Romantisnya Pacarku

Romantisnya Pacarku
Pertemuan (a)


__ADS_3

Pada


suatu hari, di sebuah kota di Asia Timur, ada seorang anak laki-laki yang


bernama Aladdin. Aladdin hidup bersama ibunya. Untuk memenuhi kebutuhan


hidupnya, Aladdin selalu membantu ibunya menjual buah-buahan di pasar. Aladdin


sangat menyayangi ibunya, dan ia sebenarnya sangat lelah hidup dalam


kemiskinan. Aladdin memiliki mimpi suatu hari ia bisa membebaskan ibunya dari


kemiskinan ini.


Lalu


pada suatu pagi saat Aladdin dan ibunya berjualan di pasar. Ada seorang


pedagang kaya yang menghampirinya dan berkata ia bisa membantu Aladdin menjadi


orang kaya. Ia ingin mengajak Aladdin bekerja sama dan bayarannya akan sangat


besar. Tentu saja Aladdin merasa tertarik dengan tawaran ini. Aladdin pun izin


pada ibunya untuk pergi dan ibunya langsung mengizinkan.


Keesokan


harinya, Aladdin pergi bersama pedagang itu. Mereka menempuh perjalanan yang


sangat jauh. Di tengah-tengah perjalanan, Aladdin menemukan sesuatu yang


janggal dan menyadari bahwa pedagang yang bersamanya ini bukanlah seorang


manusia, melainkan seorang penyihir! Penyihir ini mengeluarkan bubuk ajaib dari


sakunya dan melemparkannya ke tanah. Tiba-tiba, sebuah asap muncul dari tanah

__ADS_1


yang tesentuh bubuk ajaib itu tadi.


Perlahan


asap itu menghilang, dan ada gua besar yang muncul dari asap itu. Sang penyihir


menyuruh Aladdin untuk masuk ke dalam gua tadi. Tentu saja Aladdin merasa


ketakutan. Namun, sang penyihir berkata ada banyak emas dan perhiasan di dalam


sana, serta ada lampu tua yang harus diambil oleh Aladdin untuk diberikan


padanya. Aladdin diperbolehkan mengambil emas dan perhiasan sebanyak yang ia


mau, asalkan ia memberikan lampu tua itu padanya.


Dengan


rasa curiga, Aladdin pun melakukannya. Saat ia masuk ke dalam gua, ia menemukan


emas yang sangat banyak dan ia memasukkan sebanyak-banyaknya ke dalam kantungnya.


Dia


menemukan lampu yang tergeletak di salah satu sudut gua. Lampu ini sudah tua


dan kotor dan ia mengambil lampu itu serta memanggil sang penyihir agar


membantunya keluar dari gua. Sang penyihir ingin membantunya keluar tapi ia


harus melemparkan lampu tua itu padanya lebih dulu. Aladdin pun berpikir jika


ia langsung memberikan lampu itu pada sang penyihir, bisa saja ia langsung


meninggalkannya. Aladdin pun juga berpikir mengapa sang penyihir lebih


mementingkan lampu tua ini dibandingkan emas-emas yang ada di sekelilingnya.

__ADS_1


Karena


Aladdin tidak juga memberikan lampu tua itu, sang penyihir pun menjadi geram.


Ia menaburkan bubuk itu tadi ke tanah dan kali ini guanya ditutup dengan batu


yang sangat besar. Aladdin pun semakin takut, ia berteriak meminta tolong


karena kini ia tidak bisa keluar. Setelah berjam-jam berteriak meminta tolong


dan berusaha keluar, Aladdin pun menyerah.


Aladdin duduk sendiri di dalam gua sambil


membersihkan lampu tua tadi. Saat ia menggosok lampu tua itu, tiba-tiba ada


asap yang keluar dan muncullah seorang jin yang berbicara pada Aladdin, “Akan


aku berikan Tuanku tiga permintaan


yang akan aku kabulkan. Apa permintaan pertamamu?” Jin ini tampak sangat aneh


dan pada awalnya Aladdin merasa ketakutan serta tidak percaya. Namun, Aladdin


tetap meminta sesuatu padanya, ia meminta untuk membawanya kembali ke rumah


bersama ibunya. Hanya dengan petikan jari, Aladdin sudah kembali ke rumah dan


ibunya sangat senang bisa melihat anaknya lagi.


Sesampainya


di rumah, Aladdin menceritakan semuanya pada ibunya. Ia bercerita bagaimana


sang penyihir meninggalkan dirinya hingga ia diselamatkan oleh jin yang keluar


dari lampu tua. Setelah Aladdin usai menceritakan semuanya pada ibunya sekali

__ADS_1


lagi, Aladdin menggosok lampu itu lagi, dan jin muncul kembali di hadapannya.


__ADS_2