunung kembar yang kini terasa lebih kenyal dan lebih besar dari ukuran sebelumnya .


Nathan meninggalkan jejak kepemilikannya di sana .


Sementara tangan Nathan tidak tinggal diam .

__ADS_1


Semua terus saja di jelajahi nya .


Membuat Rianti di lemah akan jemari Nathan ..


Kini Nathan pindah ke bagian Utamanya .


Lama sekali Nathan berada di situ .


Membuat suara - suara indah Rianti lolos begitu saja .


Permainan Nathan sungguh sangat luar biasa ..


Ini yang di rindukan oleh Rianti selama sebulan ini ..


Kini keduanya harus merasakan kepuasan bersama .


Kini Nathan sudah siap untuk memasukan jarum keramatnya .


Dan langsung terdengar suara indah menggema oleh keduanya .


Semakin lama semakin cepat saja gerakannya .


Membuat suara - suara indah itu semakin nyaring di telinga .


Pergulatan itu membuat keduanya harus mandi basah ..


Semakin cepat , semakin menuju puncak dan rasanya sangat luar biasa .


Pelan - pelan tapi pasti , karena Nathan tidak ingin terlalu ganas dengan Rianti .


Nathan sadar ada anak mereka di rahim Rianti .


Jadi Nathan melakukan itu semua dengan sepenuh hati .


Dan akhirnya Nathan ambruk di samping Rianti dengan keringat membasahi tubuhnya .


Dengan suara yang tersengal .


" Rasanya seperti malam pertama saja .


Kenapa rasa itu tetap sama , seperti malam pertama ?? " Nathan berbicara sambil menarik nafasnya yang tidak beraturan


Sementara Rianti hanya menyelimuti tubuh polosnya itu , lalu memeluk suaminya .


Rianti sangat malu dengan apa yang sudah terjadi , Nathan pun sudah lelah dengan permainan itu dan langsung menutup matanya lalu tertidur pulas ..

__ADS_1


__ADS_2