
Di kediaman Adipati , mendapat kabar jika Nathan sudah menemui Lokasi tempat dimana Sofia berada .
Adipati merasa legah , namun semua belum dapat membayar segala ke khawatirannya .
Nathan pun memberitahu kan Adipati , jika dirinya sudah membawah Mahendra ke kantor Polisi di London .
Nathan memberi bukti jika Mahendra telah membuat rencana ini dengan bantuan Maminya ..
Akhirnya pihak kepolisian harus menunggu kehadiran Deana , agar keduanya dapat memberi saksi tentang penculikan itu .
Deana pun , sudah diberi kabar oleh pihak kepolisan jika anaknya sudah berada di kantor polisi di London .
Dan mau tidak mau , Deana harus segera terbang ke London .
Untuk melihat anaknya itu , Deana tidak tau harus bagaimana .
Namun ini semua sudah salah nya , mau tidak mau harus dipertanggung jawab kan semua .
Deana pun pergi mengunakan Jet pribadinya .
Deana sudah tidak dapat berpikir dengan jernih .
Kini semua harapannya sirna sudah dari pandangannya .
Adipati belum puas , jika belum melihat sendiri Deana dan Mahendra mendekam di penjara .
Adipati pun langsung bergerak menuju Kota London , agar masalah itu segera selesai .
Adipati dan Kirana segera terbang ke London .
Kirana sangat khawatir dengan Sofia , namun semua akan segera berakhir setelah melihat Sofia nantinya ..
Sementara Rianti hanya di beritahukan jika Sofia sudah di temukan .
Namun Rianti harus berada di rumah , karena dirinya sedang mengandung tidak bisa untuk terbang jauh - jauh .
Alhasil Rianti hanya bisa menunggu kehadiran Sofia saja di rumah .
Setelah beberapa lama di perjalanan , Adapati dan Kirana segera menuju ke Lokasi yang di maksud kan .
Akhirnya Kirana dan Adipati sampai di tempat itu .
Kirana melihat Sofia sedang duduk bersama Niken .
Kirana juga kenal dengan Niken , namun ada yang lain dengan penampilan Niken .
__ADS_1
Niken yang terlihat ini lebih sopan dan lebih anggun mengunakan Hijab .
" Sofia !! Kamu baik - baik saja , anakku ?? " Kirana memeluk Sofia
" Ibu !! Sofia baik - baik saja , Mahendra tidak berbuat jahat seperti yang Ibu bayangkan . Sofia telah membuat dirinya sadar , Ibu !! " Sofia menjelaskan semuanya kepada Kirana
" Benar kah itu , Sofia ?? Mahendra tidak melukai mu kan ?? " Kirana melihat dari ujung kaki hingga ujung rambut
" Iya , Ibu !! Lihat lah Sofia . Apakah ada yang terluka ?? Justru Mahendra telah mengakui perbuatannya , dan Sofia sudah memaafkan dirinya , Ibu !! " Sofia jadi sedih menceritakan hal itu
" Jika itu semua benar , maka kamu akan bersaksi tentang Mahendra . Sejujur - jujurnya di pengadilan nantinya . Jangan ada dusta jika sudah di pengadilan . Jawab semua dengan terus terang !! " Kirana mengingat kan Sofia
" Iya , Ibu !! Sofia sudah besar , tau baik buruk . Sofia akan berkata sejujur - jujur nya . Ibu , telah mendidik diri ini dengan sangat baik , tidak mungkin Sofia berbohong hanya karena Mahendra !! Ajaran ibu akan selalu Sofia ingat !! " Sofia meniti kan air matanya
" Kamu emang anak ibu !! Ibu sangat khawatir dengan mu . Ibu sulit untuk memejamkan mata , ibu takut jika Mahendra akan melukai anak ibu ini !! " Kirana menangis dihadapan Sofia
" Ibu , hapus lah air matanya . Sudah jangan bersedih , Sofia jadi ikut bersedih ibu !! " Sofia menghapus air mata Kirana
Sementara Niken yang melihat itu semua , merasa iri dengan apa yang di lihatnya .
Dirinya kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya , itu sebabnya diri nya jadi seperti itu .
Tidak sengaja Niken menjatuhkan air matanya .
Sofia yang melihat itu semua , menjadi iba melihat Niken .
" Jangan bersedih , kamu sedih melihat aku di peluk ibu ku ?? " Sofia seolah paham dengan Niken
" Iya , kamu kok bisa tau ?? Padahal aku tidak bicara apa - apa ?? " Niken terharu ada yang mengerti dirinya
" Terlihat sangat jelas , ada kesedihan di kelopak mata mu !! Sudah lah , kamu saudara ku sekarang , jangan lagi bersedih hati !! " Sofia memeluk Niken
" Terima kasih , kamu sudah bersedia menganggap aku begitu !! Baru x ini ada orang anggep aku sebagai saudara !! Beruntung sekali jika punya saudara seperti mu !! " Niken menangis di pelukan Sofia
" Sudah lah , jangan begitu . Semua orang juga baik . Hanya saja mereka harus mengubah dirinya demi membela dirinya . Mungkin terlihat jahat , namun mereka memiliki sisi baik yang tidak terlihat oleh manusia lain !! " Sofia berbicara membuat semua orang mendengarnya seolah terhanyut
Niken yang mendengar itu hanya diam saja , sudah tidak dapat berkata apa pun .
Kirana dan Adipati bangga memiliki anak - anak yang sangat luar biasa .
Mereka dapat mengerti , apa yang harus mereka lakukan .
Sementara Deana yang baru sampai di Mansion Mahendra melihat semua itu merasa iri .
Deana membawa senjata api di tangannya , sudah hilang akal Deana .
__ADS_1
Ingin mengarahkan senjata api itu kepada Sofia .
Agar Adipati ngerasain apa yang sedang dirinya rasakan .
Namun sebelum itu terjadi , Niken melihat itu semua .
Ketika Deana menembakkan senjata itu , Niken menghalangi Sofia .
Dor ..
Dor ...
Akhirnya Niken tertembak di bagian bahu sebelah kiri .
Semua orang kaget melihat senjata api di tembakan .
Niken hanya berteriak ketika dirinya tertembak oleh Deana .
" Ya , Allah lindungi lah hamba mu ini !! " Teriakan Niken
Deana yang merasa ketakutan , langsung masuk kedalam mobil , lalu melajukan mobilnya .
Adipati yang melihat Deana , langsung bergerak cepat .
Kirana dan Sofia membantu Niken , darah itu terus mengalir , namun Niken hanya tersenyum ke arah Kiran dan Sofia .
" Sofia , jika ini adalah hari terakhir ku melihat mu . Maka ijin kan lah , aku untuk melihat engkau tersenyum . Jangan menangisi ku !! Tolong !! " Niken tersenyum manis kepada Sofia
Hiks .. Hiks .. Hiks ..
" kenapa kamu lakuin ini kepada ku , Niken ?? biarkan saja aku yang tertembak tadi , kamu harus kuat Niken !! Ayo kamu pasti bisa !! " Sofia menangis sejadi - jadinya
" Mungkin , mungkin ini sudah saatnya diri ku untuk pergi dari dunia ini !! Maaf kan segala dosa - dosa ku , tolong sampaikan juga kepada Nathan dan Rianti . Karena diri ku mereka sampai harus menanggung derita karena ku , tolong !! " Niken sudah terbata - bata
" Sudah , jangan banyak bicara . Ayo kita ke rumah sakit !! " Sofia membawah Niken ke rumah sakit mengunakan mobil milik Mahendra
Kirana yang melihat kejadian itu seolah tersentuh .
Wanita yang dahulunya ingin menghancurkan kehidupan anaknya , kini rela mempertaruhkan nyawanya demi anaknya , Sofia .
Ketulusan itu terlihat jelas di mata Niken .
Kini Niken sudah tidak sadar kan diri lagi .
Kepala Niken berada di paha Kirana dan darah segar itu terus mengalir deras .
__ADS_1
Sofia dan Kirana hanya bisa berdoa , agar Niken baik - baik saja .