Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 112 . Penebusan Dosa Mr Hans


__ADS_3

Setelah menunggu lama , akhirnya Niken membuka matanya .


Bagian bahu itu terasa sangat sakit , membuat Niken tidak kuat mengangkat tangannya .


" Sakit , tangan ku sulit untuk di gerakkan !! " Niken membuka matanya pelan - pelan


" Kami jangan banyak bergerak , luka tembakan itu cukup dalam , bersabar lah !! " Hans mendekati Niken


Niken yang mendengar suara itu langsung melihat ke arah suara itu .


Suara yang selalu dirinya rindukan , kini terasa sangat jelas terdengar di telinganya .


" Hans !! Kamu ada di sini ?? " Niken seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya


" Ya , Sayank !! Aku datang untuk mu , sudah lah kamu tidak salah melihat ku . Ini benar suami mu , sayank !! " Hans memeluk Niken dengan sangat hati - hati


" Suami !! Apakah kamu sudah memaafkan ku ?? Secepat itu kamu memaafkan ku , Mas !! " Niken kaget dengan perlakuan manis dari Hans


" Iya , Sayank !! Apa yang kamu dengar juga tidak salah , semua benar . Segera sembuh lah dari ini semua , setelah itu aku akan menebus segala dosa - dosa ku pada mu . Kita akan hidup bersama lagi , Sayank !! Maaf kan aku , selama ini tak berdaya tanpa mu . Cinta ku pada mu semakin lama , semakin menjadi - jadi . Aku tidak bisa melupakan mu , Sayank !! Hiks .. Hiks .. Hiks .. !! Hans tak kuasa menahan air matanya

__ADS_1


" Sayank !! Jangan menangis , apakah ini semua tidak salah !! Apakah kita masih bisa memperbaiki itu semua ?? Setelah apa yang ku lakukan dahulu ?? " Niken jadi ikutan menangis di bahu Hans


" Iya , Sayank !! Aku sudah memaafkan mu . Selama ini aku merindukan mu , namun ego yang membuat ku tidak menemui mu . Sudi kah kamu kembali dengan pria seperti ku ?? " Hans melihat wajah Niken


" Sayank !! jangan berkata seperti itu . Kamu adalah pria yang paling baik yang pernah ku temui , beribu pria yang telah ku singgahi namun tidak pernah seperti kamu baiknya . kamu rela memaafkan segala kesalahan ku yang dahulu , pantaskah diri ku menjadi istri mu lagi ?? " Niken menunduk


" Kenapa kamu menunduk Sayank ?? Liat lah aku , sehabis dari sini kita akan menikah lagi . Dan akan hidup bersama di Amerika . Aku akan buat kamu Ratu dalam hidup ku . Aku akan berusaha membahagiakan mu hingga maut memisahkan kita berdua , maafkan kesalahan ku juga , Sayank ?? " Hans mencium kening Niken


Niken yang mendapat perlakuan manis itu , menjadi sedikit legah . Karena pria yang di hadapan nya itu benar - benar tulus mencintai nya .


Ternyata di kala dirinya berubah , Allah menunjukan jalan yang baik pula .


" Sayank !! Kamu adalah pria yang sangat baik , semoga ketika nanti kita bersama , kita bisa mempunyai anak ya !! Aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak - anak kita , dan aku akan berusaha menjadi istri yang baik juga untuk mu . Aku tidak akan berkhianat kepada mu lagi !! " Niken mencium pipi Hans


" Iya , Sayank !! segera lah sembuh . Agar kita secepatnya bisa bersama !! " Hans memeluk kembali Niken


Pelukan itu sangat di rindukan keduanya .


Hans merasa beruntung bisa bertemu kembali dengan Niken .

__ADS_1


Dan Niken juga sebaliknya .


Setelah Hans masuk kedalam ruangan Niken , Sofia dan Kirana menunggu di luar .


Karena tidak ingin mendengar obrolan mereka berdua .


Sofia dan Kirana memberi ruang agar keduanya bisa mencurahkan kerinduan yang selama ini terpendam .


Dari semua kejadian itu , Niken banyak belajar banyak hal .


Jika sudah berjodoh , mau ke ujung dunia pun akan segera di satukan kembali .


Niken sangat bersyukur dengan apa yang terjadi oleh dirinya .


Walau pun duka nya terlalu banyak , dari pada senang nya .


Namun semua itu terbayar lunas dengan kedatangan pria yang di cintai nya itu .


" Terus lah seperti ini , Sayank !! Aku suka kamu memakai hijab , dari pada pakaian yang terbuka . Nanti kita sama - sama belajar agama , agar aku bisa membimbing mu dengan baik . Aku juga ingin menjadi imam untuk mu . Baik di dunia dan Akhirat !! " Hans tersenyum manis ke arah Niken

__ADS_1


Niken hanya tersenyum sambil menangis , mendengar Hans berbicara seperti itu .


__ADS_2