
Pada
suatu hari, di sebuah kota di Asia Timur, ada seorang anak laki-laki yang
bernama Aladdin. Aladdin hidup bersama ibunya. Untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya, Aladdin selalu membantu ibunya menjual buah-buahan di pasar. Aladdin
sangat menyayangi ibunya, dan ia sebenarnya sangat lelah hidup dalam
kemiskinan. Aladdin memiliki mimpi suatu hari ia bisa membebaskan ibunya dari
kemiskinan ini.
Lalu
pada suatu pagi saat Aladdin dan ibunya berjualan di pasar. Ada seorang
pedagang kaya yang menghampirinya dan berkata ia bisa membantu Aladdin menjadi
orang kaya. Ia ingin mengajak Aladdin bekerja sama dan bayarannya akan sangat
besar. Tentu saja Aladdin merasa tertarik dengan tawaran ini. Aladdin pun izin
pada ibunya untuk pergi dan ibunya langsung mengizinkan.
Keesokan
harinya, Aladdin pergi bersama pedagang itu. Mereka menempuh perjalanan yang
sangat jauh. Di tengah-tengah perjalanan, Aladdin menemukan sesuatu yang
janggal dan menyadari bahwa pedagang yang bersamanya ini bukanlah seorang
manusia, melainkan seorang penyihir! Penyihir ini mengeluarkan bubuk ajaib dari
sakunya dan melemparkannya ke tanah. Tiba-tiba, sebuah asap muncul dari tanah
__ADS_1
yang tesentuh bubuk ajaib itu tadi.
Perlahan
asap itu menghilang, dan ada gua besar yang muncul dari asap itu. Sang penyihir
menyuruh Aladdin untuk masuk ke dalam gua tadi. Tentu saja Aladdin merasa
ketakutan. Namun, sang penyihir berkata ada banyak emas dan perhiasan di dalam
sana, serta ada lampu tua yang harus diambil oleh Aladdin untuk diberikan
padanya. Aladdin diperbolehkan mengambil emas dan perhiasan sebanyak yang ia
mau, asalkan ia memberikan lampu tua itu padanya.
Dengan
rasa curiga, Aladdin pun melakukannya. Saat ia masuk ke dalam gua, ia menemukan
emas yang sangat banyak dan ia memasukkan sebanyak-banyaknya ke dalam kantungnya.
Dia
menemukan lampu yang tergeletak di salah satu sudut gua. Lampu ini sudah tua
dan kotor dan ia mengambil lampu itu serta memanggil sang penyihir agar
membantunya keluar dari gua. Sang penyihir ingin membantunya keluar tapi ia
harus melemparkan lampu tua itu padanya lebih dulu. Aladdin pun berpikir jika
ia langsung memberikan lampu itu pada sang penyihir, bisa saja ia langsung
meninggalkannya. Aladdin pun juga berpikir mengapa sang penyihir lebih
mementingkan lampu tua ini dibandingkan emas-emas yang ada di sekelilingnya.
__ADS_1
Karena
Aladdin tidak juga memberikan lampu tua itu, sang penyihir pun menjadi geram.
Ia menaburkan bubuk itu tadi ke tanah dan kali ini guanya ditutup dengan batu
yang sangat besar. Aladdin pun semakin takut, ia berteriak meminta tolong
karena kini ia tidak bisa keluar. Setelah berjam-jam berteriak meminta tolong
dan berusaha keluar, Aladdin pun menyerah.
Aladdin duduk sendiri di dalam gua sambil
membersihkan lampu tua tadi. Saat ia menggosok lampu tua itu, tiba-tiba ada
asap yang keluar dan muncullah seorang jin yang berbicara pada Aladdin, “Akan
aku berikan Tuanku tiga permintaan
yang akan aku kabulkan. Apa permintaan pertamamu?” Jin ini tampak sangat aneh
dan pada awalnya Aladdin merasa ketakutan serta tidak percaya. Namun, Aladdin
tetap meminta sesuatu padanya, ia meminta untuk membawanya kembali ke rumah
bersama ibunya. Hanya dengan petikan jari, Aladdin sudah kembali ke rumah dan
ibunya sangat senang bisa melihat anaknya lagi.
Sesampainya
di rumah, Aladdin menceritakan semuanya pada ibunya. Ia bercerita bagaimana
sang penyihir meninggalkan dirinya hingga ia diselamatkan oleh jin yang keluar
dari lampu tua. Setelah Aladdin usai menceritakan semuanya pada ibunya sekali
__ADS_1
lagi, Aladdin menggosok lampu itu lagi, dan jin muncul kembali di hadapannya.