
Mall Milik Nathan Dinata Alexander
Dari Dalam Bangunan Mall
Terlihat Dari Luar Bangunan
Nathan pun duduk lalu mengusap wajah tampannya itu .
Nathan berdiri lalu menuju ke kamar mandi dan mengambil pakaiannya dilemari .
Hari ini Nathan tidak ingin bermain drama dengan Rianti .
Rianti gadis baik yang seharusnya dijaga .
Setelah selesai mandi Nathan pun melaksanakan sholat lalu sarapan pagi bersama Rianti ..
Rianti mampu membuat Nathan tersadar betapa pentingnya beribadah kepada Allah ..
sebab selama ini Nathan lalai dalam urusan itu .
Nathan seolah dibutakan oleh Tata serta jabatan yang dirinya jalani selama ini .
Seakan tidak merasa puas dengan segala yang iia miliki didunia ini .
Kini Nathan sadar bahwa semua hanya lah titipan sang illahi yang sewaktu² akan bisa di ambil kembali .
Sambil menyuap nasi kedalam mulutnya,Nathan memandang kearah Rianti sembari berkata didalam hatinya .
" Kenapa tidak dari dulu saya bertemu dengan orang sepertimu Rianti "
" Kenapa kamu berbeda dengan yang lain "
" Engkau terlihat biasa saja dimata manusia,Namun begitu istimewah dihadapan Tuhan mu "
" saya janji akan menjaga mu Rianti,walau pun diri ku bukan lah orang baik "
Rianti sadar jika Nathan melihat dirinya .
" Kenapa Tuan !! Apakah anda sakit " ucap Rianti sambil memegang kening Nathan
__ADS_1
" Tidak,saya baik - baik saja Rianti " ucap Nathan lembut
Rianti yang mendengar hal itu pun merasa aneh dengan Nathan,sebab Nathan sangat jarang berkata lembut .
" Maaf Tuan saya memegang kening Tuan ! hanya ingin mengecek nya saja " ucap Rianti
" Iya tidak apa - apa Rianti,habis makan kita akan pergi melihat lokasi pembangunan "
" Iya Tuan muda "
Setelah semuanya selesai mereka pun pergi ke tempat pembangunan tersebut .
Disana Nathan sedang berbicara dengan Rekan Bisnisnya yang bernama Samuel ..
Rianti hanya mendengarkannya saja.
Setelah semuanya selesai Nathan dan Rianti pergi ke suatu tempat yaitu tempat pakaian ..
Namun Rianti tidak tahu kalau Nathan akan membelikannya pakaian .
" Tuan,ini tempat pakaian perempuan !! Apa Tuan tidak salah masuk " ucap Rianti
" Tidak ... Pilih lah untuk kamu . Disini sangat lah dingin kamu harus membeli pakaian yang sedikit tebal " ucap Nathan sambil melipat tangannya ..
Rianti tidak ingin membuat Nathan marah,akhirnya dirinya memilih 1 pakaian yang dirinya rasa itu cocok untuk dirinya ..
" Sudah Tuan,ini saja "
" Yakin !! cuman itu saja !! "
" Yakin Tuan Muda , ini juga terlalu mahal untuk saya " ucap Rianti melihat harga nya di pakaian tersebut
" Soal harga tidak jadi masalah bagi saya,bener itu sudah !! "
" Iya Tuan ini saja "
" Ya udah .. Saya bayar dulu "
" Terima kasih Tuan Muda "ucap Rianti sambil menundukkan kepalanya
" Iya "
Nathan pun ke meja kasir dan membayar itu semua .
__ADS_1
Totalnya 10 juta .
Dan bagi Nathan itu adalah uang yang kecil .
Nathan merasa heran dengan Rianti karena Rianti berbeda dari kebanyak wanita ..
Wanita yang biasa dekat dengan Nathan semua suka Shopping bahkan bisa menghabiskan uang hampir 100 juta sekali belanja .
Tapi Rianti hanya belanja 10 juta Uda dibilang terlalu mahal .
Nathan jadi merasa Rianti adalah wanita yang berbeda .
Rianti sangat menjaga dirinya itu .
Nathan dapat melihat itu dari Rianti.
Sebab Rianti ketika diluar sangat lah sopan .
Beda ketika didalam rumah,Rianti bisa bebas mengunakan apa saja yang ingin dia pakai ..
Setelah berbelanja itu,mereka berdua pun pulang ke Hotel .
Disana Rianti langsung pergi kekamar mandi untuk mengambil air wudhu Karena adzan Maghrib sudah terlewatkan tadi dijalan .
Jadi Rianti tidak enak jika harus bilang berhenti singgah ke masjid ..
Rianti pun melaksanakan sholat Maghrib .
Nathan hanya liati Rianti yang terlalu sibuk dengan sang maha pencipta .
Setelah Rianti selesai sholat , Nathan pun gantian dengan Rianti.
Rianti merasa Nathan sekarang lebih mengikuti dirinya .
Dan Rianti merasa sangat bahagia ..
Pesan Author : Hai para pembaca saya yang terhormat ..
Semoga kita semua dalam keadaan sehat iia ..
Gimana nih kisah ini ??
Apakah bagus ??
__ADS_1
Jika kurang bagus , maaf iia .
Saya hanya manusia yang tidak sempurna , yang banyak salahnya .