Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 108 . Membabi Buta


__ADS_3

Setelah selesai makan , Sofia tidak sengaja ingin keluar dari Mansion Megah itu ..


Dan kebetulan anak buah Nathan sudah berada di sekitaran rumah Mahendra .


" Tuan , Kami sudah menemui Nyonya Sofia !! " Anak buah Nathan memfoto Sofia


" Kirim Lokasinya segera , tunggu aba - aba dari aku !! " Nathan langsung bergerak


" Baik , Tuan !! " Anak buah Nathan menunggu kedatangan Nathan


Setelah di kirim kan Lokasi tempat di temukan Sofia , Nathan pun menuju ke arah Lokasi tersebut .


Niken dapat melihat Nathan sangat marah besar .


Terlihat dari auranya yang tidak baik .


Setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya Nathan sampai di tempat tujuan .


Nathan memarkirkan mobilnya rada jauh dari Mansion Mahendra .


Mansion itu berdiri sangat kokoh , dan sangat Megah .


" Ini kah tempat persembunyian mu , Mahendra ?? Sangat bagus . Ternyata kamu adalah kelas Atas . Pantas saja kamu bisa sangat cepat bergeraknya !! " Nathan mengepalkan tangannya dan merapatkan giginya


" Kepung semua Lokasi , jangan sampai target melarikan dirinya !! " Nathan berkata kepada anak buahnya


Dalam sekejap , Mansion itu sudah terkepung oleh anak buah Nathan .


Dan tiba saatnya Nathan untuk unjuk diri .


Tok ...


Tok ..


Tok ..


" Siapa ?? " Ucap Sofia yang membukakan pintu


Dan setelah di buka , Sofia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya .


Ternyata itu adalah kakanya sendiri .

__ADS_1


Namun sangat terlihat jelas , jika Nathan sangat lah marah .


Isi dalam Mansion Mahendra Luiz



" Dimana , Mahendra ?? Dimana ?? " Nathan langsung menerobos masuk


" Mahendra !! Mahendra !! Dimana kamu bersembunyi ?? Apakah kamu takut melihat wajah ku ini ?? " Nathan berteriak


" Ada apa Tuan Nathan ?? " Mahendra turun dari atas


" Ada apa kata mu ?? Masih bisa kah kamu bertanya ada apa ?? " Nathan langsung mendekati Mahendra


" Ya , aku sangat bersalah kepada kalian semua . Maaf kan lah aku . Atas perbuatan ku yang tidak baik ini !! " Mahendra langsung meminta maaf kepada Nathan


" Maaf kata mu ?? Semuda itu kah kamu meminta maaf kepada ku ?? Setelah apa yang kau lakukan kepada adik ku ?? " Nathan langsung memberi pukulan tepat di pipi Mahendra


" Ya , aku bersalah . Pukul lah aku sesuka mu !! Tapi tolong maafkan lah aku !! aku sangat menyesal , semua ini adalah rencana Mami ku !! Maafkan lah Mami ku juga ?? " Mahendra menghapus darah segar yang keluar dari sudut bibirnya


" Apa ? Aku bukan adikku yang bisa kamu tipu Mahendra ?? Kamu sudah bermain - main dengan keluarga ku ?? Maka kamu terima resiko yang sudah kamu lakukan itu !! " Nathan memukuli Mahendra dengan membabi buta


" Apa ?? Kamu kasian melihat dia , Sofia ?? Orang yang sudah berniat jahat kepada mu ?? Kamu masih punya pikiran kan ?? Apa kamu di buta kan oleh ketampanan nya ?? " Nathan berhenti lalu berbalik arah ke arah Sofia


" Kaka !! manusia berhak untuk berubah , dan Mahendra sudah mengakui kesalahannya itu . Jangan hukum orang yang sudah mengakui kesalahannya Kaka ?? Bukan kah , ayah selalu mengajari kita akan hal itu ?! apa kah Kaka lupa dengan semua itu ?? " Sofia menghampiri Mahendra dan mencoba membangunkan Mahendra yang sudah tak berdaya


" Lihat lah , dia Kaka pukuli diam saja . Bukan nya dia tidak bisa melawan , itu karena dia menyesali perbuatannya , Kaka ?? Percaya lah dengan Sofia . Dia sudah berubah !! " Sofia menangis melihat keadaan Mahendra


" Sofia !! Kaka tidak pernah lupa akan didikan Ayah dan Ibu . Tapi yang Kaka takuti adalah kamu ?? kamu yang jadi tahan oleh orang yang jahat seperti dia !! Nathan menunjuk ke arah Mahendra


" Sudah Kaka . Sofia mau obati luka - luka , Mahendra . Setelah ini kita akan pulang . Jangan ada keributan lagi , tolong kak ? " Sofia menyatuhkan tanganya sebagai tanda kata memohon sambil menangis


" Baik lah . Kali ini aku akan beri kesempatan bagi mu , Mahendra !! Berterimakasih lah kepada adikku yang telah baik , membantu mu . Sudah dirinya engkau culik , diri nya pula yang membantu mu di kala kamu tidak berdaya . Dasar manusia !! Tidak berpikir sebelum bertindak !! " Nathan melangkah keluar


Sementara Niken hanya melihat apa yang dilihatnya .


Nathan sangat marah atas perbuatan Mahendra .


Dirinya sadar , jika dahulu sangat lah rendah di mata Nathan dan keluarganya .


Sementara Mahendra yang mendapatkan perlakuan baik dari Sofia , merasa tersentuh .

__ADS_1


Baru kali ini , ada orang yang membelanya .


Biasanya diri nya , hanya seorang diri .


Mahendra seakan jatuh cinta dengan ketulusan Sofia .


Namun dirinya sadar , jika dirinya telah berbuat tidak baik dengan Sofia .


Kemungkinan keluarganya akan membencinya seumur hidup .


Dan itu lah yang akan menghambat urusan cinta keduanya .


Mahendra terus saja menatap wajah polos Sofia .


Walau pun pakaiannya terlihat sangat terbuka , namun dirinya sangat terhormat .


Ternyata pakaian tidak menjamin seseorang itu jahat .


Ada kalanya itu hanya fashion yang di sukai oleh kebanyakan manusia .


Pakaian bisa di rubah , namun sifat sangat sulit untuk di rubah .


" Au .. Sakit , Sofia !! Pelan - pelan lah . Terimakasih Sofia , kamu telah menolong ku dikala Kaka mu sangat marah kepada ku !! Aku siap tiada karena ula ku sendiri !! seharusnya kamu Jagan tolong aku tadi . Biar aku sadar , rasanya dia sakiti itu seperti apa !! Dan ternyata itu sangat lah sakit . Kaka mu ngga salah dalam hal itu , Sofia !! Jika orang yang sangat di sayangi di sakiti , maka siapa pun orangnya bakalan bertindak yang sama seperti Kaka mu itu ?? " Mahendra menggenggam tangan Sofia


" Sudah jangan banyak bicara , darah mu cukup banyak keluar dari bibir mu ini !! " Sofia menunjuk bibir Mahendra , seketika Sofia ingat ketika Mahendra mencium bibir nya


Mahendra yang melihat Sofia diam , ketika menunjuk bibirnya , jadi semakin gemes melihat aksinya itu .


" Jangan berpikiran Jorok , Nyonya Sofia ?? Jangan Nodai aku ?? " Mahendra sedikit mengedipkan matanya


" Eh , Eh . Siapa yang jorok coba ?? " Sofia jadi salah tingkah


" Kelihatan bangget itu , jangan di sembunyikan . Itu pipi kamu merah jadinya !! " Mahendra terus saja menggodai Sofia


" Sudah lah , obati sendiri . Ini kapasnya !! " Sofia melangkah pergi


" Ya , kok gitu ?? Baru di gituin Uda sebel gitu . Ya Maaf !! maaf !! " Mahendra menarik tangan Sofia


" Lepas , jangan sentuh tangan ku , Tuan Mahendra ?? " Sofia seakan sebel dengan Mahendra


" Ya , deh . Maaf .. ! " Mahendra melepaskan tangan Sofia

__ADS_1


__ADS_2