Rianti Milik Nathan Dinata Alexander

Rianti Milik Nathan Dinata Alexander
BAB . 124 . Mengharukan


__ADS_3

Setelah semua nya selesai , keluarga Adipati pun pulang ke Mansion nya ..


Kirana merasa sedih , karena harus berpisah dari keluarga yang sangat baik itu .


Namun apa daya , sudah waktu nya untuk kembali ke rumah masing - masing ..


Aisyah hanya dapat meniti kan air matanya , melihat Kirana bahagia kembali , rasanya membuat diri nya juga ikut serta ..


" Niken , ibu hanya bisa mengucapkan selamat ya , semoga rumah tangga mu dengan nak Hans SaMaWa , doa ibu yang terbaik untuk kalian berdua . Ini hadiah dari ibu untuk kamu , tidak semahal apa yang keluarga Adipati berikan !! Namun ini akan terus menemani mu hingga nanti !! " Aisyah memberikan Mukena dan Sajadah


" Apa ini ibu ?? Ibu sudah terlalu baik dengan aku , maaf jika selama ini Niken banyak menyusahkan ibu disini !! " Niken mengingat kenangan itu


" Kamu bicara apa Niken ?? Kamu juga anak ibu , jangan pernah berbicara seperti itu . Anak - anak ini semua juga saudara - saudara mu , apakah kamu keberatan dengan itu ?? " Aisyah menggenggam tangan Niken


" Ibu !! " Niken tak dapat berkata - kata lagi


" Sudah jangan bersedih , ayo buka hadiah dari ibu !! " Aisyah menyuruh Niken untuk membuka hadiah darinya


" Iya ibu !! " Niken membuka bingkisan dari Aisyah


Niken meniti kan air matanya , itu adalah hadiah terindah yang tak ternilai harganya .

__ADS_1


Terlihat sederhana , namun itu semua dapat menenangkan diri ketika semua masalah tidak ada jalan keluar nya .


Dan Niken bersyukur , karena Allah hadir kan orang - orang baik di sekelilingnya saat ini .


Walau pun dahulu dirinya adalah orang yang tidak baik .


Namun berkat perubahan yang dilakukannya , semua yang terlihat menyedihkan berubah menjadi sangat mengharukan .


Jalan menuju kata bahagia sangat sulit untuk di raih oleh kebanyakan manusia .


Jika didalam hati manusia tidak ada kata bersyukur maka apa pun yang dirinya miliki tidak akan pernah penting atau pun berguna ..


Mereka orang asing yang di pertemukan secara kebetulan , namun terasa ada aliran darah didalam nya ..


Kini Hans dapat berpikir , jika kebaikan akan dibales dengan kebaikan .


Dan Kejahatan tak perlu di balas , karena karna yang akan menjalan kan itu semua ..


" Sayang , jangan menangis !! Mari kita nikmati acara ini . Dengan berkumpul dengan anak - anak . Kita rayakan hari bahagia ini , jangan larut dalam kesedihan ini , ayo lah !! " Hans mencoba untuk menetralkan suasana


" Sayang . Kamu sangat baik sekali , mari kita rayakan ini semua , aku sangat ingin berkumpul , ayo ibu !! " Niken tersenyum manis

__ADS_1


" Iya , ayo Niken !! " Aisyah juga tersenyum


Kini tidak ada lagi kesedihan yang terlihat di wajah Niken .


Niken makan bersama dengan anak - anak di lesehan tanpa meja dan kursi .


Niken lebih menikmati makan yang seperti itu , dan makan tanpa sendok dan garpu .


Hans melihat Niken yang makan dengan sangat lahap , jadi sangat bahagia .


Mungkin terlihat sederhana makanan yang tersedia , bukan karena Hans tidak mampu untuk memberikan makanan yang lebih dari itu , namun Niken tidak ingin makan yang terlalu berlebihan .


Dengan masakan yang di buat kan oleh Ibu Aisyah , itu terlihat lebih enak .


Justru masakan lestoran akan kala dengan apa yang dibuat oleh Ibu Aisyah .


Dan Hans membenarkan itu semua .


Hans kagum dengan sosok Niken yang sekarang .


Lebih bijak , lebih mandiri , lebih menghargai , dan lebih sederhana dalam segala hal ..

__ADS_1


__ADS_2