
Setelah pergulatan itu terjadi , Rianti baru sadar jika dirinya harus membuatkan bubur untuk Sofia yang sedang sakit .
Rianti pun meninggalkan Nathan yang sudah tertidur .
Nathan sangat sulit tertidur tadi malam , karena tidak berada di dekat Rianti .
Itu lah yang membuat Nathan terlalap sekarang , pengaruh pergulatan panas itu juga .
Rianti pun masuk kedalam kamar mandi , lalu membersihkan dirinya .
Setelah beberapa menit , Rianti pun selesai dengan ritual mandinya dan rambutnya kini dalam keadaan di balut handuk kecil .
Rianti sudah mengambil air wudhu , lalu mengunakan baju nya dan langsung mengerjakan sholat subuh yang tertunda tadi ..
Setelah sholat subuh , baru Rianti pergi ke dapur .
Ternyata di dapur sudah ada ibu mertuanya Kirana .
Rianti jadi malu bangun kesiangan , akhirnya Rianti hanya bisa meminta maaf saja dengan ibu mertuanya itu .
" Morning , Sayank !! " Kirana menyapa Rianti
" Morning , ibu !! Maafkan Rianti yang bangun kesiangan ibu , sini Rianti bantu ibu . Apa yang ahrus Rianti kerjakan ?? " Rianti melihat semua sudah di selesaikan oleh Kirana dan Bi Halimah
" Semua sudah selesai Sayank , kamu duduk saja ! " Kirana menyuruh Rianti untuk duduk
" Tapi Rianti jadi tidak enak ibu , jika harus duduk saja !! Oh iya ibu , Sofia lagi tidak sehatan di dalam kamar nya . Rianti akan buat kan bubur untuk Sofia !! " Rianti pun mulai mengerjakan itu
" Oh iya , silahkan !! Jika itu mau kamu , emang Sofia sakit apa ?? Coba ibu lihat dulu ke dalam kamarnya ya !! Kamu disini sama bi Halimah dulu !! " Kirana pun menyudahi pekerjaannya
" Demam ibu , iya gpp ibu !! " Rianti mulai mengerjakan tugas nya
Kirana pun melangkah menuju kamar Sofia .
Setelah beberapa detik , Kirana pun sudah sampai di dalam kamar Sofia dan melihat Sofia tengah terlelap tidur dalam balutan selimut di tubuhnya .
Kirana pun mendekati Sofia dan mengecup keningnya , namun kening Sofia sangat lah hangat .
" Kamu kenapa Sofia ?? Apakah kamu sakit ?? " Kirana mencoba membangunkan Sofia yang sedang tidur
__ADS_1
" Iya ibu , sepertinya Sofia kurang sehatan !! " Sofia bersuara sangat pelan
" Mari kita berobat , ibu ngga mau kamu kaya gini !! " Kirana pun menghubungi dokter Frans temen dekat Kirana
Setelah beberapa detik , akhirnya dokter Frans menjawab telfonnya .
" Hello , Dokter Frans !! Bisakah anda datang ke rumah saya segera ?? " Kirana berbicara dengan nada khawatir
" Hello , Baik lah Kirana . Aku akan segera menuju kediaman mu . Tunggu lah kedatangan ku !! Siapa yang sakit ?? Kenapa kamu terlihat begitu sangat panik ?? "
" Sofia , anak bungsu saya Frans . Tolong segera lah datang !! "
" Baik lah , dalam waktu 15 menit saya sudah ada di sana !! "
" Baik , saya tunggu !! "
Kirana pun langsung mematikan telfon tersebut .
Sementara Rianti sudah membawah kan nampan berisikan makanan buat Sofia .
Kiran pun mengambil nampan itu dari tangan Rianti , lalu menyuapkan sedikit demi sedikit ke mulut Sofia .
Hanya 10 suapan aja yang berhasil masuk kedalam perut Sofia .
Namun di rasa Kirana itu sudah cukup untuk Sofia .
Sofia pun kembali berbaring di kasur nya .
Kirana sangat sedih , melihat anak gadisnya tergeletak sangat lemah .
Wajah Sofia sangat pucat , dan kurang bersemangat .
Rianti dapat melihat ke khawatiran ibu mertuanya itu , Rianti hanya dapat memeluk ibu mertuanya .
" Sofia , akan baik - baik saja ibu . Tenang lah !! Kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya !! " Rianti mencoba menenangkan mertuanya itu
" Terim kasih sayank , kamu emang anak ibu yang terbaik !! Kirana sedikit menangis di pelukan Rianti
Setelah 15 menit , Dokter Frans tiba di kediaman Adipati .
__ADS_1
Dan langsung di sambut oleh BI Halimah dan di antar kan ke kamar Sofia .
Dokter Frans langsung duduk dan memeriksa keadaan Sofia .
Setelah di periksa , ternyata Demam Sofia sangat tinggi dan harus di bawah ke rumah sakit .
Agar lebih cepat pulihnya .
Kirana yang mendengar hal itu pun semakin panik .
Adipati yang baru saja keluar dari kamarnya pun langsung menghampiri Kirana dan memeluknya .
" Kenapa Sayank ?? Kenapa kamu menangis ?? " Adipati yang baru saja datang langsung di banjiri air mata Kirana
" Suamiku , Anak mu Sofia harus di rawat di Rumah sakit , demam nya terlalu tinggi !! Ini harus bagaimana ?? " Kirana berbicara sambil menangis
" Tenang Sayank , kan ada Dokter Frans yang akan merawat dia . Itu hanya kelelahan saja . Kamu jangan seperti itu ?? Liat Sofia tersenyum kepada mu
" Ibu , tenang lah . Sofia hanya kelelahan . Kenapa ibu menangis seperti itu ?? Sofia tersenyum tipis
" Anakku , kamu tidak biasa sakit seperti itu . Dulu waktu kamu kecil selalu berkata : Ibu , sakit . Sofia tidak suka sakit seperti ini !! " Kirana menangis sejadi - jadinya mengingat masa - masa itu
" Ibu , itu Sofia kecil . Sekarang anak mu sudah besar . Sofia akan lawan semuanya ibu . Sudah lah jangan menangis , itu lebih menyakitkan dari pada rasa demam ini !! " Sofia jadi ikut menangis
" Anakku , mengapa kamu menangis juga ?? Jangan kamu bersedih anak ku . Kamu di rawat duku ya di rumah sakit , untuk beberapa hari . Ibu akan menjaga mu disana !! " Kirana menghapus air mata Sofia
" Iya ibu , Terima kasih atas kasih sayang mu yang tak pernah usai !! " Sofia mencium pipi Kirana
Mendengar hal itu , Kirana memeluk anaknya .
Dan semua yang melihat itu dapat merasakan kesedihan yang sama .
Rianti menghapus air matanya sendiri , sementara Adipati menghampiri keduanya lalu memeluknya .
Dokter Frans sangat tersentuh dengan keluarga itu .
Betapa berlimpahnya kasih sayang itu .
Terlihat sangat jelas di pelupuk mata , bahwa kasih sayang itu tulus .
__ADS_1