Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 24 . Setelah Beberapa Hari Di Jerman


__ADS_3

Setelah selesai masak Rianti pun mencuci pelaratan yang dirinya pakai tadi Dan membereskan dapur milik Tuan Dion ..


Walau pun Tuan Dion adalah lelaki , akan tetapi dapur nya bersih sekali ..


Dan isi kulkasnya lengkap isinya , seperti sudah biasa memasak didapur ..


Aroma itu pun tercium oleh keduanya , membuat perut mereka menjadi laper ..


" Wah .. Dari aromanya saja sudah menggoda sekali " ucap keduanya


" Ayo .. kita ke dapur Dion !! "


" Iya .. Perut ku sudah sangat laper Tuan Nathan "


Keduanya menuju dapur , dan disitu Rianti sudah menyiapkan 3 piring dan makanan sudah tersaji dengan baik ..


Rianti sudah duduk manis di meja makan , dan melihat Tuan Muda Dion dan Tuan Muda Nathan keluar dari kamar ..


" Silahkan makan Tuan Muda Dion dan Tuan Muda Nathan , saya masakan ini untuk Tuan Muda sebagai tanda Terima kasih saya "


" Wah .. kamu masak enak hari ini Rianti ?? " ucap Dion


" Ehmmm .. Rianti masak yang sebisa Rianti saja Tuan !! Maaf sekiranya tidak enak "


" Dari aromanya saja sudah kelihatan kalau ini sangat enak Rianti " Ucap Dion menggoda Nathan


Nathan hanya membisu mendengarkan ucapan Dion , rasanya tangan Nathan ingin sekali menampar pipi Dion segera , namun Nathan tahan itu semua ..


" Duduk Tuan Muda Nathan , sini saya ambilkan "


Nathan pun menyerahkan piringnya kepada Rianti .


Nathan merasa bahagia , sebab Rianti sama seperti ibunya .


Ibu nya selalu memanjakan Nathan walau pun Nathan sudah sebesar itu ..


Namun didepan sang Ayah , Nathan bersikap layaknya Nathan yang dewasa ..


Sebab Adipati Dirgantara tidak suka melihat anak - anaknya manja didepannya .


Sebelum makan pasti Rianti selalu berdoa dahulu .


Namun Dion dan Nathan makan saja tanpa berdoa .


Sudah terbiasa makan tanpa berdoa .


Ketika melihat Rianti berdoa baru makan , kedua nya sangat lah malu ..


Bagaimana Tidak ??


Di kota yang modern ini , Rianti masih menerapkan hidup yang selalu ingat Tuhannya ..


Itu lah yang membuat keduanya terdiam sejenak .


Mereka larut didalam pikiran mereka masing - masing .


" Tuan Dion dan Tuan Nathan !! Kenapa ?? "


Keduanya tersadar mendengar suara Rianti itu .


" Tidak .. Tidak kenapa - kenapa !! ayo makan !! besok - besok masak yang enak lagi ya Rianti ?? " ucap Dion spontan tanpa berpikir ada Nathan

__ADS_1


Nathan langsung menatap Dion dengan tatapan mematikan ..


" Waduh .. Saya salah bicara sepertinya ?? Itu mata rasanya mau keluar dari tempatnya !! " Dion mengerutuh didalam hatinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu


Setelah semuanya selesai , Rianti langsung membereskan meja makan dan mencuci piring bekas dirinya pakai dan kedua Tuan Muda ..


Sambil mencuci piring Rianti pun bernyanyi lagu Penantian Dari Armada ..


*Penantian*


# Temukan dia untukku


# Pulangkan dia padaku


# Tunjukkan jalan padanya


# Bahwa ku tetap di sini


# Temukan dia untukku


# Pulangkan dia padaku


# Tunjukkan jalan padanya


# Bahwa ku tetap di sini


# Untuknya .. a .. a .. Berharap dia


# Kembali pulang ... untukku ..


# Penantian ini teramat lah panjang


# Coba kau rasakan sayang


# Dia menghilang


# Membawa semua kenangan


# Terindah yang ku rasakan


# Saat bersama sayang


Rianti menikmati lagu tersebut ..


Dan suara itu terdengar cukup jelas ditelinga Nathan dan Dion .


Nathan pun menghampiri Rianti didapur .


" Rianti !! "


" Iya Tuan Muda Nathan !! Ada apa Tuan Muda !! Apakah engkau butuh sesuatu ?? "


" Tidak untuk saat ini , akan Tetapi boleh kah saya dengar sebuah lagu yang berjudul bunda ?? Saat ini saya tengah rindu dengan ibu saya "


" Boleh Tuan muda Nathan , tetapi setelah saya selesai menyusun piring ini ya !! "


" Iya .. Saya tunggu di meja makan ya !! "


" Iya Tuan .. Saya tidak akan lama kok "


Setelah Rianti selesai menata piringnya Rianti segera menghampiri Nathan dan langsung bernyanyi lagu bunda dihadapannya ..

__ADS_1


Rianti sangat percaya diri membawah kan lagu tersebut .


Dikarenakan dirinya juga Rindu akan Sosok Ibu di kehidupannya itu ..


* Bunda *


# Ku buka album biru


# Penuh debu dan usang


# Ku pandangi sebuah gambar diri


# Kecil bersih belum ternoda


# Pikir ku pun melayang


# Dahulu penuh kasih


# Teringat semua cerita orang


# Tentang riwayat ku


# Kata mereka diriku slalu dimanja


# Kata mereka diriku slalu di timang


# Nada - nada yang indah


# Slalu terurai darinya


# Jeritan nakal dari bibirku


# Tak kan jadi deritanya


# Tangan halus dan suci


# Telah mengangkat Tubuh ini


# Jiwa raga dan seluruh hidup


# Rela dia berikan


# Kata mereka diriku slalu manja


# Kata mereka diriku slalu di timang


# Oh bunda ada dan tiada diri mu


# Kan selalu ada didalam hatiku ...


Selesai menyanyikan itu Rianti pun menangis ..


hiks .. hiks ...


" Ibu .. Ibu .. Ma'afi Rianti belum bisa bahagiakan Ibu .. Hiks .. hiks .. "


" Ma'afin saya Rianti , telah membuat engkau bersedih seperti ini "


" Tidak apa Tuan Muda , itu adalah ungkapan isi hati saya yang terlalu merindukan sosok Ibu saya "


" Terima kasih banyak , engkau telah bersedia menyanyikan lagu tersebut "

__ADS_1


" Sama - sama Tuan "


__ADS_2