
Adipati menjadi yakin , jika anaknya itu sudah dewasa dan mulai membuka hatinya untuk orang lain .
Mahendra sangat lihai dalam berbahasa dan itu membuat Sofia terhanyut dengan semua itu .
Bagi Sofia itu adalah awal yang baik , namun bagi Mahendra itu semua akan segera menuntun diri nya untuk segera melanjutkan aksi berikutnya .
Adipati tidak gampang percaya dengan ucapan Mahendra .
Adipati mengirim foto Mahendra , lalu mengirim foto itu kepada salah satu anak buahnya .
Adipati memfoto Mahendra ketika berbicara dengan Sofia .
Dan itu di ambil tanpa persetujuan dari Mahendra itu sendiri .
Adipati tidak ingin hal buruk terjadi dengan keluarganya .
Sebelum itu terlambat , Adipati sudah mempersiapkan semuanya .
Tinggal menunggu info baru dari anak buahnya itu .
Setelah mendapat perintah dari atasannya , Desmon langsung mencari tahu siapa orang yang berada di dalam foto itu .
Desmon mengerakkan anak buah nya untuk mencari tahu tentang Mahendra Luiz .
Adipati hanya menunggu hasil kerja dari Anak buahnya itu .
Adipati selangkah lebih Cerdik dari Mahendra .
Mahendra yang tidak banyak mengetahui tentang Adipati pun , salah dalam bertindak .
Seharunya Mahendra tidak memakai nama Luiz di belakang namanya .
Mahendra terlalu gegabah dengan semua itu .
Justru itu dapat terbaca oleh Adipati , siapa dirinya nanti .
Mahendra salah orang untuk bermain api .
Bukan Adipati yang akan terbakar , justru Mahendra sendiri lah yang akan terbakar dengan permainan nya .
Adipati hanya pura - pura tidak mengetahui apa maksud tujuan Mahendra mendekati putrinya itu.
__ADS_1
Nathan juga tidak semuda itu percaya dengan Mahendra .
Nathan menyuruh anak buahnya untuk mencari perusahan Mahendra Luiz di London .
" Dion , jalan kan perintah ku ini . Tolong kamu cari Perusahaan yang bernama Mahendra Luiz . Yang berada di London .
Segera kirim kan data - data itu segera !! "
Isi pesan yang dikirim kan oleh Dion .
Sementara Dion yang baru saja menerima isi pesan dari Nathan , langsung membacanya dan melancarkan misi dari Nathan .
Dion bergerak sendiri ke London , dan akan mencaritahu apakah ada perusahaan itu di London ??
Secepat kilat keluarga Adipati bergerak selangkah lebih dulu dari Mahendra .
Mahendra kira misinya tidak akan terbaca oleh Adipati , tapi nyatanya Adipati lebih pintar dari Mahendra .
Sementara Deana sudah memiliki ide , setelah Sofia di culik maka dirinya akan jadi pahlawan kesiangan yang tiba - tiba muncul di hadapan Adipati .
Tapi nyatanya itu semua belum tentu terjadi .
Namun belum yakin akan hal itu .
Karena Adipati tidak tau siapa Mahendra Luiz itu ??
Sementara itu , Ayah dan Ibu Rianti pamit untuk pulang .
Rianti dan Nathan juga ikut pulang , setelah kepulangan Mahendra .
Mereka berempat pun pulang ke rumah Sandi .
Karena Nathan ingin mengantarkan Mertuanya itu pulang kerumah mereka .
Rianti merasa senang bisa berkunjung sebentar ke rumah Ayah dan ibunya .
Setelah beberapa jam di perjalanan , akhirnya mobil Nathan sampai di tempat tujuan .
Nathan pun membuka pintu mobilnya dan keluar .
Diikuti oleh yang lain .
__ADS_1
Kini mereka berempat sudah ada di depan pintu .
" Anakku , mari singgah dulu ke dalam !! " Sandi mengajak anak menantunya masuk
" Iya Ayah !! Mas , Apakah kita akan masuk kedalam ?? " Rianti bertanya kepada Nathan
" Baik lah !! Kita masuk kedalam , Mas juga merindukan berkunjung ke sini !! " Nathan juga inginkan yang sama
Mereka pun masuk ke dalam .
Lagi - lagi Khodijah menyajikan makanan di depan Meja makan .
Nathan yang merasa selalu lapar , jadi tidak sabar untuk mencicipi masakan mertuanya itu .
" Ibu , apakah Nathan boleh memakan ini ?? " Nathan berbicara kepada Khodijah
" Tentu , boleh !! makan lah apa yang kamu mau makan nak !! Jangan sungkan - sungkan dengan ibu !! " Khodijah berbicara dengan sangat lembut
" Terima kasih ibu , wah ini sangat lezat sekali !! " Nathan mengunyah makanan itu didalam mulutnya
" Biasa ajha Nak , masakan Ibu Kirana juga sangat lezat !! " Kirana memuji masakan Kirana
" Iya , masakan ibu sama Ibu Nathan sama saja . Tapi ngga tau kenapa , Nathan sangat suka masakan dari Ibu ini !! " Nathan terus menyuapkan makanan kedalam mulutnya
" Pelan - Pelan Mas , tidak ada yang meminta makanan itu !! Hehehe ... !! " Rianti tersenyum tipis kepada Nathan
" Maaf . ngga tau kenapa , kalau liat makanan dari ibu , suka gini . Maaf ya Ayah ibu !! " Nathan menundukkan kepalanya
" Makan lah Nak , gpp . Itu artinya kamu yang ngidam . Dan itu bagus , jadi kamu bisa merasakan bagaimana jika seorang wanita mengidam !! " Sandi berkata demikian
" Iya ayah , rasanya enak dan tidak enak . Kalau gini itu !! Tapi di nikmatin aja !! "
Ketiganya hanya melihat Nathan yang makan sangat lahap .
Nathan makan hingga 3 piring , dan itu sangat banyak bangget .
Ketiganya terheran - heran melihat Nathan yang makan sangat lahap .
Kemungkinan perut yang sispek itu akan berubah buncit nantinya .
Jika Nathan tidak menjaga pola makannya .
__ADS_1