
Setelah selesai masak Rianti pun mencuci pelaratan yang dirinya pakai tadi Dan membereskan dapur milik Tuan Dion ..
Walau pun Tuan Dion adalah lelaki , akan tetapi dapur nya bersih sekali ..
Dan isi kulkasnya lengkap isinya , seperti sudah biasa memasak didapur ..
Aroma itu pun tercium oleh keduanya , membuat perut mereka menjadi laper ..
" Wah .. Dari aromanya saja sudah menggoda sekali " ucap keduanya
" Ayo .. kita ke dapur Dion !! "
" Iya .. Perut ku sudah sangat laper Tuan Nathan "
Keduanya menuju dapur , dan disitu Rianti sudah menyiapkan 3 piring dan makanan sudah tersaji dengan baik ..
Rianti sudah duduk manis di meja makan , dan melihat Tuan Muda Dion dan Tuan Muda Nathan keluar dari kamar ..
" Silahkan makan Tuan Muda Dion dan Tuan Muda Nathan , saya masakan ini untuk Tuan Muda sebagai tanda Terima kasih saya "
" Wah .. kamu masak enak hari ini Rianti ?? " ucap Dion
" Ehmmm .. Rianti masak yang sebisa Rianti saja Tuan !! Maaf sekiranya tidak enak "
" Dari aromanya saja sudah kelihatan kalau ini sangat enak Rianti " Ucap Dion menggoda Nathan
Nathan hanya membisu mendengarkan ucapan Dion , rasanya tangan Nathan ingin sekali menampar pipi Dion segera , namun Nathan tahan itu semua ..
" Duduk Tuan Muda Nathan , sini saya ambilkan "
Nathan pun menyerahkan piringnya kepada Rianti .
Nathan merasa bahagia , sebab Rianti sama seperti ibunya .
Ibu nya selalu memanjakan Nathan walau pun Nathan sudah sebesar itu ..
Namun didepan sang Ayah , Nathan bersikap layaknya Nathan yang dewasa ..
Sebab Adipati Dirgantara tidak suka melihat anak - anaknya manja didepannya .
Sebelum makan pasti Rianti selalu berdoa dahulu .
Namun Dion dan Nathan makan saja tanpa berdoa .
Sudah terbiasa makan tanpa berdoa .
Ketika melihat Rianti berdoa baru makan , kedua nya sangat lah malu ..
Bagaimana Tidak ??
Di kota yang modern ini , Rianti masih menerapkan hidup yang selalu ingat Tuhannya ..
Itu lah yang membuat keduanya terdiam sejenak .
Mereka larut didalam pikiran mereka masing - masing .
" Tuan Dion dan Tuan Nathan !! Kenapa ?? "
Keduanya tersadar mendengar suara Rianti itu .
" Tidak .. Tidak kenapa - kenapa !! ayo makan !! besok - besok masak yang enak lagi ya Rianti ?? " ucap Dion spontan tanpa berpikir ada Nathan
__ADS_1
Nathan langsung menatap Dion dengan tatapan mematikan ..
" Waduh .. Saya salah bicara sepertinya ?? Itu mata rasanya mau keluar dari tempatnya !! " Dion mengerutuh didalam hatinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu
Setelah semuanya selesai , Rianti langsung membereskan meja makan dan mencuci piring bekas dirinya pakai dan kedua Tuan Muda ..
Sambil mencuci piring Rianti pun bernyanyi lagu Penantian Dari Armada ..
*Penantian*
# Temukan dia untukku
# Pulangkan dia padaku
# Tunjukkan jalan padanya
# Bahwa ku tetap di sini
# Temukan dia untukku
# Pulangkan dia padaku
# Tunjukkan jalan padanya
# Bahwa ku tetap di sini
# Untuknya .. a .. a .. Berharap dia
# Kembali pulang ... untukku ..
# Penantian ini teramat lah panjang
# Coba kau rasakan sayang
# Dia menghilang
# Membawa semua kenangan
# Terindah yang ku rasakan
# Saat bersama sayang
Rianti menikmati lagu tersebut ..
Dan suara itu terdengar cukup jelas ditelinga Nathan dan Dion .
Nathan pun menghampiri Rianti didapur .
" Rianti !! "
" Iya Tuan Muda Nathan !! Ada apa Tuan Muda !! Apakah engkau butuh sesuatu ?? "
" Tidak untuk saat ini , akan Tetapi boleh kah saya dengar sebuah lagu yang berjudul bunda ?? Saat ini saya tengah rindu dengan ibu saya "
" Boleh Tuan muda Nathan , tetapi setelah saya selesai menyusun piring ini ya !! "
" Iya .. Saya tunggu di meja makan ya !! "
" Iya Tuan .. Saya tidak akan lama kok "
Setelah Rianti selesai menata piringnya Rianti segera menghampiri Nathan dan langsung bernyanyi lagu bunda dihadapannya ..
__ADS_1
Rianti sangat percaya diri membawah kan lagu tersebut .
Dikarenakan dirinya juga Rindu akan Sosok Ibu di kehidupannya itu ..
* Bunda *
# Ku buka album biru
# Penuh debu dan usang
# Ku pandangi sebuah gambar diri
# Kecil bersih belum ternoda
# Pikir ku pun melayang
# Dahulu penuh kasih
# Teringat semua cerita orang
# Tentang riwayat ku
# Kata mereka diriku slalu dimanja
# Kata mereka diriku slalu di timang
# Nada - nada yang indah
# Slalu terurai darinya
# Jeritan nakal dari bibirku
# Tak kan jadi deritanya
# Tangan halus dan suci
# Telah mengangkat Tubuh ini
# Jiwa raga dan seluruh hidup
# Rela dia berikan
# Kata mereka diriku slalu manja
# Kata mereka diriku slalu di timang
# Oh bunda ada dan tiada diri mu
# Kan selalu ada didalam hatiku ...
Selesai menyanyikan itu Rianti pun menangis ..
hiks .. hiks ...
" Ibu .. Ibu .. Ma'afi Rianti belum bisa bahagiakan Ibu .. Hiks .. hiks .. "
" Ma'afin saya Rianti , telah membuat engkau bersedih seperti ini "
" Tidak apa Tuan Muda , itu adalah ungkapan isi hati saya yang terlalu merindukan sosok Ibu saya "
" Terima kasih banyak , engkau telah bersedia menyanyikan lagu tersebut "
__ADS_1
" Sama - sama Tuan "